Sang Pangeran Kampus

Sang Pangeran Kampus
Penerbangan ke Jakarta


__ADS_3

Setelah itu, dia keluar dari gubuk lalu bersembunyi dibalik rumput gajah yang tumbuh subur di pulau tersebut, sambil mengawasi pergerakan para penjaga yang berada di sekeliling pulau.


"Sepertinya mustahil jika saya bisa keluar dengan selamat dari pulau ini jika tanpa bantuan dari luar, apalagi tidak ada alat atau perahu yang bisa digunakan untuk menyeberangi pulau ini. Saya harus menunggu malam dulu agar bisa leluasa bergerak untuk melumpuhkan para penjaga itu satu persatu".


Pikir Kombes Lestari sambil terus mengawasi pergerakan para penjaga tersebut.


Namun baru saja Kombes Lestari selesai memikirkan rencananya tersebut, tiba-tiba terlihat seorang penjaga berlari keluar dari gubuk dan berteriak


"Sandera telah melarikan diri, segera berpencar untuk mencarinya di seluruh penjuru pulau ini. Sepertinya dia masih berada di sekitar sini".


Seketika seluruh penjaga yang mendengar perintah tersebut, langsung berlari masuk ke dalam pulau untuk mencari keberadaan sandera mereka yang berhasil meloloskan diri.


Sementara Kombes Lestari yang masih berada dalam persembunyiannya, agak kecewa dan cemas karena rencana yang ingin di jalankannya nanti malam sepertinya akan gagal total.


Kini dia hanya bisa tetap tinggal bersembunyi di balik rumput gajah tersebut sambil menunggu keajaiban sang maha pencipta.


Kombes Lestari semakin gelisah dan cemas ketika mendengar suara langkah para penjaga yang semakin lama semakin dekat di lokasi tempat dia bersembunyi.


Terlebih ketika dia mendengar bahwa seluruh daerah telah diperiksa, tersisa daerah yang saat ini ditempatinya bersembunyi.


Terdengar disekelilingnya suara patahan dari ranting-ranting kering serta rumput gajah yang terinjak kaki para penjaga tersebut.


Suara itu berangsur-angsur semakin lama semakin mendekat hingga akhirnya


Dor...dor...dor...dor...dor...


Suara tembakan serta pekik kesakitan terdengar saling bersahutan memecah kesunyian.

__ADS_1


Para penjaga pulau yang sudah mengepung tempat dimana Kombes Lestari bersembunyi seketika kacau balau setelah sebagian dari mereka tewas seketika setelah terkena peluru senapan mesin dari arah pantai.


Bersamaan dengan itu, muncul pula dua buah helikopter yang terbang rendah sambil melancarkan serangan yang membuat para penjaga tersebut tidak bisa berbuat apa-apa hingga akhirnya mereka menyerah dalam waktu sekejap.


Kombes Lestari yang tadinya mengira bahwa suara tembakan tersebut mengarah kepadanya, akhirnya keluar dari persembunyiannya setelah mengetahui bahwa helikopter yang melakukan adalah milik kepolisian.


Dia langsung memimpin dan membantu para tim penyergap untuk meringkus semua penjaga yang telah menyerahkan diri.


Tak lama kemudian salah satu helikopter kepolisian yang tadi telah melakukan penyerangan, mendarat di dekat gubuk tempat penyekapan Kombes Lestari sebelumnya.


Kapten Saras dan Boy terlihat turun dari helikopter kemudian mereka berlari mendekati Kombes Lestari yang memakai pakaian dinas yang kotor oleh lumpur dan tampak telah koyak di beberapa negara.


Setelah tiba di depan Kombes Lestari, kapten Saras segera berkata


.


"Terima kasih, saya baik-baik saja. Untunglah kalian segera datang, jika tidak maka saya mungkin sudah tidak bernyawa lagi". Jawab kombes Lestari.


Setelah situasi telah terkendali, mereka akhirnya meninggalkan pulau tersebut dengan menggunakan helikopter. Sementara para korban tewas di bawah dengan menggunakan perahu bersama sisa para penjaga yang telah menyerahkan diri.


Setelah beberapa hari kemudian, kapten Saras dan kombes Lestari beserta Boy diundang ke kantor pusat kepolisian Republik Indonesia yang berada di jakarta untuk menghadiri penyerahan penghargaan atas keberhasilannya mengungkap kasus besar peredaran narkoba di tahun ini.


Sebenarnya Boy menolak untuk ikut karena menganggap dirinya tidak layak menerima penghargaan karena dia hanyalah seorang rakyat biasa.


Namun karena desakan dari kombes Lestari dan kapten Saras, maka Boy akhirnya ikut serta berangkat ke Jakarta.


Setelah tiba di badar udara halim perdana kusuma, mereka dijemput oleh dua buah mobil sedan mewah berwarna hitam yang memakai plat nomor kepolisian.

__ADS_1


Mereka terlebih dahulu di bawah ke sebuah hotel bintang lima untuk beristirahat. Setelah berada di depan hotel mereka dijemput oleh dua orang perwira polisi, kemudian diajak masuk ke loby hotel.


Kedua pria perwira polisi yang berpangkat Brigadir jenderal tersebut kemudian memberikan kunci kamar ke masing-masing orang lalu mengatakan bahwa malam nanti akan diadakan jamuan makan malam di hotel ini bersama Pak kapolri.


Sebelum mereka meninggalkan hotel, terlebih dahulu mereka menyarankan kepada Boy serta kapten Saras dan Kombes Lestari agar segera beristirahat agar tidak kelelahan pada jamuan makan malam nanti.


Boy, kapten Saras dan Kombes Lestari kemudian menuju kamar mereka masing-masing sesuai dengan nomor kuncinya dan temani oleh para petugas hotel yang sudah dari tadi mendampingi mereka.


Sepertinya kamar kapten Saras dan Kombes Lestari saling bersebelahan, sedangkan kamar Boy agak berjauhan meskipun masih dalam satu lantai yang sama.


Kombes Lestari yang terlebih dahulu masuk ke kamarnya, langsung saja naik ke ranjang dan tertidur pulas karena kelelahan setelah menempuh penerbangan dari Makassar menuju Jakarta yang membutuhkan waktu kurang lebih dua jam lamanya. tanpa memperhatikan keadaan sekelilingnya dia pun segera tertidur pulas.


Namun lain halnya dengan kapten Saras yang berada di kamar hotel nomor lima puluh lima, dia sebagai seorang ahli strategi dalam ruang lingkup pekerjaannya selalu waspada terhadap setiap keadaan tempat atau lokasi baru yang dimasukinya.


Apalagi setelah kejadian yang telah menimpanya dahulu ketika menginap di hotel milik Anggy, untunglah pada saat itu Boy berada di sana dan berhasil menyelamatkannya.


Kapten Saras terlebih dahulu mengamati setiap detail ruangan kamar tersebut lalu kemudian memeriksa lemari pakaian serta kamar mandi hotel tersebut, setelah merasa semuanya aman barulah dia bisa bernapas lega lalu kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk berwarna putih.


Sementara Boy yang berada di kamar hotel nomor enam puluh, sedang duduk di ranjang sambil mengecek ponselnya.


Malam pun akhirnya tiba, Boy, kapten Saras dan Kombes Lestari sudah siap untuk mengikuti jamuan makan malam bersama dan sekarang sudah berada di loby hotel untuk menanti kedatangan Bapak jenderal Wibowo yang menjabat sebagai pimpinan tertinggi kepolisian saat ini.


Seketika suasana di luar hotel sangat ramai ketika suara sirine polisi terdengar bersahut-sahutan dan tepat berhenti di depan hotel.


Terlihat belasan mobil polisi berjejer di depan hotel, beberapa ajudan serta perwira polisi terlihat bergegas turun dari mobil masing-masing lalu berlari menuju pintu masuk hotel kemudian berkumpul membentuk sebuah barisan di kiri dan kanan menyerupai penjemput pengantin.


Ketika seorang Perwira polisi turun dari mobil mewah yang tepat berada di depan pintu hotel, seketika semua polisi yang ada di area tersebut segera memberi hormat.

__ADS_1


__ADS_2