
#Selamat Bersua kembali para pencinta novel khususnya pembaca novel kita ini "Sang Pangeran Kampus"#
* Saya sebagai penulis novel ini, Memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada anda sekalian, karena membuat semuanya penasaran.
* Setelah sekian bulan tidak update akhirnya baru hari ini saya bisa melanjutkan kembali menulis kelanjutan episode terbaru dari novel kesayangan kita ini yang berjudul "Sang Pangeran Kampus".
#Untuk itu saya sangat berharap kepada anda sekalian, agar terus memberikan dukungan kepada novel kita ini agar saya sebagai penulis tetap bersemangat untuk melanjutkan setiap episode-episode selanjutnya dengan jauh lebih baik dan berkualitas.Lebih dan kurangnya Mohon di maafkan#
* inilah episode selanjutnya *
\+\+\+ Selamat membaca \+\+\+
Sepertinya tante Mia sengaja melakukannya agar gadis muda dan cantik tersebut tidak bisa berkenalan ataupun berbicara langsung dengan Boy.
Namun sepertinya gadis cantik itu menyadari hal tersebut sehingga dia pun ikut berpura-pura tidak memperhatikan Boy lagi.
Siapakah sebenarnya gadis muda cantik tersebut?, apakah dia kerabat atau pun saudara tante Mia? kenapa tante Mia tidak ingin gadis tersebut mengenal sosok Boy? apakah tante Mia takut jika gadis tersebut nantinya menjadi pesaing atau pun penghalang bagi dirinya untuk memiliki si Boy?.
Namun jika di perhatikan lebih seksama, antara tante Mia dan gadis Cantik tersebut tampak beberapa kemiripan. Seperti pada mata dan bibirnya yang menawan serta bentuk wajahnya yang oval.
Sementara itu Boy yang sudah berada di dalam kamar langsung saja merebahkan tubuhnya di atas ranjang untuk melepas lelah setelah menempuh penerbangan beberapa jam dari jakarta.
Di malam hari tampak Boy beserta teman-teman kostnya sedang bersenda gurau di teras depan rumah kost mereka, namun seketika suasana senda gurau mereka terhenti ketika mendengar suara merdu dari sesosok wanita cantik yang kini tepat berdiri di hadapan mereka.
"Hay..., Selamat malam"
"Malam" Jawab Boy dan kawan-kawan berbarengan.
__ADS_1
Seketika mata mereka semua terbelalak serta terdiam mematung takkala menyaksikan paras cantik sesosok gadis yang tepat berada dihadapan mereka.
Terlebih gadis tersebut berpakaian sangat minim, di bagian atas dia hanya menggunakan sebuah tentop tipis berwarna putih tanpa memakai Bra sehingga menampakkan lekukan keindahan serta keelokan sepasang payudara yang memiliki ukuran cukup besar dan terlihat sangat kenyal.
Sementara di bagian bawah, gadis tersebut hanya memgenakan sebuah rok berwarna merah yang berukuran sangat mini sehingga jika sedikit saja dia mengangkat kakinya ketika melangkah maka akan memperlihatkan ****** ******** yang membalut mahkota serta bokongnya yang sangat indah di pandang mata.
Bodynya yang aduhai serta warna kulitnya yang putih mulus tanpa cacat serta aroma wewangian yang keluar dari tubuhnya akan membuat hasrat setiap lelaki normal yang melihatnya akan seketika memberontak untuk segera tersalurkan.
Dedi, Dilan, serta Tony dan Adi tak henti-hentinya memandang serta hanya bisa menelan ludah untuk meredam hasrat kelelakian mereka.
Sedangkan Boy yang sudah terbiasa menghadapi situasi yang seperti ini, agak terlihat mukanya memerah akibat menahan tawa menyaksikan tingkah laku ke empat rekan-rekannya yang salah tingkah karena berhadapan dengan gadis cantik dan sexy ini.
Terlebih ketika Boy melihat ke empat rekannya ini tak henti-hentinya silih berganti menyentuh celana bagian depan mereka untuk membenahi posisi pusaka mereka yang sudah sedari tadi menegang
karena melihat pemandangan yang sangat indah terpampang di hadapan mereka.
"Mohon maaf...,Siapakah diantara kalian yamg bernama Boy?" tanya gadis tersebut yang pura-pura belum tahu sosok yang bernama Boy.
Lagi-lagi yang di cari pasti si Boy, Apakah lelaki yang hidup di dunia ini hanya si Boy seorang? pikir mereka. Setiap ada wanita cantik yang menyapa mereka, ujung-ujungnya pasti Boy yang di cari.
Boy yang sedari tadi duduk sambil menahan tawa karena tingkah lucu rekan-rekannya segera berdiri lalu berjalan ke hadapan gadis cantik tersebut lalu mengulurkan tangan untuk berkenalan.
Gadis cantik ini pun segera menjabat tangan si Boy dengan lembut.
"Saya Boy! orang yang anda cari".Ucap Boy
Gadis cantik ini tidak langsung memperkenalkan diri, namun terus menggenggam tangan Boy sambil terus memperhatikan wajah Boy dengan seksama.
__ADS_1
Setelah merasa sudah cukup puas memperhatikan wajah si Boy, akhirnya gadis ini menyebut namanya sambil terus menggenggam tangan si Boy.
"Salam kenal Boy, saya Vivi". Ucapnya lalu melepaskan jabatan tangannya dari Boy.
Tiba-tiba dari arah belakang Boy, Dilan, Dedy, Tony dan juga Adi secara bersamaan menyodorkan tangannya ke arah Vivi untuk ikut berkenalan juga.
Boy cuma bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah kocak rekan-rekannya.
Sementara gadis cantik yang bernama Vivi ini terlihat tertawa kecil melihat tingkah kocak para cowok ini. Vivi selanjutnya menyalami ke empat cowok ini secara bergantian agar nantinya tidak kecewa dan mendapat malu jika di tolak berkenalan di depan Boy.
Selepas itu, Boy pun segera bertanya kembali.
"Ada keperluan apa saudari Vivi mencari saya? tanya Boy.
"Saya sebenarnya cuma iseng saja kemari, karena dengar khabar kalau di rumah kost milik Kak Mia ini tinggal seorang mahasiswa ganteng yang cukup populer di kampus maupun di lingkungan tempat tinggalnya yang bernama Boy".Jawab Vivi sambil tersenyum manis.
Boy pun penasaran ingin mencari tahu siapa sebenarnya gadis cantik yang bernama Vivi ini? Ada hubungan apa dia dengan tante Mia?.Maka Boy berkata kembali.
"Tadi pagi setiba dari bandar udara internasional sultan hasanuddin makassar, saya melihat kamu berbincang-bincang dengan tante Mia dengan sangat akrab". Ada hubungan apa kamu dengan tante Mia?
Sambil tersenyum Vivi menjawab.
"Saya adalah saudara kandung atau adik paling bungsu dari Kak Mia. Saya memang baru pertama kali kemari karena selama ini saya menetap di Singapore".
"Oooh...begitu..... ". Ucap ke empat pemuda kocak ini secara bersamaan sambil manggut-manggut sehingga mirip bebek yang sedang mematuk makanan. Mereka tak lain adalah Dedy, Dilan, Tony dan Adi.
Hal ini membuat Boy tidak bisa menahan tawa lagi, Kini tawa Boy pecah sejadi-jadinya setelah tertahan beberapa lamanya.
__ADS_1
Vivi pun yang mengetahui apa yang di tertawakan oleh Boy ikut pula tertawa cekikikan sehingga membuat ke empat pemuda kocak ini kebingungan dan saling bertatapan silih berganti sambil mengangkat bahunya masing-masing yang menandakan bahwa mereka tidak memahami apa yang telah ditertawakan oleh Boy dan Vivi.
Dalam keadaan muka yang masih bersemu merah setelah tertawa cekikikan, Vivi kemudian meminta kepada Boy untuk diantarkan melihat-lihat kondisi bagian dalam rumah kost tante Mia.