Sang Pangeran Kampus

Sang Pangeran Kampus
Rencana kemping


__ADS_3

Suasana kampus hari sangat ramai, beberapa mahasiswa terlihat sedang bercakap-cakap di depan ruang fakultas masing-masing.


Ada pula yang sedang mondar-mandir dan sesekali bercanda sambil berkejar-kejaran.


Boy yang saat ini sedang nongkrong di teras fakultas Tehnik bersama dengan Dedy dan Dylan serta beberapa mahasiswa lainnya.


Mereka sedang sibuk merundingkan tentang pengajuan proposal dan pendanaan kegiatan


kemping wisata alam yang akan mereka adakan nanti untuk menyambut para mahasiswa baru sekalian di gunakan sebagai


tempat dalam masa orientasi nanti .


Sementara di tempat lain , tepatnya di fakultas ekonomi beberapa mahasiswi terlihat sibuk


dengan ponsel. mereka berkumpul untuk melihat sesuatu yang cukup menarik bagi mereka sembari sesekali tertawa sambil


melompat-lompat kegirangan.


Sedangkan dari arah perpustakaan ,Dua orang mahasiswi cantik yang sedang berjalan sambil berdiskusi mengarah ke fakultas teknik di mana Boy juga sedang berdiskusi dengan rekan-rekan mahasiswa fakultas teknik lainnya.


Beberapa mahasiswa yang di lewati oleh kedua


mahasiswa ini menyapa mereka dengan ramah


dengan memberikan senyuman seindah mungkin.


" Hey Beby...,Hey Cinta..., selamat siang "


Beby dan Cinta berhenti sejenak seraya menoleh kearah dari datangnya suara yang memanggil nama mereka.


Beby dan Cinta cuma tersenyum tipis tanpa menjawab sapaan mereka dan berlalu begitu saja.


Sebenarnya para mahasiswa ini tidak agak segan menyapa Beby dan Cinta, karena takut


mendapat hinaan dan cacian mengingat bahwa


Beby dan Cinta termasuk kedalam lima besar jajaran gadis atau mahasiswi tercantik di kampus serta Beby dan Cinta memiliki status sosial yang tinggi.


Sedangkan mereka hanya mahasiswa biasa yang berasal dari keluarga miskin.


Beby sendiri adalah seorang anak tunggal dari


Bapak Syamsul Utama, seorang pengusaha sukses yang merupakan pemilik PT. Adi karya Utama yang merupakan perusahaan besar di bidang pertambangan.


Sedangkan Cinta adalah anak ke dua dari Bapak Arifin Hidayah yang merupakan seorang


pejabat daerah dan berstatus sebagai ketua DPRD kota Makassar.


Dylan yang melihat Beby dan Cinta sedang berjalan menuju ke arah mereka, langsung merapikan kerah serta lengan bajunya.


Dan setelah berada dihadapannya , Dylan


langsung tersenyum dan menyapa

__ADS_1


" Selamat Siang Nona-nona yang Cantik , sudikah anda untuk mampir sebentar ".


" Hmmm...., apakah penting bagi kami ? ". sahut


Beby sambil melotot menatap Dylan.


Mendapat tatapan tajam dari salah seorang idola kampus, membuat Dylan kelabakan dan salah tingkah .lalu dia menjawab dengan agak kikuk


" Y....ya.., mu...mungkin. "


Mendengar jawaban Dylan yang konyol, semua


mahasiswa yang ada disekitarnya saling berpandangan ,lalu sedetik kemudian


" Ha..ha..ha..ha.., wkwkwkwk ". Terdengar suara tawa mereka meledak bagaikan bom atom yang seketika itu membuat wajah Dylan pucat pasi karena tak tahan menahan malu.


Boy yang melihat raut muka dan tingkah Dylan yang seperti orang idiot yang sedang kebingungan hanya bisa menahan tawa.


Beby dan Cinta yang ikut tertawa cekikikan


tiba-tiba terdiam setelah mendengar ada suara seseorang yang amat mereka kenal diantara suara-suara tawa mahasiswa itu.


Mereka mencoba mencari dengan memandangi setiap sosok mahasiswa ada di situ.Dan betapa terkejut dan senangnya mereka ketika melihat sesosok pemuda ganteng yang duduk membelakangi mereka .Dia tak lain adalah Boy yang selama ini mereka idam -idamkan.


" Hay Boy..., senang melihatmu hari ini " ujar Beby.


Mendengar suara lembut yang memanggil namanya, Boy menoleh kebelakang sambil membalikkan badannya


" Eh...kalian , bagaimana khabarnya hari ini ?".


mahasiswi Cantik tersebut sambil mengulurkan tangannya.


Beby dan Cintapun langsung saling berebut


untuk menjabat tangan Boy.


Para mahasiswa yang melihat kejadian tersebut, langsung merasa sangat iri dengan si Boy. apakah yang membuat para gadis begitu tergila-gila dengan si Boy. ahkan gadis kampus sekelas Beby dan Cinta saja rela berebut untuk bersalaman dengannya.


" Baik-baik saja " jawab Beby dan Cinta berbarengan.


" Ngomong-ngomong , kemana Anggi, tidak biasanya dia terpisah dari kalian ?" tanya Boy menyelidik.


" Entahlah Boy..., memang sudah beberapa hari ini dia tidak datang ke kampus, kami juga sudah berusaha menghubunginya namun ponselnya tidak pernah aktif ". ujar Cinta dengan wajah murung.


"Sepertinya , sesuatu telah terjadi pada Anggi", guman Boy dalam hatinya.


"Apakah kalian sudah mengunjungi ke rumahnya? " tanya Boy kemudian.


Beby dan Cinta saling berpandangan, terbersit


perasaan iri mereka kepada Anggi karena Boy begitu memperhatikannya.


" Kami belum berkunjung ke rumahnya " jawab

__ADS_1


Cinta datar. Lalu mencoba mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain.


" Apa sih yang membuat Dylan menyuruh kami untuk bergabung ?" tanya Cinta kemudian


Dedi yang sedari tadi cuma terdiam, mendengarkan percakapan, segera berdiri setelah mendengar perkataan Cinta. Diapun segera berkata


" Kami saat ini akan mengadakan kemping di tempat wisata alam untuk kegiatan masa orientasi mahasiswa baru dan sedang membuat sebuah proposal untuk pengajuan ijin dan pendanaan".


" Lalu hubungannya dengan kami berdua apa ?"


tanya Cinta .


Sebelum Dedi membuka mulut untuk menjawab, Boy tiba-tiba berkata


" Dylan dan Dedi sangat ingin kalian ikut dalam


kegiatan ini karena menurut mereka , jika tanpa kehadiran kalian kegiatan ini tidak akan asyik dan terasa hambar bagaikan sayur tanpa garam". Ucap Boy bercanda lalu tersenyum.


Bagaikan disambar geledek mendengar ucapan Boy, raut muka Dedi dan Dylan berubah merah seperti udang rebus karena malu.


" Apakah kamu ikut Boy ? " tanya Beby


" Tergantung apakah saya ada waktu atau tidak" jawab Boy datar .


" Kalau Boy tidak ikut, kamipun tidak akan ikut " Ucap Beby


" Tetapi jika Boy ikut, jangankan saya ikut dengan kalian saya juga akan merekomendasikan proposal kalian ke perusahaan milik ayah saya untuk mendapatkan dana segar ". Lanjut Beby


Dedi dan Dylan beserta mahasiswa lainnya membelalakkan matanya karena terkejut mendengar perkataan Beby. Dan tanpa di komandoi , mereka serempak bersujud di hadapan Boy


" Ayolah Boy, bantu kami, maukan kamu ikut ?


kami mohon ". kata mereka,


Melihat tindakan mereka yang terlalu berlebihan membuat Boy tidak sampai hati untuk mengecewakan mereka. Lalu menjawab


" Okey...saya ikut, dan tak lupa saya berterimakasih kepada Non Beby karena mau membantu mengenai pendanaan kegiatan ini "


Akhirnya permasalahan mereka terselesaikan,, tinggal menunggu waktu pelaksanaan kegiatan tersebut.


Tanpa terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang . perutpun sudah mulai keroncongan, mereka segera membubarkan diri. sebagian dari mereka masuk ke kelas sedangkan yang lainnya langsung menuju kantin kampus yang tepat berada di belakang kampus.


🙏🙏🙏


Mohon maaf jika cerita ini kurang menarik,


karena saya pun masih dalam tahap pembelajaran dalam menulis Novel.


Saya menulis Novel ini langsung ke menu tambah episode di aplikasi tanpa naskah , dan menulis cerita sesuai yang muncul di pikiran saya saat itu juga.


Maaf jika cerita tidak sesuai dengan harapan Anda dan juga episodenya sering terlambat terbit


🙏🙏🙏

__ADS_1


"


"


__ADS_2