Sang Pangeran Kampus

Sang Pangeran Kampus
Istana Anggi


__ADS_3

Pada pukul 16.35 WIT, nampak beberapa pria muda sedang bercanda di teras rumah kost


Boy.


Mereka adalah Dedi, Tony, Dilan, dan Adi,


mereka merupakan teman kost Boy. Dedi


dan Dilan adalah teman sekampus Boy


namun berbeda fakultas. Sedangkan Tony dan Adi merupakan teman semasa SMA.


Tiba-tiba mereka sedikit terdiam, ketika dari


rumah sebelah muncul sesosok wanita Cantik sedang berjalan ke arah mereka. Dia tidak lain


adalah Tante Mia pemilik rumah kost mereka.


Dedi mencolek Dilan sambil membisikkan sesuatu yang membuat keduanya saling pandang sejenak, sedangkan Tony dan Adi cuma bisa memandang kearah datangnya


Tante Mia dengan perasaan kagum melihat


kecantikan dan kemolekan tubuhnya.


Sore itu Tante Mia hanya mengenakan baju


kaos ketat berwarna merah serta rok mini berwarna hitam yang kelewat pendek sehingga


jika sedikit saja badannya membungkuk maka


mata akan langsung bisa melihat bagian bokongnya yang indah.


Melihat pemandangan langka yang begitu indah, mereka berempat seakan-akan sedang bermimpi.


Keempat pasang mata pria ini hanya bisa memelototi tubuh Tante Mia yang kini tepat berada di hadapan mereka Sambil menelan ludah.


Takut ketahuan, Dilan kemudian langsung menyapa


"Sore Tante..." Sambil memberi senyuman


terbaiknya.


"Sore ... semuanya" jawab Tante Mia dengan


lembut.


Tante Mia sebenarnya berpakaian seperti ini


hanya untuk diperlihatkan ke Boy, Namun apa


boleh dikata mereka saat ini juga berada disini.


jadi anggaplah itu sebagai rejeki bagi mereka


berempat, seru Tante Mia dalam hati.


"Apakah ada yang melihat ke beradaan boy saat ini?" tanya Tante Mia


"Se...sepertinya dia..a...ada di dalam Tante" Sahut Tony terbata-bata setelah kaget. karena dia baru saja tersadar dari fantasinya jika dia bersatu dengan Tante Mia.


Dedi, Dilan, dan Adi sedikit menahan tawa


melihat tingkah Tony yang salah tingkah


di hadapan Tante Mia.


Dengan sedikit tertawa geli melihat tingkah tony, Tante Mia membuka pintu rumah kostnya lalu melangkah masuk ke dalam meninggalkan ke empat pemuda tersebut.

__ADS_1


Dedi, Dilan, Tony, dan Adi saling pandang


kemudian mengikuti langkah Tante Mia ke dalam rumah kost secara diam-diam, mereka sangat penasaran ingin sekali mengetahui apa sebenarnya yang telah terjadi.


Hubungan apakah yang telah terjalin antara Tante Mia dan Boy?, inilah yang saat ini berada


mengganggu pikiran mereka.


Dari jauh mereka mendengar Tante Mia memanggil-manggil Boy sambil menggedor-gedor pintu kamar si Boy.


Tidak lama kemudian terdengar suara pintu


terbuka


Crak


Selanjutnya tidak terdengar suara apapun,


Tante Mia terlihat melangkah masuk ke kamar


dengan mengendap-ngendap.


Seketika itu pula timbul pemikiran di antara mereka bahwa bakal terjadi sebuah Skandal


besar antara Tante Mia bersama Boy.


Sementara itu di dalam kamar, Tante Mia


sedang duduk di samping Boy yang masih lelap


tertidur.


Dengan lembut, Tante Mia membangunkan


Boy.


Seketika itu pula Boy terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara lembut Tante Mia.


Setelah menyadari siapa yang ada di sampingnya , Boy terkejut dan langsung bergeser agak menjauh sambil menyeka


kedua matanya dengan jari-jarinya.


Sebelum seluruh nyawa Boy sudah menyatu


sepenuhnya. Tante Mia berkata


"Maaf...Boy... kalau saya telah mengganggu


istirahatmu?"


"Ah... tidak masalah Tante, karena sudah waktunya juga saya untuk bangun". Jawab Boy sambil melirik ke Tante Mia yang membuat


naluri ke laki-lakiannya muncul seketika setelah


kedua matanya dengan jelas melihat langsung


pemandangan indah yang menyembul dari sela-sela rok mini Tante Mia.


Sambil menahan nafas, boy kemudian bertanya kembali


"Bagaimana Tante bisa masuk ke kamar saya"


sambil mengernyitkan dahinya.


"Saya tadi memanggil sambil mengetuk beberapa kali pintu kamar Boy tetapi tiba-tiba pintu terbuka sendiri, jadi saya langsung masuk saja karena takut terjadi sesuatu hal sama Boy. Dan saya menemukan Boy masih tertidur pulas di ranjang.


Akhirnya Boy menyadari bahwa memang betul

__ADS_1


tadi siang dia langsung tertidur tanpa mengunci kamar kostnya.


Selanjutnya Boy bertanya


"Ada hal apa sehingga Tante datang menemui


saya sekarang?".


"saya kesini cuma ingin meminta nomor kontak agar mudah menghubungi kamu" jawab Tante Mia sekenanya.


Namun sebenarnya semenjak kejadian tadi pagi, Tante Mia diam-diam menyukai Boy.


Tante Mia malu mengutarakan bahwa dirinya begitu gelisah jika tidak melihat wajah Boy dalam sehari.


Setelah mendapat nomor kontak Boy,Tante Mia kemudian keluar dari kamar boy dan langsung pulang ke rumahnya yang berada disebelah.


Dedi, Dilan, Tony, dan Adi yang sedari tadi


mengawasi langsung berlari keluar ke teras rumah kost ketika melihat Tante Mia berjalan


menuju arah keluar.


Pukul 19.40 WIT, Boy berangkat menuju rumah Anggi yang terletak di kawasan. perumahan elite kota Makassar.


Setelah tiba di pintu gerbang sebuah rumah besar yang megah berarsitektur Eropa dan memiliki pekarangan yang sangat luas.


Boy kemudian menghubungi Anggi lewat ponselnya bahwa dia sudah berada di depan rumahnya.


Tidak lama kemudian seorang security keluar dari pos jaga dan langsung membuka pintu pagar rumah Anggi serta mempersilahkan


Boy untuk masuk.


Tanpa pikir panjang, Boy langsung memacu motornya masuk ke dalam dan memarkir motor


di tempat parkir yang telah di sediakan.


Boy berjalan ke arah pintu depan rumah anggi yang besar dan megah. belum sempat Boy


membunyikan bel, kedua pintu rumah yang besar dan megah tersebut terbuka dengan sendirinya.


Crrrrkkk... Crrrrkkk....


"Selamat Datang Boy, silahkan Masuk "


terdengar suara yang begitu manis dari sebuah


speaker kecil yang terletak di sebelah pintu.


Boy segera masuk ke dalam rumah, Boy sempat tertegun dan takjub melihat begitu luas dan megahnya semua interior serta perabotan yang ada , bagaikan sebuah istana kerajaan.


Karena baru pertama kalinya boy masuk ke dalam rumah Anggi, Boy jadi bingung harus ke arah mana selanjutnya karena tidak ada seorang pun yang bisa dia temui.


Akhirnya dia cuma bisa berdiri di tempat sambil


menunggu arahan selanjutnya. Bagaikan sebuah cerita dongeng dimana seorang pangeran sedang menunggu kedatangan sang


Puteri Raja.


"Apa yang kamu lakukan di bawah sana?, Ayo segera naik kemari!!!", ajak seorang wanita dari lantai atas rumah.


Dia tidak lain adalah Anggi, tetapi alangkah terkejutnya Boy ketika matanya menemukan Anggi yang berada di balkon atas sedang menghadap kearahnya dan hanya mengenakan gaun tipis berwarna putih serta membelakangi sebuah cahaya terang sehingga dengan bantuan cahaya tersebut dengan jelas menampakkan setiap inchi lekuk tubuh Anggi yang begitu molek dan sangat indah.


Bagai terhipnotis, Tanpa melepaskan tatapan matanya dari tubuh Anggi , Boy hanya bisa mengangguk dan segera berjalan menaiki tangga mendekati sosok Anggi yang begitu membuatnya terpesona.


Anggi menyadari bahwa boy terpesona akan semua ini . tanpa menyia-nyiakan waktu Anggi


langsung menggandeng Boy masuk ke kamarnya. Dan lagi-lagi Boy hanya bisa mengikuti.

__ADS_1


__ADS_2