
Setelah keluar dari kampus Boy tidak langsung pulang ke rumah kost, namun kali ini dia pergi
ke sebuah Mall yang besar dan sangat terkenal
di kota Makassar.
Tujuannya kali ini bukan untuk membeli sesuatu, akan tetapi hanya untuk melepaskan
kepenatan akibat rutinitas yang dilakukan setiap hari sambil mencuci mata.
Hari ini adalah hari Sabtu, wajar kalau suasana
Mall sangat ramai karena besok merupakan liburan akhir pekan.
Pengunjung Mall begitu padat sehingga sesekali mereka saling berdesak-desakan, di sana sini terlihat pemuda-pemudi hilir mudik
berjalan menyusuri setiap sudut Mall.
Setiap kali Boy berjalan, pastilah ada saja gadis-gadis remaja yang menyapanya
"Hay...kak, selamat sore"
"Sore Adik-adik" jawab Boy sembari tersenyum.
Beberapa diantara gadis-gadis remaja tersebut yang rata-rata masih anak baru gede (ABG) tampak berjingkrak-jingkrak kegirangan setelah mendapat jawaban dari Boy.
Boy hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku mereka.
"Dasar ABG" gumamnya.
Setelah beberapa lama Boy berkeliling dan melihat-lihat berbagai produk yang menarik perhatiannya di berbagai toko yang dilaluinya,
tiba-tiba dari arah belakang seseorang gadis meraih pinggangnya lalu memeluknya.
Boy yang terkejut segera membalikkan badan
serta pandangannya untuk melihat siapakah gerangan orang yang memeluknya tersebut.
Gadis itu langsung tersenyum ketika kedua pasang mata mereka saling berpandangan,
rupanya gadis itu tidak lain adalah si Cinta teman se fakultas Anggy sekaligus teman kampus Boy.
"Hey...Boy, apa Khabar?"
"Eh... Cinta, Khabar baik! kamu sendiri bagaimana?" jawab Boy sekaligus balik bertanya.
"Baik juga, eh... ngomong-ngomong sudah lama yach? kamu dengan siapa datang kemari?" tanya Cinta lagi.
"Ya...lumayan sudah lama dan Saya datang sendiri" jawab Boy.
"Kebetulan saya juga datang sendiri, bagaimana kalau kita jalan bareng sambil
cari-cari tempat nongkrong yuk" ajak Cinta sambil memelas.
Boy yang tidak tega jika melihat seorang wanita
di lukai atau dikecewakan apalagi dia adalah seorang teman, maka Boy segera berkata
"Baiklah, yuk kita jalan"
Cinta yang sangat senang mendengar jawaban Boy, segera menggandeng tangan Boy lalu melangkah bersama.
__ADS_1
Meskipun gadis-gadis yang berada disekitar mereka tidak mengenal Boy, namun mereka
tampak sangat cemburu ketika melihat Cinta menggandeng tangan Boy sambil berlalu meninggalkan mereka.
Namun sebagian lagi dari mereka mengganggap bahwa Boy dan Cinta sangat cocok jika mereka menjadi sepasang kekasih karena Boy memiliki wajah yang sangat tampan bagaikan seorang pangeran sedangkan Cinta sangat Cantik rupawan bagaikan sang putri raja.
"Tidak biasanya kamu jalan sendiri, kemana Beby dan Anggy?" tanya boy kemudian di sela-sela langkah mereka.
"Entahlah... saya juga tidak tahu, tadi waktu di kampus saya mengajak mereka untuk jalan tetapi tampaknya mereka tidak mau". Jawab
Cinta dengan lembut.
"Ngapain kita mikirin mereka, mending kita pikirkan diri kita saja berhubung kita cuma berdua saja tanpa ada gangguan dari mereka"
Ujar Cinta sambil terus menggandeng tangan
Boy dengan mesra.
Setelah sekian lama berjalan, akhirnya Cinta mengajak Boy masuk ke sebuah cafe yang sedang ramai dikunjungi oleh para remaja hingga orang dewasa.
Setelah duduk di sebuah meja yang berada tepat di sudut cafe dekat pagar pengaman lantai gedung, sehingga dari tempat mereka
duduk dapat menyaksikan suasana Mall baik
dari segala arah.
Mereka dapat melihat kondisi lantai yang ada di
sebelah atas maupun kondisi lantai sebelah bawah yang telah mereka lalui tadi.
Mereka pun memesan dua minuman hangat serta beberapa cemilan khas yang disajikan
Keduanya terlihat sangat asyik menikmati
suasana Mall dengan segala hiruk-pikuk nya
sambil menikmati minuman hangat serta cemilan yang telah tersaji di hadapan mereka.
Cinta sangat beruntung dan bahagia hari ini karena merasa bahwa dia telah sengaja dipertemukan di tempat ini berdua saja dengan si Boy tanpa kehadiran para saingannya sehingga dia bisa bermanja-manja kepada Boy.
Karena tidak ingin kehilangan momen ini begitu saja, kembali dia mengajak Boy kesebuah tempat karaoke keluarga yang sangat terkenal
di kota ini.
Boy pun mengikuti keinginan Cinta karena merasa bahwa sepertinya hal ini cukup baik
untuk menyalurkan bakat sekaligus melepaskan semua kepenatannya.
Rupanya jarum jam sudah menunjukkan pukul
tujuh malam, tanpa terasa waktu mereka cukup
banyak terbuang di di Mall karena di luar sana
Sang mentari telah tenggelam dan telah berganti dengan kegelapan malam.
Mereka segera bergegas meninggalkan Mall tersebut menuju tempat karaoke yang terletak
di jalan Nusantara yang menempuh waktu sekitar lima belas menit di perjalanan.
Kali ini mereka berangkat dengan menggunakan mobil milik Cinta, sementara motor yang digunakan Boy dibiarkan terparkir
__ADS_1
di Mall tersebut.
Tidak beberapa lama di perjalanan, akhirnya mereka sudah memasuki pelataran parkir sebuah gedung yang cukup mewah dan terkesan mahal.
Setelah memarkirkan mobil, mereka kemudian
menaiki sebuah tangga lift menuju lantai atas di mana tempat karaoke keluarga tersebut berada.
Di depan pintu masuk, mereka telah disambut
oleh petugas tempat karaoke keluarga tersebut,
mereka segera di persilahkan masuk.
Setelah berada di dalam ruangan yang cukup megah, mereka terlebih dahulu mengamati ruangan tersebut. Tampak terlihat ruangan kamar-kamar menyerupai kamar sebuah hotel lengkap dengan nomor-nomornya.
Cinta kemudian memesan ruang karaoke
VIP, tidak lama kemudian seorang petugas
datang membawa kunci ruangan dan segera
menyerahkannya kepada Boy.
Petugas tersebut segera mengantarkan mereka
ke ruangannya kemudian berlalu pergi. Cinta dan Boy segera memasuki ruangan karaoke VIP tersebut lalu menutup kembali pintunya.
Boy sempat tertegun ketika menyaksikan interior ruangan yang sangat megah dan seperangkat alat karaoke yang canggih serta layar monitor yang besar dan sebuah sofa besar dan mewah yang terletak tepat di depan
layar monitor.
Mereka kemudian duduk di sofa tersebut
kemudian saling berpandangan sambil tersenyum. Cinta segera meraih salah satu remote control yang tersedia di atas meja yang berada di depan sofa lalu menekan tombol powernya.
Setelah layar monitor serta perangkat karaoke sudah menyala, Cinta kemudian mematikan lampu utama ruangan sehingga membuat suasana ruangan terasa sangat romantis dengan pencahayaan yang keluar dari layar
monitor serta perangkat karaoke yang mewah
tersebut.
Suara Musik pun mulai terdengar, kali ini Cinta
memilih musik-musik disko remix sebagai
pembuka dan sebagai pembakar semangat, tubuh Cinta pun kini mulai bergerak mengikuti
setiap hentakan musik dengan berirama sehingga enak dipandang mata.
Cinta rupanya piawai dalam melakukan gerakan-gerakan dance, tubuhnya yang lentur
membuat setiap gerakannya sangat apik dan
sedap dipandang.
Boy kini baru menyadari kecantikan dan kemolekan tubuh Cinta setelah menyaksikan
bagaimana setiap gerakan yang memperlihatkan lekukan tubuh Cinta yang hanya di balut oleh baju kaos yang minim serta
rok mini yang sangat pendek sehingga menampakkan paha mulus serta kakinya yang jenjang.
__ADS_1