Sang Pangeran Kampus

Sang Pangeran Kampus
Dua lawan satu


__ADS_3

Sementara di seberang sana, seseorang yang sedang menatap sebuah layar laptop tampak tertawa dan tersenyum dengan penuh kemenangan.


"Luar biasa efek dari ramuan tersebut, wajar saja kalau harganya sangat mahal. Tetapi tidak apalah, yang penting saya bisa melihat adegan syur secara live dan nantinya saya akan mendapatkan bonus yang sangat besar setelah menyerahkan rekaman video ini ke Bapak pimpinan". Gumam pria ini.


"Tetapi sebenarnya saya sangat cemburu melihat pemuda tersebut, karena bisa menikmati dua tubuh wanita cantik sekaligus dalam satu kesempatan. Sayang sekali kedua polisi cantik tersebut tidak jatuh ke pelukanku". kata pria ini lagi sambil terus menatap layar laptop tanpa berkedip.


Sementara itu, Boy sedang kewalahan menerima serangan kedua polisi wanita cantik.


Namun Boy sebagai seorang ahli beladiri dan tenaga dalam serta seorang mahasiswa yang terbilang cerdas, tetap bisa merasakan bahwa ada yang ganjil terhadap kejadian yang mereka alami saat ini.


Sepertinya ada seseorang yang berusaha menjebak mereka, minuman yang mereka minum terakhir sewaktu jamuan makan malam tadi, sepertinya mengandung obat perangsang karena hanya mereka bertiga yang meneguk minuman tersebut yang mengalami hal yang sama.


Boy segera memperingatkan kombes Lestari dan kapten Saras bahwa perbuatan mereka sedang diawasi oleh seseorang namun mereka berdua tetap saja melancarkan aksinya disekujur tubuh Boy.


Sepertinya mereka berdua benar-benar sudah berada dalam pengaruh obat perangsang dan tidak bisa membendung hasrat mereka berdua untuk bercinta.


Boy yang menyadari hal tersebut segera menuntun kombes Lestari serta kapten Saras ke sudut kamar hotel yang kemungkinan tidak terpantau oleh kamera tersembunyi yang di pasang orang yang menjebak mereka.


Setelah Boy merasa sudah merasa berada di tempat yang tepat, dia langsung menotok jalan darah kapten Saras dan kombes Lestari agar tidak bisa bergerak kemana-mana.


Selanjutnya dia berkelebat cepat mencari letak


kamera tersembunyi tersebut. Sementara pria yang sedang memperhatikan monitor laptop yang berada di kamar hotel yang lain tampak gelisah karena di layar laptop hanya bisa terlihat sebuah ranjang dan ruangan kosong.


Dan tidak lama kemudian layar laptop tiba-tiba menjadi gelap dan tak terlihat apapun juga. dia kemudian marah besar, lalu membanting laptop tersebut ke lantai hingga hancur berantakan lalu berlalu pergi meninggalkan kamar hotel tersebut.

__ADS_1


Rupanya di kamar kombes Lestari, Boy berhasil menemukan sebuah kamera kecil yang tersembunyi di atas lemari yang tepat menghadap ke ranjang.


Boy kemudian mengeluarkan memory card lalu menyimpanya di saku celana, sementara kamera kecilnya langsung dia hancurkan.


Setelah merasa tidak ada lagi yang mengawasi mereka, Boy kemudian memindahkan kedua tubuh polisi cantik ke atas ranjang dalam keadaan yang masih tidak bisa bergerak.


Boy segera menutupi tubuh kombes Lestari dan kapten Saras yang hanya di balut oleh pakaian dalam dengan selimut tanpa melepaskan mereka dari totokannya.


Hal ini dilakukan Boy agar kapten Saras dan kombes Lestari tidak kembali menyerangnya karena masih berada dalam pengaruh obat perangsang tersebut.


Setelah beberapa lama kemudian, Boy akhirnya melepaskan totokan jalan darah kedua polisi cantik tersebut agar bisa bergerak kembali.


Namun yang terjadi membuat Boy terkejut, kapten Saras serta kombes Lestari tetap menyerangnya padahal dia merasa pengaruh obat perangsang tersebut sudah hilang.


Boy kemudian mengingatkan kembali kepada kombes Lestari dan kapten Saras agar segera mengenakan kembali pakaian mereka karena situasi mereka belum aman sepenuhnya, masih ada kemungkinan kamera yang lain masih mengintai mereka.


"Kamu sudah menghancurkan kamera pengintai itu, jadi saya rasa semuanya sudah tidak ada masalah lagi".


"Lagi pula kondisi kami sudah dalam keadaan yang seperti ini, jadi akan lebih malu lagi jika kami harus mundur". Timpal kapten Saras.


Boy terus berusaha untuk menahan kedua polisi cantik ini agar tidak melakukan hal-hal yang lebih jauh lagi, namun di luar dugaan kombes Lestari menarik tubuh Boy yang masih dalam keadaan berdiri sehingga dia terjerembab menimpa tubuh kombes Lestari yang berada diatas ranjang.


Lalu kombes Lestari memegangi kedua tangan Boy kemudian membalikkan tubuhnya sehingga kini dia dalam posisi menindih tubuh Boy.


Selanjutnya Lestari meminta kepada Saras untuk memegangi kedua tangan Boy. Sementara Saras yang sebenarnya tidak ingin melihat Boy berada dalam pelukan wanita lain tidak bisa menolak dan berbuat apa-apa.

__ADS_1


Lestari kemudian melucuti pakaian yang di kenakan oleh Boy dan hanya dalam waktu beberapa detik saja tubuh Boy kini sudah polos tanpa mengenakan sehelai benang pun.


Awalnya Lestari biasa-biasa saja, namun kemudian tiba-tiba matanya terbelalak sambil menelan ludah ketika menyaksikan ukuran benda pribadi Boy yang terlihat sangat menantang.


Tanpa pikir panjang lagi, Lestari langsung mengenggam benda pribadi Boy lalu mempermainkannya. Sementara Saras yang menyaksikan keadaan tersebut mulai ikut terpancing untuk melakukan aksinya namun Lestari menahannya.


Sementara Boy yang berada dalam tekanan, tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Dia hanya bisa menerima dan menikmati setiap serangan yang di lancarkan oleh Lestari dan Saras.


Hingga pada akhirnya terdengar suara pekikan dari Lestari


"Akhr..."


Rupanya benda pribadi Boy telah menghujam masuk ke dalam perhiasan milik Lestari yang mengakibatkan rasa perih yang bercampur dengan rasa nikmat yang belum pernah dirasakannya.


Secara perlahan Lestari menggerakkan pinggulnya naik turun yang semakin lama semakin cepat hingga perasaan sakit itu hilang dengan sendirinya dan yang tersisa hanya rasa nikmat yang luar biasa.


Hingga beberapa saat lamanya gerakan itu dilakukannya, Lestari kemudian mendesah panjang diikuti oleh sekujur tubuhnya yang mengejang serta bergetar hebat sampai dia merasakan sesuatu yang aneh namun nikmat, terus bergerak mencari jalan keluar hingga akhirnya menyembur keluar membasahi tubuh Boy yang berada di bawahnya.


Dan seketika itu pula tubuh Lestari ambruk dan terkulai lemas di samping Boy. Selanjutnya Saras mengambil alih permainan setelah melihat Lestari sudah mencapai *******.


Saras tidak lagi canggung melakukan hal tersebut karena dia sudah merasakan sebelumnya benda pribadi milik Boy yang begitu luar biasa.


Tanpa berpikir lama, Saras segera melancarkan serangannya yang sedari tadi tertunda oleh karena adanya Lestari.


Boy yang masih berada di bawah hanya bisa tersenyum ketika melihat Saras mulai mengarahkan perhiasannya kemudian menghujamkan sedalam-dalamnya ke benda pribadi milik Boy yang membuat kedua matanya merem melek menahan rasa nikmat yang tak terhingga.

__ADS_1


Setelah bermain cukup lama sampai pada akhirnya, Saras pun mencapai ******* hingga tubuhnya kini juga ikut terkulai lemas di samping Boy sambil tersenyum penuh kebahagiaan. Hingga akhirnya mereka bertiga tertidur pulas dalam satu ranjang hingga pagi hari.


__ADS_2