
Tepat pukul dua lewat tiga puluh lima menit dini hari mereka akhirnya tertidur pulas sambil berpelukan di dalam selimut besar.
Hangatnya sinar mentari pagi yang masuk ke dalam kamar Boy melalui celah-celah jendela membuat Vivi terkejut dan seketika terbangun dari tidurnya yang nyenyak.
Dengan tergesa-gesa Vivi langsung melangkah masuk ke kamar mandi sambil meraih sebuah handuk kecil yang tergantung tepat di samping pintu kamar mandi.
Sedetik kemudian suara gemiricik air yang keluarhzbx dari shower dan jatuh ke lantai nampak terdengar dengan jelas dari arah kamar mandi yang pintunya tidak tertutup.
Boy yang mendengar suara gemericik air tersebut membuatnya terbangun, dia kemudian duduk dipinggir ranjang lalu mengarahkan pandangannya keseluruh ruangan kamar seakan-akan sedang aa r sesuatu namun tidak di temuinya.
Awalnya Boy ingin langsung menuju kamar mandi namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena ada sesosok wanita cantik yang keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk kecil berwarna putih yang tak lain adalah si Vivi.
Saking kecilnya handuk tersebut, membuat gunung kembarnya yang kenyal dan mulus serta berukuran cukup besar hanya tertutup separuh sehingga menampakkan dua buah lingkaran kecil berwarna kecoklatan yang tepat berada di kedua puncaknya.
Sementara di bagian bawah, tampak terlihat di bagian depan menyembul sebagian liang Surgawi Vivi yang di kelilingi oleh semak belukar yang tumbuh subur dan tertata dengan rapi, sementara di bagian belakang terlihat dua buah bokong yang montok dan sangat mulus tanpa noda sehingga sangat indah di pandang.
Sambil tersenyum manis, Vivi berjalan mendekati Boy yang berdiri mematung dan tampak terpukau melihat keindahan serta kemolekan tubuh Vivi yang berkilau begitu terkena sinar sang mentari pagi yang begitu hangat.
Dengan segera Vivi mengenakan pakaian dalamnya yang berserakan di atas ranjang lalu selanjutnya mengenakan baju dan rok mininya.
Sebelum Vivi meninggalkan Boy, dia terlebih dahulu mengecup bibir Boy dengan lembut lalu berbisik
"Terima kasih banyak atas semua pengalaman indahnya, semoga di lain waktu kita bisa menikmatinya lagi"
Kemudian Vivi melangkahkan kakinya menuju pintu kamar. namun sebelum Vivi meraih gagang pintu terdengar suara ketukan dari arah luar.
Seketika Vivi tersentak kaget hingga dengan reflex dia mundur beberapa langkah ke belakang.
Setelah beberapa saat kemudian suara ketukan tersebut kembali terdengar. Namun kali ini terdengar cukup keras serta di barengi dengan suara panggilan
"Boy...,apakah kamu ada di dalam?"
Vivi yang sedari tadi sudah terlihat sangat khawatir langsung pucat pasi ketika mengenali suara wanita yang sedang mengetuk pintu dan memanggil-manggil si Boy.
__ADS_1
Dia bukan lain adalah kakak Vivi yaitu Tante Mia. Vivi terlihat semakin gelisah sambil berjalan mondar mandir tepat di belakang pintu kamar Boy.
Boy yang melihat hal tersebut segera tersadar dan langsung membuka jendela kamarnya lebar-lebar lalu memberikan isyarat kepada Vivi untuk keluar melalui jendela tersebut.
Tanpa pikir panjang lagi, Vivi segera berlari menuju jendela lalu keluar dengan hati-hati
tanpa bersuara. Kembali Vivi mengecup bibir Boy lalu tersenyum dan bergegas pergi.
Dengan cekatan Boy berlari lalu membuka pintu kamarnya lalu menyapa Tante Mia yang sedari tadi menunggu
"Selamat pagi Tante" Sapa Boy
"Adakah yang bisa saya bantu?" tanya Boy lagi.
Tante Mia tidak langsung menjawab pertanyaan si Boy, namun justru dia yang balik bertanya
"Bolehkah saya masuk ke dalam kamar kamu?"
Dengan sopan dan tanpa ragu Boy membuka lebar-lebar pintu kamarnya lalu mempersilahkan tante Mia untuk masuk ke dalam.
Sambil sedikit tersenyum manis ke arah Boy, tante Mia segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Boy.
Di dalam kamar tampak terlihat tante Mia melayangkan pandangannya ke setiap sudut ruangan dengan seksama tanpa melewatkan setiap inchi pun.
Setelah merasa apa yang dicarinya tidak ketemu, tante Mia selanjutnya berjalan ke arah kamar mandi yang pintunya agak sedikit tertutup.
Selanjutnya tante Mia membuka lebar-lebar pintu kamar mandi tersebut lalu masuk ke dalam untuk memeriksa lebih detail agar tidak ada keraguan lagi darinya.
Setelah beberapa saat, tante Mia keluar dari kamar dan langsung menemui Boy yang terlihat masih berdiri tegap di depan kamarnya lalu berkata
"Apakah kamu melihat wanita yang bersamaku tadi pagi?"
"Hmmm...semalam sih saya sempat bertemu di teras rumah dan berkenalan satu sama lain, namun untuk selanjutnya saya tidak tahu lagi kemana perginya". Ujar Boy yang terpaksa berbohong untuk menghindari pertikaian dari kedua bersaudara tersebut.
__ADS_1
Kemudian Boy bertanya lagi
"Apakah tante sudah mencarinya sungguh-sungguh di rumah?".
"Semalam sih saya sudah mencarinya dan menghubunginya namun tidak ketemu" jelas tante Mia.
"Kalau tadi sebelum ke sini apakah tante juga sudah memeriksanya?" tanya Boy lagi.
"Kalau tadi sih belum saya periksa" Ujar tante Mia.
>
"Kalau begitu sebaiknya tante periksa kembali sekarang kamarnya, mungkin saja dia telah kembali tanpa sepengetahuan tante" Jelas Boy selanjutnya.
Tante Mia hanya bisa manggut-manggut sambil tersenyum dan bergumam dalam hati "Ada benarnya juga kata Boy, tadi memang saya lupa memeriksanya".
Dengan segera tante Mia pamit ke Boy sambil berkata
"Terima kasih Boy atas bantuannya, mohon maafkan saya karena telah mengganggu waktu istirahatmu" Ujar tante Mia kemudian langsung melangkah pergi meninggalkan Boy sendirian.
Setelah sosok tante Mia tak terlihat lagi, Boy kembali masuk ke kamarnya untuk membenahi ranjang yang masih berantakan akibat pertempuran sengit yang terjadi semalam bersama Vivi.
Sementara tante Mia yang baru saja masuk ke rumahnya langsung melangkahkan kakinya naik ke lantai dua untuk mengecek keberadaan Vivi.
Sedangkan Vivi yang mendengar kedatangan seseorang melalui suara langkah kakinya segera melompat ke atas tempat tidurnya kemudian menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut lalu berpura-pura sedang tertidur pulas.
Tidak lama kemudian terdengar suara pintu kamar yang terbuka lalu muncul seorang wanita yang tidak lain adalah kakaknya si Mia.
Beberapa saat kemudian Vivi merasakan kak Mia menarik selimut yang di kenakannya lalu kemudian membangunkannya.
"Vi...Vi...ayo bangun cepat, ada yang ingin saya bicarakan denganmu" Kata Kak Mia dengan nada agak kesal.
Vivi tersentak kaget ketika mendengar perkataan kakaknya itu dengan nada yang tidak seperti biasanya.Vivi merasa sedikit cemas karena merasa bahwa kakaknya Mia mengetahui kalau dirinya telah melakukan hubungan intim dengan si Boy.
__ADS_1