
Selanjutnya polisi wanita tersebut memperkenalkan diri
"Perkenalkan saya AKBP Lestari, Kapolsek sekta 5 kabupaten Gowa". Kata polisi cantik tersebut yang ternyata adalah seorang Kapolsek.
"Siap, saya kapten Saras, kasatreskrim kota Makassar" balas kapten Saras.
"Kalau anda siapa?" tanya AKBP Lestari ke Boy.
"Nama saya Boy, teman kapten Saras dan sebagai warga sipil". Jawab Boy singkat.
"Tempat ini sangat berbahaya, kenapa kapten membiarkan warga sipil berada disini?" tanya AKBP Lestari.
"Maaf komisaris, saudara Boy inilah yang telah menyelamatkan saya dari penyekapan para pengedar narkoba dari villa itu. Seandainya Boy tidak ada, mungkin saya juga sudah tidak bernyawa lagi". Jelas kapten Saras.
Diam-diam AKBP Lestari kagum kepada sosok Boy setelah mendengar penjelasan dari kapten Saras.
"Selain karena wajahnya yang tampan, sepertinya dia bukan seorang pemuda biasa karena dia mampu menyelamatkan seorang sandera seorang diri dengan sangat mudah bahkan sampai tidak diketahui oleh para penyandera tersebut" gumam AKBP Lestari dalam hati.
"Kalau begitu, dapatkah anda menjelaskan situasi serta jumlah para pengedar yang ada di villa tersebut?". Tanya AKBP Lestari ke Boy.
Boy dengan sigap menjelaskan secara terperinci semua situasi yang telah dia lihat sebelumnya. Mulai dari jumlah para penjaga yang ada di pintu gerbang villa serta para pimpinan pengedar tersebut yang berada di dalam villa.
AKBP atau Komisaris Lestari segera mengumpulkan para tim penyergapnya kemudian menjelaskan semua situasi villa yang telah didapatkannya dari Boy lalu menyusun strategi yang tepat dalam melakukan penyergapan agar para pengedar tidak ada yang meloloskan diri.
Setelah merasa semuanya sudah jelas, selanjutnya tim penyergap yang bersenjata lengkap bersama Komisaris Lestari bergerak maju tanpa menyalakan lampu kendaraan mereka agar tidak diketahui kedatangannya oleh para penjaga yang berada di pintu gerbang villa tersebut.
__ADS_1
Setelah berada sekitar sepuluh meter dari pintu gerbang villa, barulah tim penyergap menyalakan lampu kendaraan sehingga membuat para penjaga terkejut.
Tak ayal kontak senjata pun terjadi, suara tembakan secara beruntun memecah keheningan malam. Beberapa orang dari penjaga pintu gerbang terlihat ambruk ke tanah
dan tewas seketika setelah terkena peluru panas dari pihak kepolisian.
Sementara pak Rony, pak Dany, pak Bowo, serta pak Seto yang berada di dalam villa dan tengah asyik berpesta narkoba sangat terkejut ketika mendengar suara tembakan yang terus saja bergema.
Mereka baru menyadari bahwa saat ini mereka telah dikepung oleh pihak kepolisian. Sementara itu pihak kepolisian terus menerobos masuk ke dalam villa setelah berhasil melumpuhkan semua penjaga yang ada di pintu gerbang.
Komisaris besar atau kombes Lestari yang memimpin di depan dan di bantu oleh beberapa anggota tim penyergap segera mendobrak pintu villa hingga hancur berantakan.
Mereka segera bergerak masuk ke dalam villa, Kombes Lestari segera memerintahkan tim penyergap untuk berpencar mencari para bandar narkoba yang telah bersembunyi.
Dia sendiri bersama seorang anggota tim penyergap bergerak masuk ke bagian lantai bawah tanah, sementara anggota tim penyergap yang lainnya menuju ke bagian belakang serta lantai dua bangunan villa.
Sedangkan kedua jenasah anak buah Kapten Saras yang telah gugur di kumpulkan bersama dengan jenasah para pengedar narkoba yang tewas terkena tembakan.
Namun setelah semua anggota tim penyergap berkumpul semua, Kombes Lestari bersama seorang anggota tim penyergap belum juga kelihatan batang hidungnya.
Kapten Saras dan Boy yang hanya menunggu diluar merasa was-was dengan hal tersebut, mereka memang tidak bisa ikut dalam penyergapan tersebut karena dilarang oleh Kombes Lestari.
Setelah beberapa saat menunggu, namun Kombes Lestari tidak juga terlihat. Dengan terpaksa kapten Saras mengambil alih komando tim penyergap.
Dia segera memerintahkan kepada sebagian anggota tim penyergap untuk mencari Kombes Lestari sedangkan sebagian lagi ditugaskan untuk menjaga para tahanan.
__ADS_1
Sebenarnya Boy ingin bergerak sendiri untuk mencari Kombes Lestari namun karena dia juga masih khawatir dengan keselamatan kapten Saras, terpaksa dia cuma bisa terus mengawal kemanapun kapten Saras bergerak.
Kapten Saras kemudian berlari masuk ke dalam villa di ikuti oleh Boy dan beberapa anggota tim penyergap, sementara yang lain bergerak mengelilingi villa mewah yang luas tersebut.
Setelah berada di dalam villa, salah satu anggota tim penyergap datang memberi tahu kapten Saras bahwa dia tadi melihat Kombes Lestari masuk ke ruangan bawah tanah beserta salah seorang rekannya.
Mendengar hal tersebut, kapten Saras dan Boy langsung menyergap masuk kedalam ruangan bawah tanah yang dimaksud. Dan alangkah terkejutnya ketika mereka menemukan salah satu anggota tim penyergap yang tergeletak tidak sadarkan diri.
Kapten Saras segera memerintahkan kepada semua anggota tim penyergap yang ikut denganya untuk membawa rekannya yang tergeletak keluar dari villa untuk memberikan pertolongan.
Boy segera berkelebat cepat mencari Kombes Lestari ke seluruh bagian ruang bawah tanah, namun tetap saja tidak bisa menemukan sosok Kombes Lestari.
"Sepertinya ada seseorang atau beberapa orang yang berhasil kabur dari penyergapan kali ini, dan bahkan mereka berhasil menyandera komisaris besar Lestari" jelas Boy kepada kapten Saras dan tim penyergap.
Saya yakin mereka masih ada di sekitar sini, karena jalan satu-satunya untuk keluar dari sini telah kita tutup. Kita harus segera menemukan Kombes Lestari sebelum matahari terbit.
Sementara itu seorang pria bersama seorang wanita yang berada di salah satu bukit yang tidak jauh dari villa itu, sedang mengamati pergerakan para tim penyergap yang sedang berpencar untuk mencari Kombes Lestari.
Mereka tidak lain adalah Kombes Lestari yang sedang disandera oleh pak Rony yang merupakan salah satu bandar narkoba yang berhasil meloloskan diri dari penyergapan.
Sepertinya pak Rony juga merupakan seorang ahli beladiri sama seperti Boy karena sebelumnya dia berhasil melumpuhkan Kombes Lestari yang merupakan salah satu pemilik sabuk hitam karate.
Setelah melihat para tim penyergap berkonsentrasi mencari di belakang villa, pak Rony segera berkelebat pergi meninggalkan lokasi tersebut dengan cara menuruni bukit terjal dan licin dengan sangat mudah sambil memapah tubuh Kombes Lestari yang telah di totok jalan darahnya sehingga tidak bisa bergerak sedikitpun.
Dengan kemampuan ilmu meringankan tubuhnya, pak Rony berhasil membawa Kombes Lestari ke sebuah pulau terpencil yang tidak berpenghuni yang masih berada di wilayah kabupaten Gowa.
__ADS_1
Sementara itu kegelapan malam berangsur-angsur menghilang berganti dengan cahaya mentari pagi yang begitu hangat.
Boy dan kapten Saras yang masih berada di tempat kejadian perkara, cuma berhasil menemukan jejak pelarian seseorang dari atas bukit menuju arah lembah curam dan sangat licin.