
Malam gelap yang panjang telah berlalu, kini telah berganti dengan cahaya mentari pagi yang hangat menyinari bumi.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi hari, Boy terbangun terlebih dahulu dari pada Bu Rosa.
Sekujur tubuhnya terasa pegal akibat pertempuran sengit yang telah dia lakukan semalam suntuk.
Sebenarnya dia masih sangat ngantuk karena
baru bisa menyelesaikan pertarungannya
pada pukul lima pagi, namun Boy teringat bahwa dia telah meninggalkan Mila sendirian
di rumah kost.
Sementara Bu Rosa masih tertidur pulas dengan posisi terlungkup sehingga memperlihatkan keindahan bokongnya yang montok, putih, dan sangat mulus tanpa noda sedikitpun.
Melihat kondisi tersebut, seketika hasrat kejantanan Boy kembali bergejolak, sebenarnya
dia ingin menembak langsung melihat posisi
tubuh yang menggiurkan tersebut, namun boy
lebih memilih untuk mengurungkan niatnya.
Boy justru menyelimuti tubuh Bu Rosa agar tidak kedinginan. Setelah itu Boy masuk ke
kamar mandi yang terdapat di dalam kamar
tersebut.
Sebenarnya Bu Rosa sudah terbangun lebih dahulu dari Boy, namun ketika melihat Boy
ikut terbangun, dia kembali berpura-pura masih tertidur dengan sengaja membuat posisi
menantang dan berharap Boy kembali menyerangnya.
Namun apa yang diharapkannya tidak terjadi, dengan agak kesal dia kemudian berdiri lalu
segera melangkah menuju kamar mandi.
Sementara Boy yang lagi asyik mandi di bawah
guyuran air dari shower tidak menyadari kalau
Bu Rosa sudah berada tepat dibelakangnya.
Boy terkejut ketika seseorang memeluk tubuhnya dengan lembut dari belakang, dia segera bisa menebak siapa sosok tubuh yang telah memeluk tubuhnya dari belakang.
Dia kemudian segera berbalik untuk melihat sosok tersebut, nampak terlihat olehnya tubuh molek Bu Rosa yang juga telah basah
tertimpa guyuran air dari shower.
Kini tubuh mereka berdua kembali beradu di bawah guyuran air dari shower, awalnya Boy tidak ingin melanjutkan namun karena Bu Rosa
yang terus melancarkan aksinya Bahkan kini dia beraksi di bagian bawah tubuh Boy yang membuatnya kembali terangsang.
Pertarungan demi pertarungan kembali tersaji,
namun kali ini lebih bervariasi karena dilakukan
dengan gaya bebas di dalam kamar mandi.
Jurus-jurus pamungkas terus dilancarkan
silih berganti dari mereka berdua, posisi serta lokasi yang terus berubah-ubah membuat keduanya tidak merasa bosan melakukannya.
Hingga setelah beberapa jam lamanya, kini mereka berdua terkulai lemas di dalam bak mandi besar yang terdapat di ruangan tersebut.
Sementara itu di rumah kost, Mila yang semalaman menunggu kepulangan Boy menjadi khawatir, sekarang jarum jam sudah
__ADS_1
menunjukkan pukul sebelas, namun Boy belum
juga menampakkan batang hidungnya.
Mila kemudian keluar kamar Boy untuk mencari
bantuan dari teman-teman Boy yang dia temui
kemarin. Namun dia tidak menemukan seseorang pun dari mereka.
Mila kemudian keluar ke teras rumah setelah
tidak menemukan seorang pun di dalam rumah,
setelah berada di teras rumah, dia melihat seorang wanita di sebelah rumah sedang memperhatikannya.
Mila bermaksud menemui wanita tersebut, siapa tahu wanita itu mengetahui sesuatu
mengenai keberadaan Boy. Namun sebelum
dia melangkah, wanita tersebut sudah terlebih
dahulu berjalan menuju ke padanya.
Rupanya wanita itu adalah Tante Mia, dia terkejut ketika melihat seorang gadis berada
di teras rumah kostnya.
Setelah saling berhadapan, Tante Mia segera
bertanya
"Kamu siapa?"
"Saya Mila Tante"
"saya teman Boy Tante!" jawab Mila.
"Oh... jadi dia teman Boy" Guman Tante Mia dalam hati.
"Sejak kapan kamu ada disini?"
"Kemarin sore Tante" jawab Mila.
"Hah... jadi kamu sudah nginap di sini semalam?" tanya Tante Mia terkejut.
Nampak terlihat jelas kecemburuan Tante
Mia setelah mengetahui bahwa gadis tersebut
telah menginap semalam di kamar Boy. "Berarti
telah terjadi sesuatu hubungan yang erat di antara mereka" pikir Tante Mia.
"Lalu, dimana Boy sekarang?""
"Saya juga tidak tahu keberadaan Boy sekarang,
karena sejak semalam dia pergi dan sampai sekarang belum kembali" Jelas Mila.
"Begitu rupanya, berarti diantara mereka tidak terjadi sesuatu karena Boy tidak bermalam
disini". Pikir Tante Mia merasa lega.
Setelah beberapa lama berbincang-bincang, terlihat sebuah motor memasuki pekarangan rumah kost dan langsung masuk ke garasi yang terletak di samping rumah.
Rupanya Boy sudah kembali ke rumah kost,
dia segera menemui kedua wanita yang sedang
__ADS_1
bercakap-cakap di teras rumah.
"Selamat siang Tante" sapa boy dengan sopan.
"Kamu dari mana saja Boy?teman kamu mencari dari tadi" tanya Tante Mia.
"Maafkan saya Mila, saya meninggalkanmu
semalam tanpa! memberi tahu sebelumnya.
Saya pergi ke rumah dosen semalam untuk
mengerjakan tugas yang diberikan dan saya
terpaksa bermalam karena harus menyelesaikannya malam ini juga" jelas Boy
berbohong.
"Tidak apa-apa Boy, sebaiknya sekarang kita
pergi cari makan yuk, soalnya perut saya sudah
keroncong karena belum diisi sejak tadi malam." Sahut Mila sambil tersenyum.
"Kalian tidak perlu keluar jauh-jauh cari makan,
ayo kita makan di rumah saja, kebetulan saya sedang masak banyak, kasian nanti mubasir
karena tidak ada yang makan". ujar Tante Mia.
"Terima kasih banyak Tante, tapi tidak usah karena kami akan merepotkan Tante saja". Jawab Boy berusaha menghindar.
"Ayolah Boy, kenapa malu-malu sih, ini juga sebagai tanda permohonan maafku kepada
teman cantikmu ini karena saya tadi bersikap jutek kepadanya" lanjut Tante Mia.
Boy segera memandangi Mila untuk! meminta
persetujuannya, Mila hanya bisa mengangguk pertanda setuju. Kemudian mereka berjalan
ke arah rumah Tante Mia.
Setelah makan siang Boy dan Mila Pamit untuk
kembali ke rumah kost. Mereka berdua berlalu
pergi meninggalkan Tante Mia seorang diri.
Sambil berjalan Mila menanyakan tentang sosok Tante. Mia.
"Siapa wanita itu Boy?"
"Dia bernama Salmia dan saya memanggilnya
Tante Mia, dia adalah pemilik rumah kost yang saya tinggali saat ini. Dia adalah seorang janda beranak satu, putrinya bernama Mawar, sebentar lagi akan akan lulus dari bangku sekolah menengah atas. Dia sangat baik kepadaku,. dia yang selalu membantuku
jika. saya sedang menghadapi masalah".
"Pantas saja dia tadi sangat jutek kepadaku setelah mendengar bahwa saya menginap bersamamu di kamar kost. Sepertinya dia sangat cemburu kepadaku tetapi setelah mengetahui bahwa kamu tidak tidur bersama diriku di kamar kost, sifatnya langsung berubah menjadi baik kepadaku". Jelas Mila sambil menatap Boy.
"Kamu ini ada-ada saja, tetapi apakah kamu juga cemburu jika benar bahwa saya berhubungan dengannya?" tanya Boy sembari
mengamati reaksi Mila atas pertanyaan yang . dilontarkannya.
Muka Mila serta merta bersemu merah setelah
mendengar pertanyaan Boy.
"Untuk apa saya cemburu, lagi pula kita belum terikat hubungan apapun" jawab Mila yang sedang mencoba menutupi perasaan cemburunya.
__ADS_1