Saat Suamiku Berubah

Saat Suamiku Berubah
22. Sebuah kenyataan


__ADS_3

Setelah melajukan mobilnya kurang lebih 30 menit, tibalah Marcel di kediaman Andin.


Ting tong


Marcel menekan bel dan pintu kontrakan Andin pun terbuka. Tanpa basa-basi Marcel masuk ke dalam kontrakan Andin tersebut dengan wajah bahagia. Andin pun telah menyiapkan semua alat tempurnya untuk merayu Marcel agar jatuh ke pelukannya.


"Kau cantik sekali malam ini, Sayang?" puji Marcel pada Andin.


Andin tersipu malu mendengar pujian itu dan langsung bergelayutan manja di lengan Marcel.


"Jadi selama ini Andin nggak cantik ya, Mas?"cebik Andin pura-pura merajuk.


"Sejujurnya dari awal Mas liat kamu, Mas udah akuin kalau kamu itu cantik dan sexy," ucap Marcel pelan di telinga Andin yang membuat tubuh Andin seketika meremang.


"Apalagi saat kau memakai lingerie seperti ini, kau makin ...." Marcel menjeda ucapannya sambil menatap lapar pada tubuh molek Andin.


"Makin apa, Mas? Ish kok ngomongnya sepotong-sepotong sih. Makin apa ayooo!" paksa Andin pada Marcel agar melanjutkan ucapannya.


"Makin menggairahkan," ucapnya dengan kerlingan nakal.


"Jadi Mas suka Andin kayak gini?"


"Hmmm ... Jujur, baru kali ini mas liat gadis sesexy dan semenggairahkan kamu."


"Ah, masa'? Emang istri mas nggak pernah berpenampilan kayak aku, Mas?" tanya Andin penuh selidik yang hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Marcel


"Istri mas itu orangnya pemalu. Ia juga nggak suka berpakaian terbuka walau di depan mas sendiri," jawab Marcel jujur.


"Tapi mas Marcel lebih suka yang mana yang tertutup atau sexy?"


"Hmmm ... Jawab apa yah?" goda Marcel.


"Ahhh, jawab dong mas!" Sambil menggoyang-goyangkan lengan Marcel.


"Kalian punya kelebihan masing-masing jadi mas nggak bisa bandingin. Tapi yang pasti saat ini Mas lebih suka liat penampilan yang kayak gini," ujarnya sambil memandang takjub kemolekan tubuh Andin yang hanya berbalut lingerie warna maroon yang sedikit menerawang.


"Apa mas boleh tanya suatu padamu?"

__ADS_1


"Tanya apa?"


"Apakah kamu sudah sering berpenampilan seperti ini di depan kekasihmu yang lain?"


"Kenapa mas tanya begitu? Apa mas cemburu?"


"Jawab saja dulu pertanyaan Mas, Ndin!" tegas Marcel.


"Mas, emang Andin suka berpakaian ketat dan sexy di depan orang lain, tapi kalau yang seperti ini mas yang pertama kali liat, malah sebenarnya Andin masih perawan ting ting lho!" bisik Andin sedikit mendesah di ceruk leher Marcel.


"Benarkah?" tanya Marcel memastikan dengan mata berbinar.


"Apa mas perlu bukti?"


"Apa mas boleh memasukinya?"


"Mulai malam ini, Andin milik mas. Mas boleh miliki Andin sepenuhnya dan Andin akan melayani mas melebihi istri mas, Andin yakin Andin akan memuaskan mas jadi lakukan saja apa yang mas mau," ucap Andin menantang sekaligus menggoda.


Tanpa basa-basi lagi, Marcel menarik tubuh Andin agar lebih mendekat. Ia sudah tak bisa menahan gairahnya lagi yang telah tertantang sejak kedatangannya tadi. Bahkan sejak pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini, namun sayang hasratnya yang menggebu terpaksa terhenti karena telfon Zicka. Jadi malam ini ia akan menuntaskan hasratnya yang kian menggebu pada Andin. Ponselnya telah ia nonaktifkan untuk mencegah terhentinya kegiatan panasnya di tengah-tengah jalan.


Perlahan ia melepaskan lingerie yang membalut tubuh Andin. Matanya makin membulat saat melihat tubuh Andin yang polos. Ia segera menggendong Andin menuju kamar Andin. Ia baringkan tubuh Andin lalu ia pun melepas semua atribut di tubuhnya hingga tak tersisa. Mata Andin pun ikut membulat karena ini juga kali pertamanya ia melihat tubuh polos seorang pria secara langsung.


Marcel segera menindih tubuh Andin. Ia mendekatkan wajahnya lalu dengan rakusnya ia melahap benda kenyal berwarna merah di wajah Andin. Kemudian ia menyusuri setiap lekuk wajah dan tubuh Andin sambil meninggalkan stempel kepemilikan dimana-mana. Tak terkecuali bukit kembar Andin. Marcel meraupnya dengan buas menimbulkan desa han demi desa han yang makin meningkatkan gairahnya. Hingga akhirnya ia tak tahan lagi, lalu dimulailah proses penyatuan tubuh. Dan benar kata Andin, ternyata ia memang benar-benar masih perawan dan Marcel lah yang pertama kali memasukinya.


Stamina Marcel malam itu benar-benar joss, ia bahkan sampai mengulanginya berkali-kali karena Andin pun masih menginginkannya. Malam itu, Marcel benar-benar menjadi hyper sebab ia tak dapat menghentikan hasratnya yang menggebu-gebu.


Sejak malam itu pula, tubuh Andin seakan menjadi candu bagi Marcel sehingga hampir tiap malam Marcel selalu datang ke kontrakan Andin untuk memuaskan hasratnya. Tak peduli sang istri yang terus menantikan kepulangannya. Tak peduli akan kerinduan sang buah hati pada dirinya. Marcel benar-benar dikuasai oleh nafsu setan.


Bagaimana tak disebut nafsu setan sebab ia melakukannya sebelum menjadi pasangan sah dan halal. Akibat terlalu candu dengan tubuh Andin, Marcel pun jadi tak pernah lagi menyentuh tubuh Zicka. Yang ada di pikirannya hanya melakukannya bersama Andin. Sebab ia merasa hanya Andin yang bisa memuaskannya di atas ranjang. Hanya Andin yang bisa membangkitkan gairah liarnya. Begitulah tujuan Andin sebenarnya, membuat Marcel bertekuk lutut di hadapannya dan memilikinya seutuhnya.


Tanpa Marcel sadari, akibat terlalu sering melakukan hubungan itu, Andin jadi hamil anak Marcel. Lalu Marcel datang ke kediaman ibunya untuk meminta restu agar dapat menikahi Andin secara siri tanpa sepengetahuan Zicka. Ibunya pun menyetujui, tanpa menegur kesalahan Marcel. Tapi tidak dengan Marvin, ia begitu marah dan menentang pernikahan itu sebab ia tahu suatu hari perbuatan busuk kakaknya itu pasti akan tercium oleh istrinya, Zicka dan melukainya. Namun, Marcel tetap kekeh ingin menikahi Andin dan pada akhirnya pernikahan itu pun terjadi.


Setelah beberapa bulan pernikahan itu berlangsung, akhirnya kebenaran pun terungkap. Dan benar saja seperti yang ditakutkan Marvin bahwa Zicka akan terluka setelah mengetahui kenyataan itu.


Alhasil, Zicka yang sudah tak dapat bersabar lagi dengan setiap perubahan Marcel yang ia ketahui itu karena adanya orang ketiga. Zicka pun memutuskan bercerai. Berkali Marcel berusaha menolak dan meminta Zicka agar membatalkan gugatan cerainya, tapi nasi telah menjadi bubur basi, Zicka sudah tak sanggup mempertahankan biduk rumah tangga antara dia dan Marcel. Zicka tetap pada pendiriannya, yaitu ingin melepaskan diri hubungan yang sudah tak sehat itu.


Flashback off

__ADS_1


Di sekolah Meyra


"Halo Meyra, Meyra lagi tungguin jemputan mama ya?" tanya sang guru wanita pada Meyra.


"Iya bu, Meyra lagi tungguin mama jemput Meyra."


"Mau ibu temenin?"


"Boleh, Bu," jawab Meyra polos membuat sang guru tersenyum sumringah.


"Mey, ibu lihat kamu dijemput mama kamu terus, nggak pernah di jemput papa, emang papanya sibuk ya?"


"Iya bu, papa sibuk. Sibuk sama mama dan adek baru," jawab Meyra polos membuat sang guru terbelalak.


Deg ...


"Maksud Meyra kayak gimana, ibu nggak ngerti?"


"Papa kan punya mama baru, Bu, terus Mey liat ibu baru itu kayaknya mau punya adek baru jadi papa lupain Meyra" jawab Meyra sedih dengan wajah tertunduk.


"Aduh, maaf ya m, Sayang! Jangan nangis ya, maaf ibu udah nanya yang aneh-aneh sama kamu." Ibu guru itu menyesali pertanyaannya sehingga membuat gadis kecil itu sedih. Lalu ia mencoba menenangkan Meyra dengan memeluk dan mengusap punggungnya.


"Mey, nggak papa kok, Bu," jawab Meyra dengan tersenyum.


"Nah, itu mama! Mama ..." teriak Meyra yang langsung berhambur lari ke pelukan Zicka.


"Maaf ya, Sayang, mama telat. Tadi toko agak ramai jadi mama baru sempat jemput kamu," ucap Zicka dengan nafas ngos-ngosan karena berlarian dari toko ke sekolah Meyra.


"Meyra nggak papa kok, Ma. Meyra juga kan ditemenin Ibu Jenny jadi Meyra nggak sendirian."


Zicka langsung melirik keberadaan guru Meyra yang bernama Jenny.


"Duh makasih ya, Bu, sudah menemani anak saya. Tadi toko benar-benar ramai."


"Nggak papa kok, Bu. Saya juga seneng nemenin gadis secantik, selucu, dan semenggemaskan Meyra," ucap Jenny ramah.


...***...

__ADS_1


...^^^HAPPY READING ❤️❤️❤️^^^...


__ADS_2