
Vivi berpura-pura mengeliat kemudian menyeka kedua matanya dengan menggunakan tangannya seakan-akan baru terbangun dari tidurnya.
Kemudian selanjutnya dia duduk di atas ranjang sambil bertanya
"Apa sih yang ingin kakak katakan ke saya? apakah sangat penting, sampai-sampai membangunkanku pagi-pagi buta begini?".
Tante Mia yang tadinya berdiri kemudian perlahan-lahan berjalan menghampiri Vivi lalu ikut duduk tepat di samping Vivi.
Sambil memegang bahu kanan Vivi dengan tangan kirinya dan di sertai dengan pandangan yang sangat tajam, kak Mia lalu bertanya dengan sedikit berbisik di telinga Vivi
"Kemana kamu pergi semalaman?"
Awalnya Vivi agak terkejut serta ke bingungan harus berkata apa, namun dengan penuh ketegangan Vivi menjawab sekenanya
"Saya semaiam pergi ke rumah teman yang berada di sekitar sini karena ada keperluan mendesak yang harus saya selesaikan saat itu juga sehingga saya tidak sempat lagi berpamitan kepada kakak".
Sepertinya jawaban dari mulut Vivi tidak serta merta membuat Tante Mia atau kak Mia percaya sepenuhnya.
Untuk itu, kak Mia kembali bertanya
"Apakah kamu sempat bertemu dengan anak-anak yang indekos di sebelah rumah?".
"Iya kak, sebelum saya pergi saya sempat berkenalan dengan pemuda-pemuda itu "Ujar Vivi.
Kak Mia tampaknya terdiam sejenak lalu kembali berkata
"Siapa nama-nama pemuda yang kamu temui itu semalam?".
"Entahlah, saya juga tidak terlalu memperhatikannya jadi saya tidak ingat sebagian nama-nama mereka"Jelas Vivi.
__ADS_1
"Coba sebutkan nama-nama yang kamu ingat?" tanya kak Mia lagi
Vivi sedikit mengerutkan keningnya sambil bertanya dalam hati "Apasih sebenarnya yang diinginkan oleh kak Mia? Kenapa dia begitu ingin sekali mengetahui nama-nama pemuda yang saya temui semalam?".
"Sepertinya kak Mia ingin menyelidiki apa yang telah saya lakukan semalam" pikir Vivi lagi dalam hati.
"Seingat saya mereka bernama Dedy, lalu si Tony serta si Boy, sedangkan nama yang lainnya saya tidak ingat lagi" jawab Vivi dengan tenang.
Kak Mia yang mendengarkan dengan seksama hanya bisa manggut-manggut, sepertinya dia masih penasaran terjadap apa yang telah di lakukan oleh Vivi semalam.
Setelah terdiam beberapa saat, kak Mia kemudian berkata
"Untuk saat ini saya masih bisa memaklumi kejadian ini akan tetapi lain kali jangan sampai terulang kembali, sebaiknya kamu beritahu saya sebelum melakukannya".
Selanjutnya kak Mia berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan keluar kamar meninggalkan adiknya seorang diri.
Sebenarnya Vivi sangat bangga kepada kak Mia terhadap semua perhatian yang telah di berikannya selama ini. Hal ini dilakukan kak Mia semata-mata agar Vivi adiknya tidak terjerumus ke dalam lubang hitam serta pergaulan bebas yang nantinya akan merugikan dirinya sendiri.
Saat jarum jam tepat menunjukkan pukul delapan pagi waktu indonesia bagian tengah, seorang pengendara motor yang mengenakan jaket berwarna hitam keluar dari halaman rumah kost lalu melaju menuju ke arah selatan. Dia bukan lain adalah si Boy yang sedang berangkat menuju kampusnya.
Sementara itu Vivi di ruang tamu rumah kak Mia, juga telah bersiap untuk berangkat ke sebuah acara pertemuan bersama teman-temannya hari ini.
Tiba-tiba suara notifikasi terdengar dari ponsel Vivi yang berada di dalam tas. Vivi segera mengeluarkan ponsel lalu mengeceknya.
Vivi tersenyum manis kemudian terlihat mengetik sesuatu lalu kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.
Selang beberapa saat, sebuah mobil sedan mewah berwarna putih berhenti tepat di depan rumah kak Mia kemudian membunyikan klakson berkali-kali.
Rupanya tadi Vivi sudah membagikan terlebih dahulu lokasi tempat dia di jemput melalui ponselnya. Vivi yang sedari tadi telah bersiap dan telah meminta izin kepada kak Mia, langsung berjalan keluar menghampiri mobil sedan mewah berwarna putih tersebut.
__ADS_1
Setelah Vivi membuka pintu pagar rumah kak Mia, tiga orang gadis cantik yang berpakaian sexy tampak secara bersamaan membuka pintu mobil kemudian berlari keluar menyambut kedatangan Vivi.
Mereka adalah gadis-gadis cantik yang merupakan sahabat-sahabat Vivi sewaktu masa kuliah dahulu. Orang tua mereka merupakan orang-orang kaya dan terpandang di kota ini.
Meskipun demikian Vivi merupakan gadis yang paling populer di antara mereka serta bertindak sebagai pemimpin dari geng.
Sebenarnya mereka merupakan lima sekawan, namun salah satu di antara mereka harus berkarir di luar negeri sehingga tidak dapat bergabung untuk saat ini.
Namun jika setiap ada kesempatan datang ke kota Makassar, mereka pasti akan berkumpul bersama lagi.
Sebelum mereka naik ke mobil, mereka berempat saling berpelukan terlebih dahulu untuk melepas kerinduan setelah tidak bertemu dalam waktu yang cukup lama.
"Wow... Vi...kamu semakin cantik saja, saya jadi iri loh" kata gadis cantik yang mengenakan pakaian berwarna hijau dan memiliki tubuh cukup tinggi serta body yang aduhai menyerupai sebuah gitar spanyol.
"Ah...Veby bisa aja, saya rasa kamu terlalu berlebihan deh" tutur Vivi sambil tersipu malu.
"Benar kok Vi...,Veby ngak berbohong" kata ke dua sahabat Vivi yang lainnya dengan berbarengan.
Mereka adalah Lala dan Kartika yang biasa di panggil Tika. Lala merupakan anak dari seorang ketua Dewan perwakilan rakyat daerah di Makassar serta pemilik sebuah perusahaan transportasi antar kota di daerah Sulawesi-selatan.
Lala memiliki paras wajah yang sangat cantik serta body yang cukup bohai dengan memiliki ukuran gunung kembar yang cukup besar serta bokong yang sexy.
Sedangkan Kartika atau biasa di panggil Tika merupakan anak dari seorang pengusaha yang kaya raya, Kartika kini telah memiliki memegang sebuah perusahaan milik ayahnya yang bergerak di bidang pertambangan.
Kartika juga memiliki paras wajah yang sangat cantik, cuma tinggi badannya saja yang agak pendek dari semua sahabat-sahabatnya.
Namun kartika memiliki postur tubuh yang sangat ideal karena dia suka melakukan olahraga yoga sehingga bentuk bokong serta dua buah mahkotanya terlihat begitu kencang dan kenyal sehingga sangat indah menggoda para lelaki untuk bisa menikmatinya.
Setelah mereka berempat merasa sudah cukup puas melepaskan kerinduannya, mereka pun naik ke mobil mewah berwarna putih tersebut dan segera meluncur menuju tempat acara yang akan berlangsung.
__ADS_1
Sementara Boy yang baru tiba di kampus, tiba-tiba menghentikan motornya di depan pos security setelah merasakan suasana kampus terasa cukup berbeda dari hari-hari sebelumnya.
Biasanya pada pagi hari buta suasana kampus masih terasa sepi namun kali ini sudah terlihat sangat ramai oleh beberapa mobil mewah yang memenuhi lahan parkir serta sejumlah orang yang tidak dikenal hilir mudik di hadapannya.