Realita Cinta

Realita Cinta
Namanya Diaz Jaya Gunawan


__ADS_3

diaz masih setia ditempatnya setelah di tinggal masuk oleh echy


setelah beberapa menit, diaz baru beranjak dari tempatnya dan kembali ke sekolah untuk mengambil sepeda motornya


iya, karena jarak rumah diaz yang jauh, dia memilih menggunakan sepeda motor untuk pergi ke sekolah karena terlalu ribet untuk naik angkutan umum,mengingat rumahnya keluar masuk gang.


echy yang masih penasaran dengan sosok diaz, mengintip dari jendela kamarnya,


"ishhh, siapa sih dia?" tanyanya pada diri sendiri


"chy, cepetan ganti bajunya, warung lagi rame nih, cepet bantuin bibi!" teriak bibi yana, adik dari ibuku


"iya bi, bentar lagi selesai ganti baju langsung kesitu" jawabku sambil mengunci pintu


yaaap, warung nasi milik paman dan bibi tepat di ruangan depan rumah mereka, jam jam pulang sekolah begini selalu ramai dengan anak sekolah dan pegawai kantoran yang lagi istirahat, karena bertepatan dengan jam makan siang, walau sedikit kesorean sih menurutku untuk di bilang jam makan siang.


warung bibiku memang selalu ramai pengunjung, selalu bikin kewalahan meskipun aku sudah membantu semaksimal mungkin.


bibiku, selalu mnyelipkan sedikit uang untukku tanpa sepengehtahuan dari pamanku, karena bibi merasa tak nyaman jika harus meminta terang terangan mengingat pamanku orang yang sangat perhitungan, aku tinggal disini aja ga gratis, aku harus kepasar di shubuh buta, nyapu halaman, cuci piring, masak dll, dan itu harus aku selesaikan sebelum aku berangkat sekolah!! sepulang sekolahpun masih harus jaga warung juga menemani bibi.


kebayang kan betapa sedikitnya waktuku buat bersantai, bahkan buat belajarpun aku curi2 waktu setelah memberikan les privat ke tetangga sebelah, tak jarang aku membawa buku pelajaranku sendiri ke tempat les privat.


hari terus berlalu, sampai di semester dua ini semua berjalan lancar sesuai keinginanku..


diaz pun mulai sering main ke warung bibi yana, sekedar untuk membeli milkshake, tapi di balik itu semua niatnya cuma ingin bertemu denganku dengan alasan belajar bareng.


echy ga ambil pusing dengan tingkah diaz, toh selama ini mereka memang benar2 belajar, walau sebenarnya diaz banyak menyalin tugas dari echy.


"chy, aku pinjam LKS kimia kamu donk, boleh?" tanya diaz


"boleh, tapi besok balikin ya!" kataku seraya menyodorkan LKS yang dia minta


"wahhh, rajin bener kamu chy, kapan km ngerjainnya?? kok udah semua halaman kamu kerjain?" tanya diaz heran


"ya pas aku belajar lah, se sempet mungkin aku isi setiap halamannya, karena aku ga punya banyak waktu luang kaya anak anak yg lain!" jawab echy santai


"weiishhh, salut salut aku... " kata diaz sambil menepuk nepuk bahuku


sedekat itu lah aku dan diaz... karena hampir setiap hari di sela sela warung sepi, dia mengajakku belajar bersama.


melihat diaz yang hampir tiap hari jadi langganan tetapnya, bibi akhirnya bertanya padaku

__ADS_1


"chy, diaz itu pacar km ya?" tanya bibi yana menyelidik


"kamu jangan pacaran dlu ya, fokus sm sekolahmu krn sebentar lagi lulusan" lanjutnya mulai ceramah


"iya bi, echy juga ga pacaran sm diaz, kita cuma belajar bareng aja kok, kita kan sama2 anak ipa" jawabku lembut


"nanti kalo sudah lulus, kamu boleh pacaran sama diaz, bibi liat dia anak baik dan ga neko neko" kata bibi lagi


"aihhh, ga lah bi, echy setelah lulus mau cari kerja dulu dan ga mikir kalo bakal pacaran ama diaz, lagian setelah lulus diaz mau lanjutin kuliahnya di luar kota" jelasku panjang lebar, membuat bi yana manggut2 mendengarnya


Ujian kurang satu minggu lagi, bertepatan dengan hari ulang tahunku yang ke 17 tahun, bibi berniat merayakannya sekaligus doa bersama dengan teman2 agar bisa lulus dengan nilai bagus.


harinya pun tiba, dengan segala persiapan yang sederhana, acara ini terlaksana juga, aku senang karena untuk pertama kalinya bisa meniup lilin di atas kue, seumur umur ga pernah merayakan ulang tahun.


"happy birthday to you.... happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to echy....." seru teman2ku sambil bertepuk tangan


"tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang jugaaa, sekarang jugaaaa" lanjut mereka


setelah lagu selesai, aku berdoa dalam hati dan setelahnya meniup lilin lilin kecil yang betengger rapi di kue ulang tahun sederhana buatan ibuku.


teman temanku satu persatu menyalamiku sambil memberikan kado, giliran dean menjabat tanganku lamaaa sekali.. aku sampe canggung dibuatnya.


"chy, selamat ulang tahun ya" kata dean tanpa melepas jabatan tangannya


"cieee, yang jabatan tangan ga mau di lepas, udah kaya perangko rusak aja, susah di lepasin" sergah diaz tiba2, sambil menarik tanganku dr genggaman dean


"oh sorry, sorry aku terbawa suasana, abisnya malam ini km cantik banget chy" katanya sambil menggenggam tangannya sendiri yg baru terlepas dr tangan echy.


"ya iyalah dia cantik, dia kan perempuan, dandan lagi" jawab diaz ketus


"ooooo jadi maksud km, aku jelek kalo lagi ga dandan begini?" kataku sambil bersedekap dada melirik jahat pada diaz.


"ishhhh mulaiii, ngajaak peraang" kata diaz dengan nada di buat buat seolah itu candaan.


malampun semakin larut, acara sudah usai, teman2pun masi punya kejutan buat echy, salah satu teman sekelas echy, si rudi, mengajak echy ke halaman depan, tanpa curiga, echy mengikutinya,, sampai di halaman, echy langsung di guyuuur air dan tepung secara bersamaan.


byuuurr....


"aduhhhh dingiiin!" seruku


"kalian yaa bener2!!!" kataku sedikt teriak

__ADS_1


"aku udh dandan cantik malah di siram begini, lunturlah kecantikanku" lanjutku sambil membersihkan tepung yang ada di wajahku, membuat mataku agak susah melihat sekitar.


mereka tertawa senang karena rencana mereka berhasil, lalu setelah cukup bersih di daerah wajah,teman2ku mulai berpamitan satu persatu..sebagian yg mau menyalamiku krn takut terkena lelehan tepung yg penuh sesak di seluruh badanku.


sampai pada akhirnya dean datang dan menggenggam tanganku lagi,


"chy, aku mau jujur sama km" kata dia setengah berbisik


"jujur apaan? jujur kalo km yg rencanain buat mandiin aku malem2 bgni? komplit pake teoung lagi!" kataku sambil mengibas ngibas bajuku yg basah dan menempel sempurna di tubuhku, membuat tubuh ringkih ini terlihat jelas.


"bukan chy, bukan aku yg rencanain, aku malah ga tau kalo ad acara siram2an begini, kalo aku tau, aku ga bakal ijinin kamu di siram kyak gini !" jelas dean


"chy, serius, aku suka sama km!" kata dean tiba tiba dengan suara sedikit pelan, krn takut terdengar oleh bibi yana


dean tau kalo echy tidak di ijinkan pacaran oleh bibinya..


"apaaaaaa??" pekik echy tertahan sambil melotot ke arah dean.


"kamu jangan becanda deh dean!ngaco" lanjut echy


"aku serius, aku sudah suka sm km mulai kita kelas satu, pas itu km udah jadian sama vino jd aku mundur"jelas dean meyakinkan.


"eh seriusan km mendem perasaan selama itu sama aku?" tanyaku tak percaya begitu saja dengan omongan dean.


"iya, bahkan setelah kamu putus sama vino, aku langsung deketin kamu, tp kamunya ga nyadar terlalu sibuk dengan kegiatan km sendiri" kata dean lagi


"kamu tau ga? aku selalu nonton pertandingan km, stlah pertandingan maunya nyamperin km, tapi kamu nya malah ngeloyor pergi gitu aja" jelasnya lagi membuat aku jd melongo segitu gencarnya dean dketin aku tapi aku ga tau sama sekali atas segala usahanya selama ini.


"jadi gimana chy?? km mau ga jadi pacar aku?" tanya dean penuh harap sambil terus menatapku dan meraih kedua tanganku


"emmhhh... aku ga tau dean, aku boleh mikir ga?" tanyaku garing


"aku tunggu jawaban km besok ya, di depan lab komputer sekolah!" katanya girang


"makasih ya chy, sudah mau mikirin, dan aku pamit pulang dulu ya, assalamualaikum" katanya sambil berjalan keluar dengan penuh senyum.


"eh, kenapa tuh anak gemulai, senyum2 sendiri" kata diaz yg baru aja keluar dr rmh bibi, krn di dalam masih bantu bersih2 sedikit


"kepo luuuu!" kataku sambil masuk ke dalam meninggalkan diaz


aku sudah mulai menggigil karena basah kuyup..

__ADS_1


hari semakin larut, tapi mata tak kunjung mengantuk, akhirnya aku mulai menyibukkan diri membuka kado dr teman2ku..


__ADS_2