
Anggy di sekap dalam sebuah kamar di dalam Villa tersebut. Villa tersebut sangat besar serta
memiliki halaman yang sangat luas.
Pemandangan terlihat sangat indah sejauh mata memandang jika kita berada di atas villa tersebut karena berada tepat di atas bukit yang
di kelilingi awan .
Jika kita berada di villa tersebut, kita bagaikan sedang berada di negeri di atas awan yang biasa ada dalam sebuah cerita dongeng .
Di pandang dari bawah bukit saja tampak terlihat Villa tersebut sedang melayang diantara awan-awan yang berada di sekelilingnya.
Kabarnya Villa tersebut dimiliki oleh seorang
konglomerat yang termasuk dalam daftar sepuluh besar orang terkaya di dunia .
Harga villa tersebut di perkirakan berkisar sebesar trilyunan rupiah .
Tidak seperti biasanya ,, saat ini villa tersebut terlihat begitu ramai oleh beberapa mobil mewah yang sedang terparkir di halaman.
Di setiap sudut villa di jaga oleh dua orang
petugas yang memakai jaket hitam . Tepat pada
pukul sebelas sebuah mobil Limosin mewah
memasuki halaman villa dan langsung menuju
ke depan pintu utama villa.
Seorang pria turun dari mobil Limosin tersebut,
menyusul di belakangnya seorang wanita cantik berpakaian **** yang memperlihatkan
kaki jenjangnya yang berwarna putih dan mulus
tanpa noda sedikitpun.
Mereka tidak lain adalah Ayah dan Ibu tiri Anggy , mereka di sambut oleh para pengawal
bayaran dan segera membukakan pintu
villa .
" Di mana kalian menyekapnya ? " tanya pak Arya kepada para pengawal tersebut dengan nada tegas .
" Di kamar utama lantai atas pak " jawab salah seorang dari pengawal tersebut yang merupakan pemimpin mereka sambil memberikan sebuah kartu yang merupakan
kunci dari kamar utama .
Setelah mendengar perkataan pengawal tersebut, Pak Arya segera bergegas berjalan
ke lantai atas dengan menyusuri tangga yang
sangat mewah.
Setibanya di depan pintu kamar utama tersebut , Pak Arya terlihat menarik nafas dalam-dalam lalu menghempaskannya dengan sekuat-kuatnya .
Pak Arya segera menggesekkan kartu yang di berikan tadi hingga membuat pintu kamar utama terbuka dengan sendirinya .
Anggy terlihat sedang duduk di kursi yang berhadapan dengan meja rias yang sangat mewah .
__ADS_1
Pak Arya dan istrinya yang bernama Ayu segera bergegas masuk menghampiri Anggy dan berhenti setelah sudah berada di belakang Anggy .
" Untuk apa kalian datang kemari ? Apakah
hanya untuk melihat penderitaanku ? tanya Anggy dengan judes .
" Maafkan kami Anggy , Kami datang kemari
untuk menjelaskan dan menyelesaikan persoalan ini agar segera berakhir " jawab pak Arya sambil memandang istri mudanya .
" Semudah itukah kalian meminta maaf setelah
tindakan kalian telah memakan korban jiwa ? " tanya Anggy lagi .
" Kamipun sebenarnya tidak menyangka kalau
tindakan kami akan menimbulkan korban jiwa ,
Kami hanya ingin menakut-nakuti orang yang
telah membawa kamu pergi " jawab pak Arya .
" Kalau hanya untuk menakut-nakuti kenapa mesti melakukan penyerangan di malam hari
pada saat kami semua sedang beristirahat "
tanya Anggy kemudian .
" Mengenai hal itu kami juga tidak mengetahuinya, karena perintah itu di berikan
langsung oleh pak Bambang kepada para pengawal setelah mengetahui bahwa orang suruhan saya berhasil di lumpuhkan oleh
orang yang membawamu " Ujar pak Arya .
merenggut kebahagiaan anak sendiri ? Bukankah dia hanya rekan bisnis ayah saja ? tanya Anggy sambil menitikkan air mata .
" Itulah sebenarnya tujuan kami kesini untuk
menjelaskan tentang siapa sebenarnya pak Bambang itu bagi Ayah " ujar pak Arya .
" Baiklah kalau begitu , tolong jelaskan semuanya sekarang dan jangan sampai ada yang ditutup-tutupi " Kata Anngy.
Sambil mengambil nafas dalam-dalam pak Arya bercerita
" Ayah dahulu tinggal di desa terpencil bersama ibumu, kami hanyalah seorang petani miskin yang tinggal di sebuah gubuk reyot di pematang sawah milik majikan kami "
" Kehidupan kami setiap hari sangat memprihatinkan , terkadang kami harus menahan lapar seharian karena tidak memiliki
cukup uang untuk membeli beras dan ikan untuk makan "
" Setelah beberapa tahun hidup bersama , akhirnya ibumu hamil . Di masa kehamilannya,
Saya dan ibumu menjalani dengan kesabaran.
Berbagai cobaan silih datang berganti "
" Hingga pada. suatu hari, ketika kamu akan di lahirkan , Ayah dan ibumu bingung harus berbuat apa karena kami tidak memiliki uang sedikit pun untuk biaya persalinan ibumu."
" Setelah sekian lama Ayah memikirkan jalan keluarnya , kondisi ibumu sudah sangat memprihatinkan . Karena Ayah takut dengan kondisi ibumu dan janinnya , maka Ayah memutuskan untuk membawa ibumu ke puskesmas yang jaraknya cukup jauh dari
rumah kami ".
__ADS_1
" Karena Ayah tidak mempunyai uang untuk
naik kendaraan, Dengan terpaksa Ayah meminjam gerobak sampah orang dan menaikkan ibumu ke atas lalu membawanya segera ke puskesmas sebelum terlambat"
" Namun ketika masih dalam perjalanan menuju puskesmas Kami mengalami musibah .
Karena Ayah terburu-buru mendorong gerobak
dan tidak memperhatikan jalan, Akhirnya ayah
menabrak sebuah mobil mewah yang masih
baru "
" Dalam kejadian tersebut ibumu terlempar keluar dari gerobak hingga membuatnya
tidak sadarkan diri . Pemilik mobil mewah yang kam tabrak dan melihat semua kejadiannya
turun dari mobil dan berjalan mendekati kami ".
" Awalnya kami mengira dia akan marah karena menabrak mobilnya hingga lecet , akan tetapi
hal itu tidak terjadi . Justru dia langsung memerintahkan sopir dan para pengawalnya untuk membawa ibumu secepatnya ke rumah
sakit terdekat ".
" Kami akhirnya di bawah menggunakan mobil mewah tersebut ke rumah sakit terdekat .
Dan ketika kami tiba dirumah sakit , Beberapa
dokter menghampiri dan langsung membawa
ibumu ke. unit gawat darurat ".
" Boleh dibilang seluruh dokter yang ada di rumah sakit tersebut masuk ke dalam unit gawat darurat untuk melihat dan menangani ibumu ".
" Setelah menunggu sekitar satu jam lamanya ,
Seorang dokter keluar dari ruangan unit gawat darurat tersebut dan diikuti oleh beberapa dokter lainnya "..
" Setelah berada di dekat kami , dokter yang juga sebagai kepala rumah sakit meminta maaf kepada pria yang menolongku itu dan menjelaskan bahwa bayinya berhasil di selamatkan akan tetapi ibu bayi itu sudah
meninggal sebelum masuk ke rumah sakit ini ".
.
" Saya sangat terpukul atas kejadian tersebut ,
Kenapa hal ini bisa terjadi ? kenapa di tengah kebahagiaanku selalu dibatengi dengan kesedihan".
" Setelah ibumu di makamkan , Pria yang menolong kami memutuskan untuk membawaku ke kota dan memberiku pekerjaan
sementara dirimu di asuh oleh Baby sister yang telah di sewa oleh pria tersebut ",
" Sejak saat itulah , perubahan drastis terjadi pada kehidupan Ayah bersamamu . Ayah tidak lagi miskin, Ayah punya segalanya "
" Pria tersebut bukan memberikan ayah pekerjaan biasa, akan tetapi langsung memberikan satu perusahaan miliknya untuk Ayah kelola hingga sekarang . Dan perlu kamu ketahui bahwa pria itu adalah pak Bambang
Pratama ".
Anggy kini hanya bisa terdiam membisu setelah mendengar kisah orang tuanya yang
__ADS_1
penuh liku-liku .