
Viona segera menuju ke ruang kerja pimpinan hotel yang terletak di lantai atas.
Rupanya pimpinan hotel yang bernama pak Cokro tersebut mengangkat Viona sebagai kepala staf pelayanan kamar menggantikan seorang kepala pelayanan kamar sebelumnya yang memiliki kinerja yang kurang baik.
Hal ini dilakukan Bapak Cokro setelah mendapat rekomendasi dari Boy dan para petugas kepolisian seperti kapten Saras serta Kombes Lestari.
Viona awalnya tidak ingin menerimanya karena takut membuat kepala pelayanan kamar sebelumnya marah kepadanya.
Namun setelah mendapat jaminan dan penjelasan langsung dari pak Cokro bahwa memang dia sudah lama bermaksud menggantikan kepala staf pelayanan kamar sebelumnya karena memiliki kinerja yang kurang baik namun belum menemukan orang yang tepat.
Hingga akhirnya Viona mau menerimanya, Pak Cokro memilih Viona setelah mendapat rekomendasi dari Boy dan para rombongan polisi tersebut bahwa Viona layak untuk mendapatkan kesempatan untuk menduduki posisi tersebut.
__ADS_1
Pak Cokro segera mengumpulkan seluruh karyawan dan staf kantor untuk menginformasikan hal tersebut agar mereka mengetahuinya.
Setelah itu Pak Cokro memerintahkan kepada office Boy agar segera menyiapkan ruang kerja buat Viona.
Sementara itu, beberapa jam kemudian Boy beserta Kapten Saras dan Kombes Lestari telah tiba kembali ke kota Makassar setelah menempuh penerbangan kurang lebih dua jam lamanya dari bandara internasional halim perdana kusuma jakarta.
Sebelum mereka berpisah dan pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat, Boy, Kapten Saras serta Kombes Lestari saling bersalaman lalu berpelukan dan saling memberi semangat.
Terlihat wajah Kombes Lestari sangat berseri-seri ketika saling bersalaman serta berpelukan dengan Boy. Sepertinya kombes Lestari telah merasakan sebuah pengalaman yang sangat luar biasa bersama Boy dalam beberapa hari ini yang tidak akan pernah dilupakannya selama hidupnya.
Namun kapten Saras tetap bersikap tenang meskipun dia harus menahan rasa cemburu yang menghantui perasaannya.
__ADS_1
Sebenarnya kapten Saras juga sangat berharap jika nantinya Boy akan menjadikan dirinya sebagai pasangan hidupnya meskipun itu agak berat di karenakan kapten Saras harus bersaing dengan begitu banyak wanita cantik yang dekat dengan Boy, bahkan kini dia harus bersaing dengan rekan sejawatnya yang juga merupakan atasannya.
Ketika Boy baru saja tiba di depan rumah kostnya, tampak terlihat tante Mia sedang duduk santai di teras depan rumah bersama seorang gadis berparas Cantik, kulitnya yang putih mulus serta rambutnya yang panjang berwarna hitam tampak berkilau ketika diterpa sinar matahari
Tidak seperti biasannya, Boy merasa ada yang aneh dengan sikap tante Mia kali ini kepadanya.
Tante Mia biasanya sangat bersemangat dan segera menyapa apabila melihat kedatangan Boy, apalagi dia baru saja pulang setelah pergi dalam beberapa hari ini.
Sementara gadis cantik tersebut terlihat memperhatikan Boy yang baru saja datang dan langsung masuk ke dalam rumah kostmya.
Sepertinya gadis cantik tersebut sangat penasaran ketika menyaksikan penampilan Boy yang sangat menawan dan elegan dalam balutan jas modern berwarna hitam.
__ADS_1
Gadis cantik itu kemudian bertanya kepada Tante Mia perihal Boy, namun terlihat tante Mia sepertinya tidak senang jika gadis muda dan cantik tersebut menanyakan perihal Boy.
Tante Mia tidak langsung menjawab, tetapi dia justru mengalihkan pembicaraan kepada topik pembicaraan yang lainnya agar gadis muda tersebut melupakan sosok Boy.