Sang Pangeran Kampus

Sang Pangeran Kampus
Pertarungan siang dan malam


__ADS_3

Beberapa waktu kemudian akhirnya Boy dan Dylan tiba di rumah kost, Tampak di teras rumah Tante Mia , Dedy , Tony , dan Adi sedang memperbincangkan sesuatu yang sangat penting.


" Selamat siang " . sapa Boy


" Siang " jawab mereka barengan.


" Kalian baik-baik saja ? Bagaimana selanjutnya proses hukum kejadian tadi ? " tanya Tante Mia , dengan wajah cemas.


" Kami baik-baik saja Tante " jawab Boy sambil tersenyum. Mengenai kejadian tadi, semua sudah di tangani oleh pihak berwajib , jadi kita tidak perlu khawatir lagi karena semuanya akan baik-baik saja.


" Kalian mungkin belum makan siang, Kebetulan tadi saya singgah makan di warung bersama Dylan . Dan Ini saya membeli beberapa bungkus nasi untuk kalian " Ujar Boy


" Maaf Tante , ini untuk anda ". kata Boy , sambil menyodorkan sebuah kantung plastik berisi nasi kotak.


" Terima kasih Boy , tidak usah ... saya sudah


makan kok. Ambil buat kalian saja , kalian kan


masih punya teman di dalam yang perlu makan


juga " . Ujar Tante Mia tersenyum manis.


Boy seketika tersentak kaget , Boy pamit lalu segera bergegas masuk ke dalam sambil membawa sebungkus nasi kotak di tangannya.


Dia segera mengetuk pintu kamar.


" Siapa " , tanya Anggy


" Saya Boy '


Anggi segera membuka pintu kamar. Boy bergegas masuk lalu memeluk Anggy. sambil


berkata


" Maafkan saya terlalu lama meninggalkanmu "


kata Boy.


Anggy cuma tersenyum serta membalas pelukan Boy dengan penuh kelembutan.


" Tidak apa-apa Boy , saya akan tetap sabar menunggu meski harus menghabiskan sepanjang hidupku " . Tutur Anggy dengan mata berkaca-kaca.


Boy menyiapkan makan St untuk Anggy di atas


meja makan kemudian mempersilahkan Anggy untuk makan.


" Silahkan makan " kata Boy.


" Terima kasih Boy , ayo kita makan bersama ".


pinta Anggy.


" Saya sudah makan tadi bersama Dylan , kamu makan saja ". Sahut Boy.


Setelah selesai makan Anggy langsung bertanya kepada Boy.


" Siapa orang-orang yang bikin ke kacauan tadi


di luar ? "


" Mereka adalah orang-orang suruhan Ayahmu "

__ADS_1


Ujar Boy


Anggy sangat terkejut dengan ucapan Boy, Dia


tidak menyangka bahwa Ayahnya akan mengirim orang untuk mengetahui keberadaannya.


" Sepertinya kita harus segera pergi dari sini , sekarang kita tidak aman lagi Ayahku sudah mengetahui keberadaan saya. Mereka pasti akan mencoba kembali lagi ke sini " ujar Anggy cemas.


" Saya kira juga berpikir begitu, tetapi jangan khawatir saya sudah membicarakannya dengan kapten Saras tadi setelah saya di interogasi olehnya. Untuk sementara kita aman di sini "


kata Boy menjelaskan.


" Sekarang kamu beristirahat saja dulu, saya


akan mempersiapkan sesuatu , mudah-mudahan akan membantu jika mereka


kembali lagi kemari .


Hari sudah mulai gelap, siang telah berganti


malam. Tiba-tiba ponsel Boy berdering , Dia segera meraih ponselnya, rupanya kapten Saras


yang menghubunginya.


Boy segera menjawab


" Selamat malam kapten , apa ada perkembangan baru " ujar Boy .


" Malam Boy , saya cuma ingin mengingatkan bahwa anda dan teman-teman agar selalu waspada karena kemungkinan saja mereka akan muncul kembali ". jelas kapten Saras .


" Tetapi kamu jangan khawatir karena kami telah mengirimkan beberapa personil! terbaik


untuk menjaga gerak gerik mereka ". ujar kapten Saras .


" Siapa Boy ? tanya Anggy penasaran.


" Oh... dia kapten Saras, kepala bagian kriminal


yang menangani kasus ini. Dia cuma menginginkan kita agar selalu waspada terhadap segala sesuatu meskipun mereka


turut ikut berjaga malam ini" jelas Boy


" Syukurlah kalau begitu , berarti kita bisa beristirahat dengan tenang. Boy kemudian


melangkah mendekati jendela kamar lalu menyingkap sedikit tirai untuk melihat situasi


di luar rumah.


Boy segera memperhatikan ke sekeliling kompleks rumah. Di sebelah timur jalan


terlihat ada seseorang yang berpakaian compang camping sedang berjalan mondar-mandir sambil sesekali tertawa.


Sedangkan di persimpangan jalan sebelah barat, nampak terlihat dua orang pria yang sedang duduk di depan sebuah warung yang


sudah tutup.


Boy segera duduk di sebelah Anggy yang sedari tadi berbaring sembari memandang


Boy.


" Boy , saya takut jatuh ke tangan pria tua itu.

__ADS_1


Akankah saya bisa lepas darinya ? " tanya Anggy sembari membaringkan tubuh Boy di sampingnya.


" Kamu tenang saja, saya pasti tidak akan membiarkan hal itu terjadi . Saya akan membuatnya berhenti mengejarmu " jawab Boy


" Terima kasih Boy , kamu begitu baik padaku.


kamu rela membantuku meskipun nyawamu


menjadi taruhannya. Untuk itu pula saya


tidak ragu akan dirimu " ujar Anggy sambil memeluk Boy dengan penuh kelembutan.


Kemudian Anggy terlebih dahulu mulai memancing Boy lagi . Sepertinya Anggy


ketagihan akan kehebatan Boy. Dia terus saja


menyerang Boy membabi buta bagaikan seekor singa betina yang kelaparan.


Boy segera memperingatkan Anggy bahwa seharusnya mereka tidak melakukan ini karena


bahaya sedang mengintai mereka kapan saja.


Namun peringatan Boy tidak di hiraukannya,


justru hal itu membuat Anggy semakin menggila. Tangannya begitu lincah melucuti


pakaian Boy sehingga dalam beberapa detik saja tubuh Boy sudah polos.


Dan alangkah terkejutnya ketika menyaksikan


senjata rahasia Boy yang telah membuatnya ketagihan . Dengan segera diapun melepaskan


pakaiannya hingga tak sehelai benangpun menempel di tubuhnya.


Anggy bergegas menangkap senjata yang dikaguminya tersebut dan langsung memainkannya, Boy hanya pasrah dan membiarkan Anggy berbuat semaunya.


Dengan nafas yang semakin memburu, Anggy


sepertinya sudah tidak kuasa lagi untuk melepaskan hasratnya,, maka dengan segera


mengarahkan senjata Boy yang sedari tadi sudah dipegangnya ke bawah perutnya dalam


posisi jongkok di atas tubuh Boy hingga


" Akhhhhh...." terdengar pekikan yang. keluar


dari mulut Anngy begitu senjata Boy yang dipegangnya mengenai sasaran hingga amblas


seluruhnya.


Anggy benar-benar telah di buat gila oleh Boy . Anggy telah dibuat penasaran , kenapa hingga hampir dua jam lamanya mereka bertarung , Boy belum juga mencapai puncaknya sedangkan dia justru sudah hampiri 10 kali mencapai puncaknya.


Meskipun sudah sangat lelah, tetapi karena niat Anggy untuk membahagiakan si Boy maka dia tetap bertahan hingga akhirnya Boy mencapai puncaknya juga.


Seketika seluruh tubuh Boy mengejang, sepertinya ada sesuatu yang begitu nikmat mengalir deras hingga akhirnya


" Akhrrrrr...." desah Boy kenikmatan sambil memeluk erat tubuh Anggy. Dia lain pihak Anggy merasakan sebuah benda yang denyut-denyut hebat dan menyemburkan lahar panas yang terasa begitu nikmat hingga membasahi seluruh dinding guanya.


Keduanya kini terkulai lemas di atas ranjang.


Kini yang terdengar hanya suara jangkrik saling bersahut-sahutan di keheningan malam.

__ADS_1


" Boy ... kamu memang luar biasa !!!, pantas saja semua gadis ingin dekat denganmu karena mereka merasa ada sesuatu hal yang sangat menarik darimu dan tidak dimiliki oleh


pemuda lainnya" ucap Anggy dalam hatinya sambil memeluk tubuh Boy dengan penuh kasih sayang. Mereka akhirnya tertidur karena kelelahan setelah bertarung siang dan malam.


__ADS_2