
Melihat jejak yang di tinggalkan oleh orang tersebut, Boy sudah dapat memastikan bahwa
orang tersebut bukanlah orang yang bisa dianggap remeh karena dia mampu membawa lari Komisaris besar Lestari melewati jalan yang mustahil dilakukan oleh orang biasa.
Bahkan dirinya pun belum pasti bisa melewati jalur tersebut dengan mulus meskipun dia memiliki ilmu meringankan tubuh apalagi sambil membawa seorang sandera.
Akhirnya kapten Saras memutuskan untuk kembali ke kantor Polsekta 5 Gowa bersama boy dan tim penyergap dengan membawa semua tahanan serta barang bukti lima ratus kilogram narkotika yang di temukan di dalam villa.
Untuk sementara kapten Saras berkantor di Polsekta lima Gowa sebagai pimpinan, sampai komisaris besar Lestari kembali ke kantornya.
Setelah kapten Saras dan Boy beristirahat beberapa jam, kapten Saras kembali menemui Boy untuk memikirkan cara menemukan keberadaan Kombes Lestari yang sedang di sandera.
"Sebenarnya tidak sulit menemukan lokasi di mana Kombes Lestari berada saat ini jika ponselnya ada bersamanya meskipun ponselnya mati". Jelas Boy kepada kapten Saras.
"Kalau begitu kita harus coba lakukan sekarang, jangan sampai terlambat lagi". kata kapten Saras.
"Kita berangkat sekarang ke kantor provider jaringan yang dipakai oleh Kombes Lestari". Ujar Boy singkat.
Setelah tiba di kantor salah satu provider jaringan terbaik yang dipakai oleh Kombes Lestari, kapten Saras segera memberi tahu maksud kedatangannya kepada pimpinan provider jaringan.
Tanpa pikir panjang, pimpinan provider jaringan tersebut segera memerintahkan kepada karyawannya agar segera melacak keberadaan SIM card milik Kombes Lestari.
Dan tidak lama kemudian muncullah sebuah pulau kecil yang terpencil dan tidak berpenghuni yang terletak di kabupaten Gowa serta sebuah titik berwarna merah di tengah pulau yang terus berkedip-kedip di sebuah layar besar transparan yang ada di hadapan mereka.
Kemudian pimpinan provider jaringan yang bernama pak Teguh menjelaskan bahwa titik merah yang berkedip-kedip tersebut adalah SIM card milik Kombes Lestari seraya memperbesar ukuran gambar dilayar dengan menggunakan jari-jarinya.
Setelah merasa posisi keberadaan Kombes Lestari sudah jelas, kapten Saras dan Boy berterima kasih kepada pak Teguh atas semua bantuannya dan pamit pulang untuk segera berangkat menuju pulau kecil tersebut.
Namun tiba-tiba ponsel kapten Saras berbunyi, secara spontan dia melihat sebuah panggilan masuk tanpa nomor dan nama.
__ADS_1
Pak Teguh yang melihatnya segera memerintahkan karyawannya untuk segera melacak posisi nomor yang menghubungi ponsel Kapten Saras yang kebetulan memiliki nomor ponsel dengan provider jaringan yang sama.
Kapten Saras segera menjawab panggilan tersebut sambil mengaktifkan speakernya agar semua orang dapat mendengarnya.
Kemudian terdengar suara seorang lelaki dari seberang sana dengan mengatakan bahwa dia ingin melakukan pertukaran sandera Kombes Lestari dengan lima ratus kilogram narkotika yang telah disita oleh kepolisian dan keempat rekannya yang ikut di tangkap.
Mengenai tempatnya, dia akan menghubungi selanjutnya. Lalu dia mengancam bahwa jika permintaannya tidak dipenuhi maka jangan harap Kombes Lestari akan pulang dengan selamat. Setelah itu sambungan telepon pun terputus dengan sendirinya.
Tut...Tut...Tut...
Bersamaan dengan itu tampak dilayar lebar yang ada di hadapan mereka sebuah titik merah yang berkedip-kedip yang terletak di pinggiran kota Makassar.
Sebelum pergi, kapten Saras meminta kepada pak Teguh untuk terus mengawasi lokasi nomor ponsel milik penyandera yang baru saja menghubunginya serta memberikan informasi jika penyandera Kombes Lestari tersebut bergerak keluar dari kota Makassar.
Sementara itu di pulau terpencil tempat Kombes Lestari di sekap, tampak sejumlah pria berpakaian hitam mengelilingi pulau kecil tersebut, dan di tengah-tengah pulau ada sebuah bangunan yang menyerupai sebuah gubuk petani yang biasa terdapat di pematang sawah.
Kondisi tangan dan kaki Kombes Lestari yang terikat di ke empat sudut ranjang sehingga membuat posisinya tidur terlentang tak berdaya tanpa bisa membalikkan tubuhnya.
Mengetahui bahwa pria yang berhasil menyanderanya sedang tidak ada di tempat, berarti dia punya kesempatan untuk bisa meloloskan diri dengan menaklukkan para penjaga yang menurutnya bisa di tanganinya.
Maka dia merencanakan sesuatu agar bisa melepaskan diri dari ikatan kaki dan tangannya,
Kombes Lestari berpura-pura berteriak kesakitan sambil meronta-ronta tak karuan di atas ranjang.
Kedua penjaga bertubuh kekar yang berada didepan pintu gubuk segera bergerak masuk untuk mengetahui apa yang sedang terjadi pada sanderanya.
Mereka tampak terkejut melihat Kombes Lestari meronta-ronta seperti orang kesurupan.
mereka segera menghampiri lalu berkata
__ADS_1
"Apa yang telah terjadi dengan anda?" tanya salah satu penjaga.
Kombes Lestari segera menjawab
"Tolong lepaskan ikatan saya, karena perut saya sangat sakit. Saya ingin buang air besar".
Awalnya kedua penjaga itu tidak ingin melepaskan ikatan Kombes Lestari, namun setelah melihat Kombes Lestari terus saja meringis menahan sakit, mereka pun sepakat untuk melepaskan ikatannya.
Kombes Lestari segera berlari ke kamar mandi, lalu berpura-pura buang air besar. Setelah beberapa menit, Kombes Lestari kemudian sengaja keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kecil yang membuat kedua pasang mata penjaga terbelalak melihat kemolekan tubuh Kombes Lestari.
Seketika hasrat mereka yang tersembunyi tiba-tiba berontak ingin tersalurkan ketika melihat dua benda bagian atas tubuh Kombes Lestari yang menonjol keluar sebagian serta bagian bokong seksi Kombes Lestari yang juga terlihat sebagian karena handuk yang dipakainya terlalu kecil.
Kombes Lestari merasa senang ketika mengetahui bahwa umpannya mulai dimakan yang menandakan bahwa usahanya tidak sia-sia meskipun harus mengeksploitasi tubuhnya sendiri kepada para penjaga tersebut.
Bahkan kini, Kombes Lestari malah semakin berani membakar hasrat kedua penjaga tersebut dengan sengaja menjatuhkan handuknya di hadapan mereka.
Seketika hasrat kedua penjaga tersebut langsung jebol dan mencapai puncaknya setelah dengan terang-terangan menyaksikan dengan jelas pemandangan indah yang kini tersaji di hadapan mereka.
Tanpa pikir panjang, mereka berdua langsung menerkam untuk menangkap Kombes Lestari
lalu kemudian menyalurkan hasrat mereka sepuasnya.
Namun mereka tidak menyangka kalau hal inilah yang diinginkan oleh Kombes Lestari agar konsentrasi mereka terbagi sehingga dengan mudahnya mereka dilumpuhkan.
Dalam kondisi tubuh yang polos tanpa di balut sehelai benangpun, Kombes Lestari berbalik menyerang setelah menghindari terkaman kedua penjaga tersebut.
Kedua penjaga itu hanya bisa terdiam mematung seakan-akan terkena hipnotis sehingga tanpa ampun mereka berdua terkena tendangan keras Kombes Lestari secara beruntung sehingga membuat mereka berdua terhempas menghantam dinding gubuk lalu terjatuh tidak sadarkan diri.
Kombes Lestari kemudian tergesa-gesa masuk kembali ke kamar mandi lalu memakai kembali seragam dinasnya yang tampak sobek di beberapa bagian.
__ADS_1