
Sayup-sayup kembali terdengar Isak tangis Anggy
" Maafkan Saya Ayah , tidak ku sangka bahwa kehidupan Ayah dan ibu sebelumnya sangat
memprihatinkan karena kehadiranku , dan sekarang saya tidak tahu membalas Budi
atas perjuangan ayah dan ibu ". Tutur Anggy
dengan berlinang air mata .
Anggy kemudian bangkit dari kursi lalu membalikkan badannya hingga kini langsung
bertatapan dengan Ayahnya.
Kali ini Anggy tak tahan lagi memendam perasaannya, dia langsung berlari memeluk
ayahnya kemudian bersujud di kakinya
Melihat perubahan sikap Anggy yang kini sudah mau menerimanya , Pak Arya tersenyum
bahagia dan membuat matanya berkaca-kaca .
Pak Arya segera memegang kedua bahu Anggy
yang masih dalam keadaan bersujud di kakinya,
kemudian mengangkat tubuh Anggy ke atas
lalu mendekapnya dalam pelukan .
Sementara Ayu sebagai ibu tiri Anggy yang sedari tadi melihat dan mendengarkan mereka , juga terlihat matanya memerah dan menitikkan air mata .
Anggy yang melihat kondisi tersebut , segera
meraih tangan ibu tirinya itu lalu memeluknya .
Mereka bertiga akhirnya saling berpelukan sambil menangis tersedu-sedu .
Sebenarnya ibu tiri Anggy tidak merasa nyaman
ketika berada di dekat Anggy karena semestinya Anggy cocoknya menjadi adiknya dan bukan sebagai ibunya sebab usia mereka hanya terpaut satu tahun, Anggy berusia dua puluh satu tahun sedangkan Ayu berusia dua puluh dua tahun.
"Jadi bagaimana menurutmu sekarang Anggy ,
Apakah kamu bersedia untuk menikah dengan pak Bambang ? " tanya pak Arya kepada Anggy
setelah semua situasi sudah kondusif .
Anggy tidak langsung menjawab pertanyaan
Ayah nya , justru sekarang dia balik bertanya
" Apakah istri pak Bambang atau anaknya sudah mengetahui hal ini ?
Pak Arya yang mendengar pertanyaan Anggy
ini hanya bisa tertawa lalu tersenyum sambil
berkata
" Pak Bambang itu adalah seorang duda , dia
sudah lama bercerai dengan istrinya , Dia memiliki seorang putri yang sekarang masih duduk di kelas tiga SMA " .
Anggy hanya bisa mengangguk mendengar
penjelasan Ayahnya , Lalu pandangannya tertuju ke arah Ayu ibu tirinya , seakan meminta
__ADS_1
persetujuan karena secara tidak sengaja nasib mereka hampir serupa yakni harus menikah dengan orang yang jauh lebih tua dari usia mereka .
Ayu yang melihat Anggy hanya terdiam sambil menatap ke arahnya akhirnya mengangguk sebagai tanda kepada Anggy untuk menyetujui
permintaan Ayahnya .
Dan setelah melihat hal tersebut , Anggy pun menjawab pertanyaan Ayahnya yang sedari tadi di gantung .
" Saya akan memenuhi keinginan ayah agar saya menikah dengan pak Bambang asalkan
nantinya tidak akan ada masalah di kemudian hari "
Pak Arya akhirnya dapat bernapas lega , karena
pasti pak Bambang akan senang mendengar
berita ini nantinya .
Tetapi kemudian Anggy berkata kepada Ayahnya
" Terus bagaimana dengan kasus yang terjadi
tadi malam ? Polisi pasti tidak akan tinggal diam karena telah banyak menimbulkan korban
jiwa , baik dari pihak Ayah maupun dari pihak kepolisian ".
Kamu jangan khawatir mengenai hal tersebut ,
kamu cukup Datang ke kantor Polisi dan membuat laporan kepada mereka bahwa kamu sudah terbebas dari orang-orang yang menyekapmu dan tidak akan terulang kembali .
# # # # #
Sementara itu di kantor polisi , kapten Saras dan boy beserta anak buahnya sedang membuat skenario penyelamatan Anggy yang akan di lakukan setelah malam hari .
Selang beberapa waktu kemudian, Terdengar pintu kantor di ketuk seseorang. membuat kapten Saras dan yang lainnya saling berpandangan.
" Kenapa anak buahnya yang sedang piket di luar membiarkan seseorang mengganggu meeting mereka ". Guman kapten Saras dalam
Kemudian kapten Saras memerintahkan salah satu anggotanya untuk membuka pintu . Dan alangkah terkejutnya kapten Saras dan terlebih
lagi Boy ketika melihat siapa yang sedang berdiri di hadapan mereka saat ini .
" Anggyyyy. !!! " seru Boy terkejut sambil menatap kapten Saras .
" Apa yang terjadi Anggy ? Bagaimana caranya kamu bisa lolos dari mereka ? " tanya Boy keheranan .
Anggy tidak langsung menjawab , dia tersenyum bahagia melihat Boy begitu memperhatikannya. Bahkan Boy mau terlibat langsung untuk proses penyelamatannya bersama dengan pihak kepolisian .
" Mereka melepaskan dan membiarkanku pergi
serta berjanji tidak akan melakukan penyerangan lagi " jawab Anggy dengan santai .
" Walaupun demikian kasus ini tidak bisa di
tutup begitu saja karena telah mengakibatkan
banyak korban jiwa dan meresahkan masyarakat . Jadi walaupun mereka memilih
untuk berdamai , proses hukum tetap berjalan
sampai pihak yang menyebabkan kekacauan
memberikan kompensasi kepada setiap korban. Baik itu korban yang meninggal maupun yang luka-luka " . Jelas kapten Saras dengan tegas .
" Benar kapten , mereka juga berjanji akan memberikan kompensasi kepada semua
korban yang tewas maupun yang luka-luka"
__ADS_1
kata Anggy dengan wajah berseri.
" Karena kalian telah meluangkan waktu untuk menyelamatkanku , Maka di hari yang bahagia ini , Sebagai rasa terima kasih ,saya akan mentraktir kalian makan malam. Apakah anda bersedia kapten ? tanya Anggy kemudian .
Kapten Saras terdiam sejenak kemudian menatap ke arah Boy yang berada di depannya lalu berkata
" Karena rencana penyelamatan yang ingin
kita lakukan sebentar malam Gagal , maka saya
menerima undangan anda " jawab kapten Saras
Sebenarnya sejak pertama kali bertemu, kapten Saras langsung jatuh hati kepada Boy, setelah
sekian lama menjomblo semenjak dia menjadi
polisi wanita.
Kapten Saras merasakan sepertinya ada sesuatu dalam diri Boy yang tidak dimiliki oleh pria lain . Karena itulah , kini dia ingin melihat
sosok Boy hadir di kehidupannya setiap hari .
" Bagaimana dengan saudara Boy sendiri ,
apakah anda juga ikut bersama kami ? tanya kapten Saras sambil menatap Boy .
Boy yang sangat peka terhadap perasaan wanita, langsung dapat memahami keinginan kapten Saras . Karena tidak ingin mengecewakan mereka berdua , Boy pun bersedia menerima undangan makan malam tersebut .
Boy dan Anggy pamit kepada kapten Saras, lalu
melangkah keluar. Anggy terlebih dahulu pulang dengan mengendarai sebuah mobil Mercedes Benz yang di taksir berharga lima milyar rupiah.
Sementara itu Boy pulang dengan mengendarai
motor kesayangannya, yaitu sebuah motor trail Yamaha .
Sedangkan kapten Saras tetap tinggal di kantornya untuk menyelesaikan laporan
yang belum sempat dia kerjakan sebelumnya
sambil menunggu jam kantor selesai .
Pada pukul tujuh malam , terdengar suara notifikasi dari ponsel Boy yang menandakan
sebuah chat dari seseorang masuk .
Boy segera memeriksa ponselnya , rupanya
itu adalah chat dari Anggy yang mengirimkan
lokasi tempat mereka akan makan malam
nantinya .
Boy kemudian melangkah ke sebuah lemari
pakaian yang terletak di sudut kamarnya.
Boy segera mengganti pakaiannya dengan
pakaian yang lebih Baik .
Sementara di tempat lain , kapten Saras juga
sedang bersiap-siap untuk berangkat setelah
melihat chat dari Anggy . Kali ini penampilan
__ADS_1
kapten Saras benar-benar berbeda dari biasanya,
Sebenarnya dia belum pernah berpenampilan anggun selama ini, namun kali ini dilakukannya karena dia ingin menarik simpati serta melihat bagaimana penilaian Boy terhadap busana yang di kenakannya .