Saat Suamiku Berubah

Saat Suamiku Berubah
35. Aku mau ketemu kamu


__ADS_3

Keenan membukakan pintu mobil untuk Zicka. Setelah Zicka masuk ke dalam mobil, Keenan membalik badan memutari mobil lalu duduk di belakang kemudi mobilnya.


"Kau mau aku antar kemana, Zee? Toko atau ada tempat yang ingin kau kunjungi?" tanya Keenan pada Zicka yang duduk di kursi sebelahnya.


"Tolong antarkan saja aku ke toko, seketika aku sangat merindukan Meyra," tutur Zicka sambil mengulas senyum namun terlihat sendu di mata Keenan.


"Baiklah."


Sebelum menjalankan mobilnya, Keenan mendekatkan tubuhnya ke Zicka membuat Zicka jadi salah tingkah. Bahkan aroma parfum yang sangat maskulin dari tubuh Keenan begitu menguar, memenuhi indra penciuman Zicka.


"A ... apa yang ingin kau lakukan?" tanya Zicka gugup.


Namun hanya lengkungan tipis yang tampak di wajah Keenan. Zicka jadi makin gugup saat tangan kanan Keenan hendak melingkari pinggangnya, membuat Zicka seketika menahan nafasnya.


Hmmph ....


"Ini ..." Keenan menunjukkan ujung seat belt yang ia pegang ke hadapan Zicka.


"Kau harus memakainya kalau tidak mau dihadang satlantas. Hehehe ... " kekeh Keenan membuat wajah Zicka bersemu merah karena malu dan salah tingkah.


"Aaaaawwww ... sakit Zee, ampun Zee ... Lepas pleaseeee ...!" seketika Keenan meraung kesakitan saat Zicka menarik ujung rambut di samping telinga Keenan ke atas.


"Masih sempat-sempatnya ya kamu ngerjain aku. Dasar dokter menyebalkan," omel Zicka sebal.


"Hahahaha ... Dokter menyebalkan? Apakah itu panggilan sayangmu untukku, hm?" tanya Keenan sambil menjalankan mobilnya sambil tergelak geli.


"Panggilan sayang? Emangnya kamu siapa sampai harus pakai panggilan sayang?" cibir Zicka acuh tak acuh.


"Seseorang yang akan mengobati dan mengisi hatimu," jawab Keenan singkat sambil memandang wajah Zicka yang nampak memerah dari kaca spion mobilnya dengan tersenyum.


"Tak semudah itu."


"Aku akan berusaha."


"Whatever ..."


Hening ...


Kini suasana di dalam mobil Keenan menjadi hening. Mereka berdua tampak sibuk dengan pikiran masing-masing. Namun di dalam hati Keenan timbul kelegaan sebab ia merasa berhasil mengurangi sedikit ketegangan Zicka pasca kejadian di cafe dan pelataran parkir tadi. Walau ia tak yakin akan bertahan berapa lama karena ia yakin saat Zicka kembali sendirian, ia akan kembali terbayang peristiwa yang baru saja ia alami tadi.


'Pria itu sungguh gila. Mereka sudah resmi bercerai tapi masih saja mengganggu kehidupan Zicka. Bahkan ia dengan beraninya memaksa Zee untuk rujuk dan menikah ulang. Aku harus melindungi Zee. Aku tak rela bila ia kembali jatuh ke dalam pelukan pria brengsekkk seperti dia. Aku harus melindungi Zee dari mantan suami brengsekkknya itu. Ya, harus,' batin Keenan sambil sesekali memandangi wajah Zicka yang tampak termenung.


"Zee ... Zee ... Hei Zee," panggil Keenan berkali-kali kemudian ia menepuk punggung lengan Zicka karena Zicka yang sibuk termenung hingga tak menyadari ia yang sudah memanggilnya.


"Eh ... Iya Keen, ada apa?" Zicka gelagapan karena tersentak dari lamunannya.

__ADS_1


"Kita sudah sampai, apa kau tak mau turun?" goda Keenan sambil memainkan alisnya.


"Oh ya!" Zicka celingak-celinguk "Oh maaf, aku tadi melamun. Kau mau mampir?"


"Kalau kau memaksa, maka baiklah," sahut Keenan seraya tersenyum lebar.


"Huh, siapa juga yang memaksamu. Aku hanya menawarkan, kalau kau mau pulang ya silahkan!" jawab Zicka ketus.


"Hehehe ... ternyata kau galak juga yah!" ucap Keenan sambil menuruni mobil lalu mereka bersama-sama masuk ke dalam toko. Di Sana Meyra sudah menanti kepulangan sang mama dengan wajah cemberut.


"Anak mama yang cantik kok cemberut, Sayang?"


"Ma, Meyra pingin liat rusa," ujar Meyra tiba-tiba dengan wajah memelas.


"Rusa?"


"Iya, gajah juga. Tadi Meyra liat di tivi ada anak-anak yang kasi makan rusa, liat gajah, jerapah juga, seru banget. Meyra juga mau, Ma," ucap Meyra dengan wajah polosnya membuat siapa saja yang melihat menjadi tak tega.


"Tapi mama ..."


"Besok liat sama Om mau?" potong Keenan. "Kita pergi ke taman safari, di sana ada berbagai macam hewan, ada rusa, jerapah, gajah, monyet, singa pun ada lho," imbuhnya.


"Mau om ... Mau Om, Meyra mau. Meyra mau. Ajak adek Dii juga ya!!" seru Meyra kegirangan.


Mendengar tawaran spontan dari mulut Keenan itu membuat mata Zicka melotot ke arah Keenan. Bagaimana bisa-bisanya Keenan mengiyakan keinginan putrinya tanpa bertanya atau meminta persetujuan dulu padanya yang merupakan ibu kandung Meyra.


Setelah mendengar Keenan akan mengajaknya melihat hewan-hewan yang ingin dilihatnya tadi, Meyra masuk ke dalam lagi, mungkin akan melanjutkan kegiatan menonton tivi.


Setelah melihat Meyra masuk ke dalam, Zicka dengan cepat menarik lengan Keenan menuju taman belakang tokonya.


"Keen, kamu apa-apaan sih? Meyra mau liat satwa kamu langsung aja ngajakin tanpa minta persetujuanku dulu." Protes Zicka dengan bibir mencebik kesal.


"Emang kamu nggak setuju?"


"Bukannya gitu, tapi kan aku ... aku ibu kandungnya, harusnya kamu tanya aku dulu boleh nggak nya."


"Terus sekarang, kamu bolehin nggak?"


"Ya boleh, eh ... ah kamu, pinter banget sih ngerjain aku." Kesal Zicka yang sudah bersungut-sungut.


"Ngambek mulu ah. Kamu jadi makin gemesin tau," ujar Keenan dengan kedua tangan berada di dalam saku celananya.


"Emang aku anak kecil, dibilang ngegemesin."


"Tapi kenyataannya emang gitu," ujar Keenan lagi yang sudah tersenyum lebar.

__ADS_1


"Kita besok jalan berempat ke taman safari, mau ya! Nanti aku jemput kamu, oke." Zicka hanya mengangguk pasrah. Kalau menolak pasti besok Meyra akan kecewa. Ia tak mau mengecewakan putri kecilnya yang sangat ia sayangi.


"Memang kamu nggak kerja?"


"Demi kamu, Meyra, dan Deenan aku rela. Aku yakin, Deenan juga pasti seneng bisa jalan bareng kalian," tutur Keenan dengan tersenyum lembut ke arah Zicka.


"Oh iya, Keen, boleh aku tanya?"


"Silahkan!"


"Kok kamu tadi tiba-tiba aja ada di tempat parkir mall? Apa kamu habis ketemuan sama seseorang?" tanya Zicka penuh selidik.


"Bukan ketemuan, tapi mau menemui seseorang."


"Cewek?"


Keenan mengangguk pasti.


Lalu Zicka hanya ber'oh ria saja.


"Kamu tau nggak siapa ceweknya?"


"Nggak tau dan nggak mau tau. Itu urusan kamu mau ketemu siapa," jawab Zicka acuh tak acuh.


"Aku mau ketemu kamu."


"Hah! Ketemu aku?" Zicka menarik jari telunjuknya menunjuk ke arah dirinya sendiri.


"Hmm ... Aku dengar dari Jenny kalian mau ketemuan dengan adik mantan suamimu yang ternyata juga menyukaimu di cafe XX. Awalnya aku nggak peduli, entah kenapa siang tadi aku terus kepikiran kamu jadi aku nyusul kalian ke sini. Terus waktu mau parkirin mobil, aku dengar suara kamu teriak minta lepasin jadi aku bergegas mencari arah sumber suara itu  Pas aku liat kamu lagi dipaksa ikut mantan suami kamu itu jadi aku langsung ambil tindakan. Aku nggak rela kalau kamu balikan sama mantan suami kami yang brengsekkk itu," jelas Keenan yang membuat mata Zicka jadi berkaca-kaca setelah mendengar penjelasan Keenan


"Keenan, makasih banyak ya!"


"Untuk??"


"Untuk semuanya. Udah nolongin aku dari mas Marcel tadi, udah ngehibur aku, dan udah baik sama Meyra. Aku nggak tau harus bilang apa lagi, aku cuma bisa bilang makasih atas semua kebaikan kamu."


"Tak perlu sungkan. Aku senang kalau kamu dan Meyra senang. Aku berharap, aku bisa terus membuat kalian bahagia, menjaga, dan melindungi kalian," ucap Keenan tulus.


Tanpa sadar ucapan Keenan tadi membuat air mata Zicka mengalir membasahi pipinya yang mulus. Hal tersebut tak luput dari pandangan Keenan. Dengan segera Keenan menyeka air mata itu dengan ibu jarinya. Lalu Keenan mendekatkan wajahnya dan cup ... Keenan mengecup dahi Zicka yang membuat Zicka merasakan gelenyar aneh pada dirinya, seakan ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik perutnya, menghantarkan kehangatan yang telah lama tidak ia rasakan.


Keenan masih duduk terpaku memandang wajah Zicka yang mulai memerah. Sadar akan hal itu, Zicka pun memalingkan wajahnya karena malu membuat Keenan tersenyum sumringah.


...***...


...HAPPY READING ❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2