
Namun setelah melihat spanduk yang berisi ucapan selamat datang kepada para alumni yang terpampang di pintu gerbang kampus, boy pun kembali melanjutkan mengendarai motornya menuju tempat parkir motor yang tiap hari dia gunakan.
Boy kemudian menyusuri pelataran kampus sambil bersenandung serta sesekali bersiul-siul di barengi dengan gerakan dance yang cukup memukau sehingga hal ini membuatnya menjadi bahan perhatian dari orang-orang yang saat itu sudah berada di kampus.
Entah di sadari oleh tidak oleh si Boy, semakin lama senandungan serta gerakan dancenya semakin menarik untuk di saksikan sehingga menyebabkan orang-orang yang berada di sekitarnya berhenti sejenak dari aktivitasnya untuk bisa menyaksikannya.
Hingga di akhir aksinya, suara gemuruh dari tepuk tangan serta sorakan yang menggema di setiap sudut kampus membuat Boy tersentak kaget dan tersadar dari tindakannya.
Boy jadi kebingungan sendiri, dia tidak menyadari apa yang telah terjadi sebenarnya. Bahkan dia bertanya-tanya sendiri dalam hati
"Apa yang telah terjadi sebenarnya? kenapa semua pandangan orang tertuju ke padaku?"
Rupanya senandungan serta gerakan dance atraktif yang telah di lakukan oleh Boy tadi di luar dari kesadarannya sehingga ketika mendengar suara sorakan serta tepuk tangan yang sangat meriah membuatnya tersadar dan membuyarkan aksinya yang penomenal.
Dalam kondisi yang masih kebingungan, tiba-tiba sebuah suara merdu dari seorang wanita menyapanya dari arah belakang
"Selamat pagi Boy"
Suara merdu wanita tersebut sepertinya tidak asing lagi bagi Boy. Dia segera memutar balik badannya ke arah belakang sambil menjawab salam.
"Pagi Bu"
Dan benar saja, sesuai dengan pemikiran Boy, suara merdu wanita tersebut tidak lain merupakan suara milik Bu Rosa, dosen cantik yang usianya tidak jauh berbeda dengan Boy serta pernah melakukan hubungan dasyat yang berlangsung semalaman dan tidak akan mungkin bisa di lupakan oleh Bu Rosa seumur hidupnya.
"Kamu memang sungguh luar biasa Boy, selain cerdas, rupanya kamu juga memiliki bakat istimewa yang terpendam dan baru saja bisa saya saksikan barusan" Ujar Bu Rosa sambil bertepuk tangan sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Perkataan serta tindakan Bu Rosa ini, justru membuat Boy semakin heran dan kebingungan hingga membuat Boy penasaran dan akhirnya bertanya ke Bu Rosa
"Apa yang sebenarnya terjadi Bu Rosa? kenapa anda memberikan pujian serta tepuk tangan ke padaku".
Justru kini giliran Bu Rosa yang terheran-heran dan tampak melongo setelah mendengar pertanyaan si Boy. Bu Rosa tidak menjawab pertanyaan si Boy namun justru dia yang kemudian bertanya kembali
"Apa...,kamu tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan tadi?"
Boy hanya terdiam lalu menjawab pertanyaan Bu Rosa hanya dengan menganguk beberapa kali yang menandakan tidak.
"Jadi senandungan serta gerakan dance yang luar biasa menarik tadi kamu lakukan tanpa kamu sadari? sungguh luar biasa potensi yang ada dalam dirimu Boy" Jelas Bu Rosa sambil berdecak kagum.
"Entahlah Bu...,soalnya saya masih bingung karena tidak ingat apa-apa serta merasa tidak melakukan tindakan apapun" tutur Boy terheran-heran.
Dengan seksama Boy memperhatikan video rekaman yang sedang menunjukkan dirinya ketika sedang melakukan gerakan-gerakan dance yang atraktif tersebut.
"Benar...itu memang saya, tetapi bagaimana caranya hingga saya bisa melakukan gerakan-gerakan yang artistik seperti itu?padahal saya sama sekali buta dan tidak tahu menahu mengenai gerakan dance apalagi sampai harus mempraktekkan secara langsung gerakan-gerakan yang indah tersebut. Sungguh membingungkan". Ujar Boy panjang lebar sembari menggeleng-gelengkan kepalanya seakan akan tidak percaya atas aksinya tersebut.
"Itu namanya karunia Boy, setiap orang sebenarnya memiliki potensi terpendam yang luar biasa dan bisa di kembangkan jika orang tersebut mengetahuinya, namun di situlah susahnya karena hanya sebagian kecil dari kita yang mampu melihat potensi tersebut lalu mengembangkannya menjadi sesuatu yang sangat luar biasa spektakuler". Jelas Bu Rosa yang memang merupakan seorang dosen cerdas dan berprestasi.
"Akan tetapi jika kita sudah mengetahui potensi terpendam yang kita miliki tersebut maka terserah dari pribadi kita masing-masing, apakah ingin kita kembangkan lebih jauh atau menguburnya dalam-dalam". Ujar Bu Rosa selanjutnya.
"Tapi ngomong-ngomong bagaimana kabarnya Boy?" tanya Bu Rosa.
"Ba...baik Bu" Jawab Boy dengan sedikit kikuk.
__ADS_1
"Khabar Bu Rosa sendiri bagaimana?" tanya Boy balik.
"Baik juga Boy" jawab Bu Rosa disertai senyuman khasnya yang mempesona.
"Sepertinya kampus kita akan mengadakan acara reuni akbar" tanya Boy dengan sopan.
"Benar sekali Boy, tetapi sebenarnya kami dari pihak kampus ingin melibatkan kamu dalam kegiatan ini, namun berdasarkan info dari teman-teman kamu bahwa saat itu kamu sedang sibuk dan tidak berada di kota Makassar karena sedang berada di kota jakarta untuk menghadiri acara pemberian penghargaan dari pihak kepolisian Republik Indonesia berkat jasanya membantu para petugas kepolisian dalam memberantas kejahatan" jelas Bu Rosa secara detail.
"Iya Bu, sebelumnya saya minta maaf karena tidak bisa ikut dalam pelaksanaan kegiatan kampus kita ini" kata Boy
"Tidak apa-apa Boy, semuanya sudah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Justru kami sebenarnya dari pihak kampus yang harus berterimakasih banyak kepadamu karena berkat dirimu lah nama kampus kita semakin di kenal orang hingga ke seluruh indonesia" Ucap Bu Rosa dengan bangganya.
"Adakah hal yang bisa saya lakukan sekarang agar acara reuni ini bisa berjalan dengan baik dan lancar tanpa hambatan apapun?" tanya Boy setelah mendengar ucapan Bu Rosa.
"Baiklah Boy, kalau begitu silahkan kamu boleh ikut bergabung dengan panitia acara reuni yang sekarang telah berada di aula kampus. Dan mengenai tugasmu, kita akan lihat di sana nanti" jelas Bu Rosa.
"Terima kasih Bu Rosa, sekarang saya akan langsung pergi ke aula kampus untuk bersiap-siap karena nampaknya acaranya akan segera dimulai" kata Boy sambil segera melangkahkan kakinya meninggalkan Bu Rosa seorang diri.
Namun baru beberapa meter Boy melangkahkan kakinya, dari arah belakang terdengar lagi suara Bu Rosa memanggilnya
"Boy...tunggu"
Mendengar perintah tersebut, Boy pun dengan segera menghentikan langkahnya hingga sosok tubuh Bu Rosa kini telah berada di sampingnya.
"Saya juga ingin pergi ke aula kampus, sebaiknya kita barengan saja agar saya bisa langsung memberikan intruksi kepadamu jikalau masih ada sesuatu hal yang kurang dan mesti harus segera di benahi" ujar Bu Rosa dengan penuh rasa tanggung jawab karena dia bertugas sebagai ketua panitia acara reuni akbar yang akan berlangsung sebentar lagi.
__ADS_1