
"ngapain kamu disini?" tanyaku masih heran, sedang apa diaz dirumahku.
"aku cuma mampir aja, kangen sama ibu" jawabnya.
"ooooh...." jawabku, lalu berlalu ke kamarku, aku sangat enggan meladeninya,hatiku masih sangat sakit.
"pulang sama siapa barusan?" lanjutnya bertanya, karena aku hanya ber"oh" ria saja.
"bukan urusan kamu" jawabku sambil menoleh sekilas kearahnya, aku sudah ada di pintu kamarku, lalu setelah menjawabnya aku langsung masuk kamar dan menguncinya.
Diaz menghela nafas dengan kasar melihat sikap dingin echy kepadanya, wajar saja dia bersikap seperti itu, itu juga karena dirinya. Diaz sadar, apapun yang berhubungan dengan echy sekarang bukan lagi menjadi urusannya karena mereka sudah putus.
Tapi dalam lubuk hati diaz, masih tersimpan nama echy, bahkan diaz tak berusaha melupakannya. entah lah kenapa diaz sangat plin plan akan perasaannya.
"gila tuh diaz, masih berani dia kesini, pake wajah biasa lagi, kaya ga da apa apa aja" gumamku, jengkel melihat diaz lagi.
Echy keluar kamar untuk makan, perutnya keroncongan dari tadi, ketika berjalan menuju dapur, dia melihat ibunya dan diaz sedang berbincang diruang tamu sambil sesekali tertawa ringan.
"cih, sok baik" decih echy sambil membuang muka.
Echy makan dengan lahapnya, tanpa menghiraukan kehadiran diaz lagi. toh bukan urusannya lagi, terserah dia aja mau ngapain yang penting tidak menggangguku.
Selesai makan, echy mencuci piring kotornya dan langsung masuk ke kamarnya lagi.
Karena kekenyangan, akhirnya echy tertidur dengan lelapnya.
*********
"bener bener harus punya motor sendiri nih kayaknya, huh, nungguin bus sampe bosen, lama banget" gumam echy ketika sedang menunggu bus di halte.
"ayo aku anter chy" tiba tiba ada sepeda motor berhenti di depan halte, tak usah membuka helmnya saja aku sudah tau kalo itu diaz.
Echy tak menghiraukan kehadiran diaz bahkan tak menjawab tawaran diaz kepadanya..
"ya udah kalo ga mau, palingan juga ntar telat" kata diaz lagi.
"mendingan juga telat, daripada nebeng sama kamu" jawabku dengan ketus.
Akhirnya bus yang ku tunggu datang juga, selameeet, batinku.
Aku naik bus tanpa menoleh sedikitpun pada diaz, hatiku bener bener sudah hancur dan tak bersisa untuk sekedar berbaik hati kepadanya.
"kurang 5 menit, buruan absen!" seru tama dari kubikelnya yang melihatku masih santai berjalan memasuki kantor.
Tanpa menjawab, aku berlari menuju mesin absensi dan meletakkan jempolku di fingerprint untuk mencatat kehadiranku hari ini. setelah selesai, aku berjalan dengan langkah gontai menuju kubikelku.
"waaahhhh, dandananmu jadi berantakan gitu" kata tama ketika menghampiriku.
"ih masak sih?" kataku reflek mengambil cermin di laci mejaku, aku bercermin dan merapihkan dandananku yang sedikit berantakan karena terlalu lama di halte dan berlarian menuju mesin absensi.
"ishhhh... aku harus punya motor sendiri kalo begini terus" keluhku pada tama.
"lebih efisen sih menurutku" jawabnya.
__ADS_1
"tam, ntar jam istirahat, anterin ke dealer yuk, aku mau lihat lihat motor" ajakku pada tama.
"ashiaaaappp nona" jawabnya sambil berjalan kembali ke kubikelnya.
********
"chy, makan dulu yuk sebelum ke dealer, aku laper nih, tadi pagi ga sarapan dirumah" kata tama setelah jam istirahat tiba.
"okeee bos, aku yang traktir deh" jawabku.
Meskipun tama tampan, dan katanya mirip "Siwon" yang banyak di gila gilai oleh para karyawati cabang lain, tapi bagiku dia biasa saja, dia baik cuma sayangnya aku tak tergila gila padanya, aku menganggapnya hanya teman, tidak lebih.
Aku dan tama makan di alun alun, aku makan bakso sedang tama makan batagor kesukaannya.
"tamaa.....?" sapa seseorang saat kami tengah asyik makan.
"ehhh, bima....!" seru tama dengan riangnya lalu berdiri menyalami laki laki yang menghampiri kami.
Laki laki berseragam polisi, sangat gagah dengan postur badannya yang tinggi dan tegap, wajar aja namanya juga polisi. 😁
"sini bim, gabung kita aja, aku juga baru sampe nih" kata tama.
"gapapa nih? ga ganggu?" sahut bima sambil melirik ke arahku.
"ganggu apaan? kamu kesini mau makan juga kan?" kata tama lagi.
"yaaa.. ganggu orang lagi kencan" jawab bima sambil tersenyum ke arahku.
"oh iya... kenalin ini echy, temen sekantorku bim, dan kita lagi istirahat makan bukan kencan" kata tama mengenalkanku pada bima.
"chy, kenalin, ini temen sekolah aku dulu, namanya bima" jelas tama.
Dan bima hanya menangkupkan tangannya dan tersenyum.
" wah, anti salaman nih orang" kataku dalam hati.
Aku makan dalam diam sedang tama dan bima terus saja mengobrol saling bertukar cerita, sepertinya mereka sangat akrab tapi lama tak berjumpa.
"tam, jadi ke dealer gak?" kataku kemudian, mengingatkan tama akan tujuan utama kita keluar kantor selain makan.
" astaghfirullah, sorry chy, aku hampir lupa" kata tama sambil menepuk jidatnya.
"rumpik sih dari tadi" jawabku mencebikkan bibirku.
"maaf maaf, aku ga tau kalo kalian punya tujuan lain" sambung bima dengan ramah.
"ya udah deh bim, besok besok kita sambung lagi, aku mau nganter echy dulu ke dealer" pamit tama.
"oh oke.. oke.. gapapa.. lain kali kita bisa makan bareng lagi kan?? bolehkan echy?" kata bima sambil melihatku dan tersenyum.
"oh... boleh" jawabku singkat dengan terus menatap wajah mulus bima yang menurutku sangat manis, mirip mirip park hae jin, aktor korea idolaku. hehe..
Wahh.... senyumnyaaa maakkkk..... kereeen, kataku dalam hati.tanpa sadar akupun tersenyum kearahnya.
__ADS_1
"woi, buruan,, ntar jam istirahat kita abis" kata tama menyadarkanku.
Aku gelagapan karena ketahuan menatap bima sambil senyum senyum sendiri. hahaa...
*********
"waahhhh tamaa curang, punya temen ganteng, ga di kenalin ke aku" kataku setelah kami sampai di delaer dan sedang menunggu giliran untuk berkonsultasi dengan salesnya.
"masak iya aku mau ngenalin temenku ama cewek yang udah tunangan" jawab tama dengan cueknya.
Deg... mendengar kata tunangan, sejenak aku jadi speechless...
"Aku udah putus sama dia" jawabku kemudian.
"hahhh??? beneran? mulai kapan?" tanya tama dengan nada terkejutnya.
"udah hampir dua bulanan yang lalu, setelah kita outbond dikampus itu" jawabku.
"waduh.... lumayan lama donk, tau gitu, aku aja yang pedekate" kata diaz menggodaku.
"yeee..... aku bukan penggemar siwon kelees" jawabku sambil tertawa.
"kamu aja yang ga normal chy, cewe cewe lain loh pada ngejer ngejer aku" balas tama.
"biariiiin.... wekkkkk" kataku sambil terus tertawa.
*********
Fix..... akhirnya aku punya sepeda motor sendiri sekaraaaang, jadi ga repot lagi mau kemana mana. ucapku dalam hati. benar benar luar biasa rasanya bisa membeli sesuatu dengan uang hasil jerih payah sendiri.
Sudah seminggu ini, aku berangkat kerja dengan menggunakan sepeda motor baruku, ada rasa waswas sih karena aku belum memiliki SIM, waswas sewaktu waktu ada razia di jalan.
Dan benar saja, hari ini memang ada razia,karena takut terlambat, aku nekat saja menerobos jalan dimana sedang dilakukan razia kendaraan bermotor.
Tiba tiba seorang polisi menghentikanku,
"mohon menepi mbak ya, sebentar aja" kata polisi tersebut sambil memberi hormat.
"selamat pagi, mohon maaf jika kami menganggu perjalanan anda sebentar" lanjut polisi tersebut.
"pagi jugaa pak..." jawabku setelah menepi dari jalan, aku menganggukkan kepala sambil tersenyum kecut.
"bisa dibuka dulu kaca helmnya mbak? dan saya mau lihat STNK asli serta SIMnya ya?" kata polisi itu lagi dengan ramah.
" ******...." lirihku.
Aku membuka kaca helmku dan mengeluarkan STNK kendaraanku lalu kuberikan pada polisi di depanku ini.
"SIM nya mbak?" tanyanya lagi.
"emm.... saya belom punya sim pak" jawabku jujur, percuma juga berkelit, ga da gunanya.
"wah, mohon maaf kalo begitu mbak, dengan berat hati, saya harus memberi surat tilang" katanya.
__ADS_1
Tampak seorang polisi berjalan ke arahku dan polisi yang tadi hendak memberiku surat tilang memberi hormat kepada polisi yang baru datang tersebut.
"minta like dan votenya donk readerss.... makasih....