
Sementara Boy di kamar VIP sebelah yang sedang berbaring, segera mengangkat ponselnya yang sedang berdering.
Boy tersentak kaget setelah orang yang berbicara di ponselnya adalah Kapten Saras
dan menyuruhnya agar segera ke kamarnya
dengan suara agak di pelankan .
Boy segera bergerak cepat dengan berlari keluar kamar karena sesuatu hal pasti terjadi kepada kapten Saras .
Dia kemudian mengetuk pintu kamar kapten Saras , Sedangkan kapten Saras yang mendengar ketukan pintu tersebut segera berteriak dengan kencang
" Buka " Seketika pintu kamar berbunyi dan
kemudian terbuka dengan sendirinya .
Rupanya Kapten Saras telah mengaktifkan sensor suara yang di miliki oleh pitur pintu kamar canggih tersebut agar bisa digunakan ketika dalam kondisi darurat, Daan rupanya itu benar-benar berguna .
Boy segera melangkah masuk dengan hati-hati , Akan tetapi kembali langkah Boy harus terhenti ketika melihat ke arah kapten Saras yang tengah berjongkok di sudut ranjang
dengan posisi menghadap ke Boy .
Degup jantung Boy tiba-tiba berdetak kencang
dan menelan ludah ketika melihat dengan
jelas dari dekat bentuk dan rupa mahkota kapten Saras yang sangat indah itu dalam keadaan polos tanpa di balut oleh sehelai benang pun .
Kapten Saras yang belum menyadari keadaannya saat itu, Segera menegur Boy yang terlihat hanya diam mematung dan segera menyuruhnya agar segera menghampirinya .
Dengan agak kikuk , Boy dengan cepat ikut berjongkok di samping kapten Saras lalu bertanya
" Apa yang terjadi kapten Saras ? "
" Tadi waktu saya sedang mandi , ada sesosok bayangan hitam berada di dalam kamar mandi
lalu tiba-tiba menghilang tanpa jejak " jelas kapten Saras .
" Benarkah itu ? , tanya Boy dalam hati . Berarti
ada seseorang yang juga menguasai ilmu
Kanuragan sepertinya dan sekarang berada di dalam kamar ini .
" Jangan khawatir kapten , Saya akan menemukannya " . kata Boy sembari menarik Selimut besar diatas ranjang lalu menutupi
tubuh bagian bawah kapten Saras lalu melangkah masuk ke kamar mandi .
Kapten Saras tampak bengong melihat tingkah
Boy yang tiba-tiba berubah dan berlagak seperti
seorang jagoan. Namun ketika dia menyingkap
selimut tersebut , kapten Saras terperanjat dan seketika mukanya memerah bagaikan kepiting rebus dan segera menutupinya kembali .
__ADS_1
Kapten Saras baru menyadari bagaimana kondisi pakaiannya sekarang,
" Astaga , berarti Boy tadi sudah melihat mahkotanya itu " Guman Kapten Saras dalam hati sambil menutupi mukanya yang memerah
menahan rasa malu .
Sementara dari dalam kamar mandi terdengar
suara benturan dan hantaman benda-benda keras. Tampaknya sedang terjadi sebuah perkelahian hebat dengan menggunakan tenaga dalam serta ilmu Kanuragan yang sangat tinggi .
Kapten Saras segera membenahi pakaiannya
fan langsung menuju pintu kamar mandi sambil memegang pistol miliknya .
Dengan hati-hati dia menyelinap masuk ke kamar mandi yang cukup luas tersebut ,
Kapten Saras kembali terkejut dan seakan berada dalam sebuah cerita dongeng ketika melihat secara langsung dua sosok bayangan hitam misterius yang berkelebat dan saling berkejaran kesana kemari sambil mengeluarkan suara keras serta hembusan angin yang sangat kuat .
Kapten Saras tidak melihat dimana Boy berada saat ini, Padahal dia melihat dengan jelas Boy masuk ke dalam sini .
" Apakah salah satu bayangan yang berkelebat itu adalah Boy ? kalau itu memang benar betapa hebatnya si Boy, dan hal inilah yang mungkin membuat hatiku bergetar ketika melihat si Boy " tanya kapten Saras dalam hatinya sembari berdecak kagum .
Kini kapten Saras hanya mengarahkan pistolnya ke kedua bayangan yang berkelebat itu, tetapi tidak berani menembak karena takut
mengenai sosok yang telah dikaguminya .
Setelah sekian lama bertarung, tampaknya salah satu bayangan tersebut terluka berat dan sudah tidak kuasa lagi untuk melanjutkan , akhirnya bayangan tersebut kabur melewati
pintu kamar mandi yang terbuka sehingga membuat kapten Saras yang berada di sana terpental ke belakang hingga menghantam tembok akibat dari kuatnya hembusan angin
Sementara sosok bayangan hitam yang satunya ikut mengejar keluar dan beberapa detik kemudian terdengar suara hantaman keras di sertai suara pecahan kaca yang berhamburan .
Kapten Saras berusaha bangkit sambil menahan sakit di punggungnya , Boy nampak berlari keluar dari dalam ruang toilet dan langsung membantu kapten Saras untuk bangkit.
" Apakah kapten baik-baik saja ? " tanya Boy
dengan perasaan cemas .
" Terima kasih , Saya baik-baik saja Boy "
jawab kapten Saras tersenyum .
Kondisi kamar mandi sangat berantakan , bercak darah terlihat berceceran dan tersebar di tembok dan lantai kamar mandi , Sedangkan di ruang tidur nampak terlihat jendelanya hancur dan pecahan kaca berserakan di mana-mana .
Kapten Saras segera menghubungi Anggy
dan segera menjelaskan semua yang terjadi
padanya barusan.
Dan tidak lama kemudian Anggy tiba dengan beberapa pria berseragam petugas keamanan.
mereka langsung mengecek semua keadaan di
dalam kamar VIP .
__ADS_1
Tidak beberapa lama kemudian , Anggy kembali
keluar dan menemui kapten Saras
" Apakah kapten baik-baik saja ? " tanya Anggy
dengan cemas .
" Saya baik-baik saja " jawab kapten Saras .
" Maafkan kami kapten , pihak kami tidak tahu
kalau hal ini akan terjadi. kami akan menyediakan kamar yang lainnya untuk kapten " ujar Anggy .
Kapten Saras tidak langsung menjawab ,
" Inilah kesempatan yang baik untuk mengenal Boy lebih jauh lagi " pikir Kapten Saras dalam hati . Setelah itu dia berkata
" Saya rasa tidak perlu , Saya akan berada satu kamar saja dengan Boy agar kami bisa saling menjaga jika orang tersebut kembali " ujar kapten Saras sambil melirik ke arah Boy yang
kelihatan tenang-tenang saja .
Anggy yang mendengar ucapan kapten Saras ,
membuat perasaan cemburunya sempat muncul namun kemudian dia menguburnya dalam-dalam ketika mengingat bahwa dia
tidak mungkin akan memiliki Boy karena dia
akan menjadi istri dari pak Bambang .
" Baiklah kalau begitu , saya rasa itu juga adalah
keputusan terbaik dan kami pastikan tidak akan ada lagi gangguan hingga kapten bisa beristirahat dengan tenang " jelas Anggy .
" Bagaimana menurut kamu Boy ? apakah kamu
setuju ? " tanya kapten Saras , sekedar ingin tahu reaksi Boy .
" Kalau menurut kapten itu adalah jalan terbaik, maka saya pun ikut mendukung " jawab Boy dengan hati-hati , sambil memandang Anggy karena takut menyinggung perasaannya .
" Kalau begitu saya pamit, silahkan kapten dan Boy beristirahat kembali .Mengenai keamanan, jangan khawatir kami akan menempatkan petugas keamanan di setiap sudut " Jelas Anggy kemudian pergi meninggalkan Boy dan kapten Saras .
Boy membuka pintu kamar VIP nya dan mempersilahkan kapten Saras untuk masuk.
Dengan tersenyum manis kapten Saras melangkah masuk sambil merangkul lengan
Boy tanpa malu-malu .
Boy agak terkejut melihat tingkah kapten Saras
yang tiba-tiba berubah menjadi sangat centil
kepadanya setelah kejadian yang menimpanya
tadi .
__ADS_1