
Setelah berada di dalam kamar, Boy segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Karena terlalu kelebihan akibat beberapa hari ini telah melakukan pertarungan yang sangat melelahkan dari beberapa wanita.
Sementara itu Mila juga ikut berbaring di sebelah Boy. dia kemudian bertanya kepada Boy
"Bisakah saya meminjam ponsel kamu sebentar? saya ingin menghubungi Dewi agar menjemputku sebentar sore".
"Biar saya yang memgantar kamu pulang, tidak usah menghubungi Dewi". kata Boy.
"Maaf, saya sudah terlalu banyak merepotkan kamu boy", ujar Mila.
"Tidak apa-apa, sebaiknya kita istirahat saja dulu, sore nanti saya akan memgantar kamu pulang ke rumah". Jelas Boy sambil memejamkan mata.
Mereka berdua pun akhirnya tertidur pulas akibat kelelahan.
Setelah terbangun di sore harinya, Boy segera
masuk ke kamar mandi untuk membersihkan
diri. Mila yang juga sudah terbangun segera
bangkit kemudian melangkah masuk ke kamar mandi untuk bergabung dengan Boy.
Boy yang melihat kedatangan Mila sedikit terkejut melihat sikap Mila yang tidak canggung lagi melihat kondisi tubuh Boy
meskipun dalam keadaan polos.
Mereka pun sepakat mandi bersama di bawah guyuran air dari shower.
Tepat pukul lima sore, Boy dan Mila meninggalkan rumah kost dengan berboncengan menuju rumah Mila yang terletak di sebelah selatan kota Makassar.
Setelah memacu kendaraannya kurang lebih satu jam, akhirnya mereka tiba di rumah Mila
yang terlihat cukup besar dan mewah.
Suasana di rumah tersebut terlihat sangat ramai, nampak banyak mobil serta motor yang sedang terparkir di halaman rumah.Bahkan sebuah mobil patroli dari kepolisian juga ikut terparkir di sana.
Sepertinya telah terjadi sesuatu hal yang besar di rumah tersebut. Mila yang menyadari hal tersebut sangat penasaran sekaligus khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk
dengan keluarganya.
Oleh sebab itu, sebelum Boy memarkirkan motornya di halaman rumah, Mila sudah melompat turun dari motor lalu terus berlari di halaman rumah menuju pintu utama rumahnya.
Orang-orang yang berada di tempat tersebut serta mengenalinya di buat terkejut akan kehadirannya. Seorang gadis yang berada di dalam rumah segera berlari keluar menyambut kedatangan Mila dan langsung memeluknya sambil menangis tersedu-sedu.
Dia bukan lain adalah Dewi, sahabat Mila yang selalu hadir baik di kala suka maupun duka.
__ADS_1
Setelah Mila merasakan bahwa Tangisan Dewi
sudah mereda, dia pun bertanya sambil
mengerutkan keningnya.
"Dewi, Apa yang sedang terjadi? kenapa banyak orang yang hadir disini".
Baru Dewi akan membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Mila, Sebuah suara
terdengar dari dalam rumah
"Pada dua hari yang lalu seseorang telah menghubungi kami dari pihak kepolisian, orang tersebut mengatakan bahwa telah terjadi sebuah tindak kejahatan penculikan terhadap seorang gadis di Gang serigala lorong 10".
Jelas seorang polisi wanita Cantik berpangkat Kapten yang tidak lain adalah kapten Saras.
Dia adalah seorang kepala divisi khusus kriminal kota Makassar"
"Setelah mendapat laporan tersebut, kami dari pihak kepolisian segera mengirim tim khusus ke alamat untuk memastikan bahwa kejadian tersebut benar-benar terjadi dan bukan merupakan berita bohong, karena sering sekali
ada pihak yang sengaja ingin mengacaukan keamanan setempat".
"Dan setelah tim kami tiba tempat kejadian perkara, kami menemukan dua sosok pria bertubuh besar dalam keadaan tidak sadarkan diri, dan sebuah tas wanita berwarna merah yang berisi dompet, surat-surat kendaraan, kartu identitas serta sebuah ponsel serta Sebuah motor milik korban yang di temukan
sekitar lima kilometer dari tempat kejadian perkara, tepatnya di jalan professor insinyur suami.
besar namun kemudian datang lagi seseorang atau kelompok lain melumpuhkan kedua pria besar yang merupakan musuhnya dan kemudian membawa ikut serta gadis tersebut".
Jelas kapten Saras dengan rinci.
"Tanpa pikir panjang kami mencari alamat serta
kontak saudari Mila berdasarkan kartu identitas
serta ponsel yang kami temukan, hingga akhirnya kita semua berkumpul disini". Ujar kapten Saras lagi.
"Lalu bagaimana kamu bisa lolos dari sekapan
mereka?" tanya Dewi penasaran.
Sambil menarik napas panjang, Mila menjelaskan bahwa sesosok bayangan hitam telah menyelamatkan dirinya dari tindakan pelecehan sexsual dari para penculiknya dengan cara melumpuhkan kedua pria besar tersebut dengan sangat mudah.
"Awalnya saya tetap ketakutan meskipun sosok tersebut telah menyelamatkan diriku
dari kedua pria besar, namun setelah dia menyuruhku untuk pergi barulah saya bisa bernapas lega, setelah berkata demikian dia langsung pergi meninggalkan saya sendiri.
__ADS_1
Dan ketika saya keluar dari rumah dari kosong tersebut, di Gang saya bertemu dengan seseorang yang sedang melintas dengan mengendarai motor dan membawaku keluar dari Yang tersebut dengan selamat".
"Siapa orang itu? tanya Dewi penasaran.
Seketika Mila tersentak kaget mendengar pertanyaan Dewi, dia tidak menjawab pertanyaan Dewi tetapi malah berlari keluar rumah menuju halaman rumah tempat semua
kendaraan terparkir.
Dewi dan kapten Saras saling berpandangan, kemudian mereka ikut berlari keluar rumah mengikuti kemana Mila berlari.
Pandangan Mila terus mengamati setiap sudut halaman serta setiap kendaraan yang sedang terparkir, namun sepertinya dia tidak menemukan sesuatu atau seseorang yang dia cari.
Dewi yang baru saja tiba dan berhenti berlari di belakang Mila langsung bertanya
"Ada apa Mila? kenapa kamu langsung berlari meninggalkan kami setelah mendengar pertanyaanku?" tanya Dewi terheran-heran.
"Saya sedang mencari orang yang telah mengantarku kemari, tadi saya lupa mengajaknya untuk masuk ke rumah karena
saya langsung berlari meninggalkannya setelah
terkejut melihat keadaan rumah yang sangat ramai". jawab Mila sambil menepuk jidatnya.
"Memangnya dia siapa? dari sikapmu, sepertinya dia orang yang berarti buatmu?" tanya Dewi lagi dengan penasaran.
"Dia adalah Boy, orang yang telah membawaku
keluar dari bahaya dan pergi dari wilayah tersebut". jawab Mila dengan agak lesu.
"Boy...? tanya Dewi dan kapten Saras dalam hati. Sepertinya mereka merasa tidak asing dengan nama tersebut". pikir mereka kompak
dalam hati masing-masing.
"Apakah Boy itu orang yang saya kenal? tanya
Dewi lagi lebih penasaran lagi.
"Iya..., dia adalah Boy yang merupakan pria yang menjadi idaman kita dahulu waktu masih
duduk di bangku sekolah menengah atas di kampung halaman". Jawab Mila sambil tersenyum bahagia mengingat kedekatannya
dengan Boy saat ini telah mengalahkan kedekatan sahabat sekaligus rivalnya itu dengan si Boy yang hanya sebatas sebagai mantan pacar.
"Jadi selama dua hari ini kamu bersama Boy?" tanya Dewi dengan Perasaan cemburu yang tiba-tiba merasuki tubuhnya.
"Iya..., bahkan saya tidur sekamar di tempatnya
__ADS_1
tinggal". Jawab Mila dengan sengaja memancing kecemburuan setelah merasakan
sikap Dewi yang tiba-tiba berubah dengan sekejap terhadap dirinya.