
Dia tidak lain adalah Jenderal Wibowo yang merupakan pangkat tertinggi kepolisian saat ini dan juga sekarang menjabat sebagai kepala kepolisian republik Indonesia atau dikenal dengan nama Kapolri.
Bapak Jenderal Wibowo kemudian melangkah masuk ke dalam hotel yang di dampingi oleh kedua brigadir jenderal yang telah bertemu sebelumnya dengan Boy serta kapten Saras dan Kombes Lestari di hotel tersebut siang hari tadi.
Sambil berdiri dari kursi. Boy, kapten Saras, serta kombes Lestari segera memberi hormat ketika melihat Jenderal Wibowo melangkah masuk menghampiri mereka.
Jenderal Wibowo membalas hormat mereka kemudian mempersilahkan ketiganya untuk duduk kembali, lalu dia juga ikut duduk di sopa.
Tidak lama setelah memperkenalkan diri masing-masing, mereka kemudian menuju ke restoran hotel yang terletak di sebelah hotel.
Sepertinya restoran hotel tersebut telah di boking khusus pihak kepolisian karena di dalam restoran tidak ada seorang pun dan hanya ada sebuah meja mewah panjang yang tepat berada di tengah-tengah restoran.
Setelah mereka semua sudah duduk di kursi masing-masing dengan posisi saling berhadapan, dari arah dapur restoran terlihat satu persatu pelayan muncul dari balik pintu sambil membawa masakan spesial dari hotel tersebut serta minuman yang telah di pesan sebelumnya.
Jenderal Wibowo segera mempersilahkan semua undangan untuk menyantap makanan setelah semuanya sudah tersedia di atas meja panjang tersebut.
Pada saat makan malam tersebut, salah satu perwira mohon izin ke kamar kecil, sementara mereka tetap menyantap makanannya.
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya mereka telah selesai makan, kini mereka menikmati minuman segar yang ada di hadapannya sambil berbincang-bincang mengenai banyak hal terutama yang berhubungan dengan acara pemberian penghargaan yang akan diadakan besok siang.
Ketika sedang asyik-asyiknya menikmati perbincangan tersebut, tiba-tiba datang seorang pelayan yang membawa tiga gelas minuman hangat yang kemudian menawarkannya ke Boy, kapten Saras, serta Kombes Lestari.
Namun mereka menolak karena menganggap bahwa minuman yang sudah mereka minum dari tadi sudah cukup. Tetapi perwira tinggi kepolisian yang meminta izin ke kamar kecil tadi agak memaksa agar mereka bertiga meminumnya.
Dia beralasan bahwa minuman tersebut merupakan minuman yang baik untuk kesehatan dan harganya yang sangat mahal serta khusus diracik untuk mereka bertiga.
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan salah satu perwiranya tersebut, Jenderal Wibowo pun menyarankan untuk meminumnya.
Karena rasa hormat mereka dan tidak ingin mengecewakan Bapak Jenderal Wibowo selaku pimpinan tertinggi di kepolisian saat ini maka akhirnya mereka bertiga memilih meminumnya.
"Nah... bagaimana rasanya? segar bukan?". tanya perwira yang terlihat sangat bahagia.
Boy, kapten Saras, serta Kombes Wibowo cuma bisa mengiyakan karena memang minuman tersebut membuat mereka merasa lebih bugar.
Tidak lama setelah itu perwira tersebut mengingatkan kepada Bapak Jenderal Wibowo segera kembali ke kediamannya untuk beristirahat karena sudah menunjukkan pukul sembilan malam dan besok harus cepat datang ke kantor untuk melakukan apel pagi.
Sebenarnya Bapak Jenderal Wibowo masih ingin berbincang-bincang lebih jauh lagi namun dia merasa bahwa perkataan perwiranya tersebut ada benarnya juga sehingga dirinya pun setuju untuk pulang pada saat itu juga.
Sementara perwira yang satunya agak merasa heran dengan tingkah laku rekan perwiranya tersebut yang tiba-tiba bersikap agresif, tidak seperti di kesehariannya yang merupakan pribadi yang sangat pendiam.
Namun dia cuma merasa bangga, bahwa rekannya tersebut ternyata bisa juga melakukan pendampingan kepada seorang pimpinan tertinggi di kesatuan mereka, bahkan setiap arahannya selalu di dengar dan di setujui oleh Bapak Jenderal Wibowo.
Boy, kapten Saras, dan Kombes Lestari kembali ke hotel dan masuk ke dalam kamar masing-masing.
Boy merasa ada yang janggal dalam dirinya, di samping perasaan kantuk yang tiba-tiba mendera, hasrat kejantanannya pun bergejolak ingin segera tersalurkan.
Sebagai seorang ahli beladiri dan tenaga dalam, Boy berusaha menetralisir gangguan tersebut. Tiba-tiba ponsel Boy yang berada di saku celananya bergetar yang menandakan bahwa seseorang sedang menghubunginya.
Dia segera mengeluarkan ponsel dari sakunya lalu menatap layarnya untuk mengetahui siapa orang yang telah menghubunginya saat ini.
Boy sedikit terkejut setelah melihat layar ponselnya karena yang menghubunginya adalah Kombes Lestari. Boy tidak ingin berspekulasi lebih jauh maka dia langsung menjawab panggilan Kombes Lestari.
__ADS_1
Terdengar suara merdu Kombes Lestari dari seberang sana
"Boy... tolong aku, datanglah kemari sekarang juga".
Seketika Boy terkejut setelah mendengar Kombes Lestari meminta tolong kepadanya. Dalam kondisi hasrat yang masih bergejolak, Boy segera berkelebat cepat menuju kamar Kombes Lestari.
Sedetik kemudian dia sudah berada di depan kamar hotel nomor lima puluh empat yang merupakan kamar Kombes Lestari. Boy tanpa pikir panjang segera menyergap masuk karena takut jangan sampai nyawa Kombes Lestari terancam.
Namun rupanya prediksi Boy tidak terjadi, tetapi justru apa yang di saksikan Boy ketika berada di dalam kamar Kombes Lestari berbanding terbalik dengan apa yang dipikirkannya.
Justru Kombes Lestari sedang dalam keadaan tidak terkendali, rupanya dia juga sedang mengalami hal yang sama dengan Boy.
Namun bukan hasrat kejantanannya yang bergejolak seperti yang dialami Boy, tetapi hasrat kewanitaannya karena Kombes Lestari adalah seorang wanita.
Kombes Lestari berteriak kegirangan ketika melihat Boy datang, dengan kondisi tubuhnya yang hanya di balut oleh pakaian dalam berwarna merah menyala, dia langsung menyergap tubuh Boy dan langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Boy.
Boy sendiri yang juga masih terpengaruh dengan hasratnya sempat membalas mengulum bibir Kombes Lestari yang sangat ranum dan ****.
Namun tiba-tiba Boy tersadar kembali setelah ponselnya kembali bergetar, dia pun kembali segera menjawab panggilan tersebut tanpa melihat terlebih dahulu orang yang menghubunginya.
Dan ternyata orang yang menghubunginya kali ini adalah kapten Saras yang juga sedang mencarinya. Tanpa basa-basi Boy mengatakan bahwa dia berada di kamar Kombes Lestari saat ini.
Rupanya Boy berharap bahwa kapten Saras bisa membantunya untuk mengatasi keadaan yang telah terjadi saat ini antara dirinya dengan Kombes Lestari.
Pintu kamar hotel Kombes Lestari kembali terbuka, Boy yang melihat bahwa yang datang tersebut adalah kapten Saras, maka dia sangat gembira karena menganggap bahwa masalah akan segera teratasi.
__ADS_1
Namun lagi-lagi prediksi Boy salah untuk kesekian kalinya, karena kapten Saras bukannya membantu menyelesaikan masalah justru dia ikut menambah masalah dengan menyerang Boy dengan jurus-jurus pamungkas yang pernah dia pelajari serta di pakainya sewaktu bertarung dengan boy dari malam hingga siang harinya.