Realita Cinta

Realita Cinta
Hari hariku


__ADS_3

sampai di mall XX, aku langsung menuju ruangan interview, tak lupa berterimakasih pada diaz.


"makasih banyak ya diaz buat tebengannya, aku masuk dulu ya, bye" kataku berjalan menjauh darinya sambil melambaikan tangan.


45 menit sudah berlalu...


"alhamdulillah aku di terima, terimakasih ya Allah" syukurku dengan senyum bahagia yang terus terukir di wajahku


saking senengnya, tanpa aku sadari, ada seseorang mengikuti langkahku dari belakang..


"ceilaaahhh yang punya kerjaan baru, sampe lupa dunia" suara yang familiar di telinga echy, berasal dari balik tubuhnya


echy langsung menoleh ke sumber suara,


"diaz?" cicitnya heran, karena setaunya diaz sudah pergi setelah mengantarnya ke mall XX


" kamu masih disini?ngapain?" lanjutku bertanya masih terheran heran dengan keberadaan diaz.


"jadi satpam mall!!!" katanya sambil tertawa renyah


"serius napa!"jawabku sewot sambil melipat tangan di dada.


"yaa yaaa maaaf, galak amat! aku disini nungguin kamu lah, mau ngapain lagi cobak?" jawabnya santai.


"nungguin aku? ngapain di tungguin? td kan sudah aku suruh pulang! aku bisa naik angkot pulangnya" jawabku dengan keheranan yang belum menghilang.


"ya gimanaa gitu ninggalin kamu disini sendirian, ga enak hati aja aku" jawabnya lagi lagi dengan santainya.


"yeeee, aku udah biasa sendiri kaliiii kemana2, jadi ngapain repot repot di tungguin" ketusku


"kalo gitu mulai sekarang, jangan biasain sendiri, kan ada aku" katanya sambil menatapku intens


"hah...." gumamku salah tingkah dengan kata kata diaz barusan.


"sini sini duduk dulu, traktir aku eskrim kek, buat ngerayain pekerjaan baru kamu" rengeknya


" belom juga kerja, udah dmintain traktiran, aneh ni anak" selorohku tak peduli dengan ekspresi melas diaz.


"ya udah kalo gitu, aku yang traktir, ga boleh nolak, dosa hukumnya kalo nolak" katanya sambil menoel hidungku


" ihhhh apaaan seeeehhh, pegang pegang, bukan muhrim tau" kataku menepis tangan diaz.


"eh bentar bentar, ini kenapa ya kamu jadi aneh begini, dulu pas masih sekolah kamu tiba tiba menghilang, ketemu pun ga saling sapa, sekarang secara tiba tiba juga kamu muncul di hadapanku, sok baik pula" kataku sambil mengingat ingat kejadian dulu pas jaman sekolah.


"dulu, ya dulu aja mah, ga usah di bawa ke masa sekarang..." jawabnya enteng


"dulu kan udah ada dean yang selalu jagain kamu, selalu di samping kamu" lanjutnya sambil mengenang masa lalu mereka dulu.


"oh jadi karena dean, kamu ngejauhin aku?" tanyaku mulai mengerti keadaan yang terjadi dahulu.


"iya.." jawabnya pelan


"emang kenapa harus ngejauh sih, orang dean nya asik asik aja kok, aku berteman sama siapa aja" kataku sedikit kesal dengan tingkah diaz.


"deannya asik, kamu juga ga masalah, tapi aku yang ga bisa asik, ga bisa santai" jawab diaz lagi.


"aih, aneh,,, berarti masalahny tuh ada di kamu bukan di aku atau dean! tapi yang kena imbasnya persahabatan kita!" sungutku mulai menaikkan nada bicaraku.


"ya biarin aja lah, udah dulu juga" jawabnya tetap tenang, meski aku sudah sedikit nyolot.


"yeee enak aja main biarin... km kenapa sih sebenernya, susah banget di tebak!" kataku seraya meneliti diaz dari atas kepala sampai jari jari kakinya.


"bukan susah di tebak, kamunya aja yang ga peka jadi cewek!" katanya sambil menjitak jidatku perlahan.

__ADS_1


"lah kok jadi aku yang di salahin???" kataku lagi, makin penasaran dengan arah pembicaraan diaz.


"yaa, kalo km pinter nebak, ga begini begini amat sih akhirnya...." jawab diaz


" aigooooo, ga jelas banget ni mahluk! udah ahhh, aku mau pulang,karena besok pagi udah mulai kerja!" jawabku beranjak dari tempat dudukku.


"eh, belom juga makan eskrim" katanya menahan tanganku agar duduk kembali.


"udah ga minat!" kataku sewot


"tapi aku masih minat, apalagi sama kamu, dari dulu udah minat banget, sayangnya aja kamunya ga peka!" katanya sambil menggenggam tanganku.


Deg...


Deg....


jantungku berdegup kencang mendengar perkataan diaz barusan, masih melongo dengan lamunan tak jelas.


"woi sadar woi" kata diaz lagi sambil menangkup pipiku dengan jari telunjuk dan jempolnya, menggoyangkannya kekiri dan kekanan, membuat aku tersadar dari lamunanku.


"aihhh, apaan sih!" protesku sambil menepis tangan diaz dari wajahku.


"eh bentar bentar diaz, kamu bilang apa tadi?" kataku lagi, masih tidak yakin dengan apa yang aku dengar barusan.


"masihh ga peka juga??? dasarrr hati batu!!!" jawab diaz gemas.


"aku suka sama kamu echy, dari dulu sudah suka banget sama kamu! masih kurang jelas???" katanya dengan suara yang sedikit lantang.


orang orang di sekitar, menatap aneh ke arah kami berdua.


"pelan pelan diaz ngomongnya, malu tau diliat orang" kataku sambil mencubit pinggang diaz.


"aduh... aduhh.. ampun chy, ampun... " katanya sambil berusaha menghindar dari cubitan tanganku.


"jadi gimana chy??" tanya diaz lagi dengan suara yang lebih lembut.


"gimana apanya?" jawabku pura pura ga ngerti dengan arah pembicaraan diaz.


"aihhh belibet kan jadinya!" jawabnya sambil memonyongkan bibir seloninya.


Aku pun tak kuat menahan tawa, akhirnya aku tertawa sedikit keras, tapi di balas cuek oleh diaz dan melirik tajam kearahku.


"berani ketawa lagi, aku cium lho!" ancamnya


Mulutku otomatis terdiam mendengar ancaman diaz. dan sekarang gantian diaz yang tertawa terbahak bahak sambil memegangi perutnya.


"sialan, malah balik di ketawain!"


"udah ah aku mau pulang aja, capek, ga jelas juga ngomong sama kamu!" kataku lagi sambil beranjak dari dudukku ..


Diaz berjalan di belakangku, beberapa menit kita dalam posisi ini, sampai akhirnya diaz menarik tanganku dan mulai menatapku dengan intens.


"chy, yang tadi aku omongin, semuanya serius, serius dari dulu aku suka sama kamu, aku mau km jadi pacar aku" kata diaz dalam sekali tarikan nafasnya.


Masih dengan diriku yang kaget dengan ungkapan perasaan diaz, aku putn berusaha menanggapinya.


"kalo dari dulu suka, kok kamu ga bilang, malah ngilang gitu aja?" tanyaku heran


"aku nunggu moment yang pas buat ngungkapin, tapi nyatanya aku kalah start dari dean, akhirnya aku memilih menjauh" jelasnya


"tapi kan...." sebelum aku selesai bicara sudah di sanggah oleh diaz.


"udah ga usah bahas yang dulu, udah kejadian juga, udah lewat!" katanya

__ADS_1


"yang penting sekarang, gimana? mau ya jadi pacar aku?"tambah diaz lagi, kali ini nadanya sedikit memohon.


"tapi kamu kn lagi kuliah diluar kota diaz, gimana mau pacaran sm aku, yg kerja disini?"


"kita bisa LDR an chy, aku janji, bakal sering2 pulang buat nemuin km" kata diaz meyakinkan.


"kamu tau kn aku putus sama dean krn apa?? krn dia mau kuliah keluar kota! kamu malah sebaliknya, kan aneh!" kataku masih bingung dengan perasaanku sendiri.


"udah ga usah bahas dean lagi di depan aku, panas nih hatiku!" jawabnya pura pura ngambek.


"kalo kamu ga bisa jawab sekarang gapapa chy, aku bakal nungguin sanpe kamu siap jawabnya, tapi kalo bisa jangan lama2 mikirnya, soalnya minggu depan aku udah balik ke tempat kuliah"


jelas diaz dengan mantapnya.


"ya udah aku pikirin dulu ya diaz, makasih atas waktunya.. dan sekarang aku mau pulang, gerah nih pengen mandi" kataku beralasan, padahal aku grogi bukan kepalang😂😂


Seminggu pun berlalu begitu saja....


tring....


hapeku berbunyi, ada sms masuk


cepat cepat ku rogoh saku, untuk mengambil hape..


isi smsnya, yang ternyata dari diaz


"udah pulang belom? aku jemput ya? sekalian aku mau pamitan, mau balik ke perantauan, hehe"


lalu aku balas


"ini udah dilorong mau keluar mall, mau pulang, oke deh, aku tunggu depan mall ya"


10 menit menunggunya di depan mall, akhirnya dia datang juga, dengan ransel besar di punggungnya lengkap dengan jaket kulit membungkus tubuhnya.


"makan dulu yuk" ajaknya setelah menghampiriku.


" kamu ga keburu?" tanyaku


"sengaja berangkat lebih awal, supaya bisa lama sama kamu" jawabnya


"cih... gombal" decihku, wajahku tersipu malu


"ayok berangkat, kamu mau makan apa?" tanya diaz.


"bakso? oke?" tanyaku ragu


"siap nyonya, berangkat" jawabnya riang


butuh 15 menit saja, kita sudah sampai ke warung bakso langgananku. setelah pesan, hening melanda kami beberapa saat.. setelah bakso datang, kamipun langsung menikmatinya dalam diam.


"alhamdulillah...." kata diaz memecah kesunyian di antara kami.


"aku mau minta jawaban kamu, yang tertunda seminggu lalu" lanjutnya seraya menatapku


"eemmm... iya" jawabku pelan dan singkat.


"iya apa chy?" tanya diaz minta kejelasan.


" kan udah aku jawab iya" balasku sedikit gugup


"jadi kita resmi pacaran nih sekarang?" sahutnya girang dengan rona bahagia terpancar dari wajah manisnya.


"iya, mas pacar" jawabku sambil senyum menatapnya..

__ADS_1


"yesssss....!" serunya senang.


__ADS_2