Sang Pangeran Kampus

Sang Pangeran Kampus
Perasaan kapten Saras kepada Boy


__ADS_3

Sayup-sayup kembali terdengar Isak tangis Anggy


" Maafkan Saya Ayah , tidak ku sangka bahwa kehidupan Ayah dan ibu sebelumnya sangat


memprihatinkan karena kehadiranku , dan sekarang saya tidak tahu membalas Budi


atas perjuangan ayah dan ibu ". Tutur Anggy


dengan berlinang air mata .


Anggy kemudian bangkit dari kursi lalu membalikkan badannya hingga kini langsung


bertatapan dengan Ayahnya.


Kali ini Anggy tak tahan lagi memendam perasaannya, dia langsung berlari memeluk


ayahnya kemudian bersujud di kakinya


Melihat perubahan sikap Anggy yang kini sudah mau menerimanya , Pak Arya tersenyum


bahagia dan membuat matanya berkaca-kaca .


Pak Arya segera memegang kedua bahu Anggy


yang masih dalam keadaan bersujud di kakinya,


kemudian mengangkat tubuh Anggy ke atas


lalu mendekapnya dalam pelukan .


Sementara Ayu sebagai ibu tiri Anggy yang sedari tadi melihat dan mendengarkan mereka , juga terlihat matanya memerah dan menitikkan air mata .


Anggy yang melihat kondisi tersebut , segera


meraih tangan ibu tirinya itu lalu memeluknya .


Mereka bertiga akhirnya saling berpelukan sambil menangis tersedu-sedu .


Sebenarnya ibu tiri Anggy tidak merasa nyaman


ketika berada di dekat Anggy karena semestinya Anggy cocoknya menjadi adiknya dan bukan sebagai ibunya sebab usia mereka hanya terpaut satu tahun, Anggy berusia dua puluh satu tahun sedangkan Ayu berusia dua puluh dua tahun.


"Jadi bagaimana menurutmu sekarang Anggy ,


Apakah kamu bersedia untuk menikah dengan pak Bambang ? " tanya pak Arya kepada Anggy


setelah semua situasi sudah kondusif .


Anggy tidak langsung menjawab pertanyaan


Ayah nya , justru sekarang dia balik bertanya


" Apakah istri pak Bambang atau anaknya sudah mengetahui hal ini ?


Pak Arya yang mendengar pertanyaan Anggy


ini hanya bisa tertawa lalu tersenyum sambil


berkata


" Pak Bambang itu adalah seorang duda , dia


sudah lama bercerai dengan istrinya , Dia memiliki seorang putri yang sekarang masih duduk di kelas tiga SMA " .


Anggy hanya bisa mengangguk mendengar


penjelasan Ayahnya , Lalu pandangannya tertuju ke arah Ayu ibu tirinya , seakan meminta

__ADS_1


persetujuan karena secara tidak sengaja nasib mereka hampir serupa yakni harus menikah dengan orang yang jauh lebih tua dari usia mereka .


Ayu yang melihat Anggy hanya terdiam sambil menatap ke arahnya akhirnya mengangguk sebagai tanda kepada Anggy untuk menyetujui


permintaan Ayahnya .


Dan setelah melihat hal tersebut , Anggy pun menjawab pertanyaan Ayahnya yang sedari tadi di gantung .


" Saya akan memenuhi keinginan ayah agar saya menikah dengan pak Bambang asalkan


nantinya tidak akan ada masalah di kemudian hari "


Pak Arya akhirnya dapat bernapas lega , karena


pasti pak Bambang akan senang mendengar


berita ini nantinya .


Tetapi kemudian Anggy berkata kepada Ayahnya


" Terus bagaimana dengan kasus yang terjadi


tadi malam ? Polisi pasti tidak akan tinggal diam karena telah banyak menimbulkan korban


jiwa , baik dari pihak Ayah maupun dari pihak kepolisian ".


Kamu jangan khawatir mengenai hal tersebut ,


kamu cukup Datang ke kantor Polisi dan membuat laporan kepada mereka bahwa kamu sudah terbebas dari orang-orang yang menyekapmu dan tidak akan terulang kembali .


# # # # #


Sementara itu di kantor polisi , kapten Saras dan boy beserta anak buahnya sedang membuat skenario penyelamatan Anggy yang akan di lakukan setelah malam hari .


Selang beberapa waktu kemudian, Terdengar pintu kantor di ketuk seseorang. membuat kapten Saras dan yang lainnya saling berpandangan.


" Kenapa anak buahnya yang sedang piket di luar membiarkan seseorang mengganggu meeting mereka ". Guman kapten Saras dalam


Kemudian kapten Saras memerintahkan salah satu anggotanya untuk membuka pintu . Dan alangkah terkejutnya kapten Saras dan terlebih


lagi Boy ketika melihat siapa yang sedang berdiri di hadapan mereka saat ini .


" Anggyyyy. !!! " seru Boy terkejut sambil menatap kapten Saras .


" Apa yang terjadi Anggy ? Bagaimana caranya kamu bisa lolos dari mereka ? " tanya Boy keheranan .


Anggy tidak langsung menjawab , dia tersenyum bahagia melihat Boy begitu memperhatikannya. Bahkan Boy mau terlibat langsung untuk proses penyelamatannya bersama dengan pihak kepolisian .


" Mereka melepaskan dan membiarkanku pergi


serta berjanji tidak akan melakukan penyerangan lagi " jawab Anggy dengan santai .


" Walaupun demikian kasus ini tidak bisa di


tutup begitu saja karena telah mengakibatkan


banyak korban jiwa dan meresahkan masyarakat . Jadi walaupun mereka memilih


untuk berdamai , proses hukum tetap berjalan


sampai pihak yang menyebabkan kekacauan


memberikan kompensasi kepada setiap korban. Baik itu korban yang meninggal maupun yang luka-luka " . Jelas kapten Saras dengan tegas .


" Benar kapten , mereka juga berjanji akan memberikan kompensasi kepada semua


korban yang tewas maupun yang luka-luka"

__ADS_1


kata Anggy dengan wajah berseri.


" Karena kalian telah meluangkan waktu untuk menyelamatkanku , Maka di hari yang bahagia ini , Sebagai rasa terima kasih ,saya akan mentraktir kalian makan malam. Apakah anda bersedia kapten ? tanya Anggy kemudian .


Kapten Saras terdiam sejenak kemudian menatap ke arah Boy yang berada di depannya lalu berkata


" Karena rencana penyelamatan yang ingin


kita lakukan sebentar malam Gagal , maka saya


menerima undangan anda " jawab kapten Saras


Sebenarnya sejak pertama kali bertemu, kapten Saras langsung jatuh hati kepada Boy, setelah


sekian lama menjomblo semenjak dia menjadi


polisi wanita.


Kapten Saras merasakan sepertinya ada sesuatu dalam diri Boy yang tidak dimiliki oleh pria lain . Karena itulah , kini dia ingin melihat


sosok Boy hadir di kehidupannya setiap hari .


" Bagaimana dengan saudara Boy sendiri ,


apakah anda juga ikut bersama kami ? tanya kapten Saras sambil menatap Boy .


Boy yang sangat peka terhadap perasaan wanita, langsung dapat memahami keinginan kapten Saras . Karena tidak ingin mengecewakan mereka berdua , Boy pun bersedia menerima undangan makan malam tersebut .


Boy dan Anggy pamit kepada kapten Saras, lalu


melangkah keluar. Anggy terlebih dahulu pulang dengan mengendarai sebuah mobil Mercedes Benz yang di taksir berharga lima milyar rupiah.


Sementara itu Boy pulang dengan mengendarai


motor kesayangannya, yaitu sebuah motor trail Yamaha .


Sedangkan kapten Saras tetap tinggal di kantornya untuk menyelesaikan laporan


yang belum sempat dia kerjakan sebelumnya


sambil menunggu jam kantor selesai .


Pada pukul tujuh malam , terdengar suara notifikasi dari ponsel Boy yang menandakan


sebuah chat dari seseorang masuk .


Boy segera memeriksa ponselnya , rupanya


itu adalah chat dari Anggy yang mengirimkan


lokasi tempat mereka akan makan malam


nantinya .


Boy kemudian melangkah ke sebuah lemari


pakaian yang terletak di sudut kamarnya.


Boy segera mengganti pakaiannya dengan


pakaian yang lebih Baik .


Sementara di tempat lain , kapten Saras juga


sedang bersiap-siap untuk berangkat setelah


melihat chat dari Anggy . Kali ini penampilan

__ADS_1


kapten Saras benar-benar berbeda dari biasanya,


Sebenarnya dia belum pernah berpenampilan anggun selama ini, namun kali ini dilakukannya karena dia ingin menarik simpati serta melihat bagaimana penilaian Boy terhadap busana yang di kenakannya .


__ADS_2