Realita Cinta

Realita Cinta
Siapa dia?


__ADS_3

Sehari saja bima menemaniku fitness, untuk hari hari berikutnya aku memilih berangkat sendiri dengan menggunakan sepeda motorku.


Aku malas saja mendapat tatapan sinis dari emak emak sosialita yang menggandrungi ketampanan suamiku.


Sudah dua bulan lamanya aku menjalani fitness, berat badan mulai merangkak turun, tapi namanya manusia, ga pernah puas, aku malah ingin bobotku lebih turun lagi


Sebenarnya bima tak pernah mempermasalahkan penampilanku, tapi aku malu sendiri ketika tengah berkumpul dengan ibu ibu bayangkhari lainnya, mereka tampil cantik dan seksi.


"kamu sudah mulai kurusan lho sayang, kalo menurutku segitu juga udah cukup" komentar bima yang melihat perubahanku.


"baru juga turun 3kg sayang, setidaknya bobotku harus sama seperti sebelum ada chyma" jawabku.


"kalo terlalu kurus malah ga bagus sayang" kata bima lagi.


"ya bagus lah... jadi ga susah nyari baju yang pas" jawabku lagi.


"udah ah debatnya, kamu udah ga da kerjaan lagi kan?? aku mau berangkat nih" kataku pada bima yang baru pulang kerja sejam yang lalu.


"ya udah kamu hati hati sayang"


" yaa.... assalamualaikum" jawabku sambil mencium punggung tangannya.


Ketika sedang asyik di atas treadmill, seseorang menyapa,


"hai... kamu member baru ya?" kata orang tersebut yang sama juga denganku sedang asyik di atas treadmillnya.


"oh hai.... iya aku baru dua bulan ikut fitness disini" jawabku sambil tetap fokus.


"oh pantesan, aku baru sekarang liat kamu" jawabnya.


"iyaaa biasanya aku latihannya pagi kalo hari libur, kalo hari kerja begini, aku ambil sore karena nunggu suami pulang kerja"


"oh kamu sudah nikah?" katanya lagi dengan wajah yang sedikit terkejut.


"sudah, dan aku juga sudah punya anak, sekarang usianya sudah 5bulan" jelasku.


"tapi kamu terlihat seperti masih perawan saja" katanya.


" hahahaa... kamu ada ada aja" aku senang mendengar ucapannya, jadi pujian untukku.


"aku ga gombal lho, kamu memang masih terlihat sangat muda untuk ukuran ibu dengan satu anak" katanya lagi.


"makasihhh... " jawabku malu malu.


"oh ya, kenalin aku Bara, personal trainer disini" katanya sambil mengulurkan tangan kepadaku.


"aku echy..." jawabku sambil menyambut uluran tangannya.


"senang bisa kenalan denganmu, ibu ibu rasa gadis" katanya sambil tersenyum manis.


Ga salah kalo dia punya tubuh yang sangat indah dan proporsional, karena sesuai dengan profesinya yang seorang personal trainer di tempat fitness ini. walau tubuh bima tak kalah indah dengan tubuh Bara.

__ADS_1


"oya, kamu fitness setiap hari atau ada hari tertentu?"


"aku fitness 3 kali dalam seminggu, minggu, Rabu dan Jumat"


"apa kamu menggunakan jasa personal trainer?" tanyanya lagi


"iyaa.. dan sepertinya mbak bella ga keliatan hari ini"


" ohh... jadi bella personal trainer kamu?"


"iya...."


"bella hari ini ga datang, anaknya sakit katanya"


"ohhh begitu ya" jawabku sedikit kecewa karena latihan hari ini akan sia sia tanpa personal trainer.


Melihat raut wajahku yang kecewa, lalu bara menawarkan diri untuk menggantikan posisi bella sementara bella tak ada.


"kalo kamu ga keberatan, aku bisa gantikan bella"


"bener? apa kamu ga ada jadwal hari ini?"


"oh kebetulan, aku baru saja selesai"


" ya sudah kalo gitu ok" jawabku senang.


Bara yang memang tampan dan memiliki tubuh bak peragawan, dengan telaten membimbingku dan sesekali menjelaskan manfaat dari latihan yang dilakukan.


"sama sama, aku senang bisa menjadi personal trainermu" jawab bara sambil meraih handuk dan membantuku menyeka keringat.


Aku menjadi sedikit tegang ketika dengan lembutnya bara menyeka keringat di tubuhku.


"ehm...ak..aku bisa sendiri" kataku salah tingkah.


"oh iya, maaf... aku hanya ingin membantumu saja" jawab bara.


"terimakasih, kalo begitu aku pulang dulu ya"


"chy, aku boleh minta no Wa mu?"


"bukan apa apa, sapa tau kamu butuh sesuatu denganku" lanjutnya.


Aku memberikan nomor Waku dan segera pamit pulang karena aku sudah terlambat untuk pulang saking asyiknya mengobrol dengan bara.


"assalamualaikum...." salamku ketika sampai dirumah.


"tumben telat banget pulangnya..." kata bima datar tanpa menjawab salamku.


"maaf sayang, tadi masih ada latihan tambahan" jawabku beralasan.


"latihan tambahan? buat apa?" tanya bima penuh selidik.

__ADS_1


"kamu kenapa sih, malah cerewet begini?" tanyaku sewot.


"kok jadi kamu yang sewot?? seharusnya itu aku!" jawab bima.


"yang sewot siapa??" kataku dengan ketus.


"itu buktinya, nada suaramu mulai tinggi ga seperti biasanya!" jawab bima.


"kamu mancing mancing emosi saja, mana aku lagi capek banget ini!" kataku berusaha menghindari tatapan bima yang mengintimidasiku .


"kamu yang mulai, kamu lupa waktu, apa kamu lupa kalo sekarang sudah ada chyma yang butuh ASI kamu?" tanya bima mulai sedikit emosi.


"aku kan sudah bilang, aku ada latihan tambahan bukan lupa!" jawabku sedikit membentak.


"kamu aneh, kamu berubah dalam sekejap chy!" kata bima lalu berlalu menghampiri chyma yang tak henti hentinya menangis.


Aku langsung mandi dengan cepat, aku yakin chyma menangis karena lapar, memang aku meninggalkannya lebih lama dari biasanya... maafin mama nak...gumamku.


Selesai mandi, aku langsung menghampiri bima yang tengah menenangkan tangisan chyma,


"sini biar aku susuin" kataku.


Tanpa menyahut bima langsung memberikan chyma kepadaku, setelah menyusu, chyma nampak lebih tenang dan tidak menangis lagi, sesuai dugaanku chyma kelaparan karena terlalu lama menungguku.


"aku harap kamu tau waktu, kasian chyma sampe kelaparan" kata bima dengan nada datar.


"maafin aku bim...." jawabku sambil menangis menatap chyma yang sedang menyusu dengan rakusnya.


"lain kali jangan seperti ini lagi sayang" kata bima mulai melembut dan mencium keningku.


"aku janji sayang...." jawabku sambil merangkul pinggang bima dengan sebelah tanganku.


"aku juga minta maaf sudah marah marah sama kamu"


"gapapa bim, aku ngerti, aku memang salah wajar kalo kamu marah"


"chyma sudah tidur, letakkan dia di boxnya" kata bima.


"iyaa... " jawabku sambil menggendong chyma dengan hati hati agar tak terbangun.


Setelah meletakkan chyma di boxnya, bima yang mengekoriku, segera membopongku ke ranjang, dia mulai menciumku dengan rakus,


"aku kangen sayang..." suara bima sudah berubah parau karena nafsu.


Aku hanya menatapnya dengan wajah bersemu merah karena mulai bergairah setelah mendapat ciuman rakus dari bima.


"kamu ga capek kan sayang? aku mau minta jatah..." kata bima lagi.


"gaa..." jawabku singkat lalu mencium bibir bima dengan rakus. bima pun membalas ciumanku, dan kami melakukan kegiatan panas itu berkali kali sampai terkapar tak berdaya, bima mulai tertidur dengan nafasnya yang teratur sedang aku masih terjaga memikirkan banyak hal, termasuk pertemuanku dengan bara.


rasa kantuk mulai menyerangku, lalu akupun menyusul bima ke alam mimpi, sebelumnya aku menutupi tubuh polos kami dengan selimut, chyma yang kenyang pun tak terjaga dari tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2