
Pesta pernikahan telah usai, para tamu undangan pun satu per satu mulai berpamitan pulang sembari memberi ucapan selamat dan doa setulus hati pada pasangan itu agar hidupnya senantiasa diberkahi dengan cinta dan kasih sayang serta selalu bersama hingga ajal memisahkan.
"Keen, Zee, mama ada hadiah buat kalian berdua," ucap mama Keenan dengan wajah sumringah.
Prokkk prokkk prokkk ...
Mama Keenan menepuk tangannya, lalu Marvin dengan sigap berdiri di belakang Keenan dan Jenny di belakang Zicka. Kemudian mereka berdua menutup mata Keenan dan Zicka dengan selembar kain hitam dan mengikat kedua tangan mereka. Lalu Marvin dan Jenny membimbing mereka berdua masuk ke dalam mobil.
"Ma, ada apa ini? Jangan aneh-aneh, please!" Keenan kesal dengan tingkah aneh sang mama di hari pernikahannya yang tiba-tiba saja menyuruh Jenny dan Marvin menutup kedua mata mereka dengan selembar kain hitam, juga mengikat tangan mereka berdua, persis sebuah penculikan.
"Mama tidak aneh-aneh, Sayang. Mama hanya ingin memberikan surprise untuk kalian berdua. Nikmati waktu kalian berdua. Semoga saat kalian pulang, kalian sudah membawa kabar gembira," seru mama Keenan bahagia.
Lalu mama Keenan, Marvin, dan Jenny tergelak bersama setelah mengerjai mereka berdua.
"Selamat bersenang-senang, Kak, bang," seru Jenny dan Marvin berbarengan lalu kembali tergelak bersama.
"Zee, kamu tak apa-apa?" tanya Keenan panik karena mereka tak bisa melihat satu sama lain.
"Aku tak apa-apa, Keen. Tenanglah, mana mungkin mama, Jenny, dan Marvin macam-macam sama kita. Tapi mama kamu lucu ya! Surprise apa ya yang tengah Beliau rencanakan sampai mata kita ditutup dan tangan kita diikat seperti ini," gumam Zicka penuh tanda tanya saat mereka sudah dimasukkan ke dalam mobil.
Tak lama kemudian mobil pun mulai melaju entah kemana. Mereka benar-benar tidak tahu apa yang tengah ketiga orang itu rencanakan. Surprise seperti apa yang telah mereka buat untuk hadiah pernikahan mereka. Sungguh mereka benar-benar tidak tahu.
"Pak sopir, kenapa mobilnya berhenti? Apa kita sudah sampai?" Keenan heran karena mobilnya telah berhenti setelah melewati perjalanan kurang lebih satu jam sebab mereka tadi sempat terjebak macet.
"Belum tuan, tapi Anda harus mengikuti perjalanan selanjutnya," jelas sang sopir membuat alis Keenan saling bertaut. Pun Zicka yang kini mendadak pusing karena bingung apa yang sebenarnya telah ketiga orang itu rencanakan untuk mereka.
"Perjalanannya selanjutnya?" ucap Keenan dan Zicka penasaran.
Pak sopir tak menjawab, ia hanya tersenyum simpul. Ia pun merasa geli sendiri melihat tingkah majikannya itu. Ada-ada saja idenya, pikirnya.
Lalu mereka kembali dituntun keluar dari dalam mobil, setelahnya mereka seperti menaiki undakan tangga. Setelah tiba di atas, barulah penutup mata dan ikatan tali di tangan mereka di lepas. Mata mereka melotot karena baru sadar mereka kini telah berada di dalam sebuah private jet.
"Keen, kita akan kemana?" tanya Zicka bingung saat sadar mereka telah berada di dalam private jet. Hanya ada mereka, pramugari, pilot, dan co pilot yang tampak menyambut kedatangan mereka.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu, Sayang. Pak sopir tidak menjelaskan apa-apa dan dia juga sudah pergi. Ya sudahlah, kita nikmati saja. Aku yakin hadiah mama ini pasti akan menyenangkan. Mungkin lebih tepatnya disebut honeymoon surprise," ucap Keenan sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Zicka. Sontak tindakan dan ucapan Keenan barusan membuat blushing di pipi Zicka.
"Hei, Sayang, kenapa pipimu memerah, hah? Sudah seperti udang rebus saja," goda Keenan namun Zicka hanya membalasnya dengan sebuah cubitan di perut Keenan.
"Aww sakit, Sayang. Kayaknya kamu mau main-main sama aku ya!" ucap Keenan dengan seringai jahil, wajahnya mendekati wajah Zicka hingga hangat nafas Keenan begitu terasa menyapu wajah Zicka membuatnya memejamkan mata dan "awww ... geli, hentikan Keen, aku tak tahan, geli ... Sayang, tolong hentikan. Aku sudah susah bernafas ini. hosh hosh hosh ...." Zicka terengah-engah ternyata Keenan mengerjainya dengan menggelitik perutnya. Zicka yang memang penggeli tak tahan bila ada yang menggelitik bagian tubuhnya.
"Jahil banget sih!" rajuk Zicka saat Keenan sudah melepaskan gelitikannya.
"Tadi ngapain mata kamu merem, Zee?Hmmm ... aku tahu, pasti kamu mikir aku mau ..."
"Kamu apa, hah? Mikir apa? Awas, kamu ya entar ..."ancam Zicka
"Entar apa hayooo!" goda Keenan dengan senyum jahilnya.
"Tau ahh! Gelap."
"Oh mau main gelap-gelapan ya!"
"Aaakhhh ... apaan sih! Nyebelin tau."
"Zee ..."
"Hmmm ..."
"Aku sangat bahagia sekarang."
"Memangnya dulu nggak bahagia?"
"Bahagia sih tapi nggak sebahagia sekarang."
"Kenapa?"
"Aku sangat bahagia karena aku bertemu kamu, jatuh cinta padamu, dan berhasil menjadikanmu pasangan hidupku. Aku mohon, apa pun yang terjadi kedepannya, seberat apapun permasalahan kita, kita akan selalu bersama, Zee. Dalam suka maupun duka," lirih Keenan penuh kesungguhan.
__ADS_1
"Tergantung."
"Tergantung apa?"
"Tergantung caramu memperlakukanku dan tergantung caramu mempertahankan kesetiaanmu."
"Aku janji, aku akan selalu memperlakukanmu dengan baik dan selalu setia selamanya." Setelah mengucapkan itu, Keenan langsung mencium pipi Zicka. Mereka duduk di dalam private jet dengan tubuh saling bersandar. Sementara tangan Keenan melingkari pundak Zicka.
Tak lama kemudian, jet pribadi itu pun telah tiba di tempat tujuan. Perjalanan dilanjut kembali dengan mobil. Perjalanan tak memakan waktu lama, hanya beberapa menit saja. Saat mereka tiba di lokasi tujuan, mata mereka membulat takjub. Rupanya mereka telah tiba di sebuah villa tepi pantai di sebuah pulau pribadi.
Pemandangannya sangat menakjubkan sebab pantai berpasir putih itu, airnya sungguh jernih tampak kebiruan . Sayangnya matahari sudah berwarna keemasan, jadi mereka harus menekan keinginan mereka untuk bermain di pantai itu. Selain itu mereka sudah cukup kelelahan karena belum sempat beristirahat setelah seharian melakukan serangkaian proses pernikahan mulai dari ijab Qabul hingga resepsi dan kini mereka sudah melakukan perjalanan honeymoon surprise. Tak lama seorang pria paruh baya datang menghampiri Keenan dan Zicka.
"Selamat sore, Tuan, Nona, silahkan ikuti saya masuk ke dalam villa," ujar seorang pria berpakaian pelayan. Lalu mereka pun segera mengikuti pria itu menuju villa.
"Ini kamar tuan dan nyonya, silahkan beristirahat. Nanti saat makan malam tiba, kami akan mengetuk kamar tuan dan nona. Bila ada yang dibutuhkan, tuan dan nona bisa panggil kami melalui telepon yang ada di dinding ini," ucap pria paruh baya itu. Setelah mengatakan itu, ia pun segera pergi meninggalkan Keenan dan Zicka yang masih merasa aneh bin bingung.
"Sayang, apa ini vila milik mama kamu?" tanya Zicka.
"Aku tak tahu, Sayang. Tak usah pikirkan ini milik siapa, yang penting kita nikmati saja honeymoon kita, oke!" ucap Keenan sambil tersenyum menggoda.
"Kalau begitu, aku mandi dulu ya! Udah nggak tahan, lengket."
"Aku ikut."
"Stop! Jangan coba-coba ikutan masuk!"
"Kenapa? Bukankah kita sudah sah, hmm?" goda Keenan dengan menaik-turunkan alisnya.
"Tapi nanti, ini udah hampir maghrib Keen, kalau kamu ikutan, aku takut jadinya lama apalagi ... ini pertama kali untuk kita berdua," ucap Zicka masih malu-malu.
"Oke ... oke, Sayang. Aku akan bersabar menunggu malam tiba." smirk Keenan.
"Ish ... maunya," ucap Zicka sambil tersenyum lalu segera berlalu ke kamar mandi dengan pipi yang bersemu merah.
__ADS_1
...***...
...HAPPY READING ❤️❤️❤️...