
Sesuai rencana, Keenan hari ini menjemput Zicka dan Meyra di toko untuk mengajak mereka jalan-jalan ke taman safari. Keenan tak lupa mengajak putra kesayangannya, Deenan. Saat Keenan memberi tahu Deenan bahwa ia akan mengajaknya jalan-jalan ke taman safari bersama mami Zicka dan kakak Meyra, Deenan tampak sangat antusias dan bahagia. Bahkan karena terlalu bahagia, Deenan sudah bangun pagi-pagi sekali dan mengajak sang papi segera bersiap-siap. Keenan yang seketika mengerjapkan mata dan menatap jam di dinding masih menunjukkan pukul 5 kurang pun jadi geleng-geleng kepala.
"Pii ... pii ... pii ... Dangun cekalang pii. Ayok tita mandi pii katana mau pelgi liat lusa, delapah, dajah, cama onyet. Ayok pii dangun," seru Deenan sambil menggoyang-goyangkan badan Keenan agar segera bangun.
Keenan mengerjapkan mata lalu menatap jam di dinding, "ini baru jam 5 kurang Dee, Sayang. Masih terlalu pagi," ucap Keenan mencoba menjelaskan karena ia maklum kalau putranya itu belum mengerti tentang waktu.
"Aaaaa ... pokok na papii buluan dangun telus mandi nanti tita teyat mau alan-alan ama mami and akak Meyya na pii. Ayo dangun cekalang!" paksa Deenan.
"Nanti ya sayang, papi masih ngantuk ni. Papi bobok sebentar lagi yaaa!" bujuk Keenan sambil memejamkan matanya kembali.
"No ... no ... no ... Pokok na papi ayus dangun, teyus mandi, mandiin Dii duga, cekalang!" tegas Deenan tak mau ditolak.
Keenan menghela nafasnya sambil mengucek kedua matanya, "ya ya ya, oke papi bangun terus mandi. Ayo jagoan papi, kita mandi bareng," ajak Keenan sambil mengangkat tubuh Deenan ala pesawat yang sedang terbang di langit membuat Deenan terkikik senang.
Keenan dan Deenan berangkat menjemput Zicka dan Meyra pukul 8.30 pagi. Saat tiba di toko, tampak ibu dan anak itu telah siap dengan out fit couple berwarna baby pink dipadu jeans berwarna biru yang membuat mereka tampil modis, cantik, dan memesona membuat Keenan berdecak kagum akan kecantikan ibu dan anak tersebut. Malah penampilan mereka tak tampak sama sekali sebagai ibu dan anak, melainkan bagai kakak dan adiknya.
'How beautiful they are,' batin Keenan sambil melangkahkan kaki mendekati ibu dan anak tersebut.
"Wow, kamu cantik sekali ?, Sayang!" puji Keenan sambil mengacak asal rambut Meyra dan melirik Zicka membuat mama muda itu salah tingkah.
"Aaakh Om Keenan, rambut Meyra jadi berantakan lagi kan!" cebik Meyra.
"Hahaha ... oh ... maafin Om Keenan ya sayang, habisnya kamu cantik banget, bikin gemesin, papi bener kan Dee!" ujarnya sambil menolehkan kepalanya ke arah sang putra.
"Yes, pii ... akak cama mami cantik danget," puji Deenan lalu ia berlari ke pelukan Zicka, menarik tangannya dan mencium pipi Zicka membuat Zicka kaget atas tindakan baby boy satu itu yang hampir sama dengan sang ayah yang suka bertindak spontan alias tukang sosor persis kang soang.
__ADS_1
"Ayo sayang, kita berangkat," ajak Keenan pada Meyra dan Deenan.
Saat hendak memasuki mobil, Meyra dan Deenan memilih duduk di kursi belakang, alhasil Zicka jadi duduk di depan, di samping kemudi yang dikendarai Keenan. Meyra tampak asik bercanda dengan Deenan, tingkah mereka yang menggemaskan tak luput dari pandangan Zicka. Melihat sang putri sangat bahagia, ikut menghantarkan getar kebahagiaan dan kehangatan pada diri Zicka membuatnya sempat berfikir, apakah ia akan memberi kesempatan pada Keenan untuk mengenalnya lebih dekat?
Tapi ia masih ragu dan takut, pengalaman masa lalu dengan Marcel cukup membuatnya trauma untuk berdekatan dengan lelaki. Ia pikir, menjalani hubungan dengan pria yang ia cintai saja bisa berakhir dengan air mata, apalagi dengan pria yang notabenenya tidak ah ... maksudnya mungkin belum ia cintai. Ia takut akan berakhir sama seperti saat dengan Marcel dulu.
"Zee ... Zee ... " panggil Keenan menyentak lamunan Zicka.
"Oh ya, ada apa Keen?" tanya Zicka agak terkejut.
"Hmmm ... kamu ngelamunin apa, hmmm?"
"Ah, tidak. Bukan apa-apa."
"Jangan terlalu banyak pikiran, Zee, banyak pikiran bisa memicu stress dan menyebabkan berbagai macam penyakit lho."
"Asal kau bahagia Zee, aku akan dengan senang hati menghujanimu dengan perhatian. Aku harap kau mau membuka hatimu untukku," ucap Keenan penuh harap, tentunya hanya ia ucapkan dalam hati.
Setelah melajukan mobilnya selama hampir satu jam, kini mereka telah sampai di taman safari. Meyra dan Deenan tampak sangat antusias saat melihat berbagai aneka satwa yang ada di taman safari tersebut.
Pertama-tama mereka menghampiri sekumpulan rusa lalu mereka mencoba memberi makan rusa-rusa tersebut dengan bantuan petugas taman safari yang selalu siap siaga untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di wilayah taman safari. Lalu mereka juga menghampiri jerapah, gajah, kancil, bahkan mereka melihat badak, harimau, simpanse, dan buaya di taman safari tersebut.
Setelah lelah berkeliling melihat beraneka satwa di taman safari, Keenan mengajak Zicka, Meyra, dan Deenan beristirahat di stand makanan berbentuk saung yang masih berada di dalam kawasan tersebut. Karena terlalu kelelahan akibat lamanya perjalanan dan bangun terlalu pagi, Meyra dan Deenan pun tertidur di saung tersebut. Hal tersebut pun tak dilewatkan Keenan begitu saja untuk kembali mencuri perhatian Zicka.
"Zee ..." panggil Keenan.
__ADS_1
"Ya ..."
"Apa kau senang?"
"Sangat. Bagaimana denganmu?"
"Sama sepertimu, aku pun senang. Bahkan sangat-sangat senang."
"Mengapa?"
"Sebab aku merasa seperti memiliki keluarga kecil yang utuh lagi. Apalagi saat melihat wajah-wajah bahagia Meyra dan Deenan, membuatku berharap penuh, aku bisa menjadikan kalian bagian dari keluarga kecilku," ucap Keenan tulus sambil memandang wajah Zicka yang bersemu merah. "Apakah kau tak pernah berharap bisa memiliki keluarga yang utuh lagi?"
"Tentu aku berharap, tapi aku terlalu takut, Keen. Tak dapat aku pungkiri, luka hatiku belum sepenuhnya pulih," ucap Zicka sendu.
Tanpa basa-basi, Keenan mencoba meraih dan menggenggam jemari Zicka dengan erat dan menatap netranya, "Zee, izinkan aku mengobati luka hatimu! Aku berjanji, aku takkan menyakitimu, aku menyayangimu, Zee. Jujur, aku belum tahu aku sudah mencintaimu atau belum, tapi satu yang dapat aku pastikan, aku menyayangimu Zee, aku ingin menjadi bagian dari dirimu dan keluarga kecilmu, dan aku ingin selalu melindungimu serta membahagiakanmu. Maukah kau mencoba mengobati luka hatimu dengan hidup bersamaku?" ucap Keenan sungguh-sungguh sambil menatap lurus-lurus netra Zicka dengan sorot mata penuh damba dan ketulusan.
Zicka menatap penuh kedua manik Keenan, mencoba menelusuri adakah kebohongan dari setiap kata yang ia ucapkan. Namun, yang ia temukan hanya ketulusan dan kehangatan yang membuatnya jatuh tak berdaya, membuatnya tak kuasa untuk menolak tawaran dari Keenan tersebut, membuat hatinya yakin untuk mencoba, toh tanpa dicoba, kita takkan pernah tahu bagaimana akhir dari suatu hubungan.
Mungkin terdengar terlalu cepat, tapi Zicka pun tak dapat memungkiri, ia bahagia saat bersama Keenan. Ia bahkan lebih bahagia lagi saat melihat putri semata wayangnya bahagia. Ia seakan merasakan sosok yang hilang telah kembali. Pun Meyra seakan menemukan kebahagiaannya dengan kehadiran Keenan dan putranya.
Tak salahkan bila ia mencoba untuk menerima tawaran Keenan?
"Mari kita coba," ucap Zicka pelan tapi masih dapat didengar jelas oleh Keenan. Sontak saja jawaban Zicka itu membuat hati Keenan berbunga-bunga hingga hampir saja ia berteriak kegirangan kalau tak ingat bahwa saat ini ia sedang berada di tempat umum.
"Thanks Zee, thanks god, aku akan menepati setiap ucapanku tadi, Zee." Tanpa basa basi ia langsung merengkuh tubuh Zicka dalam pelukannya dan mencium pucuk kepalanya dengan lembut penuh kehangatan. Zicka sampai menegang kaku di dalam pelukan Keenan. Namun, ia mencoba meresapi kehangatan yang ia rasakan dalam dekapan itu. Tenang, hangat, dan nyaman, itulah yang kini Zicka rasakan.
__ADS_1
...***...
...HAPPY READING ❤️❤️❤️...