Sang Pangeran Kampus

Sang Pangeran Kampus
Teringat momen indah


__ADS_3

Mereka berdua pun akhirnya berjalan menyusuri lorong-lorong kampus yang di kelilingi oleh pepohonan yang rindang sehingga membuat udara yang ada di sekitarnya sangat bersih,sehat dan juga menyejukkan.


Selama ini Boy sangat dekat dengan Bu Rosa hingga terakhir kali mereka bertemu bahkan hingga sampai berhubungan intim yang membuat Bu Rosa tergila-gila kepadanya.


Namun semenjak adanya perubahan sikap serta kepribadian yang drastis dari Bu Rosa membuat Boy segan bertemu serta terus menjaga jarak dan semakin lama semakin menjauh bahkan boleh di katakan tidak pernah lagi berkomunikasi atau pun bertatap muka dalam beberapa bulan terakhir ini.


Namun sepertinya Bu Rosa menyadari hal tersebut hingga akhirnya hari ini Bu Rosa secara perlahan-lahan mencoba untuk mengembalikan hubungan erat yang pernah terjalin sebelumnya di beberapa waktu yang lalu.


Sementara itu Boy hanya bisa terdiam membisu sembari mengikuti langkah Bu Rosa yang terus saja menyusuri pelataran kampus.


Sesekali Bu Rosa melirik ke arah Boy yang terlihat sangat canggung karena dirinya berada tepat di samping, lalu kemudian Bu Rosa kembali tersenyum manis.


Sebelum tiba di depan pintu aula kampus, tiba-tiba saja Bu Rosa bertanya kepada Boy


"Apa yang sebenarnya terjadi padamu Boy?kenapa kamu begitu terlihat sangat kikuk ketika saya berada di dekatmu?".


Boy seketika terperanjat mendengar pertanyaan Bu Rosa yang secara tiba-tiba tersebut. Dengan sedikit terbata-bata Boy berkata


"Ti...tidak apa-apa Bu, saya baik-baik saja".


"Saya kira kamu sedang ada masalah atau mungki sedang tidak enak badan". jelas Bu Rosa sambil memandang Boy dengan penuh selidik.


Mendapat tatapan yang begitu tajam dari Bu Rosa, Boy semakin salah tingkah di buatnya. Namun Boy tetap bersikap tenang agar hal yang di rasakannya tersebut tidak sampai di ketahui oleh Bu Rosa yang akan membuatnya semakin terpuruk bahkan hingga kehilangan muka.


"Boy..." tegur Bu Rosa lagi


"Ya Bu...,Ada yang bisa saya bantu?" tanya Boy

__ADS_1


"Setelah selesai acara reuni nanti, apakah kamu ada waktu luang?" tanya Bu Rosa balik.


"Sepertinya untuk hari ini saya tidak ada kegiatan selain ke kampus ini Bu" jawab Boy sembari mengerutkan kening seakan-akan sedang berusaha mengingat-ingat sesuatu.


"Kalau begitu bersediakah kamu menemani saya pergi berbelanja keperluan harian di mall?" tanya Bu Rosa seraya tersenyum.


Boy sebenarnya tidak mau menemani karena masih merasa canggung setiap kali berada di dekat Bu Rosa semenjak perubahan sikap dan pribadinya secara extrem, namun Boy takut mengecewakan Bu Rosa hingga akhirnya dia pun berkata


"Saya bersedia Bu"


Tampak terlihat Bu Rosa tersenyum bahagia setelah mendengar jawaban dari Boy. Bersamaan dengan itu, mereka pun kini telah tiba di depan pintu aula kampus. Mereka berdua segera bergegas masuk ke aula untuk mempersiapkan pelaksanaan acara reuni akbar yang sebentar lagi akan berlangsung agar dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun.


Pada pukul sembilan lewat empat puluh menit waktu indonesia tengah, suasana kampus sudah sangat ramai dan penuh sesak.Terlihat pula tempat parkiran kampus yang cukup luas, kini penuh sesak oleh kendaraan motor dan mobil.


Begitu pula di dalam ruangan aula kampus, tampak terlihat sebagian besar kursi telah terisi penuh oleh para tamu undangan.


Hal ini menandakan bahwa acara reuni akbar kini telah di mulai.Bersamaan dengan itu, sebuah mobil mewah berwarna putih meluncur


masuk ke dalam area parkiran kampus yang telah penuh sesak oleh kendaraan para tamu undangan.


Sementara itu di dalam ruangan aula kampus, suasana tampak begitu hikmat mendengar pidato sambutan dari Bapak Basuki yang menjabat sebagai rektor universitas sampai selesai.


Namun pada saat lima orang wanita cantik melangkah masuk ke dalam aula dengan mengenakan busana mewah dan sexy dengan merek terkenal, suasana tiba-tiba berubah menjadi sangat riuh oleh suara sorakan serta tepuk tangan dari para alumni kampus serta tamu undangan.


Bagaikan seorang tokoh publik figur, mereka berlima terus saja di elu-elukan


"Fivcec...Fivcec...Fivcec"

__ADS_1


Bahkan seorang rektor beserta dosen-dosen serta staf kantor universitas segera menyambut kedatangan dan langsung bersalaman dengan kelima wanita cantik tersebut.


Mereka pun berjalan beriringan mengawal kelimanya menuju kursi bagian depan yang sudah di persiapkan sebelumnya oleh panitia pelaksana acara reuni akbar.


Boy beserta Bu Rosa yang sedang sibuk di belakang panggung pun tampak penasaran mendengar suara riuh sorakan serta tepuk tangan dari para alumni serta tamu undangan reuni akbar tersebut.


Jarak Boy dan Bu Rosa agak berjauhan, mereka pun saling berpandangan lalu kemudian bersamaan mengangkat bahu dan mengelengkan kepala yang memberikan isyarat masing-masing bahwa mereka juga tidak mengetahui kejadian apa yang telah teejadi di depan panggung aula kampus.


Tanpa di beri komando, mereka berdua segera mengintip dari sela-sela tirai layar besar yang tepat menghadap ke kursi para tamu undangan.


Bu Rosa yang berada di sebelah kiri bagian belakang panggung menampakkan ekspresi yang biasa-biasa saja setelah melihat lima orang wanita cantik yang tengah di elu-elukan para tamu undangan reuni akbar.


Sementara Boy yang berada di sebelah kanan bagian belakang panggung, tampak sedikit terkejut melihat salah satu sosok dari kelima wanita cantik tersebut.


Sepertinya Boy mengenal baik salah satu dari kelima sosok wanita cantik yang di elu-elukan bagaikan tokoh publik tersebut.


Melihat Bu Rosa yang bersikap cuek terhadap apa yang tengah terjadi di depan panggung saat ini dan kembali sibuk dengan aktivitasnya sebagai penanggung jawab acara, Boy bergegas menghampirinya kemudian bertanya


"Siapa kelima wanita yang di elu-elukan itu Bu? apakah ibu mengenali mereka".


"Entahlah, Saya tidak mengenal mereka" jawab Bu Rosa datar.


"Tetapi kenapa pak rektor serta rekan-rekan dosen ibu mengenal mereka?" tanya Boy lagi


"Ya...sudah pastilah, mereka semua kan sudah lama mengabdi di kampus ini, sedangkan saya baru berada di kampus ini sekitar dua tahun lamanya." jawab Bu Rosa sambil tersenyum manis.


Hal tersebut membuat Boy seketika mengingat kembali momen-momen indah beberapa bulan yang lalu saat menikmati malam panjang bersama Bu Rosa di kediamannya.

__ADS_1


Sebenarnya Boy sangat ingin mengulangi kembali momen-momen indah tersebut namun sepertinya hal tersebut tidak dapat terwujud karena Bu Rosa kini telah berubah menjadi pribadi yang religius.


__ADS_2