
Aku merasakan keningku basah, lalu dengan perlahan ku buka mata, ternyata diaz sedang mencium hangat keningku, dengan posisi tubuhnya masih tertutup selimut sebatas dada, kepalanya di sandarkan ke kepala ranjang, sedangkan aku masih telungkup nyaman di balik selimut tebal milik diaz.
"Jam berapa sekarang yank?" tanyaku dengan suara khas orang bangun tidur.
"udah jam 4 sore yas" jawabnya sambil mengelus elus puncak kepalaku sambil sesekali tersenyum manis.
"hmmmm.... badanku masih lemess yaaank" kataku, menarik selimut lebih dalam sampai menutupi sebatas leherku.
"ga pengen mandi?" tanya diaz.
" pengen lah, tapi bentar lagi yaa yaankkk, beneran nih lemes, anuku panas juga, kayaknya lecet karena gesekanmu terlalu keras" kataku tanpa canggung.
"kamu yang nyuruh cepetin, ga nyadar yah" jawabnya sambil mencubit pipiku.
"yaaank...." panggilku dengan pandangan nanar ke langit langit kamat kost diaz, aku sudah merubah posisiku menjadi terlentang dengan selimut menutup sebatas dada, tangan aku tengadahkan ke atas kepala.
" hmmmmm..." jawab diaz sambil tetap menatapku.
"kita keterlaluan ya? sampe begini segala" kataku lagi tetap dengan posisi semula.
" kamu nyesel yas??" tanya diaz.
" aku ga nyesel yaank, aku sayang banget sama kamu, aku ikhlas lakuin ini sama kamu" kataku mulai setengah terduduk menyamping memeluk lengannya.
"aku juga, bukan cuma sayang, aku cinta sama kamu yas... aku mau kita selamanya, menikah, punya keturunan yang lucu lucu dan hidup bahagia sampai maut memisahkan" kata diaz menarik kepalaku untuk bersandar di dada telanjangnya.
Aku mngelus elus dada datarnya, dan memeluk erat tubuh lelaki tercintaku, mengendus aroma tubuhnya yang sudah jadi canduku selama hampir 3 tahun ini.
"aku juga yank, pengen selamanya sama kamu melahirkan anak anakmu yang lucu, membina rumah tangga yang harmonis sampai maut memisahkan" kataku mendongakkan kepala menatap wajah manisnya.
Diaz mencium keningku lagi dan lagi...
Setelah mandi, badan terasa lebih segar dan pegel pegel jadi hilang.. sesuai janji diaz, dia akan mengajakku berkeliling kota Y dan memperlihatkan kampus elitnya yang begitu indah jika di pandang di malam hari ( ini menurut cerita diaz, yang kadang suka bercerita kepadaku )
Diaz benar benar memanjakanku, dia memberikan semua yang aku minta... aku yang dasarnya doyan makan, aku kalap, aku membeli begitu banyak jenis makanan, dari empek empek palembang,pentol bakar, ayam saus madu, jasuke dan ada lagi lainnya yang aku lupa namanya.
"bakal kamu abisin semua yas??" kata diaz menatapku sambil tersenyum.
"ya makannya berdua sama kamu lah yank, kalo sendirian mana abis" kataku pura pura ngambek dengan memanyunkan bibirku.
Diaz cuma geleng geleng kepala melihat tingkahku...
__ADS_1
"lagian kita butuh asupan makanan lebih banyak, supaya lebih kuat lagi bertempurnya entar malem" kataku berbisik genit di telinganya.
Diaz membelalakkan matanya dan berkata,
"pinternya.." jawabnya sambil mencubit pelan pipiku.
"ga mau?? ya udaaah..." kataku pura pura tak minat.
" ya mau laaaahhh, ya udaaah, beli apa aja yang kamu mau" katanya sambil menoel daguku.
Aku bersorak girang,
Diaz hanya tersenyum sambil bersedekap dada melihat tingkahku seperti anak kecil.
"udah belanjanya tuan putri??" tanya diaz mengambil alih plastik belanja yang berisi berbagai macam makanan itu.
"sudah pangeranku yang ganteng tiada duanya" kataku sambil menoel dagunya.
Diaz tertawa renyah menghindari toelan tanganku.
Sesampainya di kost diaz, aku pun mulai melahap makanan yang dibeli tadi sambil nonton drama korea kesukaanku, tentunya di temani kekasih hatiku, diaz.
Sesekali, kami saling suap secara bergantian. aahhhhh.... betapa indahnya hubungan kami, semoga Tuhan memang menjodohkanku dengan lelaki di hadapanku ini, yang nyaris sempurna menurutku, diaz tidak pernah marah, tidak pernah tersinggung dengan segala tingkahku yang katanya kadang menyebalkan.
"gosok gigi dulu sebelum tidur yas, ntar sakit gigi loh" kata diaz yang melihatku mulai rebahan di kasur, bukan karena ngantuk, tapi kekenyangan.
"belom juga mau tidur yank, rebahan aja, perutku kayanya penuh banget nih" sahutku.
Setelah cuci muka dan gosok gigi, aku ganti baju longgar supaya lebih nyaman tidurnya.
Aku naik ke kasur yang langsung disusul oleh diaz.. diaz hanya menggunakan boxer, sudah biasa katanya.
Akupun tiduran sambil memeluk dada telanjangnya, sambil mencium cium kecil dada sampingnya.
Mendapat ciuman kecil dariku, diaz langsung bangun dan menindihku, dengan tangannya sebagai penyangga agar aku tak terhimpit tubuhnya.
Diaz mulai mengecup keningku, lalu kedua kelopak mataku secara bergantian, turun ke hidung dan terakhir mendarat di bibirku.
Awalnya hanya kecupan biasa, lalu berubah menjadi lumatan lembut yang memabukkan, membangkitkan kembali gairah kami.
Tanpa terasa bajuku dan boxer milik diaz sudah berserakan dilantai kamarnya, sekarang tinggallah tubuh polos kami yang hanya tertutup celana dalam.
__ADS_1
Diaz mengulang kejadian seperti tadi siang, tapi di saat diaz mulai menggesekkan juniornya di **** * ku, aku merasa kesakitan, mungkin benar kataku tadi, **** * ku lecet...
Gairah Diaz sudah meletup letup sampai ke ubun ubun, jika kulihat dari tatapan matanya yang tampak merah menahan nafsunya.
"mungkin kalau di gesekin tanpa penghalang, ga sakit lagi yank" kataku berbisik di telinganya, posisi tanganku, ku kalungkan pada lehernya.
"kamu yakin yas?" tanya diaz terkejut dengan perkataanku barusan, menarik kepalanya menatap wajahku.
"tapi janji ya cuma di gesekin aja, ga boleh dimasukin" kataku lagi sambil menatap matanya.
Diaz mengangguk senang, dia tak membuang kesempatan dengan langsung melucuti celana dalam milikku dan miliknya dan hasilnya sekarang tubuh kami polos tanpa sehelai benang pun.
Diaz mulai memposisikan diri, juniornya di posisikan di atas **** * ku yang mulai basah,
ahhhh.... rasanya jauh lebih nikmat tanpa penghalang, kehangatan junior milik diaz sangat terasa di **** * ku.
Diaz mulai menggoyang pinggulnya, aku semakin melebarkan selangkanganku agar diaz leluasa dengan kegiatannya.
Akhh...hmppp....akh.... kami mendesah bersama di barengi dengan suara musik, lagu lagu korea kesukaanku.
"enak yas.... hmmpp.. akh..." kata diaz dengan suara seraknya, matanya terpejam sedang tangannya meremas remas kedua payudaraku.
"aahh... oghhh.... ahhh... hmmppp... ukhh.." desahku, sambil menggigit bibir bawahku sedang tanganku menjambak rambut hitam milik diaz.
cukup lama milik kami saling bergesekan, tak peduli dengan peluh yang mulai membasahi sprei ranjang milik diaz.
"akkh....."
"ukkhhh ..."
Diaz makin mempercepat gesekannya dan aku mencengkeram erat kepalanya ketika hampir mencapai *******...dan...
"aakkkhhhh.............." lenguh panjangku menandakan pelepasanku.. tubuhku bergetar hebat setelahnya.
Diaz tetap menggesekkan miliknya, sampai akhirnya... ..
"akhhhhh....hmmmpp.... " desah diaz setelah mendapatkan pelepasannya juga.
Diaz buru buru bangkit dari tubuhku, dia takut cairannya membanjiri **** * ku.
Diaz membersihkan juniornya dengan tissue basah dan setelah selesai dia segera merebahkan dirinya di samping tubuh polosku, dia menarik selimut untuk menutupi tubuh kami dan terlelap bersama.
__ADS_1
Kamar kost ini menjadi saksi bisu, kelakuan terlarang kami.....
βΊβΊβΊβΊπππmohon vote, like komen dan share nya yaa... dukung author biar lebih semangat lagi up nya... makasih...ππ