Saat Suamiku Berubah

Saat Suamiku Berubah
32. Ingin kenal kamu lebih dekat


__ADS_3

"Halo anak papi yang cakep."


"Alo uga pii."


"Anak papi lagi ngapain nih?"


"Agi oton utub, Pii."


"Nonton youtube? Dari pada nonton youtube, gimana kalau kita jjs?"


"Apa pii?? ye ye es?"


"Bukan ye ye es sayaaaang, tapi jjs alias jalan-jalan sore."


"Biyang aja alan-alan coye, Pii. Angan buat Dii dingung."


"Bingung Dee, bukan dingung. Hehehe ... Iya iya, jalan-jalan sore, mau?"


"Mau dong, Pii. Anti beyi kek okat ya, Pii!"


"oke ..."


"Tapi kek okat yang tayak dibeyiin bik cum, Pii, kek nya enyaaaakkkk danget ..."


"Yang kayak dibeliin bik Sum? Emang bik Sum emang beli dimana? Nanti papi tanya dulu ya dimana. Yuk, Dee ganti baju dulu biar makin cakep."


"Ayook ..." seru Deenan girang karena akan diajak sang ayah jalan-jalan sekaligus membeli cake coklat kesukaannya.


Setelah mendapatkan informasi dari Bik Sum di mana letak toko kue tempat ia membelikan Deenan cake coklat, Keenan dan putranya pun segera pergi jalan-jalan sore.


Awalnya Keenan mengajak Deenan bermain ke taman yang tak jauh dari rumah. Mereka menikmati pemandangan sekitar sambil bercengkerama dengan beberapa warga sekitar yang turut mengajak anak mereka bermain. Setelah puas bermain di taman, akhirnya Keenan mencoba mencari toko kue yang dimaksud bik Sum. Tidak susah menemukan toko itu, karena letaknya cukup strategis dan di pinggir jalan dengan ciri yang khas menggunakan cat berwarna biru mix soft pink dan di depannya banyak tersusun bunga seperti warna pelangi yang membuat suasana makin asri dan apik.


Di depan toko juga terdapat sebuah tulisan yang jelas berupa nama toko kue itu Zee Cake and Brownies.


"Pii, ini dimana?"


"Ini toko kue tempat bik Sum beliin Dee cake coklat tempo hari Dee."


"Wahhh, acikkkk ...! Ita beyi kek okat yang anyak-anyak yaaa, Pii," mohon Deenan dengan ekspresi menggemaskan membuat Keenan terkekeh karena gemas dengan tingkah putranya.


"Okay ... Kita beliin Oma, onty Jenny, bik Sum, pokoknya untuk semua yang ada di rumah, gimana?"


"Okey, Pii, Dii cetuju."


Lalu mereka pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam toko kue itu sambil melihat ada jenis kue apa saja yang tersedia. Ternyata di sana terdapat banyak sekali jenis kue, bukan hanya cake coklat, tapi juga ada kue ultah, red Velvet, pie susu, brownies coklat dan keju, cheese cake, fudgy brownies, pancake, mille crepes, donat, bahkan aneka roti, burger dan pizza pun juga ada membuat Deenan yang awalnya hanya ingin membeli cake coklat jadi membeli berbagai macam kue dengan berbagai macam rasa pula.

__ADS_1


"Pii ... pii ... pii ..." panggil Deenan sambil menarik-narik celana panjang Keenan.


Keenan pun berjongkok agar bisa sejajar dengan putranya tersebut.


"Ada apa, Sayang?"


"Itu pii itu .. akak Meyya!" Deenan menjulurkan jari telunjuknya ke arah Meyra.


Ya, Deenan melihat Meyra sedang duduk sambil menggambar di meja bundar tempat para pelanggan yang ingin makan di tempat.


"Meyra ..." Keenan sejenak terkejut lalu ia kembali mengingat ucapan Zicka tempo hari kalau ia telah menjadi pemilik sebuah toko kue. Ia juga mengingat tulisan besar yang ada di depan toko, Zee Cake and Brownie, "jangan-jangan ..."


Karena sibuk berfikir, Keenan sampai tak sadar Deenan telah melepaskan genggaman tangannya dan berlari ke meja dimana terlihat Meyra sedang menggambar.


"Akak ..." sapa Deenan sumringah.


"Wah, adek Dee ..." tanpa basa basi dengan perasaan senang, Meyra turun dari kursi dan langsung memeluk Deenan. Mereka pun saling berpelukan dan berloncatan dengan riang gembira. Sungguh pemandangan yang indah dan penuh kehangatan.


"Halo, cantik ...!" sapa Keenan.


"Halo Om." Meyra menyapa balik Keenan dengan tersenyum manis


"Om mau beli kue?"


"Mmm ... Deenan suka cake coklat di sini. Apa ini toko kue punya mama Meyra?"


"Hmmm ... Tapi nanti mama sedang sibuk, Om nggak mau ganggu kerja mama."


"Meyra ... Meyra ... Oh kamu di sini, ini kue kamu, Sayang." Zicka memberikan sepiring kue kepada Meyra lalu ia menoleh ke arah anak kecil yang kini berdiri di samping Meyra. Mata Zicka membulat dan terkejut. "Deenan ..."


"Ma, ada Om Keenan tuh!" Meyra menunjuk ke arah Keenan.


"Hai Zee ..." sapa Keenan sengaja menggunakan panggilan Zee sesuai nama toko kue tersebut.


"Ha ... hai Keenan," sapa balik Zicka dengan terbata.


'Kenapa aku harus gugup sih!' rutuknya dalam hati.


"Kalian mau beli kue?" tanya Zicka ramah. Wajar kan ia bertanya seperti itu sebab ia belum memberitahukan alamat tempat tinggal maupun tokonyo jadi tak mungkin mereka sengaja hendak menemui dirinya dan Meyra.


"Iya, Deenan suka kue coklat di sini jadi aku kesini untuk membeli sendiri, ternyata pemiliknya kamu ya?" ucap Keenan sambil berjalan mendekat dan menarik salah satu kursi dekat tempat Meyra menggambar tadi.


"Oh, itu, benar. Ini toko kue milikku. Aku harus ke sana sebentar ya, ambil minum untuk kalian," ucap Zicka gugup.


"Jika tidak merepotkan." Keenan melemparkan senyum menawan ke arah Zicka membuat Zicka makin salah tingkah dan tampak menggemaskan di mata Keenan. 'Kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini sih!' rutuk Keenan membatin.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Zicka kembali lagi membawakan beberapa camilan dan minuman yang ia hidangkan untuk Keenan. Sedangkan, Deenan entah sudah kemana diajak oleh Meyra.


"Nampaknya kita akhir-akhir ini sering bertemu ya, Zee."


"Mmm ... Ya, aku juga nggak menyangka."


"Sebenarnya aku tinggal tak jauh dari sini, apa kau mau kapan-kapan main ke rumahku?" tawar Keenan


"Hah, apa??? Ke-ke rumahmu?" netra Zicka sontak melotot mendengar ucapan tanpa basa basi dari Keenan. "Apakah kau selalu seperti itu ketika bertemu seorang wanita?"


"Maksudnya?" tanya Keenan tak mengerti.


"Itu ... kau langsung mengajaknya ke rumahmu tanpa basa basi," cebik Zicka.


"Ohh ... Hahaha ... No, no, no, sebenarnya aku tidak suka membawa wanita ke rumah. Selain mantan istriku tentunya," jawab Keenan sambil tersenyum.


"Lalu mengapa kau mengundangku secara tiba-tiba?" tanya Zicka penuh selidik.


"Entahlah, aku pun bingung seolah mulut ini nggak ada remnya, semua keluar secara spontan. Apa kau keberatan?" Keenan sedikit memiringkan kepalanya untuk menatap lekat wajah Zicka.


"Hmmm ... Ya, aku keberatan. Kita bahkan baru 3 kali berjumpa lalu kau bicara seperti itu." Zicka memicingkan matanya dengan perasaan tak menentu.


"Bukan 3 kali, tapi 6 kali."


"6 kali?"


"Iya, 6 kali. Dulu saat kau bekerja di hotel, aku berjumpa denganmu 3 kali dan sekarang 3 kali, jadi total sudah 6 kali kita bertemu."


"Tapi itu berbeda, Keen."


"Berbeda apanya?"


"Ya berbeda. Saat itu aku hanya seorang manager hotel yang bertugas membantu para tamu hotel. Kalau sekarang ..." Zicka mengedikkan bahunya tak mau melanjutkan kalimatnya.


"Kalau sekarang apa?"


"Hmmm ... kalau sekarang aku hanya seorang kenalan," jawab Zicka dengan wajah tertunduk.


"Oke, kita sekarang hanya sebatas kenalan, tapi ... boleh kan kalau mulai sekarang aku ingin kenal kamu lebih dekat, Zee?" ucap Keenan santai sambil menatap lekat wajah Zicka yang menurutnya cantik natural. Hanya ada sedikit polesan bedak dan liptint tapi tetap terkesan sangat cantik di mata Keenan.


Sontak mata Zicka terbelalak mendengar pernyataan spontan dari Keenan. Apakah pria ini memang selalu spontan dalam mengutarakan sesuatu? Zicka bingung harus menjawab apa. Jantungnya berdegup sangat kencang seakan ingin keluar dari ruang tertutup di dalan sana. Segera ia mengambil air minum yang ada di dalam gelas dan meminumnya terburu hingga tersedak dan semburannya tepat mengenai wajah Keenan.


"Ah, maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja, Keen! " sambil meraih tisu dan menyeka wajah Keenan yang basah akibat semburan air minum dari mulutnya tadi. Keenan segera meraih tangan itu yang sontak membuat Zicka mendongakkan wajahnya, netra keduanya pun beradu.


"Aku tak apa. Berikan aku jawabanmu segera, Zee?" ucap Keenan penuh pengharapan.

__ADS_1


...***...


...HAPPY READING ❤️❤️❤️...


__ADS_2