
Suasana di dalam lobi hotel yang sebenarnya sangat luas tampak begitu sesak karena banyaknya tamu undangan yang hadir.
Boleh dikatakan bahwa mungkin hampir sekitar
kurang lebih lima ratusan tamu undangan berada di ruangan itu saat ini. Untungnya pendingin ruangan cukup baik sehingga para tamu tidak merasa gerah karena agak sedikit berdesak- desakan.
Suara para tamu undangan yang sedang bercakap-cakap serta canda tawa mereka terdengar di segala penjuru ruangan lobi hotel.
Dan tiba-tiba menghilang setelah mereka melihat sesosok pria tua yang muncul di atas sebuah panggung yang di belakangnya tertulis
SELAMAT DATANG
BAPAK BAMBANG PRATAMA
SEBAGAI CEO KAMI YANG BARU
Boy terlihat manggut-manggut, karena baru mengetahui bahwa ini adalah sebuah acara penyambutan pemilik baru Hotel megah ini setelah melihat tulisan tersebut.
Pria tua itu terlihat sangat berwibawa dalam
balutan setelan jas mewah yang mahal .
Usianya kurang lebih enam puluh tahunan keatas.
Dalam pidatonya, pria itu menuturkan bahwa kali ini dia kembali mengambil alih kepemilikan Hotel mewah berbintang lima ini setelah membeli semua sahamnya.
Dan nanti, bila tiba saatnya dia akan menyerahkan kepemilikannya kepada seseorang yang sangat spesial sebagai hadiah.
"Apaaa....???" seru Tante Mia terkejut.
Boy beserta beberapa orang yang berada tepat disampingnya ikut terkejut dan langsung mengarahkan pandangan ke arah Tante Mia dengan mengerutkan kening.
Tante Mia yang mengetahui bahwa semua orang memandanginya akibat reaksinya terhadap ucapan pria tua itu, langsung berpura-pura kesakitan karena kakinya terkilir.
Sambil memegang lengan Boy di sampingnya.
Namun Boy mengetahui bahwa apa yang dilakukan Tante Mia hanya untuk mengalihkan
perhatian orang atas reaksi yang ditunjukkannya setelah mendengar ucapan pria tua tersebut.
Boy yang penasaran ingin tahu, lalu dia berkata
"Ada apa sayang? kamu terluka? tanya Boy penuh selidik.
Dengan agak gugup Tante Mia menjawab
"Ti..tidak apa-apa sa...sayang , kakiku agak terkilir tadi" sambil memeluk erat-erat lengan Boy dengan manja sambil tersenyum manis.
Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan
oleh Tante Mia, namun Boy tidak mau terlalu ambil pusing karena dia tidak punya hak untuk
mengetahui hal tersebut.
Setelah pria tua itu berpidato di depan umum,
__ADS_1
semua undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang tersedia.
Dari atas panggung, Pria tua tadi sepertinya sedang mencari sesuatu ataupun seseorang, nampak terlihat dia mengarahkan pandangannya kepada setiap orang dan setiap sudut ruangan.
Namun ketika pandangannya tertuju tepat ke arah Boy dan Tante Mia, pria itu terlihat sangat
terkejut. Dan selanjutnya pria itu terlihat turun dari panggung dan berjalan ditengah-tengah kerumunan orang menuju ke tempat Boy dan
Tante Mia berdiri.
Boy menyadari akan hal itu, belum sempat
dia bertanya kepada Tante Mia, terdengar suara pria memanggil nama seorang wanita.
"Disini kamu rupanya... Nyonya Salmia"
ujar pria yang tak lain adalah pemilik Hotel ini.
Boy merasakan Bahwa sikap Tante Mia tiba-tiba berubah, dia semakin mengencangkan pelukannya, bahkan Tante Mia kini menyilangkan tangannya ke pinggang Boy sambil bersikap manja.
Boy bingung dengan semua yang terjadi, hingga pada akhirnya
"Ya ... saya berada disini" jawab Tante Mia ketus.
"Jadi Tante Mia itu adalah nyonya Salmia dan antara pak Bambang dan nyonya Salmia saling kenal satu sama lain" pikir Boy dalam hati.
Dan sikap dingin yang ditunjukkan Tante Mia terhadap pak Bambang menunjukkan bahwa
telah terjadi sesuatu yang besar diantara mereka.
Terlebih ketika pak Bambang berada di depan
manja kepada Boy. Seakan-akan Tante Mia ingin membuat pak Bambang cemburu.
Hubungan apakah yang telah terjadi diantara mereka? guman Boy dalam hati. terlebih Tante Mia memintanya untuk menjadi Suami boongan dalam hal ini.
tanpa pikir panjang Tante! Mia memperkenalkan boy kepada pak Bambang.
"Perkenalkan ini Boy suami saya".. ujar Tante Mia sambil menunjuk kearah boy sambil tersenyum manis.
Dengan tersenyum kecut, pak Bambang mengulurkan tangannya ke Boy untuk berjabat tangan sambil berkata
"Saya Bambang Pratama pemilik PT. Surya Nusantara dan juga Hotel mewah ini sebagai investasi baru saya". Ujarnya dengan penuh kesombongan.
Boy hanya bisa menyambut uluran tangan pak Bambang seraya berkata
"Senang bisa bertemu dengan Bapak, saya Boy... , suami nyonya Salmia" serunya Sambil memeluk pinggul Tante Mia dengan tangan kirinya.
Tante Mia tersenyum bahagia, sambil menyandarkan kepalanya ke dada Boy. hal ini
membuat raut muka pak Bambang bersemu merah.
Sebelum pak Bambang meninggalkan mereka,
pak Bambang mengatakan bahwa
__ADS_1
"Nyonya Salmia Berhak menginap di Hotel ini Secara Gratis kapanpun anda mau" Ujar pak Bambang sambil tersenyum lalu meninggalkan
mereka berdua.
Kini pandangan semua orang tertuju pada mereka dengan penuh tanda tanya. Begitu mudahnya pak Bambang memberi Nyonya
Salmia penginapan gratis, ini menandakan
bahwa Nyonya Salmia adalah seseorang yang sangat spesial buat pak Bambang.
Boy pun memiliki pemikiran yang sama dengan
para tamu undangan kali ini.
Tepat pada pukul 12.00 WIT seluruh acara penyambutan CEO baru Hotel telah selesai.
Sebagian besar dari tamu undangan mulai meninggalkan hotel.
Boy dan Tante Mia pun sudah berjalan keluar dari lobi hotel, tetapi sebelum keluar dari pintu hotel mereka di cegah oleh tiga qadis cantik berseragam. mereka tidak lain adalah
para pelayan hotel.
Boy dan Tante Mia sempat terkejut, tetapi kemudian mereka bertanya
"Ada apa ini? kenapa kalian menghalangi langkah kami? ucap Tante Mia dengan agak judes.
Ketiga gadis itu saling pandang, kemudian salah satu dari mereka berkata
"Maafkan kami Tuan dan Nyonya!!!, kami hanya ingin menyampaikan pesan pak Bambang untuk menyerahkan ini kepada Nyonya Salmia" ujarnya Sambil menyodorkan sebuah kunci kamar ke Tante Mia.
"Sudikah Nyonya menerima dan melihat-lihat kondisi ruangannya?" kata gadis pelayan itu.
Tante Mia melirik kunci tersebut yang tertulis
VIP room 002.
Setelah beberapa saat akhirnya Tante Mia mengambil kunci tersebut lalu berkata
"Baiklah saya terima kunci ini, sampaikan terimakasihku pada pak Bambang". ujar Tante Mia.
"Tuan dan Nyonya, silahkan ikuti kami" kata gadis pelayan itu lagi.
Melihat Tante Mia melirik padanya, Boy hanya menganguk dan merekapun berjalan mengikuti
langkah para gadis pelayan tadi.
Ternyata kamar tersebut berada di lantai paling atas hotel. setelah berada di lantai tersebut, kamipun menyuruh para gadis itu untuk meninggalkan kami.
Boy dan Tante Mia kemudian menyusuri lantai tersebut. Lantai ini sangat berbeda dengan lantai di bawahnya.
Jumlah kamar di lantai ini hanya ada sekitar 10 buah karena semuanya adalah kamar VIP yang sangat luas.
Dan tak lama kemudian, Boy dan Tante Mia sudah berada di depan pintu kamar VIP 002.
mereka pun membuka pintu dan langsung masuk kedalam, Namun sebelum Boy masuk
__ADS_1
dia sempat melihat pak Bambang bersama dengan seorang wanita Cantik masuk ke dalam
Kamar VIP 001 yang letak pintunya agak berjauhan.