Sang Pangeran Kampus

Sang Pangeran Kampus
Runtuhnya Benteng si Boy


__ADS_3

Dylan dan Dedi terkejut melihat Boy dan Anggi berjalan dengan santainya menuju ke arah mereka . Sedangkan kedua petugas keamanan masih berdiri tegak di depan mereka.


" Apakah Boy sudah gila ?" guman Dylan dalam hati.


Dengan perasaan Cemas, mereka kemudian memberi isyarat ke Boy bahwa ke dua petugas keamanan yang berada di depannya masih ada.


Boy cuma bisa tersenyum melihat tingkah mereka, kemudian melangkah ke dalam pos keamanan untuk menekan tombol otomatis


pintu pagar tersebut.


Dengan perlahan pintu pagar terbuka namun


kedua petugas keamanan tetap tidak bergerak


dari tempatnya serta tidak mengeluarkan suara sepatah katapun.


Anggy ,Dylan dan Dedy terkejut melihat kejadian yang aneh ini, karena penasaran mereka segera menghampiri kedua petugas keamanan tersebut.


Mereka menatap dengan tajam serta mencoba mengajak berdialog namun kedua petugas keamanan itu tetap tidak bergerak dan tidak mengeluarkan suara sedikitpun .


" Boy...Apakah yang telah terjadi dengan mereka ?" tanya Anggy dengan Cemas


" Saya juga tidak tahu !!! Ayo segera kita tinggalkan tempat ini sebelum mereka tersadar " Jawab Boy sekenanya.


Dengan perasaan yang masih penasaran , Anggy , Dylan dan Dedy segera mengikuti perintah si Boy.


Boy dan Anggy terlebih dahulu meninggalkan


lokasi tersebut, Dylan dan Dedi menyusui di belakang. tidak jauh dari sana akhirnya mereka


berpapasan dengan Tony dan Adi yang juga sudah siap untuk pulang.


Begitu mereka tiba di rumah kost , Dylan dan Dedy segera menanyakan kembali kepada Boy tentang kejadian aneh yang baru saja mereka alami.


Tony dan Adi pun ikut bertanya karena mereka tidak melihat langsung kejadian aneh tersebut.


Akan tetapi Boy cuma berkata


" Nanti saja saya jelaskan, sebaiknya sekarang kita istirahat dulu okeyyyy...." Sambil menuntun Anggi masuk ke dalam rumah kost.


Di dalam kamar Boy segera meletakkan tas ransel hitam di atas meja kecil yang terletak di sebelah ranjang. Kemudian mempersilahkan


Anggi untuk beristirahat di ranjang sembari


memberikan sebuah selimut .


" Untuk sementara malam ini kamu beristirahat di sini dulu, besok kita mencari tempat yang layak untukmu " . ujar Boy menjelaskan sambil berbaring di sebuah sofa panjang di salah satu sudut kamar.


" Kenapa kamu harus mencari tempat tinggal yang lain untukku ? saya rasa di sini juga sangat layak untuk saya tinggali bersamamu" .


Sahut Anggy seraya merebahkan badannya ke


ranjang.


" Sebaiknya kamu tidur di sampingku;". pinta Anggy dengan wajah memelas.


Saya percaya kok bahwa kamu tidak akan berbuat macam-macam sama saya. Lagi pula


saat ini , kamu kan berstatus suamiku meski


cuma bohongan.

__ADS_1


" Tidak usah...Terima kasih, saya sudah terbiasa tidur di sofa ini juga kok ".balas Boy.


Anggi yang tidak tega melihat Boy tidur di sofa,


segera berdiri lalu berjalan ke arah Boy sambil


membuka baju dan celananya.


Boy terkejut melihat tingkah laku Anggi, Apalagi


setelah melihat seluruh tubuh Anggy yang sexy dan hanya di balut oleh Bra serta ****** *****


yang transparan.


" A...apa yang kamu lakukan Anggy " tanya boy


gugup


" Malam ini kamu telah menyelamatkan saya,


Oleh karena itu malam ini saya adalah milikmu


sepenuhnya. Saya akan menyerahkan segalanya ke padamu, Bahkan saya tidak akan


menyesal untuk memberikan keperawananku


ke padamu " ucap Anggi sambil tersenyum genit.


Boy terus berusaha menolak secara halus karena dia tidak ingin menyakiti perasaan seseorang , apalagi jika dia adalah seorang wanita.


" Baiklah saya akan tidur di sampingmu , akan


mengambil kesucianmu". pinta Boy sambil berpindah ke ranjang untuk berbaring.


Anggy pun segera menyusul dan langsung berbaring di samping si Boy .Dan Akhirnya mereka berdua tidur seranjang sepanjang


malam.


Di pagi hari, Boy lebih dulu terbangun setelah mendengar suara ayam jantan berkokok.


Boy bergegas bangkit dan menyiapkan sarapan


pagi untuk Anggi.


Sebenarnya Anggi juga sudah terbangun dari tadi , akan tetapi dia tetap berpura-pura tidur ketika melihat Boy sibuk di dapur.


Anggy segera berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi, tidak lama kemudian terdengar


suara gemercik air .


Boy yang telah selesai membuat sarapan, Segera menyanjikannya di atas sebuah meja


kecil yang terletak di sebelah ranjang.


Tiba-tiba terdengar suara Anggy dari dalam kamar mandi


" Boy ..., tolong dong ambilkan handuk. Saya lupa membawanya tadi " pinta Anggy


Boy segera mengambil sebuah handuk


putih yang tergeletak di atas ranjang lalu membawanya ke depan pintu kamar mandi yang dalam keadaan tertutup.

__ADS_1


Boy mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali, tidak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka sebagian lalu terlihat sebuah tangan


yang putih mulus menyembul keluar dengan sikap meminta.


" Mana handuknya ? " tanya Anggy sembari


menampakkan wajahnya di balik pintu sambil tersenyum manis.


Boy segera menyerahkan handuk ke arah tangan Anggy , namun di luar dugaan tangan


Anggy tidak meraih handuk tersebut akan tetapi


langsung mencengkeram pergelangan tangan Boy lalu menariknya ke dalam dengan sekuat


tenaga.


Tubuh Boy yang tidak siap menerima serangan tersebut akhirnya terjerembab ke depan menimpa tubuh molek Anggy yang dalam kondisi basah serta tidak terbalut oleh sehelai benangpun.


Kini tubuh keduanya saling menindih di lantai kamar mandi yang basah . Boy di buat panik ketika mengetahui bahwa tubuhnya sedang


menindih sesosok tubuh molek Anggy yang


dalam keadaan telanjang bulat.


Boy menutup ke dua matanya lalu segera mengangkat tubuhnya untuk menjauhi tubuh Anggy namun tiba-tiba kedua tangan Anggy


memeluk erat tubuhnya sehingga tubuh Boy


kembali menindih tubuh Anggy.


" Kamu tidak perlu menutup kedua matamu itu lagi ? Bukankah kamu juga telah melihat semuanya ? tanya Anggy dengan wajah bersemu merah.


Boy adalah seorang pria normal, meskipun dia


cukup kuat untuk menahan setiap godaan. Tetapi jika terus menerus di uji maka pada akhirnya akan tumbang juga.


Merasa bahwa perasaan Boy saat ini sedang dalam kondisi lemah, Anggy kembali melancarkan aksinya .


Terlebih dahulu Anggy memancing reaksi Boy


dengan cara mengulum bibir Boy secara lembut sambil memainkan lidahnya di dalam


mulut si Boy. kemudian memutar tubuhnya sehingga kini dia berbalik menindih tubuh si Boy.


Setelah di serang terus menerus, Akhirnya dengan nafas berat pertahanan Boy runtuh juga, kini Boy tidak lagi berdiam diri menerima serangan dari Anggi, Akan tetapi kini Boy balik menyerang sehingga membuat Anggy sangat


bahagia karena telah menaklukkan si Boy.


Dan akhirnya pertempuran sengit pun terjadi


di dalam kamar mandi tersebut, sesekali terdengar suara erangan dan pekik kenikmatan dari mulut Anggy.


Berkali-kali Anggy di buat merem melek karena telah mencapai puncaknya, akan tetapi


Boy terus saja melancarkan serangannya sehingga membuat Anggy kewalahan.


Hampir sekitar satu jam lamanya , barulah Boy


bisa mencapai puncaknya . Dalam beberapa saat seluruh tubuh Boy menegang hingga akhirnya terkulai lemas di samping Anggi .


.

__ADS_1


__ADS_2