Realita Cinta

Realita Cinta
Cemburu


__ADS_3

"iyaaa... ini aku, dean... " jawabnya.


"kamu kok bisa disini dean?" tanyaku masih kaget bertemu dean disini.


"owh itu, kebetulan lagi ada reuni anak anak pecinta alam di kampusku dulu"


"owh... jadi kamu kuliah dilombok?" tanyaku mulai kepo.


"iyaa.. aku kuliah di unram" jawabnya.


"oya, kamu sama siapa kesini?? sorry ya ga bisa hadir di acara nikahan kamu waktu itu" sambungnya.


"ehmmm... gapapa dean.. tapi papa mama kamu dateng kok, makasih ya.." jawabku sambil tersenyum.


Bima yang sedari tadi hanya jadi pendengar, lalu berdeham..


"ekheeemmm...."


"oya dean, kenalin, ini bima, suami aku" kataku memperkenalkan bima pada dean.


Dean mengulurkan tangannya dan memperkenalkan diri,


"salam kenal, saya dean, temen SMAnya echy" kata dean ramah.


"saya bima, suaminya echy" jawab bima lalu menjabat tangan dean dengan sedikit kaku.


"oya chy, disini ampe kapan?? kamu nginep dimana?" tanya dean padaku.


"rencana lusa udah balik dean, karena cutinya cuma seminggu, aku nginep di mataram, di hotel selaparang" jawabku sambil melihat wajah bima yang kikuk.


Aku merasa bima tak suka dengan kehadiran dean,


"ya udah kalo gitu dean, aku sama bima mau lanjut jalan jalan dulu ya, bye" kataku sambil mengajak bima pergi.


"oke kalo gitu, kalo butuh apa apa bisa hubungi aku chy, siapa tau kamu butuh tour guide untuk keliling lombok" kata dean.


Aku hanya mengangguk dan tersenyum lalu segera berlalu dari hadapan dean, karena wajah bima terlihat makin kikuk.


🍟🍟🍟🍟🍟🍟


"itu tadi, dean mantan kamu waktu SMA itu ya?" tanya bima tiba tiba.


"iya...." jawabku pelan.


"pantesan, keliatan akrab banget" sahut bima sedikit ketus.


"sayang, kamu kok keliatan bete gitu? kamu marah sama aku?" tanyaku hati hati.


"ga kok, saya biasa aja, saya juga ga marah sama kamu" jawabnya datar.

__ADS_1


"biasa aja tapi wajah kamu keliatan kesel gitu.., ga marah tapi nada bicara kamu kaya orang ngajak berantem.." kataku sambil memutar bola mata jengah.


"saya cuma sedikit terganggu ngeliat keakraban kamu sama dean tadi" jawab bima sedikit melembut melihatku mencebikkan bibirku.


"jangan bilang kamu cemburu sama dean sayang?" tanyaku menyelidik.


"kalo iya, kenapa?" sahutnya mulai ketus lagi.


" ya Allah sayang.... dia ga pantes buat di cemburuin" jawabku mencoba meredam rasa cemburu bima.


"kenapa ga pantes?? dia mantan kamu, wajar kan saya cemburu kalau kamu terlihat akrab sama dia"


"sayang, aku ga mau mengulang kejadian ini dua kali, dulu... aku putus dengan diaz, hanya karena diaz cemburu buta dengan dean" jawabku sambil menangis.


Bima terdiam dan wajah masamnya, mulai melembut.


"ya udah maafin saya kalo saya cemburu buta, tapi saya ga mau kamu terlalu akrab sama dia"


"aku ga akan dekat dekat dengan laki laki manapun selain kamu sayang, aku janji" kataku sambil memeluk bima.


Bimapun mengeratkan pelukannya,


"sudah jangan nangis, saya bawa kamu kesini buat seneng seneng bukan buat bersedih"


"kamu yang mulai duluan, aku ga mau ribut sama kamu hanya karena masalah ga penting"


Bima langsung mengecup bibirku, membuatku terkejut sekaligus senang, perlahan perasaanku mulai membaik setelah mendapat kecupan darinya.


Malam ini, aku dan bima habiskan hanya untuk tiduran di kamar hotel saja, aku merasa sangat kelelahan seharian bermain di gunung. untuk sekedar makan malam di lobby hotelpun aku enggan saking lelahnya.


"kita pesan makanan delivery aja ya kalo kamu males keluar" saran bima.


"terserah kamu sayang, beneran nih pegel banget kakiku" jawabku sambil memijit mijit telapak kakiku.


Bima yang melihatku memijit mijit kakiku sendiri, segera beranjak dan menghampiriku dengan membawa minyak zaitun.


"sini biar saya pijitin" kata bima sambil menarik kakiku.


"ga usah sayang, cuma pegel biasa doank kok, di bawa tidur juga ilang entar" jawabku sambil menurunkan kakiku yang sudah ada di pangkuan bima.


Bima tak mengindahkan penolakanku, dia meraih kakiku kembali dan mulai mengurut dan memijitnya, setelah sebelumnya kakiku dibaluri minyak zaitun olehnya.


Pijatan bima lumayan, membuatku rileks dan hampir tertidur.


"hmm... enak ya?? sampe mau ketiduran gitu" kata bima sambil terkekeh.


"hihiii... enak sayang, jadi ngantuk di urut urut begini..." sahutku.


" ga boleh ngantuk dulu, kamu belom makan malam" kata bima.

__ADS_1


"iya iyaa... aku juga ga bakalan tidur sebelum ngasih kamu upah karena udah mijitin aku" kataku menggoda bima.


"upah????"tanya bima bingung.


"iya upah... ga mau?"tanyaku masih dengan nada menggoda.


"emaang saya mau di kasih upah apa??" tanya bima lagi.


"upah desahan, mau??" kataku sambil mengedipkan mata genit pada bima,


sungguh... sebenarnya aku malu bersikap seperti ini, berasa seperti ****** murahan..


tapi gapapa lah demi suami......heheee...


"kamu serius?? kamu ga capek? tadinya saya memang mau minta jatah, tapi karena kamu bilang capek, saya urungkan niat saya.. sekarang malah kamu yang menawarinya sendiri, saya ga boleh kehilangan kesempatan, hehe" jawabnya.


"kalo gitu, saya minta upahnya sekarang aja ya" lanjut bima sambil menindih tubuhku dan menciumku dengan rakus.


"tadi katanya nunggu makanan delivery" kataku sambil mendorong bibirnya.


"makanannya baru aja saya pesan, perkiraan sejam lagi sampe, cukuplah untuk satu ronde dulu sayang" jawabnya dengan suara yang mulai parau, libidonya mulai naik.


Tanpa menunggu jawabanku bima sudah bergerak liar di atas tubuhku dan melucuti pakaian kami dengan cepat.


Peluh bercucuran di tubuh kami masing masing, berlomba lomba mencapai klimaks.... daan aakh...... kami mengerang bersama, cairan putih milik bima kembali membasahi lubang vaginaku.


Bima mengecup keningku sekilas lalu roboh di sampingku, bima terkulai lemas setelah kegiatan panas kami barusan.


ting tong....


tak lama kemudian, makanan deliverypun datang, aku yang hanya mengenakan bathrobe, berlari ke arah pintu untuk menerima makanan pesanan kami dan tak lupa membayarnya.


Aku membangunkan bima yang terlelap,


"sayang bangun, makan dulu, makanannya udah dateng" kataku pelan di telinga bima.


Bima menggeliat dan mengerjap ngerjapkan matanya,


"ehmmm.. hoaaammm....padahal cuma seronde, rasanya udah capek sekali" katanya sambil menggunakan pakaiannya kembali.


"iya sih cuma seronde, tapi durasinya pak.." jawabku sambil menjewer telinganya.


"kenapa dengan durasinya?? kurang lama ya? hehe" sahut bima sambil terkekeh.


" nambah semenit aja, bakal bisa patah pinggangku pak....." jawabku sambil memegangi pinggangku.


"hehee......" bima hanya menyeringai kuda melihatku.


****bantu author yaaa readerss....vote dan like sebanyak banyaknya...

__ADS_1


__ADS_2