
"Tidak apa-apa adik, saya juga cuma sendiri kok. Kasihan kursinya kalau tidak terpakai seperti teman-temannya yang lain" jawab Boy
dengan sedikit bercanda.
Mendengar jawaban Boy, gadis SMA itu tertawa
renyah yang membuatnya terlihat sangat menarik hati setiap lelaki yang memandangnya.
Kemudian gadis cantik itu melihat daftar menu
makanan yang tersedia di meja makan, setelah beberapa saat gadis tersebut menaruh kembali
daftar menu tersebut tanpa memanggil pelayan
untuk memesan makanan.
Boy yang memperhatikan tingkah gadis tersebut segera bertanya
"Kenapa Adik tidak memesan makanan atau minuman? apakah tidak ada menu yang cocok untuk adik?" tanya Boy sambil mengerutkan keningnya.
Gadis tersebut tersenyum sambil menatap Boy,
lalu berkata
"Saya sebenarnya sedang menunggu kedatangan teman-temanku, nanti setelah mereka datang baru saya akan memesan menu makanan dan minuman" Jelas Gadis cantik tersebut.
Melihat meja makan yang masih kosong, gadis
cantik tersebut balik bertanya
"Kakak sendiri kenapa belum memesan makanan?".
"Sudah saya pesan kok, sebentar lagi pasti datang" jawab Boy singkat.
Tidak lama setelah Boy berkata, dua orang pelayan restoran datang membawa menu makanan serta minuman yang di pesan oleh Boy.
Setelah makanan disajikan diatas meja, Boy kemudian mengajak gadis cantik tersebut untuk menyantap makanan yang dipesannya.
"Terima kasih kakak, silahkan makan duluan"
jawab gadis cantik tersebut.
Setelah beberapa lama dia memperhatikan Boy yang sedang asyik menyantap makanannya dengan seksama, gadis cantik tersebut baru menyadari bahwa pemuda yang sedang berada dihadapannya ini sangat tampan dan menarik.
"Rugi kalau sampai saya tidak berkenalan dan
mengenalinya lebih dekat" gumam gadis tersebut dalam hati. kemudian dia berkata
"Ngomong-ngomong kita belum berkenalan
kakak, nama saya Mawar..." kata gadis cantik
itu sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Boy terlebih dahulu membersihkan tangannya
dengan tisu lalu menyambut tangan lembut gadis cantik tersebut
"Saya Boy" katanya singkat sembari menyantap kembali makanannya.
Sementara itu diluar restoran, baru saja empat
orang gadis cantik berseragam SMA turun dari mobil mewah berwarna merah yang mereka
__ADS_1
kendarai.
Terlihat salah seorang dari mereka mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang.
Setelah mendengar jawaban seseorang dari ponselnya, gadis tersebut kemudian melangkah memasuki restoran diikuti oleh ketiga temannya dari belakang.
Setelah berada di dalam restoran, mereka lalu
mengarahkan pandangan nya ke setiap sudut
ruangan agar bisa menemukan sesosok orang
yang mereka cari.
Kemudian salah satu di antara mereka menunjuk ke salah satu meja yang terletak di sudut ruangan, lalu berkata
"Itu dia di sana yang sedang duduk disudut ruangan dengan seorang cowok".
Seketika ketiga teman mereka berebut untuk
melihat keberadaan orang yang di maksud,
mereka berempat saling berpandangan lalu segera berjalan menuju meja yang di mana Mawar dan Boy berada.
Mendadak suasana menjadi riuh setelah kedatangan ke empat gadis tersebut, Mawar
kemudian mempersilahkan keempat temannya untuk duduk.
Mereka segera memesan makanan serta minuman yang mereka inginkan, sementara itu
Boy yang baru saja selesai menyantap makanannya nampak duduk santai di kursi
sambil menikmati segelas minuman segar yang dia pesan tadi.
Keempat gadis SMA yang baru datang tampak memperhatikan Boy dengan seksama kemudian dengan perlahan-lahan berbisik menanyakan perihal keberadaannya di meja mereka kepada Mawar.
"Namanya kakak Boy" jawab Mawar singkat.
"Dia pacar atau keluarga kamu?" tanya gadis yang satunya lagi sambil melirik Boy.
"Dia bukan siapa-siapa aku kok" jawab Mawar
sambil tersenyum manis menatap Boy.
"Lalu kenapa dia ada di meja ini bersama kita, apakah kamu tidak takut? jangan-jangan dia mau berniat jahat?" tanya gadis yang satunya lagi.
"ssst...Kalian ini tidak tahu malu, justru harusnya dia yang bertanya kenapa kita ada di mejanya sekarang ini?" jawab Mawar.
"Lho kok bisa gitu?" tanya mereka berbarengan.
"Sebenarnya tadi saya yang minta numpang duduk di meja ini karena tidak ada tempat lain yang kosong, sekarang malah menuduh orang yang tidak-tidak". jelas Mawar agak kesal.
Karena takut Boy tersinggung mendengar perkataan teman-temannya, maka Mawar segera berkata
"Sekarang kalian minta maaf kepada kak Boy"
"Maafkan kami kak, karena sudah mengatakan
sesuatu yang salah" Ujar keempat gadis tersebut.
"Tidak apa-apa, saya memaafkan kalian saat ini, tetapi lain kali, kalian jangan langsung menuduh atau menilai seseorang sebelum mengetahui jalan cerita yang sebenarnya" jelas
Boy mengajari.
__ADS_1
"Baik kakak' jawab keempat gadis tersebut dengan muka memerah karena merasa malu.
Pesanan makanan dan minuman gadis-gadis tersebut akhirnya datang juga, para pelayan restoran segera menyajikannya di depan mereka.
Boy kemudian berdiri dan pamit untuk pergi namun Mawar mencegahnya lalu berkata
"saya mohon tunggu kami dulu kak, masih ada sesuatu hal yang ingin saya tanyakan setelah
saya makan".
Boy berpikir sejenak, kemudian kembali duduk
di kursinya lagi karena tidak ingin mengecewakan gadis-gadis tersebut.
Setelah gadis-gadis tersebut sudah selesai makan, Boy pun segera bertanya ke Mawar
"Hal apa yang ingin kamu tanyakan ke saya?"
"Apakah kakak seorang mahasiswa?" tanya Mawar.
"Iya, saya seorang mahasiswa, memang kenapa" tanya Boy sembari mengerutkan keningnya.
"Begini kak..., kami kan sudah kelas tiga SMA dan sebentar lagi lulus, akan tetapi kami belum bisa menentukan ke universitas mana nantinya kami melanjutkan pendidikan. Jadi kami ingin meminta saran dari kakak" jawab Mawar panjang lebar.
"Oh... jadi begitu, kalau menurut saya sebaiknya
kalian masuk ke universitas yang sudah diakui serta memiliki akrebilitas A dan mempunyai nama baik" jelas Boy singkat.
"Kalau kakak sendiri kuliah di universitas mana?" tanya mereka serempak.
"Saya kuliah di universitas negeri Makassar, fakultas teknik arsitektur" jawab Boy.
"Sekarang sudah semester berapa?" tanya mereka lagi.
"Saat ini saya baru semester enam" jawab Boy.
Kelima gadis SMA terdiam kemudian mereka
merencanakan sesuatu dalam benaknya masing-masing setelah mendapatkan penjelasan dari Boy.
"Ngomong-ngomong kita belum saling kenal kakak, nama saya Eka" kata salah satu gadis sambil mengulurkan tangannya.
"Kalau saya Siska"
"Saya Leony"
"Dan saya Ayu"
Boy pun menyambut ukuran tangan mereka
sambil menyebut namanya berulang kali.
"Sekarang tidak ada lagi yang mau ditanyakan
kan? kalau begitu saya mohon pamit" kata Boy
kemudian.
Namun tiba-tiba, Mawar yang sedari tadi terdiam berkata
"Kalau boleh minta nomor ponselnya dong kak,
agar nantinya mudah di hubungi jika kami memerlukan bantuan"
__ADS_1
Boy kemudian memberikan nomor ponselnya
ke gadis-gadis tersebut sebelum melangkah pergi meninggalkan mereka.