Saat Suamiku Berubah

Saat Suamiku Berubah
10. Batas Kesabaran


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Zicka mulai bekerja di toko pakaian milik Marvin. Ia bekerja di sana dengan senang hati. Apalagi karyawan Marvin ternyata ramah dan baik membuatnya kian betah. Mereka menerima kehadirannya yang memiliki seorang anak tanpa berpikiran negatif seperti kekhawatirannya yang sempat terbesit di benaknya sebelum tiba di sana. 


Karyawan Zicka memanggil Zicka dengan sapaan Mbak hanya karena Zicka telah memiliki anak padahal karyawan di toko itu juga ada yang usianya lebih tua dari Zicka, tapi Zicka tak mempermasalahkan.


"Ini mbak." Seorang pelanggan menyerahkan barang belanjaannya pada Zicka. Zicka pun menerimanya dan mulai menghitung total belanjaan pelanggan tersebut menggunakan mesin komputer.


"Totalnya Rp543.000,00 mbak," ujar Zicka pada pembeli tersebut seraya mengulas senyum manis.


"Ini uangnya mbak." Sang pembeli menyerahkan uang pecahan seratus ribuan sebanyak 6 lembar kepada Zicka.


"Kembaliannya Rp57.000,00 ya mbak," ujar Zicka seraya menyerahkan uang kembalian dan kertas struk pembelian.


"Iya, terima kasih mbak," balas pembeli itu seraya mengambil kembaliannya dan meraih kantong putih berisi pakaian yang baru saja dibelinya.


"Terima kasih telah berbelanja di toko kami," tutur Zicka dengan senyum ramah setelah pembeli itu beranjak hendak keluar.


"Ternyata toko Marvin cukup ramai juga. Pantas saja dalam beberapa bulan dia udah bisa buka cabang di beberapa tempat," gumam Zicka dalam hati merasa salut dengan bisnis yang baru Marvin geluti beberapa bulan ini. Marvin memang memiliki jiwa bisnis dari kecil, berbeda dengan kakaknya, Marcel yang lebih suka bekerja dengan orang lain.


"Ka, mau makan siang?" tawar Marvin yang baru saja keluar dari ruangannya.


"Dimana?" tanya Zicka bingung sebab ia belum tahu tempat-tempat makan di daerah itu.


"Kamu maunya makan apa?"  Marvin justru balik bertanya, tanpa menjawab pertanyaannya.


"Aku sih terserah kamu aja."


"Kalo cantik, mau makan dimana?" tanya Marvin pada Meyra yang tengah berada dalam gendongannya.


"Mau makan di Mekdi, Om. Mau makan burger sama es krim," sahut Meyra ceria seperti biasa.


"Boleh, apa sih yang nggak buat ponakan Om yang cantik ini," ucap Marvin sambil mendusel pipi Meyra dengan ujung hidungnya.

__ADS_1


"Yeay ... Makasih Om," seru Meyra lalu ia mencium pipi kiri dan kanan Marvin dengan girang.


Zicka tersenyum bahagia. Ia bersyukur, Meyra tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan kekecewaannya dengan sang ayah. Entah ia memang lupa atau berusaha melupakan. Beruntung ada sosok Marvin yang selalu setia menemani dan menghibur Meyra sehingga ia tetap bisa ceria dimana pun berada.


Zicka izin ke toilet sebentar untuk mencuci muka agar lebih segar. Setelah itu, mereka pun berangkat menuju Mc Donald sesuai permintaan Meyra.


Setibanya di MC Donald, Marvin pun segera melakukan pemesanan.  Sembari menunggu pesananya siap, Meyra bermain di wahana permainan anak-anak yang disediakan di sana, sedangkan Zicka dan Marvin tampak duduk berbincang banyak hal di salah satu meja yang menghadap langsung ke tempat permainan. Tentu mereka tidak melepaskan Meyra begitu saja tanpa pengawasan meskipun tempat itu cukup aman untuk anak-anak bermain. Mereka sudah tampak seperti keluarga kecil bahagia. Bagi yang tidak mengenal siapa mereka, pasti akan mengira mereka merupakan pasangan suami istri dan seorang anak perempuan yang cantik.


"Mas Marcel belum ada menghubungi kamu Ka?" Tanya Marvin sambil menyesap mocca floatnya.


Zicka menggeleng lesu sambil tersenyum getir. Sepertinya mereka memang sudah benar-benar dilupakan oleh suaminya itu. Entah dimana keberadaan Marcel saat ini. Sedang apa dan bersama siapa, ia tak tahu sama sekali.


"Belum, Vin," sahut  Zicka singkat. Matanya menerawang. Seulas senyum getir dapat Marvin tangkap di sudut bibir Zicka.


"Nggak usah terlalu dipikirin ya, Ka. Lebih baik kamu fokus saja sama Meyra dan kerjaan kamu," saran Marvin sambil melambaikan tangan pada Meyra yang sedang berada di atas perosotan dan siap meluncur ke bawah.


"Aku nggak akan terlalu mikirin kok. Buat apa juga mikirin orang yang nggak mikirin aku dan Meyra sama sekali. Karena itu, aku pingin kerja, bukan semata-mata karena mau cari penghasilan tambahan, tapi juga buat ngalihin pikiranku dari dia. Toh dia aja nggak mikirin aku kan," tukas Zicka santai.


"Seterusnya kamu mau gini terus?"


"Nggak lah. Aku masih menunggu, selagi kesabaranku masih ada aku akan menunggu. Tapi ingat, kesabaran manusia itu ada batasnya, Vin. Termasuk aku. Aku bukan nabi yang memiliki kesabaran setinggi langit. Aku hanya perempuan biasa yang mudah patah dan rapuh. Bila batas kesabaranku habis, baru aku akan bertindak," ucap Zicka seraya tersenyum lebar.


Marvin sampai tertegun saat mendengar kata-kata itu. Hal ini yang membuat Marvin kagum pada Zicka. Ia bukan hanya cantik, tapi juga bersifat keibuan, sabar, mandiri, dan juga tegar. Bila perempuan di luar sana saat mengetahui perselingkuhan suaminya maka akan segera bertindak dengan gegabah sampai melabrak, tapi tidak dengan Zicka. Ia justru dengan sabar menunggu kedatangan sang suami untuk mendapatkan penjelasan.


Marvin mengangguk mengerti. Ia tak mau banyak bertanya lagi. Ia takut malah membuat Zicka kembali bersedih. Apa pun keputusan Zicka dan Marcel ke depannya, ia harap itu yang terbaik untuk mereka.


Tak terasa sudah lebih satu bulan Zicka bekerja di toko baju milik Marvin dan sudah hampir 2 bulan pula Marcel tiada menghubungi apalagi pulang ke rumah.


"Mas, apa kamu benar-benar telah melupakan kami? Bila kau tak mengharapkan kami lagi, mengapa tak kau lepaskan saja kami. Aku ikhlas kok, Mas. Walaupun sakit, itu lebih baik dari pada kau telantarkan kami seperti ini. Mungkin harus aku sendiri yang mengambil keputusan," gumam Zicka seraya menatap foto pernikahan mereka.


Waktu bergulir begitu cepat. Tanpa terasa sudah 3 bulan berlalu, namun kabar dari Marcel masih tetap nihil, membuat Zicka membulatkan tekadnya, yaitu mengurus surat gugatan perceraian. Tak ada lagi yang perlu ia pertahankan saat ini. Sedangkan Marcel saja sudah benar-benar tidak mempedulikan mereka lagi. Untuk sekadar melihat atau mengetahui kabar anaknya sendiri pun, tidak ia lakukan. Bahkan nafkah untuk mereka saja benar-benar ia abaikan. Jadi, apa lagi yang bisa ia pertahankan saat ini? Tak ada.  Zicka sudah benar-benar kecewa kali ini.

__ADS_1


"Kesabaranku sudah pada batasnya, Mas. Maaf bila aku harus mengambil keputusan secara sepihak seperti ini. Aku sudah tak sanggup menunggumu lagi. Lebih baik kita akhiri semua. Semoga ini yang terbaik untuk kita semua. Aku kalah. Aku menyerah mas," gumam Zicka dalam hati seraya memperhatikan berkas-berkas yang telah ia persiapkan untuk melakukan gugatan cerai ke pengadilan agama berikut foto-foto mesra Marcel dan selingkuhannya di mall tempo hari sebagai bukti untuk mempermudah gugatan cerainya di terima pihak pengadilan.


2 minggu kemudian,


Malam itu Zicka sedang menonton TV sendirian. Malam memang sudah cukup larut, tapi ia belum bisa tidur juga. Sedangkan Meyra telah tidur sejak 2 jam yang lalu karena jarum jam saat ini sudah menunjukkan pukul 10.45 malam.


Krieekkk ...


Tiba-tiba terdengar suara derit pintu yang akan dibuka.


"Siapa itu? Apa itu maling?" gumam Zicka was-was.


Lalu Zicka segera mengambil sapu dan perlahan ia mendekat ke arah pintu, bersiap akan memukul kalau-kalau memang itu maling pikirnya.


"Kyaaaaatttt ... pluk ... pluk ... pluk ... " suara sapu yang dipukulkan ke tubuh orang tersebut terdengar begitu nyaring.


"Siapa kamu? Kamu maling ya? Rasain ini? Rasakan kau maling!" Seru Zicka sambil terus memukul orang tersebut dengan gagang sapu.


"Zicka, stop! Zicka, berhenti! Hei, Zicka, ini aku! Zicka berhenti!!!" teriak orang itu emosi sambil mengangkat tangannya mencoba menghalau gagang sapu yang hendak dipukulkan ke tubuhnya.


Deg ...


Zicka terkejut hingga sapu itu terlepas dari tangannya dan jatuh ke lantai.


"Mas Marcel!!" serunya terkejut dengan mata membulat.


Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya???


...***...


...Ditunggu like, komen, vote, dan hadiahnya. 🥰🥰🥰...

__ADS_1


...HAPPY READING ❤️❤️❤️...


__ADS_2