
Zicka Pov
Aku tak tahu apa yang aku rasakan ini benar atau salah. Yang aku tahu, aku merasa sangat nyaman dengannya. Pertemuan kami memang hanya baru beberapa kali, tapi dari setiap pertemuan itu membuatku semakin nyaman. Semua ucapannya, perbuatannya, perlakuannya dapat menggetarkan dan menghangatkan hatiku yang dingin.
Namun, aku takut, luka hati ini masih terlalu basah dan menganga. Rasanya baru kemarin aku mengalami kehancuran dan patah hati akibat pengkhianatan hingga berakhir perceraian, tapi pria ini dengan waktu yang sangat singkat mampu mengobati luka hatiku secara perlahan.
Apakah dia ini sebenarnya dokter spesialis penyakit dalam, tapi dalam hal cinta ya alias dokter cinta? Sebab ia dengan mudahnya dapat mengobati hatiku.
Tapi apakah jalan yang ku pilih ini sudah benar?
Aku hanyalah wanita biasa, bahkan aku tidak memiliki siapa-siapa di sini. Meskipun keluarga ku masih ada, tapi hanya paman, bibi, dan sepupu yang semuanya tinggal di desa, sedangkan ia adalah seorang dokter. Bukan dokter biasa, tapi dokter bedah sekaligus pemilik dari sebuah rumah sakit yang sangat besar. Bahkan bisa dibilang terbesar di kota ini. Aku takut, aku takut hubungan ini tidak berhasil yang akhirnya akan kembali menorehkan luka yang belum benar-benar sembuh ini.
"Semoga apa yang kau ucap itu tulus, Keen."
*
*
*
Keenan Pov
Ahhh, rasanya aku sangat bahagia hari ini. Untuk pertama kalinya di sepanjang usiaku, aku mendekati seorang wanita karena dorongan hatiku sendiri. Aku memang pernah menikah, tapi itu karena perjodohan. Diva juga adalah sahabat kecilku jadi saat melamarnya pun semua atas instruksi dari mamaku. Tapi kali ini, untuk pertama kalinya aku merasakan getaran hebat dari dalam diriku. Setiap kali aku melihatnya, jantungku langsung berdebar tak karu-karuan. Bahkan mulut ini begitu spontannya mengucap hal-hal yang tak terduga saat bersitatap dengannya.
Zicka, wanita pertama yang mencuri hatiku, menggetarkan jiwaku.
Was it love???
Ya, aku yakin ini cinta. Aku yakin aku telah benar-benar jatuh cinta padanya. Semoga ia pun merasakan hal yang sama. Meskipun belum saat ini, aku harap kelak hanya aku satu-satunya yang akan menjadi penghuni hatinya, satu-satunya lelaki yang ia cintai. Semoga.
*
*
*
Siang ini seperti biasa toko kue Zicka cukup ramai di datangi pengunjung dari berbagai kalangan dan usia. Karena di sana Meyra tidak memiliki teman seusianya jadi Meyra hanya main sendiri sambil bermonolog pada boneka seakan boneka tersebut dapat bicara.
"Halo, Sayang," ucap seseorang pada Meyra.
Mendengar suara yang ia kenali menyapanya, membuat Meyra tiba-tiba menoleh ke arah sumber suara dan orang itu sukses membuat Meyra terkejut.
__ADS_1
"Pa ... papa,"ucap Meyra terbata.
"Iya sayang yuk ikut papa!" bujuk Marcel namun Meyra menggelengkan kepalanya, menolak ajakan Marcel itu.
"Ayo dong, Sayang, papa udah kangen sama Meyra. Yuk, ikut papa, kita jalan-jalan terus beli boneka, Meyra mau kan!" bujuk Marcel lagi.
"Meyra nggak mau ikut papa," tolak Meyra tegas menyulut emosi Marcel.
"Kamu makin lama makin keras kepala seperti ibumu ya. Ayo, cepat ikut kalau tidak papa akan marah, cepat!" bentak Marcel membuat Meyra bergetar ketakutan.
"Hua ... hua ... hua ... Meyra nggak mau ikut papa, mamaaa ... " teriak Meyra yang seketika membuat Marcel panik. Melihat tingkah Meyra yang telah menyulut emosinya itu, dengan sigap Marcel menarik paksa Meyra dan membopongnya ke dalam mobil. Karena melihat gerak-gerik Marcel yang mencurigakan yang membuat Meyra menjerit, menangis, lalu mengangkat paksa Meyra, salah seorang karyawan toko yang melihat hal itu sontak menjerit, "mbaaak ... Mbak Zicka, Meyra mbak ... penculikkkk .... Toloooooong ... ada penculikan anak," teriaknya, membuat semua orang termasuk Zicka terkejut.
Zicka yang sedang sibuk membantu di dalam pun segera tergopoh-gopoh berlari melihat keadaan Meyra. Zicka menjadi panik saat ia tahu Marcel-lah yang menculik Meyra. Walaupun Meyra anaknya sendiri, tapi cara mengajak secara paksa itu sama saja dengan penculikan.
"Meyra," pekik Zicka dengan tubuh bergetar karena khawatir.
"Mbak, haruskah kita telfon polisi?" tanya Mela, karyawan Zicka.
"Nanti saja, saya tahu orang itu. Saya akan coba hubungi dan menanyakan apa yang sebenarnya dia mau," ucap Zicka mencoba setenang mungkin agar karyawannya tidak ikut panik.
"Kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian. Biar ini jadi urusanku," ucap Zicka lagi.
'Mas, apa maumu sebenarnya?' gumam Zicka dalam hati.
Dering pertama diabaikan.
Dering kedua juga, hingga dering ke
tiga baru terdengar nada telfon diangkat.
"Halo mas Marcel."
"Halo juga Zicka, Sayang," jawab Marcel santai.
"Mas, apa-apaan kamu, cepat kembalikan Meyra!"
"Kenapa harus dikembalikan? Bukankah Meyra juga putriku."
"Mas, Meyra memang putrimu, tapi caramu mengajaknya secara paksa seperti tadi pasti membuatnya takut, aku mohon segera antarkan Meyra kembali!" mohon Zicka.
"Kau menginginkan Meyra?"
__ADS_1
"Iya mas, tolong kembalikan Meyra. Jangan membuatnya takut, Mas. Apa kau tidak kasihan dengan kondisi psikologis Meyra melihat tingkah ayahnya yang seperti penculik?"
"Aku tidak menculik, bagaimana pun Meyra itu putriku jadi aku berhak melakukan apapun padanya. Kalau kau ingin bertemu, temui aku sekarang juga!" perintah Marcel.
"Tapi aku tidak tahu mas berada dimana."
"Aku akan mengirim lokasiku. Datanglah sendiri ke sini bila kau ingin bertemu dengan putri kita." Marcel langsung memutus panggilan telefon itu sepihak. Selang beberapa detik, masuk sebuah pesan yang merupakan lokasi keberadaannya.
Setelah mengirimkan pesan itu, Marcel menyeringai licik. Ia harap rencananya dapat berjalan lancar.
*
*
*
di rumah sakit
Keenan baru saja datang ke rumah sakit miliknya. Hari ini jadwalnya tidak padat, juga tidak ada jadwal operasi yang harus ia turun tangan secara khusus. Hanya perlu mengecek beberapa berkas dan menandatanganinya.
Keenan melenggang ke dalam rumah sakit dengan senyum yang terus merekah. Membuat hampir semua karyawan rumah sakit baik dari dokter, perawat, koas, residen, bahkan petugas kebersihan tampak heran melihat tingkah aneh Keenan hari ini yang terus melenggang dengan senyum yang tak kunjung luntur. Bahkan ia menyapa hampir semua orang yang berpapasan dengannya termasuk keluarga pasien.
"Selamat siang ..." sapa Keenan sambil melemparkan senyuman manisnya.
"Ehem ... ehem ... kayaknya ada yang lagi bahagia banget nih!" sapa salah seorang dokter yang bernama dokter Alona.
"Hmmm ... apakah hal itu begitu nampak jelas di wajahku?" jawab Keenan sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah wajahnya.
"Yah, sangat sangat terlihat jelas. Malah kau sudah seperti orang gila yang sedang dimabuk cinta. Hahaha ..." ucap dokter Alona sambil tergelak.
"Wow, tebakanmu sangat bagus dokter Lona! Hatiku memang sedang berbunga-bunga saat ini. Bagai ada ribuan kupu-kupu yang beterbangan, ah aku sulit untuk menggambarkannya, yang jelas i'm so happy now. Lalalala ... " Keenan berlalu dari hadapan dokter Alona sambil bersenandung bahagia.
"Keenan sedang jatuh cinta? Dengan siapa? Bagaimana wajah wanita itu? Apakah sangat cantik sehingga bisa membuat Keenan jatuh cinta dan sebahagia itu?" gumam dokter Alona lirih.
*
*
*
...***...
__ADS_1
...HAPPY READING ❤️❤️❤️...