
Dengan sigap, Boy segera menarik kembali benda pusakanya untuk di masukkan kembali ke tempat persembunyiannya agar tidak membuat kekacauan lagi.
Namun secepat kilat pula Vivi menahan bokong Boy dengan melingkarkan kedua kakinya ke pinggang Boy sehingga benda pusaka Boy tetap berada di pintu gerbang surgawi milik Vivi.
Merasa gerakan yang dilakukan Boy seperti ingin menghindar, Vivi segera menekan bokong Boy ke arah dalam dengan kedua kakinya yang sudah dari tadi melingkar di pinggang Boy.
Hal ini dilakukan Vivi agar benda pusaka Boy bisa langsung menghujam masuk ke dalam liang surgawinya yang kini telah semakin basah dan kian berdenyut-denyut dengan kuatnya.
Sambil merengek-rengek manja, Vivi berkata:
"Ayo lakukan cepat Boy! tunggu apa lagi, saya sudah tidak tahan lagi".
"Tapi maaf Vivi, saya tidak bisa melakukan hal ini kepadamu" Ujar Boy.
"Apa yang sebenarnya terjadi Boy? Kenapa bisa begitu? kenapa tiba-tiba kamu berubah pikiran? ayo jawab Boy" tanya Vivi membabi-buta.
"Ataukah karena tubuh serta wajahku yang kurang menarik?" tanya Vivi lagi sambil menangis tersedu-sedu.
Mendengar perkataan Vivi tersebut,membuat Boy dengan cepat berkata :
"Bukan-bukan karena itu semua Vivi, akan tetapi karena ternyata kamu masih seorang gadis perawan".
"Memangnya kenapa kalau saya masih perawan? saya rasa hal itulah yang paling diinginkan oleh setiap lelaki" Ujar Vivi.
"Ia itu memang benar, akan tetapi saya tidak seperti lelaki kebanyakan yang hanya mau memgambil keuntungan dari ketidakberdayaan seorang wanita" jelas Boy sambil menghapus air mata Vivi yang menetes di pipi kanan dan kiri dengan lembut.
Tindakan yang di lakukan Boy ini justru membuat Vivi semakin kepincut serta yakin akan tindakannya untuk merelakan keperawanannya di rengut oleh seorang pemuda tampan dan baik hati meskipun baru pertama kali bertemu.
Sebelumnya boleh dikata bahwa semua pria yang mengenal serta dekat dengan Vivi selalu berusaha keras untuk bisa menaklukkan hati Vivi agar bisa dengan mudah menikmati kemolekan tubuhnya meskipun harus mengorbangkan harta benda serta harga dirinya.
__ADS_1
Hal tersebut dikarenakan Vivi termasuk kriteria wanita idaman para lelaki, Selain memiliki wajah yang sangat cantik, dia pun memiliki body yang aduhai menyerupai sebuah gitar spanyol.
Dan tak lupa bahwa Vivi juga termasuk wanita modern yang pintar dan kaya raya sehingga setiap lelaki yang mengenalnya pasti akan jatuh cinta dan tergila-gila kepadanya.
Namun upaya semua lelaki tersebut tidak pernah berhasil karena Vivi bukanlah wanita murahan seperti yang di pikirkan kebanyakan orang jika melihat penampilan Vivi yang selalu berpakaian sexy.
Hal ini di buktikan dengan masih terjaganya keperawanan Vivi hingga detik ini.
Karena alasan inilah yang membuat Boy terpaksa mengurungkan niatnya untuk meneruskan tindakannya untuk merengut keperawanan Vivi.
Akan tetapi Vivi tetap saja mendesak Boy agar segera menghujamkan benda pusakanya yang gede tersebut ke liang surgawinya yang sudah terbuka lebar dan telah siap menerima setiap serangan.
Nampak terlihat Vivi terus saja mendesak Boy untuk segera menghujamkan benda pusakanya ke liang surgawinya,sehingga mau tidak mau akhirnya dengan sedikit rasa ragu Boy melakukannya.
Vivi akhirnya kembali tersenyum setelah mengetahui bahwa Boy akan melakukan hal yang diharapkannya, dengan sigap Vivi kembali melanjutkan permainan jemari serta lidahnya ke benda pusaka milik Boy yang sedikit menyusut ukurannya.
Dalam beberapa saat kemudian,karena kepiawaian jemari serta lidah Vivi membuat benda pusaka Boy kembali menampakkan ke perkasaanmya.
Sedetik kemudian
"Akhrrrr..Akhrrr... Akhrrr..."
Terdengar kembali suara erang kesakitan dari bibir Vivi yang sexy. Bahkan kali ini terdengar sangat dahsyat serta terjadi sampai berulang kali.
Rupanya kepala benda pusaka milik Boy yang berukuran cukup besar sudah mulai menerobos masuk ke dalam liang Surgawi milik Vivi yang masih sangat sempit karena memang belum pernah di sentuh oleh benda milik lelaki manapun.
Saking sempitnya, Boy terpaksa harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menembusnya sehingga hal ini membuat tubuh Vivi bergetar hebat menahan rasa sakit yang menyayat disertai dengan rasa nikmat yang belum pernah dirasakan Vivi sebelumnya.
Bukannya menghindari rasa sakit yang diadakannya, justru kini gerakan Vivi membantu Boy agar benda pusaka Boy segera amblas seluruhnya ke dalam liang surgawinya tanpa tersisa sedikitpun.
__ADS_1
Disertai dengan suara rintihan yang panjang
"Akhrrrr......"
Vivi mendorong bokongnya kedepan berlawanan arah sekuat tenaga hingga membuat benda pusaka milik Boy langsung
"Clup..."
Amblas masuk ke dalam liang Surgawinya tanpa tersisa sedikitpun. Sambil melingkarkan kedua tangannya ke tubuh Boy, Vivi kemudian mencengkeram punggung Boy dengan menggunakan seluruh ujung jemarinya yang lentik dengan kuat hingga membuat Boy agak meringis kesakitan.
Namun hal ini tidak membuat Vivi berhenti, justru kini Vivi terlihat sedikit menggila dengan kembali menggigit leher Boy sambil terus menekan bokongnya agar benda pusaka Boy tetap terbenam sedalam-dalamnya di liang Surgawinya.
Sementara Boy hanya berdiam diri membiarkan Vivi bereaksi sendiri mencari kenikmatannya.
Namun setelah beberapa lama dengan posisi yang seperti tersebut, tiba-tiba Vivi membalikkan tubuh Boy serta tubuhnya secara bersamaan.
Boy sedikit terkejut ketika merasakan kekuatan tenaga Vivi yang begitu dasyat sehingga mampu untuk membalikkan tubuhnya yang cukup berat.
Kini posisi tubuh Boy berada di bawah dengan posisi terlentang, Lagi-lagi Boy di buat takjub oleh kemampuan Vivi karena posisinya tetap berada diatas Boy dengan posisi terduduk sambil liang Surgawinya yang tetap terhujam dalam oleh benda pusaka milik Boy.
Sambil tersenyum manis ke arah Boy, Vivi kemudian mengubah posisi tubuhnya. Kali ini Vivi dalam keadaan berjongkok di atas benda pusaka milik Boy, sejurus kemudian Vivi menyatukan jari jemari kiri dan kanannya dengan jari jemari Boy lalu mengangkatnya ke atas dengan posisi lurus secara bersamaan lalu berhenti ketika tepat berada sejajar dengan ke dua gunung kembarnya yang begitu kenyal dan sedap dipandang.
Perlahan-lahan Vivi mengangkat bokongnya ke atas sedikit demi sedikit dengan kedua tangannya tetap berpegangan dengan si Boy sebagai tumpuan.
"Akhrrrr... Aouwww...Aouwww..."
Terdengar dengan jelas suara rintih kenikmatan Vivi ketika perlahan benda pusaka Boy bergerak keluar dari liang Surgawinya.
Namun sebelum kepala benda pusaka Boy terlihat, tiba-tiba Vivi kembali mendorong bokongnya ke bawah dengan sangat cepat sehingga benda pusaka Boy yang besar dan panjang kembali terbenam seluruhnya sampai ke pangkal-pamgkalnya.
__ADS_1
Akibat tindakan tersebut membuat Vivi melonglong panjang memecah kesunyian malam
"Aouwww...auowww...akhhh...."