
Hari ini tepat 1 bulan setelah sidang perceraian pertama digelar. Karena Marcel tak kunjung datang saat itu, akhirnya sidang ditunda. Sidang kedua akan dilaksanakan hari ini pukul 14.00 WIB dengan agenda mediasi.
Sebenarnya Zicka masih merasa was-was, Marcel akan datang dan meminta mediasi dilanjutkan serta meminta gugatan cerainya dibatalkan, tapi ia harap itu tidak terjadi. Ia bersikukuh ingin bercerai apapun yang terjadi.
Zicka melangkah mantap ke ruang persidangan. Di ruangan itu, Zicka hanya terdiam sambil memilin jemarinya untuk menetralkan rasa gugupnya. Sesekali netra Zicka mengarah ke pintu masuk, berharap Marcel tidak datang. Kalaupun datang, ia harap itu untuk segera menuntaskan sidang perceraian ini sehingga ia bisa segera membuka lembaran hidup barunya meski hanya bersama Meyra, putri semata wayangnya.
Dan sesuai harapannya, hingga waktu berakhir, Marcel tak kunjung datang membuat Zicka bernafas dengan lega.
"Sepertinya kau memang benar-benar ingin berpisah dariku, Mas. Bahkan kau tak sekalipun datang atau berusaha ingin mempertahankan rumah tangga kita. Ah, tapi tak apalah. Aku pun justru sangat bersyukur karena kau tidak datang sama sekali. Mungkin ini yang terbaik untuk kita, Mas. Semoga kau bahagia dengan pilihanmu," gumam Zicka sambil menatap ke arah hakim yang sedang berdiskusi.
Tak lama kemudian, terdengar suara palu hakim diketuk. Ternyata hakim telah membuat keputusan verstek dan mengumumkan kalau ia telah resmi bercerai dari Marcel.
Hari ini, detik ini, akhirnya Zicka telah resmi menjadi jandanya Marcel. Zicka tersenyum dengan lega. Kini ia telah benar-benar mengikhlaskan Marcel pergi darinya. Ia telah benar-benar ikhlas melepaskan Marcel. Tak apa mengalah pikirnya. Dari pada bertahan tapi batin tersiksa. Lagipula, perasaannya juga sudah tak sama seperti dulu. Rasa cintanya yang pernah ada kini telah tergerus habis. Tersapu gelombang kekecewaan. Terkikis oleh sakitnya pengkhianatan. Demi masa depannya, demi kehidupannya, ia rela melepaskan pria yang telah membersamainya beberapa tahun ini.
Setelah sidang usai, Zicka juga diberitahu kalau akta cerai baru bisa diambil seminggu kemudian. Artinya, Minggu depan Zicka baru akan kembali lagi ke sana untuk mengambil akta cerai sebagai bukti ia telah benar-benar bercerai dan sebagai bukti ia tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dari Marcel. Hubungan mereka kini hanya sebatas orang tua dari Meyra, itupun kalau Marcel masih peduli pikirnya.
di rumah Zicka
"Meyra sayang, Meyra nggak kangen papa, Nak?" tanya Zicka pada Meyra yang sedang asik menggambar.
"Nggak tuh ma. Meyra nggak kangen papa. Papa aja nggak kangen Meyra kok, gimana Meyra bisa kangen," jawab Meyra polos
"Tapi kalau papa datang temui Meyra, Meyra tetap harus temui ya terus sujud di tangan papa. Meyra nggak boleh ninggalin papa gitu aja, nggak sopan terus nanti dosa lho," jelas Zicka menasihati anaknya.
Biarpun mereka telah bercerai, tapi Meyra tetaplah anak mereka berdua. Ada istilah mantan istri, tapi mantan anak takkan ada. Sekali anak, tetap anak. Ia tak mau mengajarkan hal yang tidak baik pada anaknya. Terlepas dari perbuatan Marcel yang telah mengukir kekecewaan di jiwa dan raganya, tapi Meyra tetaplah tanggung jawab mereka berdua.
__ADS_1
"Kok dosa, Ma? Kan papa duluan yang kayak gitu ke Meyra dan mama," tanya Meyra polos.
"Tetap nggak boleh sayang, kan biar gimana pun papa Marcel itu tetap papanya Meyra jadi Meyra harus tetap menghormati papa gimana pun sikap papa ke kita," ujarnya sambil mengusap rambut panjang Meyra.
"Baik, Ma. Oh ya, Ma, boleh nggak Meyra minta sesuatu?"
"Apa tuh, Sayang? Kalau nggak aneh-aneh pasti mama kabulin deh," tukas Zicka penasaran.
"Nggak aneh kok, Ma, Meyra cuma pingin jalan-jalan di mall. Kan udah lama kita nggak jalan ke mall. Terakhir yang habis renang tempo hari yang kita ketemu sama ... " tiba-tiba Meyra berhenti bicara. Suaranya seakan tercekat. Matanya pun nampak berkaca-kaca. Zicka paham apa penyebabnya. Sepertinya Meyra masih terluka dan kecewa atas kelakuan papanya.
"Ya udah, besok sepulang mama kerja, kita langsung nge-mall mau?" bujuk Zicka pada Meyra supaya putrinya itu tidak bersedih lagi.
"Mau, Ma, mau. Meyra mau beli boneka hello kitty yang baru mah ya?" pinta Meyra polos.
Ya, sebenarnya Meyra masih menyukai segala sesuatu tentang hello kitty, termasuk bonekanya. Namun karena rasa kecewanya pada sang papa, ia pun menolak boneka hello kitty pemberian papanya itu dengan alasan sudah tidak menyukai hello kitty lagi. Padahal sebaliknya, ia tempo hari begitu menginginkan boneka yang dibawa Marcel, tapi ia mengubur dalam perasaan menginginkan itu.
"Baik mah. Kiss ...?" Meyra meminta ciuman sebelum tidur pada mamanya.
"Emmmuach ... Selamat bobok sayang. Jangan lupa baca doa ya!"
"Baik, Mah." Meyra pun melafalkan doa sebelum tidur dan segera memejamkan matanya.
"Gimana aku bisa maafin kamu, mas, kalau akibat perbuatanmu saja bisa bikin Meyra sesakit ini," gumam Zicka kecewa sambil menatap putrinya yang baru saja tertidur.
...***...
__ADS_1
Pagi-pagi sekali Zicka dan Meyra sudah bangun dan bersiap. Tepat pukul 7 pagi, mereka melangkahkan kaki keluar rumah. Mereka akan pergi ke toko Marvin. Mereka berangkat menaiki taxi online. Marvin sudah tidak mengantar jemput Zicka dan Meyra lagi, itu atas permintaan Zicka. Ia merasa tak nyaman karena selalu merepotkan Marvin apalagi Marvin sudah banyak membantu mereka. Zicka tak mau berhutang budi terlalu dalam pada Marvin apalagi ia sudah resmi bercerai dari Marcel yang otomatis memutuskan ikatan kakak dan adik ipar diantara mereka.
Namun mereka akan tetap menjalin pertemanan, sama seperti dulu saat sebelum ia menjadi istri Marcel.
Ya, sebenarnya Zicka lebih dahulu mengenal Marvin dibanding Marcel. Marvin adalah teman sekolah semasa SMA Zicka, sedangkan Marcel adalah sesama rekan kerja saat ia masih bekerja di hotel.
Zicka baru mengetahui kalau Marcel dan Marvin bersaudara saat untuk pertama kali Marcel mengajak Zicka menemui orang tuanya. Zicka dan Marvin tentu saja terkejut karena mereka pernah dekat, teman dekat, bahkan mereka pernah sama-sama memiliki sebuah rasa yang sama. Namun, mereka tutupi rasa itu karena rasa khawatir akan merenggangkan pertemanan yang mereka jalin.
...***...
Zicka dan Meyra telah tiba di toko pakaian milik Marvin. Tanpa mereka sadari, sedari di rumah tadi, ada sepasang mata yang terus mengawasi keberadaan mereka bahkan mengikuti kemana saja mereka pergi.
Siapakah orang itu???
*
*
*
*
*
...Halo para readers yang baik hati, silahkan mampir ke ceritaku ya! Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya. Makasih semua. 🥰🥰🥰...
__ADS_1
...***...
...Happy reading❤️❤️❤️...