
"Apa maumu sebenarnya, kak? Jangan buat keributan di sini!" hardik Marvin saat melihat kedatangan Marcel.
"Apa? Keributan? Kaulah yang memancing amarahku brengsekkk," bentak Marcel tak terima dianggap telah membuat keributan di sana.
Bugh ...
Sebuah pukulan menghantam wajah Marvin hingga ia terjatuh dari tempat duduknya.
"Kak ...!!! Tidakkah kau bisa bicara baik-baik, hah!" teriak Marvin menahan emosi.
"Tak ada yang bisa aku bicarakan baik-baik padamu. Buktinya, baru tempo hari aku bicara baik-baik menanyakan keberadaan Zicka, tapi kau malah membohongiku." Marcel menyudutkan Marvin sambil mencengkram kerah baju adiknya itu dengan tatapan penuh amarah.
Zicka dan Jenny merasa terperanjat dengan kedatangan Marcel yang tiba-tiba dengan diliput api amarah.
"Marvin tidak bohong, Mas. Ia benar-benar tidak tahu. Kami baru berjumpa hari ini setelah aku pergi dari rumah itu," bela Zicka.
"Kau tidak perlu membelanya Zicka, dia memang pantas mendapatkan pukulanku. Berhenti mendekati Zicka kalau tidak aku bisa berbuat lebih dari ini, Vin!" Marcel mendorong tubuh Marvin hingga hampir tersungkur kembali ke meja yang ada di belakangnya.
"Apa hak mu melarang ku, kak? Ingat, kalian sudah resmi bercerai. Zicka tidak menginginkanmu lagi jadi jangan sok memiliki Zicka. Kau urus saja jalaang peliharaanmu itu, tak usah ikut campur urusan Zicka lagi," bentak Marvin.
"Dasar brengsekkk! Tutup mulutmu!" Hardik Marcel dengan mengarahkan jari telunjuknya ke pada Marvin.
"Kau yang tutup mulutmu! Kau yang brengsekkk, kau tau itu."
__ADS_1
Tiba-tiba Marcel hendak kembali melayangkan bogem mentahnya ke arah Marvin, namun berhasil Marvin tangkis dan bug ... Marvin berhasil melayangkan tendangan ke perut Marcel. Mendapat perlawanan seperti itu, membuat emosi Marcel makin tersulut sehingga mereka pun saling baku hantam.
"Hentikan Marvin, hentikan mas Marcel, aku mohon berhenti, ini tempat umum. Jen, tolong minta bantuan pada security mall kalau tidak mereka bisa saling membunuh disini. Hentikan aku mohon mas Marcel, Marvin, kalian dengarkan aku. Mas Marcel, berhenti, apa kau sudah gila, hah! Aku bukan istrimu lagi dan kau tak berhak melarang ku bertemu siapapun termasuk melarang pria lain dekat denganku. Cepat berhentiiiii Aku bilang berhenti!" teriak Zicka panik.
Dengan cepat Jenny berlari ke lantai 1 mall mencari bantuan petugas keamanan untuk melerai aksi perkelahian dua pria dewasa tersebut. Setelah menemui petugas keamanan, ia kembali berlari ke lantai 3 mall tempat dimana cafe itu berada.
Orang-orang di cafe makin ramai menonton aksi perkelahian dua pria yang tak mau saling mengalah. Tak lama kemudian, datanglah segerombol keamanan mall yang menghentikan pertengkaran mereka. Tangan mereka dipegangi agar tidak kembali berkelahi, kemudian mereka digiring ke pos keamanan terdekat untuk diinterogasi.
Di pos keamanan tersebut, Marcel dan Marvin dipaksa tanda tangan surat perjanjian larangan ke mall itu lagi. Bukan hanya itu, karena perkelahian mereka mengakibatkan kerugian yang besar pada pihak cafe, sehingga pihak pengelola cafe menuntut ganti rugi yang cukup besar. Kerugian itu baik berupa rusaknya barang-barang milik cafe seperti meja, kursi, piring, cangkir, dan kerugian karena banyak pengunjung yang pulang tanpa membayar pun juga pengunjung yang tak jadi makan di cafe tersebut.
Setelah menyelesaikan urusan dengan pihak keamanan mall dan cafe, Marcel dan Marvin pun digiring keluar dari area mall yang diikuti oleh Zicka dan Jenny.
Zicka dan Jenny iba melihat keadaan Marvin yang sangat berantakan dan mendapat banyak luka lebam jadi mereka berniat membawa Marvin ke dokter. Melihat Zicka yang begitu perhatian pada Marvin, kembali menyulut emosi Marcel. Marcel langsung mencengkram tangan Zicka dan menariknya menjauhi Marvin.
"Mas Marcel, tolong hentikan! Jangan jumawa kamu mas! Ingat, aku bukan siapa-siapa kamu lagi." Zicka mencoba melepaskan tangannya dari cengkeraman tangan Marcel.
"Zick, aku ingin rujuk denganmu, kita kembali seperti dulu lagi, kau mau kan!" bujuk Marcel.
"Tidak mau, aku tidak mau kembali lagi padamu, Mas. Sudah cukup dulu kau menduakan aku dan mengabaikan aku dengan Meyra, aku sudah tidak mau kembali padamu lagi. Bukankah kau sudah memiliki anak dan istri hasil berselingkuh dariku, jadi untuk apa kau ingin kembali lagi padaku? Bukankah Andin lebih seksi dan menggairahkan dari pada aku, dia juga hebat di atas ranjang, tidak seperti aku yang biasa saja, jadi untuk apa aku kembali padamu," tolak Zicka sambil menumpahkan uneg-unegnya.
"Aku masih mencintaimu, Zick. Aku menyesal telah menduakan mu, aku ingin kita kembali seperti dulu, kalau perlu aku akan menceraikan Andin dan kita menikah lagi."
"Sekali aku katakan tidak, tetap tidak, Mas. Aku tidak mau lagi terjebak dalam satu hubungan apa pun denganmu. Kalaupun kita masih terhubung, itu hanya karena ada Meyra diantara kita, tidak lebih. Sebab bagaimanapun, Meyra tetaplah anakmu. Tapi tak lebih dari itu."
__ADS_1
"Tidak, pokoknya kau harus kembali padaku. Malam ini kau harus menikah lagi denganku." Marcel memaksa menarik tangan Zicka ke area tempat parkir tempat mobilnya diparkirkan.
"Lepas, Mas, aku nggak mau. Tolong lepaskan aku, Mas, aku nggak mau kembali lagi padamu. Mas Marcel, cepat lepaskan aku!" teriak Zicka mencoba berontak dan menghempaskan tangan Marcel tapi karena Marcel mencengkram tangannya dengan erat, Zicka pun kesulitan.
"Lepaskan tangan kotormu itu sekarang!" tiba-tiba terdengar suara bariton, tegas, dan penuh penekanan memerintahkan Marcel untuk melepaskan cekalan tangannya dari Zicka.
Sontak suara itu mengejutkan Marcel dan Zicka. Marcel membalik badan melihat ke arah orang yang bicara tersebut. Marcel mengernyitkan dahi heran, siapa yang berani-beraninya ikut campur urusannya bahkan memerintahkan ia melepaskan Zicka. Berbeda dengan Zicka, ia justru terkejut bercampur heran, mengapa Keenan tiba-tiba ada di sana? Dan cara bicaranya pun berbeda dengan saat ia mengobrol santai bersama. Bahkan tatapan mata Keenan begitu tajam seperti elang yang siap menerkam mangsanya. Tidak seperti biasa yang berbinar penuh kehangatan.
"Siapa kau? Ada urusan apa kau dengan kami? " Marcel menentang sinis Keenan.
"Aku bilang lepaskan tangan kotormu itu dari tangan Zicka! Cepat!!!"
"Tak usah kau ikut campur. Zicka itu istriku."
"Cih ... Istri??? Apa kau sudah gila, Bung? Kalian sudah bercerai jadi kalian sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi selain dari 3 kata, MANTAN SUAMI BRENGSEKKKK," ejek Keenan sambil menekan tiga kata terakhir itu.
"Kau yang brengsekkk, sialan!" hardik Marcel. Emosi Marcel sudah kembali naik ke ubun-ubun, ia lantas melepaskan Zicka dan berjalan mendekati Keenan sambil mengepalkan tangannya bersiap untuk menghajar Keenan seperti saat ia menghajar Marvin tadi. Tapi baru saja ia ingin melayangkan tinjunya, perutnya sudah terlebih dahulu terkena terjangan dari Keenan yang memang lebih jago bela diri sehingga membuat Marcel tersungkur ke lantai.
"Aku peringatkan kau, jangan pernah mengganggu Zicka lagi! Kau tak pantas mendampingi berlian seperti Zicka. Cih, ternyata kau dan wanitamu itu sama saja, sama-sama tak tahu malu dan gila."
Keenan pun beranjak mendekati Zicka dan merangkul pundaknya mengajaknya pergi meninggalakan Marcel yang masih terkulai tak berdaya karena terjangan Keenan yang sangat kuat di perutnya.
"Siapa dia sebenarnya? Wajahnya tampak tak asing. Apa hubungannya dengan Zicka? Sialan ...Takkan ku biarkan ada yang memiliki Zicka selain diriku," geram Marcel sambil meringis kesakitan.
__ADS_1
...***...
...HAPPY READING ❤️❤️❤️...