Sang Pangeran Kampus

Sang Pangeran Kampus
Pesona Boy di rumah kost Viona


__ADS_3

Tepat pada pukul sebelas siang waktu indonesia barat, mereka pun pada akhirnya tiba di sebuah gedung serba guna yang tampak terlihat cukup megah dan terletak di sekitar tugu monas.


Suasana gedung tersebut terlihat sudah sangat ramai oleh para tamu undangan maupun para anggota kepolisian yang hadir dalam acara pemberian penghargaan tersebut.


Seketika semua mata tertuju kepada kedatangan rombongan mobil mewah yang mendapat pengawalan khusus oleh pihak kepolisian.


Decak kagum terlihat dari semua mata lelaki tak kala melihat langsung dua orang polisi wanita yang berparas cantik turun dari mobil mewah yang pertama dan kedua.


Sedangkan para wanita muda maupun wanita yang sudah berumur, terperangah dengan mulut menganga ketika melihat seorang pria muda tampan yang berpenampilan eksklusif turun dari mobil mewah yang ketiga.


Mereka bertiga tidak lain adalah Kombes Lestari, kapten Saras dan si Boy. Selanjutnya mereka melangkah masuk ke dalam gedung secara beriringan dengan dengan posisi Boy diapit oleh kapten Saras yang berada di sebelah kanan sedangkan kombes Lestari yang berada di sebelah kirinya.


Suasana di dalam ruangan sudah sangat ramai, nampaknya seluruh kursi yang tersedia telah terisi penuh oleh para undangan kecuali tiga buah kursi kehormatan yang terletak di deretan paling depan yang merupakan kursi kepunyaan mereka para penerima penghargaan.


Seketika suara riuh tepuk tangan terdengar bergemuruh di setiap sudut ruangan gedung ketika para tamu undangan melihat Boy, kapten Saras serta kombes Lestari berjalan menuju kursi kehormatan.


Tidak lama kemudian suara merdu pembawa acara terdengar memulai acara penyerahan penghargaan dengan terlebih dahulu memperkenalkan pejabat maupun para petinggi-petinggi kepolisian yang ada dalam ruangan tersebut.


Setelah melalui berbagai acara penyambutan, akhirnya tibalah pada puncak acara yakni penyerahan Piagam penghargaan serta sejumlah bonus kepada para kandidat yang telah berjasa membongkar sindikat perdagangan Narkotika internasional yang terbesar pada tahun ini.


Kembali seluruh tamu undangan bertepuk tangan sambil berdiri ketika menyaksikan Bapak Jenderal Wibowo sebagai pimpinan tertinggi kepolisian Republik Indonesia saat ini memberikan secara langsung sebuah Piagam penghargaan dan sejumlah bonus kepada Boy, kaptet Saras, serta kombes Lestari.


Di tengah suasana yang menggembirakan tersebut, kapten Saras tersentak kaget ketika melihat salah satu perwira polisi yang mereka curigai selama ini berbincang-bincang dengan seorang pria di sudut ruangan yang tidak lain adalah pak Rony yang telah menyekap dirinya dan menyandera Kombes Lestari.

__ADS_1


Kapten Saras dengan cepat berbisik kepada Boy dan Kombes Lestari lalu memberi tahu kejadian tersebut, namun sebelum Boy melangkahkan kakinya untuk meringkusnya, pak Rony sudah tak terlihat lagi batang hidungnya.


Sementara perwira polisi yang bernama Brigjen Sasongko tersebut berpura-pura berjalan mondar-mandir seakan-akan sedang berpatroli menjaga keamanan.


Kapten Saras dan Kombes Lestari sebenarnya ingin melaporkan langsung kecurigaan mereka kepada perwira tersebut kepada Jenderal Wibowo pada saat itu juga, namun mereka belum memiliki cukup bukti apapun.


Tepat pukul dua belas siang, semua rangkaian acara telah berakhir sudah, kini para tamu undangan di persilahkan untuk menikmati hidangan makan siang yang telah di sediakan oleh panitia pelaksana.


Kapten Saras dan Kombes Lestari secara diam-diam selalu mengawasi setiap gerak-gerik Brigjen Sasongko tersebut, namun sampai pada berakhirnya jamuan makan bersama siang itu Brigjen Sasongko tidak lagi menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan.


Satu persatu para tamu undangan telah meninggalkan gedung serbaguna tersebut termasuk Jenderal Wibowo yang sudah lebih dulu pulang sebelum jamuan makan siang berakhir.


Tidak lama kemudian Boy, kapten Saras serta Kombes Lestari pun kembali ke hotel untuk beristirahat agar besok paginya mereka bisa terbang kembali ke kota Makassar dengan kondisi fit.


Boy pun kemudian teringat kembali kepada sosok Viona, dia segera menghubungi nomor ponsel milik Viona karena ada sesuatu yang ingin diberikannya namun tampaknya ponsel Viona sedang tidak aktif.


Setelah beberapa lama menunggu kemunculan Viona di lobi hotel namun tetap saja tidak dapat melihat kehadiran Viona.


Boy kemudian memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk beristirahat sejenak agar nanti setelah jam pulang kantor, dia bisa mengunjungi Viona di rumah kostnya sebelum pulang ke kota Makassar.


Tanpa terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul lima sore waktu Indonesia bagian barat, Boy pun telah selesai mandi dan telah bersiap-siap untuk pergi keluar untuk mencari rumah kost tempat di mana Viona tinggal.


Sebelum pergi, Boy terlebih dahulu mencoba menghubungi kembali Viona untuk meminta lokasi tempat tinggalnya.

__ADS_1


Dan kali ini usaha Boy tidak sia-sia, ponsel Viona berhasil di hubungi sehingga memudahkan dirinya untuk menemukan rumah kost Viona.


Boy pun segera berangkat menggunakan taksi online setelah mendapat chat lokasi tempat rumah kost dari Viona.


Hanya dalam waktu sekitar lima belas menit saja, Boy sudah tiba di sekitar lokasi yang di kirimkan oleh Viona.


Dia segera turun dari taksi online lalu membayar ongkosnya. Setelah itu dia kembali menghubungi Viona dan menyampaikan bahwa dirinya sudah berada di sekitar lokasi berdasarkan petunjuk dari ponselnya.


Dan tidak lama kemudian, dari arah depannya yang berjarak sekitar dua puluh meter, keluar seorang gadis yang berpakaian sederhana dari sebuah lorong rumah kost yang bertingkat-tingkat yang menyerupai sebuah rumah susun.


Dia bukan lain adalah Viona, dia berjalan ke arah Boy sambil tersenyum bahagia. Lalu kemudian dia membawa Boy untuk masuk ke dalam kamar kostnya.


Rumah kost Viona adalah rumah kost khusus untuk wanita dan belum berkeluarga. Dan jika ingin membawa teman pria masuk ke kawasan tersebut mereka harus terlebih dahulu melapor ke pemilik rumah kost dan baru bisa membawanya masuk setelah mendapat persetujuan.


Meski rumah kost itu penuh dengan peraturan yang ketat namun terlihat sangat ramai dan banyak penghuninya, Hal yang seperti inilah juga yang membuat Viona memilih untuk tinggal disini agar bisa mendapat keamanan serta ketenangan.


Karena posisi kamar Viona berada di lantai paling atas, maka mereka harus melewati lorong kamar-kamar terlebih dahulu agar bisa sampai ke lantai atas.


Ketika Boy mulai terlihat berjalan di lorong kamar-kamar, seketika suasana menjadi sangat ramai seperti di dalam sebuah pasar tradisional.


Para gadis-gadis terlihat berlomba-lomba keluar dari kamar mereka sambil melempar senyum lalu menyapa dan menggoda Boy.


Viona sangat bangga menyaksikan hal tersebut karena selama ini dia selalu di cemooh karena belum pernah terlihat membawa seorang teman prianya sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2