
Tidak begitu lama setelah mereka tertidur, terdengar tiga suara tembakan yang memecah keheningan malam.
Suara tembakan ini mengakibatkan seluruh penghuni di sekitar wilayah tersebut terbangun
termasuk Boy dan Anggy.
Mereka sangat terkejut dan segera mengenakan pakaian mereka yang berserakan di lantai. Anggy yang ketakutan segera bersembunyi di belakang Boy yang sedang mengintip dari sela-sela tirai agar bisa melihat apa yang sedang terjadi diluar sana .
Terlihat dua pria yang sedang duduk di depan warung tadi tidak terlihat lagi , sedangkan pria
yang berpakaian seperti orang gila tersebut
terkapar di tengah jalan .
Sementara tidak jauh dari pria yang terkapar tadi ada sekitar lima mobil mewah yang sedang berhenti dengan pintu terbuka.
Nampak beberapa orang bersembunyi di balik setiap mobil , sedangkan dari arah berlawanan
muncul beberapa orang berseragam bersenjata lengkap yang perlahan-lahan maju sambil mengendap-endap .
Tampaknya orang suruhan Ayahmu sedang bentrok dengan polisi . kita harus hati-hati,
mereka bisa ada di mana saja.
Boy segera mempersiapkan segala sesuatu
yang telah dia persiapkan sebelumnya . Dia segera membuka pintu kamar kost dan menyusuri semua pintu kamar kost untuk mengumpulkan semua penghuninya.
Setelah itu dia mengatakan kepada teman-temannya agar waspada dan tetap berada di dalam rumah serta tidak keluar sebelum semuanya terkendali.
Kemudian dia menoleh! ke Anggy lalu meraih
bahunya serta berkata
" Kamu harus tetap di sini bersama teman-teman. Aku akan kembali secepatnya"
" kamu mau ke mana Boy ? tanya Anggy dengan perasaan was-was.
" Saya akan keluar membantu pihak kepolisian"
jawab Boy .
" Itu sangat beresiko Boy, lebih baik kamu disini
saja bersama kami. kita akan aman selama pihak kepolisian melindungi kita " ujar Anggy
sambil menarik tangan Boy agar tidak keluar rumah.
Melihat sikap Anggy yang begitu mengkhawatirkannya, Boy akhirnya! memutuskan untuk tetap bersama mereka.
Sementara di luar sana pertempuran semakin sengit , Suara tembakan kembali terdengar, kali ini bukan cuma satu dua kali tetapi Suara tembakan sudah terdengar di mana-mana.
__ADS_1
Boy segera mematikan semua lampu yang membuat semuanya terkejut.
" Kenapa kamu matikan lampunya Boy ? "Sahut Anggy sembari memeluk Boy dari belakang karena ketakutan.
" Saya sengaja mematikan lampu agar pergerakan kita tidak terlihat oleh mereka dan kita dapat memantau keadaan di luar dari dalam sini dengan jelas" ujar Boy sambil
mengintip keluar melalui tirai jendela yang ada di ruang tamu.
Dari sini semuanya kelihatan sangat jelas, sementara Suara tembakan semakin berentetan yang sesekali di selingi oleh suara
jeritan yang terdengar dari kedua belah pihak.
Boy yang sejak tadi memperhatikan situasi di luar dari dalam rumah kost. Melihat ada tiga sosok pria yang mengendap-endap dengan cara bersembunyi dibalik pagar rumah Tante Mia yang berada di sebelah rumah kost.
" Sepertinya Tante Mia dalam Bahaya " Guman Boy dalam hati, Dia segera menjelaskan situasinya ke Dylan dan teman yang lainnya termasuk Anggy.
Boy menyarankan mereka agar jangan membuat tindakan bodoh dengan memisahkan diri dari yang lainnya.
Setelah berkata , Di tengah ke gelapan Boy segera berlari ke arah belakang ,lalu menyelinap keluar melalui pintu belakang rumah kos .
Sementara ke tiga sosok pria yang menyelinap tadi kini sudah masuk kedalam rumah Tante Mia dengan merusak jendela samping rumah agar tidak terlihat oleh polisi.
Tante Mia yang berada di lantai dua rumahnya yang sedari tadi juga sudah terbangun dan menyaksikan kejadian yang terjadi diluar bertambah menggigil ketakutan ketika mendengar suara pecahan kaca yang berasal
dari arah lantai satu rumah.
Dia segera mendorong meja lalu menaruhnya
Kemudian dia bersembunyi di samping lemari
besar sambil memegang sebuah pemukul bola kasti.
Tidak lama kemudian terdengar beberapa suara langkah mendekati pintu kamarnya, Detak jantung Tante Mia kian berdetak kencang.
Beberapa detik kemudian pintu kamar di bodrak oleh seseorang dari luar hingga beberapa kali namun pintu tidak juga terbuka.
Namun setelah mereka bertiga bekerja sama
mendobrak pintu, Akhirnya pintu dan meja yang berada di balik pintu kamar terlempar ke dalam hingga hancur berantakan .
Suasana kamar yang gelap membuat Ketiga pria tersebut tidak langsung dapat menemukan
Tante Mia yang bersembunyi di samping lemari
pakaian yang cukup besar .
Salah satu pria tersebut melangkah mendekati lemari dan membuka semua pintunya secara paksa tetapi tidak menemukan apa yang di cari .
Namun ketika pria tersebut bergerak ke samping lemari , sebuah benda keras meluncur ke arah kepalanya. Namun karena ke sigapannya pria tersebut berhasil menghindarinya dan dengan cepat langsung
menangkap benda tersebut sehingga membuat
__ADS_1
Tante Mia terkejut.
Dengan sekuat tenaga Tante Mia mencoba melepaskan pemukul bola dari cengkraman
pria tersebut dengan cara menariknya . namun tenaga pria tersebut sangat kuat hingga membuatnya tidak berdaya.
Pria tersebut langsung menangkap lengan Tante Mia dan langsung mendekap mulutnya agar tidak berteriak hingga bisa memancing polisi .
Tante Mia terus berontak agar bisa terlepas
dari cengkraman pria tersebut . Namun segala
usahanya sia-sia belaka .
Melihat keadaan tersebut, salah satu dari pria itu mengikat kedua tangan Tangan serta menutup mulut Tante Mia dengan kain .
Kemudian membaringkannya di atas ranjang.
Salah satu pria menyalakan lampu tidur yang terletak di samping ranjang . Cahaya lampu tersebut menyinari tubuh Tante Mia yang hanya
mengenakan piyama.
Seketika itu pula , Mata Ketiga pria itu terbelalak ketika menyaksikan tubuh bagian bawah Tante Mia yang tersingkap sehingga menampakkan tubuh putih mulus serta organ intim yang hanya terbalut oleh ****** ***** merah jambu yang transparan .
Niat lain pun tiba-tiba muncul ke permukaan, Ketiganya langsung terperangkap oleh dorongan ***** birahinya sehingga lupa akan tugas masing-masing dan keadaan disekitarnya.
Ketiganya langsung menyergap Tante Mia , Sedangkan Tante Mia hanya bisa menutup mata sambil berharap keajaiban terjadi.
Boy yang sedari tadi terdiam di persembunyian akhirnya berkelebat cepat menghantam Ketiga
pria itu sebelum menyentuh tubuh Tante Mia.
Terdengar suara pekikan dari ketiga pria tersebut dan seketika tubuh mereka terlempar
hingga beberapa meter yang dan membuat mereka tidak sadarkan diri .
Tante Mia segera membuka kedua matanya
dan begitu terkejut sekaligus gembira melihat
ketiga pria yang menyerangnya sudah tergeletak dan tidak sadarkan diri.
Boy membuka ikatan tangan Tante Mia yang terikat di belakang tubuhnya dan langsung berkelebat cepat ke tempat yang gelap di dekat pintu kamar agar identitasnya tidak ketahuan.
Melihat sosok di kegelapan yang telah menolongnya, Tante Mia pun berkata
" Terima kasih banyak, kamu telah menyelamatkan saya . Namun saya mau tahu
siapa kamu sebenarnya ? Apakah kamu mengenal saya ? "
Tetapi pria tersebut tidak menjawab, Dia hanya
__ADS_1
langsung berkelebat pergi secepat kilat dan gerakannya nyaris tak terlihat oleh pandangan mata.