Realita Cinta

Realita Cinta
Dean Sastra Ningrat


__ADS_3

Keesokan harinya, echy skolah sperti biasa.


"chyyyyy, selamat ulang tahun ya, maaf aku ga bs dateng ke acara ultahmu, karna umikku lagi sakit" kata malika sendu


"iya gapapa lik, aku maklum kok, emang umik sakit apa lik?" tanyaku


"lambungnya kumat chy, setiap makan umik muntah" lirih lika sedih


" ya Allah, semoga umik cepet sembuh ya lik, aamiin, boleh aku jenguk umik?" tanyaku hati-hati


"ngapain masih nanya? ya boleh banget lah, malah kemaren umik nanya km, krn km udah jarang main kerumah" jelas lika


"ya udah nanti pulang sekolah, tungguin aku ya, aku masih ada urusan dikit" kataku seraya masuk kelas karena bel sekolah sudah berbunyi


"urusan apa chy?" kata lika setengah berteriak


"entar aku ceritain" kataku setengah berteriak juga krn jarak semakin jauh, akupun melambaikan tangan ke arah malika yang masih setia menatapku berlalu menjauh darinya.


sesampai di kelas, aku langsung di hadang oleh dean,


"chy, jangan lupa entar ya, depan lab komputer, aku tunggu lho" katanya sambil menunjuk arah lab komputer sekolah dengan jempolnya.


"iyaaaa, di pikirnyaaa aku pikun kalii yaaa" kataku mencibir canda


"sapa tau aja pura pura lupa"kata dean sambil tersenyum manis.


Echy Pov


aku berangkat sekolah dengan sedikit perasaan grogi tapi semangat, mengingat bakal jawab pertanyaan dr dean semalem, aslinya aku bingung banget mau ngomong apa ntar tapi ya sudah lah biarkan mengalir aja.


aku suka sih sama dean, secara dia pinter, cakep, manis, kalem lagi, ga slengean.. cuma masa iya aku pacaran sama anak sekelas??


teeettttttt.,.........teeettttttt..........


Bel panjang sekolah berbunyi sudah waktunya pulang...


"akhhhh.... alhamdulillah akhirnya hari ini selesai dengan cepat dan lancar..." seruku senang


tapi tiba tiba aku teringat janjiku dengan dean, aku segera merapikan dan memasukkan buku2 ke dalam tas..lalu akupun bergegas ke kelas malika, malika sudah duduk di depan kelasnya.


"ikh, lama sekali murid teladan ni keluar kelas, sampe jenggotan nunggunya" kata lika sambil manyun


"kamu aja yang cepet banget keluarnya, baru juga bel pulang" kataku beralasan


"ya udah yuk pulang" ajak lika


"eehhhh, bentar dulu, kamu tunggu disini dulu ya? bentar aja, ak mau ketemu ama dean depan lab komputer" kataku sambil mengedipkan sebelah mata


"kelilipan kamu? pake kedip kedip ga jelas!udah sono buruan, ntar malah ketinggalan angkot lagi!" dengus lika


"siaap cantiiikk" kataku menoel dagu malika sambil berlalu


"ish, jijik" sanggah lika sambil menepis tanganku


aku cuma bisa ketawa sambil berlalu menuju lab komputer..

__ADS_1


sampai depan lab komputerpun aku masi senyum2 sendiri melihat kelakuan sahabatku malika tadi.


"Kenapa senyum2 gitu chy?" suara dean mengangetkanku


"ahhh enggak kok, tadi abis becanda ama malika, lucu" jawabku


"oh kirain kesambet jin tomang sekolahan kamu"balas dean menggoda dengan senyum super manisnya


"yeeee, iya kali siang bolong ada jin tomang keliaran" sergahku sambil membuang pandangan krn tak kuat dengan senyum manis dean.


sunyi setelahnya.....


beberapa menit kemudian.....


"ekhemmm" dean berdeham memecah kesunyian


"jadi gimana chy, jawaban buat pertanyaanku semalem?" katanya ragu ragu


"ehm.. oh itu ya... ehmmm.... gimana ya..." kataku terbata karena grogi di tatap dean intens


"sini donk liat wajahku" kata dean sambil mencubit pipiku supaya menatapnya.


"ishhh, sakit tau!" kataku sok galak


"dih galaknya..." kata dean lagi sambil menyenggol bahuku


"chy, aku sudah lama suka sm kamu, mulai awal kita masuk SMA ini" cicit dean lagi


"ekhmmm... dean....aku ..."kataku menunduk lagi


Seandainya dean bisa dengar degup jantung echy saat ini, pasti dia bakal ketawa..


"aku juga suka sama km dean" jawab echy cepat dan langsung menunduk karena malu


"apa chy??" kata dean tak percaya


" jadi kita??" kata dean lagi menggantungkan kalimatnya... dan melepas tangan echy.


"iyaaaa kita jadian " kata echy sedikit berbisik, lalu segera berlari meninggalkan dean yg masih tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


Dari kejauhan echy mendengar seruan laki laki yang baru saja resmi jadi kekasihnya itu.


" yess" seru dean dengan begitu kerasnya sampe terdengar ke telinga echy yang sudah lumayan jauh darinya.


Di depan kelas ipa2, malika sudah pasang muka sebal sambil berkacak pinggang.


"lamaaaaa bangeeett km, katanya sbntar, sampe kering ini badan nungguin daritadi" kata lika dengan menautkan alis tebalnya


"duh maap, urusannya ga segampang yang aku kira lika" kataku sambil menangkup kedua tanganku untuk meminta maaf pada malika.


"kita udah ketinggalan angkot tau, terpaksa deh jalan kaki, mana panas banget lagi"malika nyerocos sambil berlalu


"maaf deh, ntr krmhku dulu ya, ganti baju sekaligus pamitan sm bibi, kalo boleh aku mau pinjam sepeda mininya, jadi kita ga jalan kaki deh pulang kerumahmu, gimana??" kataku menaik turunkan alisku bergantian.


"ter--se--rah" jawab malika sewot.

__ADS_1


"eleh eleeeh masi marah aja non cantikkk" kataku sambil menoel dagu malika dan tertawa renyah


"udah ga usah ngerayu! sekarang jelasin, kamu sm dean ngapain depan lab komputer?" tanya malika mulai penasaran.


"ciyeee penasaraaan" kataku menggoda


"enggaaakkk banget" jawabnya ketus


"yadeh yadeh, tadi tu aku sama dean jadian" kataku malu malu


"apaaa??seriusan chy??"tanya malika tak percaya krn selama ini echy tak menanggapi ucapan malika tentang perasaan dean terhadapnya.


"serius lah" kataku


tanpa terasa karena keasyikan ngobrol, kita berdua sudah sampai di depan rumah bibiku,


"assalamualaikum" kata kami berbarengan


"walaikumsalam" terdengar suara sahutan dr dalam rumah, dan setengah tergesa bibi yana keluar dengan apround yang masi melekat di tubuhnya.


"eh kirain tamu siapa, kok baru pulang chy?" tanya bibi yana sambil mngelap elap tangannya yang basah sehabis dr dapur


keduanya, echy dan malika langsung menyalami tangan bibi yana yang sudah mulai kering.


"tadi jalan sambil ngobrol, jadinya lambat banget jalannya" jawab echy beralasan


"iya bi, biasa lah kalo udah berdua suka lupa keadaan, ruang dan waktu" tambah malika meyakinkan, bibi yana cuma manggut2 tanda mengerti..


"oya bi, echy mau minta ijin, mau jenguk umiknya malika, lagi sakit, boleh ga? sekalian mau pinjem sepeda mininya krn udah jelas kita ga bakal dapat angkot jam segini bi"kataku pelan


"ya Allah, umik km sakit apa malika??" tanya bibi yana kaget sambil memegang dadanya sendiri


"lambung bi" cicit malika


"ya udah, cepet ganti baju, pulangnya jangan sore sore ya chy" kata bibi


" iya bi, tolong sampaikan ijinku juga sama paman ya bi"kataku lagi sambil berlalu menuju kamarku.


Kalau untuk urusan kerumah malika, entah menjenguk atau sekedar main biasa, bibi yana langsung setuju tanpa penolakan, karena bibi yana merasa berhutang budi pada keluarga malika yang sudah dengan sukarela membelikan echy seragam dan alat tulis untuk keperluan skolahnya dan tak jarang pula umik malika memberi uang untuk sekedar saku sekolah echy, terlebih echy anak yatim yang tak mampu.


sejak hari itu, semangat sekolah semakin menggebu, karena ujian semakin dekat dan karena ada dean yang selalu setia mendampingi, mengajari echy jika kesulitan dalam belajarnya.


dean mulai sering bertandang kerumah echy, guna belajar bersama,bibi yana tak melarang selama itu kegiatan belajar.


mungkin karena ada dean, echy jadi melupakan keberadaan diaz, diaz sudah lama tak muncul bahkan di sekolahpun jarang berpapasan.


ketika bertanya pada malika tentang diaz, malika malas menanggapi, akhirnya aku pun tak banyak tau apa dan kenapa diaz menjauh dan sudah tidak pernah belajar bersama lagi.


Diaz Pov


setelah aku tau kalo echy udah jadian ama dean, aku berusaha menjauh supaya ga ganggu hubungan mereka, toh aku masih bisa belajar sendiri walaupun agak susah fokus..😁


Aku berusaha semaksimal mungkin tidak bertatap muka dengan echy, supaya echy tidak cerewet bertanya ini itu tentang kenapa dia sudah tidak belajar bersamanya lagi.


jadi diaz putuskan untuk menghindari echy sebisaa mungkin.

__ADS_1


End Pov


__ADS_2