Realita Cinta

Realita Cinta
Firasat Ummi+Ibu


__ADS_3

Selepas bima berangkat kerja, tinggal aku sendirian dirumah, main game bosen, nonton tipi beritanya gitu gitu aja.. kudu ngapain biar ga mati bosen??pikirku.


Meskipun badan ga fit, bukan berarti aku harus selalu tiduran, bisa mati kutu kalo di kamar mulu, sibuk mondar mandir, sambil beberes beberapa barang, terdengar suara ketukan pintu depan..


tok... tok...


Ku intip dari jendela siapa yang bertamu jam segini, kan orang orang pada taunya aku sama bima lagi kerja jam segini,,


Melihat sebentar lalu buru buru membuka pintu, setelah melihat siapa yang datang... ternyata umminya bima... hwaaaa senengnyaaa....


"Ummi........" panggilku dengan manja setelah membuka pintu.


"assalamualaikum anakku sayaaang...." kata ummi sambil menyambutku dengan pelukan.


"waalaikumsalam....." jawabku sambil mencium pipi ummi.


"hmmm.... anak nakal, sakit ga bilang bilang... ini tadi bima telepon ummi, bilang kalo kamu sakit dan lagi dirumah sendirian" kata ummi sambil menoyor pelan jidatku.


"bukannya ga ngasih tau mik, echy sehat kok cuma agak lemes aja...bima aja yang lebay" sahutku sambil tetap memeluk ummi.


"nih rujak pesenan kamu, kata bima kamu lagi pengen makan rujak..." kata ummi sambil menyerahkan bungkusan yang berisi rujak..


"ya Allah ummikkk, makasiiihh... aduh sampe ngeces ngeces echy bayangin rujaknya" jawabku dengan girang.


"tapi kamu sarapan dulu baru makan rujaknya.." kata ummi menasehati.


Asyik mengobrol, lagi lagi terdengar suara ketukan pintu..


tok...tok....


Aku segera ke depan dan melihat dari jendela lagi, siapa lagi yang datang kali ini.


Aku langsung membuka pintu setelah melihat ibu diluar dengan membawa rantang makanan.


"ibukkkk......" kataku sambil memeluk ibuku,


"ibuk kok tau kalo echy lagi cuti?" tanyaku heran.


"ibuk di kasih tau bima,katanya kamu lagi ga sehat, kebetulan ibu juga lagi cuti, jadi sekalian aja ibu masak banyak dan di bawa kesini" jawab ibu sambil menunjuk rantang makanannya.


"ya udah ayo masuk buk, di dalam juga lagi ada umminya bima" kataku mengajak ibu masuk.


"assalamualaikum..." kata ibuku setelah melihat ummi yang sedang membuka bungkusan rujak yang dibawanya tadi.


"waalaikumsalam, lohhh kebetulan ada ibuk juga disini...." kata ummi menyambut uluran tangan ibuku.


"iya kebetulan saya lagi cuti trus bima telepon dan bilang kalo echy lagi ga sehat, sendirian drumah" jelas ibuku.


"ya udah kalo gitu kita sarapan bareng, ibuk sama ummi temenin echy sarapan ya..." kataku dengan sumringah, senang dengan kehadiran kedua orangtuaku.


Ibuku memang membawa banyak makanan, bahkan di makan bertiga pun masih banyak tersisa,


"bukkk... echy ga suka baunya pete ini..." kataku sambil menutup hidung.

__ADS_1


"kok bisa ga suka chy? kan ini makanan kesukaan kamu" jawab ibu heran.


"aku lagi ga mau buk, bauknya bikin mual" sahutku sambil berlari ke wastafel dan mulai memuntahkan isi perutku.


hueek ...huueek..


"kok jadi sensitif begini nak? setau ummi kamu ga pernah nolak makanan apapun" kata ummi sambil memijat tengkukku.


"ga tau mik, tiba tiba pengen muntah aja" kataku lemas setelah memuntahkan semuanya.


"kita ke dokter aja ya, takutnya asam lambung kamu naik lagi" saran ibuku.


"nanti nunggu bima pulang aja, echy mau tiduran aja dulu bentar...lemes banget" kataku.


"oya chy, kamu terakhir datang bulan kapan?" tanya ibu tiba tiba.


"ini biasanya udah dateng buk, tapi udah telat 3 hari masih belom dapet juga" sahutku.


"eh jangan jangan...." kata ummi menggantung kalimatnya.


"jangan jangan apa mik?" tanyaku curiga.


"jangan jangan kamu hamil" kata ummi dengan sumringah.


"ah... ga mungkin deh mik, ini kayaknya echy mau dapet, tanda tanda haid sudah dari kemaren, echy ngflek, trus payudara sakit, sekarang pengen makan pedes2 dan ga nafsu makan, biasanya echy gitu kalo mau dapet mik" jawabku panjang lebar.


"ya sapa tau aja, biar ummik suruh mang ujang ke apotik beli testpack yaa? kamu pasti belom testpack kan?" tanya ummi lagi.


"ga kepikiran hamil mik, jadi ga punya niatan beli testpack" jawabku.


🍊🍊🍊🍊


"mang ujang lama bener ke apotiknya ya" kata ummi menunggu mang ujang dengan cemas di depan pintu.


"mungkin rame kali mik apotiknya" sahutku yang tengah duduk santai di sofa.


"masak jam segini apotik rame? coba ummi telepon si mang ujangnya" kata ummi sambil meraih ponselnya yang ada di saku gamisnya.


"hallo mang... kok lama bener beli testpacknya??" kata ummi menelepon mang ujang.


"yaelah mang... bilang aja beli testpack, buat apa malu..." kata ummi lagi pada mang ujang.


"ya udah cepetan kalo gitu mang, kirain kenapa mang ujang ini lama bener padahal cuma beli testpack doank"


"kenapa katanya mik?" tanyaku penasaran, setelah ummi mematikan ponselnya.


"itu mang ujang nunggu apotik sepi mau beli testpacknya, katanya malu mau beli kalo banyak orang" jelas ummi.


Akupun tertawa mendengar cerita ummi tentang mang ujang... haduuuh mamang, polos amat siih jadi orang, batinku.


********


"assalamualaikum...." suara yang familiar dari luar, yang sudah dipastikan kalo itu suara bima, suamiku.

__ADS_1


"waalaikumsalam sayaaang..."jawabku sambil menghambur ke pelukan bima.


"tumben, saya dateng langsung dipeluk...." kata bima membalas pelukanku.


"ga tau nih, lagi pengen aja manja sama suami" sahutku sambil mengendus endus tubuh bima.


"aku ganti baju dulu, ntar kamu bilang aku bauk lagi...." kata bima sambil melepas pelukannya.


"gak...gak... kamu ga bauk, aku sukaaaa kamu bau keringet begini" kataku menyandar manja di dadanya.


"hadehhh anehhh... orang baru mandi malah di usir, giliran baru dateng, malah dipeluk" kata bima jengah.


"kayaknya bawaan orok bim" sahut ummi yang keluar dari ruang tengah.


Yaaaap... tadi setelah lama menunggu , akhirnya mang ujang datang juga dengan membeli sekotak testpack.


Lalu aku bergegas ke kamar mandi untuk mengecek apa aku hamil atau tidak.. beberapa menit berselang, aku keluar dari kamar mandi, tampak ummi dan ibu harap harap cemas menungguku keluar dari kamar mandi.


"jadi gimana hasilnya nak??"tanya ummi.


"iya gimana hasilnya?? positif??" tanya ibuku tak kalah cemas dari ummi.


"taraaaa......" kataku dengan girang sambil menunjukkan testpack dengan dua garis merah.


"ya Allah, alhamdulillah......" kata ibu dan ummi berbarengan, mereka saling memeluk satu sama lain mengehtahui kalau aku sedang mengandung cucu pertama mereka.


"selamat ya nakkk..." kata ummi sambil beralih memelukku.


"makasih mikk..." jawabku sambil menangis terharu.


"selamat sayang, anak ibuk... anak ibuk bakal jadi seorang ibu juga...." kata ibuku sambil menangis dan memelukku.


" alhamdulillah bukk....." jawabku dalam pelukan ibuku.


,,,,,,,,,,,


"maksudnya bawaan orok apa mik??" tanya bima bingung sambil mencium tangan ummi dan ibu secara bergantian.


"tanya aja sama istri kamu...ummi sama ibunya echy mau pulang dulu, udah sore" kata ummi sambil beranjak keluar.


Setelah ummi dan ibu pulang, bima langsung mencecarku dengan banyak pertanyaan,


"sayang, kamu udah sembuh?? masih lemes?? kita ke dokter ya?? trus tadi kata umik, bawaan orok apa maksudnya?" tanya bima.


"nanyanya satu satu kali sayang...." kataku sambil tersenyum.


"aku ga sakit, trus udah ga lemes, dan iyaaa aku mau ke dokter sekarang, tapi ke dokter kandungan" lanjutku menjawab semua pertanyaan bima sambil senyum senyum.


"dokter kandungan?? jadi bawaan orok??" kata bima menyadari maksud dari kata kataku, wajahnya berubah sumringah.


"jadi kamu hamil sayang?? ya Allah beneran ini??" kata bima lagi sambil menepuk nepuk pipinya sendiri, membuktikan ini hanya mimpi atau nyata.


"aduh sakit... jadi ini nyata??ya Allah, alhamdulillah" seru bima sambil menggendongku ala bridal style lalu berputar putar kegirangan.

__ADS_1


"aduduh... pusing sayang, turunin" kataku, pening karena bima memutar mutar dengan sedikit kencang.


"maaf sayang... aku terlalu bahagia....." jawabnya.


__ADS_2