
Perasaan Mila bercampur aduk kali ini , antara bahagia dan Malu karena bertemu dengan Boy
dalam kondisi dirinya yang dalam keadaan kacau .
" Mila ..." Tegur Boy dengan mimik wajah pura-pura terkejut sambil membelalakkan matanya .
" Apa yang telah terjadi padamu ? " tanya Boy
selanjutnya .
Mila tidak langsung menjawab pertanyaan Boy namun dia langsung memeluk Boy sambil menangis sejadi jadinya .
" Boy ..., tolong bawa saya keluar dari tempat ini segera " pinta Mila sembari terus menangis di pelukan Boy .
" Baiklah , tetapi sebaiknya kamu berhenti menangis dulu dan pakai jaket ini agar kamu tidak menjadi pusat perhatian orang di jalan
nanti " jelas Boy sambil menyodorkan jaketnya
ke Mila .
Mereka pun bergegas keluar dari gang setelah
Mila mengenakan jaket tersebut .
" Rumah kamu di mana ? saya akan mengantarkanmu pulang sekarang " tanya Boy
sembari mengendarai motornya .
" Saya lagi tidak ingin pulang ke rumah , antar saja saya ke tempat tinggalmu untuk menenangkan diri " jawab Mila sambil memeluk tubuh Boy dengan erat .
Boy memacu motornya dengan perlahan di tengah-tengah padatnya lalu lintas pada sore hari ini .
Beberapa saat kemudian mereka akhirnya sampai juga di rumah kost si Boy . Dedy dan Dylan yang sedang duduk santai di teras rumah, segera menghampiri ketika melihat kedatangan Boy bersama dengan seorang gadis .
" Hey Boy..., dari mana saja ! dari tadi kami mencari mu untuk membahas tugas yang diberikan oleh dosen idola kita non Rosa "
celetuk Dylan memecahkan kesunyian .
" Saya tadi berangkat menuju ke mall untuk membeli perlengkapan gambar tetapi tidak jadi karena saya bertemu dengan teman lama " jawab Boy sambil menunjuk kearah Mila .
Dedy dan Dylan menatap kearah Mila dengan
heran melihat penampilannya yang acak-acakan serta baju dan roknya yang sobek
di sana sini .
Lalu tiba-tiba Dedy bertanya sambil berbisik
ke Boy karena takut kedengaran oleh gadis itu .
" Boy ... siapa lagi gadis itu ? dan kenapa penampilannya seperti itu ? "
Namun sebelum Boy menjawab , sebuah suara
merdu terdengar
" Nama saya Mila , saya adalah teman sekampung Boy , tadi saya hampir di perkosa oleh beberapa orang tapi beruntung Boy lewat
dan menyelamatkan saya " Jelas Mila dengan
malu-malu .
" Sebaiknya kamu bersihkan badanmu dulu
__ADS_1
dan berganti pakaian , nanti kita lanjutkan
lagi bincang-bincangnya " kata Boy lalu menuntun Mila masuk ke dalam rumah kost .
Boy dan Mila masuk ke dalam rumah kost , sedangkan Dedy dan Dylan kembali ke teras rumah kost untuk bersantai .
Di dalam kamar kost , Boy memberikan sebuah handuk serta sepasang baju dan celana untuk di pakai Mila sementara waktu .
Setelah itu Boy bermaksud melangkah keluar
kamar , namun sebelum boy membuka pintu kamar
" Kamu mau kemana Boy ? " tanya Mila
" Saya mau keluar , ketemu dengan teman-teman .Lagi pula tidak baik kalau saya
berada satu kamar dengan gadis cantik , apa nanti kata orang " jawab Boy dengan tersenyum.
Wajah Mila bersemu merah ketika mendengar
pujian dari Boy . Kemudian dia kembali berkata
" Saya takut sendirian Boy , saya masih trauma dengan kejadian yang baru saja menimpa saya tadi . Sudikah kamu menemani saya hari ini saja ? "
Boy hanya bisa mengangguk setelah mendengar permintaan Mila . Lalu kembali melangkah masuk menuju sofa yang ada di
sudut kamarnya .
Sementara Mila segera masuk ke kamar mandi
untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
Setelah beberapa menit kemudian Mila keluar
dari kamar mandi dengan memakai handuk yang diberikan Boy tadi .
duduk di samping Boy .
Boy terkesima memandangi tubuh Mila
yang putih , mulus , dan sangat indah di pandang .Pantas saja kedua pria besar itu sangat bersemangat untuk menikmatinya.
Selanjutnya Boy bertanya kepada Mila
" Sebenarnya bagaimana caranya kamu bisa
berada di tempat tadi dengan kondisi pakaian
yang compang camping ? "
Mila menghela nafas panjang lalu memulai ceritanya
" Tadi saya ingin menjemput Dewi di rumahnya
untuk pergi bersama ke sebuah perusahaan
besar untuk melakukan sebuah survei yang merupakan tugas mata kuliah dari dosen kami .
Namun di tengah jalan sepeda motorku tiba-tiba mogok di jalan yang sepi ".
" Pada saat saya ingin menghubungi Dewi , entah dari mana datangnya dua sosok pria besar tepat berada di belakangku lalu
menyekap dan langsung membawaku ke tempat itu "
__ADS_1
" Terus ... Bagaimana caranya kamu bisa bebas
dari sekapan mereka ? Apakah mereka sudah
mendapatkan apa yang mereka inginkan darimu hingga mau melepaskan dirimu begitu saja?" tanya Boy pura-pura tidak tahu kejadiannya .
" Tidak Boy ... mereka belum sempat mendapatkan apa yang mereka inginkan dariku
karena mereka sudah tidak sadarkan diri ". kata
Mila tersenyum .
" Hebat....Jadi kamu berhasil mengalahkan mereka ? " tanya Boy lagi
" Bukan...bukan saya yang mengalahkan mereka , tetapi saat itu muncul seorang pria misterius yang sangat hebat . Dia mampu
mengalahkan kedua pria yang menyekap
saya hanya dengan satu serangan " jawab Mila
dengan gembira .
" Apakah kamu mengenal pria tersebut ? "
tanya Boy selanjutnya .
Mila hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
pertanda bahwa dia tidak tahu mengenai pria
tersebut.
Kemudian Mila berkata
" Sayangnya saya lupa menanyakan namanya ,namun jika suatu saat saya bertemu lagi dengannya saya akan bersedia menjadi istrinya meskipun harus menjadi yang kedua ".
Setelah berkata demikian Mila berjalan kembali
ke arah ranjang . Kali ini Boy dibuat tercengang oleh ulah Mila , setelah sebelumnya gadis seperti Anggy dan kapten Saras yang telah membuatnya tak berdaya .
Entah di sengaja atau sedang lupa , mahkota Mila yang tidak terbalut oleh sehelai benangpun terlihat dengan jelas oleh Boy ketika Mila duduk di pinggir ranjang sambil menghadap ke arah Boy .
Boy segera membuang muka agar setan tidak
merasukinya lagi hingga kejadian yang terjadi saat bersama Anggy dan kapten Saras tidak terulang lagi .
Sementara Mila yang memperhatikan Boy
dari tadi tampak tersenyum melihat tingkah Boy tujuannya memang bermaksud menguji kesabaran serta kepribadian Boy yang selama ini terkenal sangat baik kepada siapa saja .
Melihat usaha yang pertamanya gagal .Mila
kemudian mencoba kembali dengan cara yang lain . Kini Mila berjalan kembali ke arah Boy yang sedang berbaring di atas sofa , sambil membawa segelas air putih.
Ketika sedang berjalan , Mila dengan sengaja
memanggil agar pandangan Boy tertuju padanya hingga pada saat itulah Mila meneguk
segelas air yang di pegangnya sambil berjalan.
Namun pada saat itulah handuk yang dikenakan Mila terlepas dan jatuh ke lantai sehingga tubuhnya kali ini benar-benar dalam keadaan polos karena tidak lagi dibalut oleh
sehelai benangpun .
__ADS_1
Boy kembali di buat tercengang dengan pemandangan indah yang ada didepannya namun kali ini jauh lebih ekstrim karena dapat
dia lihat tanpa halangan sedikitpun .