Sang Pangeran Kampus

Sang Pangeran Kampus
Pria tua misterius


__ADS_3

# # #


Sementara itu di rumah Anggi


Terlihat seorang wanita Cantik yang masih muda beserta seorang pria dewasa yang berusia sekitar empat puluh tahunan sedang memarahi dua orang pria tegap berpakaian seragam di depan sebuah pos penjagaan rumah.


Dia tidak lain adalah ayah Anggy yang bernama


Arya . Pak Arya merupakan seorang pengusaha sukses yang memiliki beberapa aset di kota Makassar.


Salah satu aset yang paling besar miliknya adalah Hotel Arya Duta yang Sesuai dengan namanya. Hotel Arya duta ini adalah sebuah hotel berbintang lima yang memiliki cabang di setiap kota besar di Indonesia.


Di samping itu masih banyak lagi jenis usaha yang di kembangkan oleh pak Arya antara lain


tambang batubara , ekspor impor , serta tambang minyak. Seluruh asetnya di perkirakan sebesar ratusan triliun rupiah.


Sedangkan ke dua pria tegap berseragam yang sedang di marahi olehnya adalah petugas keamanan rumahnya yang sepertinya telah melakukan sebuah kesalahan besar.


" Bagaimana caranya sehingga kalian bisa kecolongan dan tidak mengetahui proses terjadinya ". Kata Pak Arya sambil memandang


kedua petugas ini dengan wajah yang menyeramkan.


Kedua petugas ini tidak bisa berkata apapun, mereka cuma bisa tertunduk dan meratapi nasibnya.


" Sekarang kalian tetap di sini, saya akan mengecek rekaman CCTV dulu. Nanti saya akan membuat keputusan untuk kalian atas kejadian ini.


Setelah berkata, Pak Arya segera berjalan menuju ke dalam rumah untuk melihat rekaman CCTV di dan di ikuti oleh seorang wanita Cantik dan sexy yang usianya sekitar


dua puluh tahunan.


Setelah mengamati dengan seksama rekaman CCTV meski harus memperlambat rekaman serta mengulangi hingga beberapa kali, mereka tetap tidak dapat mengetahui penyebab lumpuhnya ke dua petugas keamanan tersebut.


Mereka cuma bisa melihat bagaimana seorang pemuda berjalan bersama Anggy dan membuka pintu pagar tanpa menyentuh ke dua


petugas keamanan tersebut.


Mereka jadi semakin penasaran terhadap kejadian ini, bahkan ke dua petugas keamanan tersebut tidak menyadari bahwa mereka telah ditaklukkan dengan cara yang aneh .


Terlihat Pak Arya sedang menghubungi seseorang dari ponselnya. kemudian dia menceritakan kejadian yang baru saja terjadi


tadi malam.


Sepertinya orang yang dihubungi oleh pak Arya


sangat marah. Dilihat dari raut wajah Pak Arya yang pucat pasi serta tangan yang gemetar.


Sudah di pastikan bahwa orang yang di hubungi pak Arya tersebut bukanlah orang sembarangan karena pak Arya sendiri sebagai seorang pengusaha dan termasuk kedalam Sepuluh besar keluarga terkaya dan terkenal


di Indonesia terlihat sangat hormat dan takut ke padanya.


" Baik pak , Anda tidak perlu khawatir saya akan segera menemukan serta membawanya kembali ke rumah". Jawab pak Arya di penghujung telepon.


# # #


Sementara itu di rumah kost , Boy dan Anggy telah selesai mandi bersama. Mereka lalu menyantap Sarapan pagi yang telah disiapkan oleh Boy sebelum mereka melakukan pertempuran.


Raut muka Anggy nampak begitu berseri-seri di pagi hari ini dan senang tiasa tersenyum geli di

__ADS_1


saat mengingat sesuatu yang telah di laluinya hari ini .


Selesai sarapan, Boy langsung bertanya kepada Anggy mengenai apa yang membuatnya tidak pernah hadir di kampus


serta tidak bisa dihubungi.


Anggy pun menjawab


" Beberapa hari yang lalu , Setelah kepulangan


Ayah dari luar negeri , Pria tua yang akan di nikahkan denganku datang berkunjung ke rumah."


" Mereka tampaknya membicarakan sesuatu hal yang sangat penting dan setelah itu pria tua tersebut mengajak saya untuk menemaninya


pergi berlibur ke Prancis namun saya menolaknya mentah-mentah."


" Karena merasa kami sekeluarga tidak menghargainya , Pria tersebut marah besar kepada Ayahku dan menyuruh Ayah untuk menahanku di dalam kamar serta tidak membiarkan saya untuk terhubung dengan dunia luar".


" Sejak kejadian hari itulah saya tidak bisa lagi ke mana-mana serta terhubung dengan dunia luar karena Ponselku telah di sita oleh Ayah sebelum saya menghubungi salah seorang teman untuk meminta bantuan.".


" Siapa sebenarnya Pria tua itu ? kenapa Ayahmu mau menuruti semua keinginannya ?


Apakah kamu mengetahui banyak tentang dia ?". tanya Boy sambil menahan amarahnya.


Dengan sedikit ragu, Anggy menjawab


" Kalau tidak salah namanya pak Bambang , dan dia adalah seorang milyuner. Dia memiliki banyak perusahaan di Indonesia bahkan di luar negeri. Kekayaan Ayahku tidak ada apa-apanya


di bandingkan dengan kekayaannya"


berhutang Budi padanya sehingga sangat menghormatinya ". ujar Anggy sambil terisak.


" Jadi begitu rupanya , meskipun begitu hal ini tidak bisa dibiarkan karena Ayahmu telah menggunakan dirimu sebagai korban dan ini jelas melanggar Hakmu sebagai seorang anak".


Timpal Boy dengan geram.


" Terus bagaimana dengan reaksi ibumu ?" tanya Boy selanjutnya.


Sambil masih terisak ,Anggy menjawab


" Ayah saya sudah lama bercerai dengan ibu


dan saya di besarkan oleh Ayah ".


" Lalu siapa wanita yang bersama Ayahmu


tadi malam ? tanya Boy heran


" Dia adalah istri baru Ayahku , namanya Ayu namun saya tidak cocok dengannya karena usia kami tidak berbeda jauh. Dia mestinya menjadi kakak saya, bukan sebagai ibu saya ". kata Anggy sambil tersenyum pahit.


Setelah mengetahui sebagian seluk-beluk keluarga Anggy .


Boy kemudian bertanya mengenai tindakan


Anggy yang terus mendesaknya untuk berhubungan badan sejak tadi malam.


Sambil terisak Anggy memeluk Boy lalu berkata

__ADS_1


" Saya bersedia melakukan semua ini denganmu sebagai ungkapan rasa sayang dan terima kasihku untukmu karena berani berkorban untuk diriku".


" Tetapi kamu masih perawan !!! Dan sekarang


saya telah merenggutnya , Apakah kamu tidak menyesal ? ". tanya Boy dengan rasa bersalah.


" Kenapa saya harus menyesalinya ? Saya telah


menyerahkan kepada orang yang saya idamkan " jawab Anggy tersenyum sambil memegangi ke dua pipi Boy dan kembali melancarkan serangannya lagi.


Mereka kembali saling membalas ciuman


dengan nafas yang memburu. Namun sebelum


mereka melangkah lebih jauh, terdengar keributan di depan rumah kost.


Boy dan Anggy tersentak kaget, mereka segera


menghentikan aksinya. Boy langsung berlompat ke jendela lalu mengintip dari sela-sela tirai, terlihat sebuah mobil Monster empat WD dan tiga sosok pria besar berpakaian hitam yang terlihat sangar berdiri di depan pagar.


Mereka terlihat seperti komplotan mafia yang ada di film-film aksi , Salah seorang diantara


mereka terlihat memegang beberapa lembar


foto. Sepertinya mereka tertarik dengan sesuatu yang ada di dalam halaman.


Keributan tadi terjadi karena mereka ingin masuk dengan paksa ke halaman rumah kost


tetapi Dylan yang melihat segera melarang


mereka untuk masuk yang mengakibatkan


terjadinya cekcok mulut.


" Kami cuma ingin mencocokkan foto ini dengan motor yang terparkir di dalam sana".


kata seseorang dari pria tersebut.


Dylan terkejut mendengar perkataan pria


tersebut. Sepertinya mereka orang suruhan


dari rumah mewah itu untuk mencari pelaku penculikan Anggy.


Dengan muka pucat, Dylan segera bertanya


" Memang apa hubungan motor tersebut dengan foto yang ada di tangan kalian ?"


" Motor yang ada di dalam sana sepertinya sama dengan motor yang ada di foto ini, jika kamu tetap tidak membiarkan kami untuk melihatnya maka kami akan masuk dengan paksa ". Jawab pria yang sedang memegang foto tersebut mengancam Dylan.


Dylan semakin gelisah mendengar ancaman


pria besar tersebut dan tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk mencegah mereka


untuk masuk.


"Apa boleh buat, terpaksa saya harus menghadapi mereka berlima sekaligus meskipun itu sesuatu yang mustahil, akan tetapi harus dicoba agar kami semua selamat" pikir Dylan dalam hati sambil bersiap menghadapi situasi terburuk.

__ADS_1


__ADS_2