Sang Pangeran Kampus

Sang Pangeran Kampus
Seorang AKBP cantik


__ADS_3

Pak Mardy mengeluarkan sebuah pisau lipat dari saku celananya, kemudian mengarahkannya ke sosok tubuh kapten Saras


sambil bergerak mendekat.


Karena kondisi kapten Saras yang masih dalam keadaan terikat kaki dan tangannya, maka dengan leluasa pak Mardy melepaskan kemeja


serta celana panjang kapten Saras dengan cara merobeknya menggunakan pisau yang dipegangnya.


Kini tubuh sintal dan molek kapten Saras hanya


terbalut oleh pakaian dalam berwarna merah menyala sehingga menjadikan pesona tubuhnya semakin terpancar keluar.


Mata pak Mardy terbelalak seakan-akan ingin meloncat keluar setelah menyaksikan pemandangan indah dan mempesona yang kini terpampang di hadapannya.


Seketika hasrat pak Mardy kian bergejolak dan tidak bisa di bendung lagi. dia segera melucuti pakaiannya sendiri lalu bergegas naik ke atas ranjang kemudian memposisikan benda rahasianya ke arah bokong kapten Saras yang sangat menantang untuk segera di sodok.


Namun sebelum pak Mardy menghujamkan benda rahasianya ke bokong kapten Saras, tiba-tiba sesosok bayangan hitam berkelebat


cepat menyentuh pak Mardy sehingga membuat tubuhnya menjadi kaku dan tidak bisa bergerak sedikitpun.


Sementara kapten Saras yang hanya bisa pasrah menerima nasib sambil memejamkan matanya, belum mengetahui apa yang sedang terjadi barusan karena tidak mengeluarkan suara sedikitpun.


Namun setelah beberapa saat tubuhnya tidak


tersentuh sedikitpun, maka dia segera membuka matanya sambil menoleh kebelakang tubuhnya.


Dia terkejut sekaligus merasa sangat bahagia


karena tubuhnya tidak jadi ternodai oleh pak Mardy yang kondisi tubuhnya kini sedang dalam keadaan kaku dan tidak berdaya serta kedua matanya yang terbelalak.


"Rupanya malaikat penyelamatku sudah datang" Gumam Kapten Saras dalam hati dengan perasaan bahagia.


Dia segera berbalik lalu menendang tubuh pak Mardy yang masih kaku dengan kedua kakinya


yang terikat sehingga membuat tubuh tersebut


terlempar dari ranjang dan jatuh ke lantai dengan sangat keras.


Brukkk


Kemudian kapten Saras berseru


"Apakah itu kamu Boy? terima kasih banyak atas bantuanmu, cepat lepaskan ikatan kaki dan tanganku juga".


Namun kapten Saras tidak terdengar jawaban


sama sekali, hanya sesosok bayangan hitam yang berkelebat dengan cepat datang menyambar ke arahnya yang membuat ikatan

__ADS_1


tangan dan kakinya terlepas seketika.


Namun sebelum bayangan hitam tersebut menghilang lagi, kapten Saras merasakan bokongnya dicolek oleh sosok bayangan hitam sehingga membuatnya kaget lalu buru-buru


menutupi tubuhnya yang molek dengan selimut yang ada di atas ranjang.


"Sebenarnya siapa sih sosok bayangan hitam


yang telah menolongnya kali ini? jika dia adalah Boy sudah pasti dia telah menunjukkan batang hidungnya, namun kenapa justru sosok bayangan hitam yang satu ini malah tetap bersembunyi. Apakah dia bukan si Boy?". pikir kapten Saras dengan raut muka memerah akibat menahan malu.


Sementara itu Boy yang kembali bersembunyi, sedikit tertawa geli akibat tingkahnya yang dengan sengaja mencolek bokong kapten Saras sehingga membuat kapten Saras terkejut dengan muka bersemu merah dan bergegas menyelimuti tubuhnya.


Boy yang sebenarnya ingin melihat tindakan apa yang ingin di lakukan kapten Saras selanjutnya dalam keadaan yang seperti itu, terpaksa harus keluar dari persembuyiannya setelah melihat kapten Saras hanya berdiri mematung sambil tetap menyelimuti tubuhnya


dengan wajah tegang.


Namun ketika dia melihat sosok Boy yang sedang berjalan kearahnya, spontan dia langsung berlari menyambut kedatangan sang penyelamat sambil melepaskan selimut


yang menutupi seluruh tubuhnya.


Kapten Sarah pun segera memeluk Boy dengan sangat erat bagaikan dua sejoli yang baru saja bertemu kembali setelah terpisah bertahun-tahun lamanya.


Sementara itu Boy malah sibuk membuka baju kemeja serta celana jeansnya. Melihat tingkah Boy, kapten Saras langsung mengulum bibir Boy dengan lembut karena mengira bahwa Boy


akan segera menggagahinya.


Meskipun ukurannya tidak cocok, kapten Saras tetap memakai baju kemeja serta celana jeans milik Boy tersebut. Boy pun segera menyambar pakaian milik pak Mardy yang berserakan dilantai untuk di kenakannya.


Selanjutnya Boy dan kapten Saras segera meninggalkan villa mewah tersebut melewati


jalan yang telah dilalui Boy tadi untuk masuk ke Villa tanpa ketahuan.


Sementara itu, rekan-rekan pak Mardy beserta


para penjaga pintu gerbang belum menyadari bahwa mereka telah kecolongan.


Boy dan kapten Saras kini telah berada di dekat motor Boy yang telah di sembunyikan sebelumnya di semak belukar.


Kemudian Boy bertanya kepada kapten Saras


"Dengan siapa kapten menjalankan misi berbahaya ini? dan bagaimana caranya kapten


bisa tertangkap oleh mereka?".


Sambil tetap bersembunyi dibalik semak belukar, kapten Saras menjawab


"Saya menjalankan misi rahasia ini bersama dengan dua anak buahku. Awalnya semua penyamaran kami benar-benar berjalan lancar,

__ADS_1


Namun ternyata kami bertiga di jebak pada saat ingin melakukan transaksi pembelian narkoba.


Entah bagaimana caranya mereka bisa mengetahui bahwa kami bertiga adalah petugas kepolisian yang sedang melakukan


penyamaran untuk mengungkap serta menangkap seluruh jaringan perdagangan narkoba internasional.


Menurut kami semuanya sudah diperhitungkan


matang-matang, akan tetapi kami tidak menyangka akan berakhir dengan tewasnya


kedua anak buah terbaik saya".


"Sepertinya ada seorang mata-mata yang berada dalam ruang lingkup kepolisian yang


berada dalam naungan anda". Jelas Boy sembari mengerutkan keningnya.


Kapten Saras juga berpikiran demikian.


"Namun siapa orangnya? misi ini sangat rahasia dan yang mengetahui tentang misi ini hanya saya dan kedua anak buah saya serta pak Kapolsek". kata kapten Saras kepada Boy.


"Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh kedua anak buahmu karena mereka sampai rela kehilangan nyawa demi misi ini. Sekarang tersisa pak Kapolsek yang patut kita curigai".


Ujar Boy dengan penuh amarah.


Kapten Saras hanya bisa terdiam setelah mendengar perkataan Boy, dia kemudian meminjam ponsel Boy untuk meminta bantuan


dari pihak kepolisian terdekat yang berada di daerah tersebut.


Beberapa menit kemudian sejumlah iringan mobil dan motor datang menghampiri Boy dan kapten Saras.


Setelah dekat barulah di ketahui bahwa iringan kendaraan tersebut adalah para polisi yang di kirim oleh Kapolsek terdekat yang barusan di hubungi oleh kapten Saras.


Mereka sengaja tidak membunyikan sirine agar


para pengedar obat terlarang tersebut tidak kabur sebelum polisi tiba di villa tersebut.


Seluruh iringan kendaraan kepolisian ini berhenti ketika melihat sosok kapten Saras dan Boy melambaikan tangannya.


Seorang polisi wanita berpangkat ajudan komisaris besar polisi (AKBP) turun dari mobil


patroli. Wajahnya cantik dan memiliki tubuh yang molek, usianya sekitar dua puluh tujuh tahunan.


Kapten Saras segera memberi hormat karena


pangkatnya masih berada dibawah AKBP.


Polisi cantik ini kemudian membalas hormat kapten Saras.

__ADS_1


__ADS_2