Saat Suamiku Berubah

Saat Suamiku Berubah
47. Honeymoon II


__ADS_3

Tok tok tok ...


"Tuan, nona, makan malam sudah siap," ucap kepala pelayan di depan kamar Zicka dan Keenan.


Keenan pun segera membuka pintu kamarnya dan keluar kamar sambil menggandeng tangan Zicka, "baik, pak," ucap Keenan kepada kepala pelayan itu yang bernama Pak Joko.


"Silahkan ikuti saya tuan," ucap pak Joko lagi sambil berjalan lebih dahulu untuk menunjukkan lokasi makan malam.


Keenan dan Zicka pun mengikuti pak Joko hingga ke tepi pantai yang ternyata telah tersedia sebuah meja bundar dengan lilin di tengahnya. Di meja itu juga telah terhidang beraneka makanan mewah yang begitu menggugah selera. Di sepanjang jalan menuju meja itu juga terbentang karpet merah bertabur bunga dengan kerlap kerlip lampu memperindah suasana malam di tepi pantai itu.


"Candy light dinner," ucap Zicka dengan mata membola berbinar menggambarkan ekspresi takjub akan makan malam yang luar biasa ini.


Zicka belum pernah merasakan suasana makan malam seromantis ini. Zicka sampai  berdecak kagum tiada henti. Saking senangnya ia bahkan mencium pipi Keenan tanpa aba-aba.


"Sepertinya kau sangat menyukainya, Sayang," ucap Keenan sambil menatap wajah Zicka. Lalu Keenan meraih tangan Zicka dan mere masnya pelan kemudian membawa tangan itu ke bibirnya untuk dikecup.


"Sangat, aku sangat-sangat menyukainya. Aku tak menyangka mamamu akan melakukan hal seperti ini. Mungkin ini makan malam impiannya yang belum terwujud Sayang jadi mama mewujudkannya untuk kita."


"Sepertinya begitu. Apa kau memiliki impian seperti itu?" ucap Keenan sambil menarik kursi untuk Zicka duduki lalu ia beralih ke kursi di hadapannya dan menghempaskan bokongnya ke kursi itu.


"Hmmm ... berkhayal pun aku tak berani, Keen," ucap Zicka dengan tersenyum.


"Kalau kau memiliki suatu impian, katakan saja, aku akan berusaha mewujudkannya. Aku akan berusaha untuk selalu membahagiakanmu," ucap Keenan sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Terima kasih, Keen . Kau tahu, aku tak pernah menyesali pernikahan terdahulu ku yang gagal sebab tanpa kegagalan itu aku takkan pernah dipertemukan denganmu."


Ya tidak semua perpisahan merupakan sebuah kehancuran. Sebaliknya, bisa jadi kegagalan dan perpisahan itu merupakan sebuah awal untuk meraih kebahagiaan yang lebih indah dan besar lagi. Jadi jangan pernah berputus asa atas kegagalan ataupun perpisahan. Segalanya pasti memiliki hikmah. Ingat, Allah takkan memberikan ujian melebihi batas kemampuan hamba-Nya.


"Begitu pun aku, Zee. Semoga kita bisa selalu bersama selamanya, saling mencintai dan melengkapi hingga saatnya kita kembali ke haribaan-Nya," ucap Keenan dengan senyum merekah sempurna.


Setelah mengucapkan itu, Keenan dan Zicka pun mulai menikmati makan malamnya dengan penuh rasa cinta dan kebahagiaan. Selepas makan, mereka bermain-main pasir pantai sejenak, setelah mulai merasa lelah, mereka pun segera kembali ke kamar.


"Sayang, bisa kita melakukannya malam ini?" ucap Keenan berbisik di telinga Zicka yang sedang menyisir rambutnya selepas membersihkan diri. Zicka masih memakai bathrobe miliknya.


"Apakah harus malam ini? Aku lelah, Keen,"  ucap Zicka pura-pura sedang kelelahan lalu berjalan menjauhi Keenan sambil menguap.


"Tapi aku sangat menginginkannya, Sayang. Kau ingat, aku pernah mengatakan padamu sebelum malam lamaran itu, entah berapa lama lagi aku sanggup menahan hasratku dan sepertinya aku sudah tak sanggup lagi. Dulu kita belum menjadi pasangan halal jadi tak mungkin aku melakukannya," ucap Keenan dengan wajah memelas. "Tapi berbeda dengan sekarang, aku sungguh-sungguh menginginkanmu, Sayang," imbuhnya dengan wajah nelangsa.


"Oh ya! Jadi kau benar-benar menginginkannya? Hoaaammm ... Aku mengantuk sekali, Keen." Zicka masih menjauhi Keenan dengan smirknya. Dalam hati ia terkekeh sendiri karena berhasil mengerjai suaminya.


"Wah, ternyata kau baik sekali, Keen. Kau sangat pengertian," ucap Zicka dengan senyum menggoda tercetak di bibirnya.


"Sayang, bisa kau bantu aku sebentar?" ucap Zicka sambil berdiri di depan ranjang.


"Hmmm ... bantu apa, Sayang?" ucap Keenan yang telah berubah posisi setengah duduk memandangi Zicka.


"Bisakah kau membantuku membuka bathrobe ini? Sepertinya terikat terlalu kencang." Zicka membelakangi Keenan tanpa berbicara Keenan pun mendekati Zicka bermaksud untuk membantu membuka ikatan bathrobe yang dipakai Zicka lalu tiba-tiba matanya membulat dan mulutnya menganga lebar saat telah berdiri di hadapan Zicka. Dia benar-benar terkejut akan apa yang dilakukan Zicka saat ini.

__ADS_1


"Ternyata tadi kau hanya mengerjaiku, hah!" Ujar Keenan sambil menyeringai. "Istriku yang cantik, aku akan segera memakanmu." Keenan lantas segera menggendong Zicka dan merebahkannya ke atas tempat tidur.


Ternyata Zicka tadi hanya mengerjainya. Setelah Keenan mendekat dengan maksud ingin membantu membuka ikatan barthrobenya, ternyata saat dilihat bathrobenya telah terbuka dan di balik bathrobe itu Zicka telah memakai lingerie super sexy berwarna merah terang, membuat darah Keenan langsung berdesir hebat. Tanpa ragu-ragu ia mengangkat tubuh Zicka dan membaringkannya di kasur.


Keenan memandangi wajah Zicka dengan lekat. Lalu ia mencium dahi, pipi, mata, dan hidung Zicka secara bergantian. Lalu ia berakhir melabuhkan ciumannya di bibir. Awalnya itu hanya berupa kecupan-kecupan kecil, namun semakin lama kecupan itu menjadi semakin intens dan dalam. Luma tan demi luma tan ia berikan pada bibir Zicka yang terasa begitu manis di indra pengecapnya.


Tangan Keenan pun tak tinggal diam, tanpa melepas tautan bibir mereka, ia menarik lingerie Zicka dengan perlahan hingga terpampanglah tubuh polos Zicka yang begitu menggoda. Membakar hasratnya untuk melakukan hal lebih.


Tangan itu kini telah beralih ke gunung kembar Zicka. Ia memilin dan mere mas dengan lembut. Kecupannya pun telah beralih ke leher Zicka disertai gigitan-gigitan kecil yang membuat Zicka tak kuasa untuk menahan keluarnya desa han dari celah bibirnya.


Setelah puas menjelajahi tubuh Zicka dengan bibir, lidah, dan tangannya serta membuat stempel kepemilikan di berbagai tempat di tubuh Zicka, kini Keenan telah bersiap untuk melakukan penyatuan puncak. Tanpa melepas tautan bibir dan lidah, Keenan perlahan menancapkan keperkasaannya yang telah lama tak terjamah setelah ditinggal sang istri pertama.


Sebuah lenguhan sensual pun lolos dari bibir Zicka. Pun Keenan ikut melenguh saat akhirnya miliknya bisa kembali merasakan nikmatnya surga dunia. Dengan perlahan tapi pasti Keenan bergerak memaju mundurkan tubuhnya yang lambat laun temponya jadi makin cepat dan intens membuat mereka benar-benar mabuk kepayang.


Setelah mereka sama-sama mencapai puncak dan menaburkan benih-benih berharganya di rahim sang istri, Keenan pun merebahkan tubuhnya di sisi Zicka dengan nafas tersengal dan dada naik turun.


Keenan kini tengah memandangi wajah Zicka yang kelelahan dan dibanjiri peluh lalu mengecupnya dahinya.


"Terima kasih sayang telah hadir dalam hidupku. Aku tak menyangka, pertemuan kita dahulu yang biasa saja justru merupakan sinyal jodoh dari yang Kuasa. Walau harus diawali mengalami kegagalan dengan pasangan sebelumnya, setidaknya kini jodoh kita sebenarnya telah datang. Kau jodohku, aku jodohmu. Kini kau milikku dan aku milikmu. I love you, Sayang. Aku sangat mencintaimu," ujar Keenan tulus sambil mengusap pipi Zicka yang bersemu merah.


"Aku pun berterima kasih padamu, Sayang. Berkat hadirmu, hidupku yang dipenuhi rasa takut, luka, dan kecewa kini berganti bahagia. Aku pun sangat bersyukur pada yang kuasa, tanpa kuasa-Nya, takkan mungkin kita bisa bersama. I love you, too, sayang ku, cintaku, suamiku, ayah dari anak-anakku, Pipi Keen,"  ucap Zicka tulus.


Setelah saling mengungkapkan perasaan, lalu mereka pun terlelap sambil berpelukan, saling menyalurkan kehangatan, cinta, dan kasih sayang satu sama lain.

__ADS_1


...***...


...HAPPY READING ❤️❤️❤️...


__ADS_2