Sang Pangeran Kampus

Sang Pangeran Kampus
Tumpahan air bah


__ADS_3

🙏🙏🙏


Mohon maaf beribu-ribu maaf kepada anda sekalian karena akhir-akhir ini saya selalu terlambat update novel kesayangan anda yang berjudul Sang Pangeran kampus.


Hal ini terjadi akibat ada sebuah rutinitas keseharian yang cukup menyita waktu saya sehingga tidak punya cukup waktu untuk


mencurahkan imajinasi sehingga dapat melanjutkan dan menghasilkan setiap episode terbaik novel kesayangan anda ini.


Saya mohon pengertiannya,dan saya berharap anda sekalian tetap menjadikan novel saya yang berjudul Sang pangeran kampus ini menjadi novel favorit anda semua.


🙏🙏🙏😍😍😍


Sementara Boy yang baru saja mengakhiri pembicaraannya dengan Viona melalui ponsel, segera mengemasi kopernya untuk penerbangan kembali besok pagi ke kota Makassar dan setelah itu dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang untuk beristirahat. Namun sebelum matanya terpejam, pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.


Boy kembali membuka matanya lalu melirik jam tangannya yang kini sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Dia kemudian bangkit dari ranjang lalu berjalan menuju pintu kamarnya untuk mencari tahu siapa yang mengunjunginya malam-malam begini.


Setelah berada di belakang pintu, Boy segera mengintip melalui lubang kecil yang telah tersedia di setiap pintu kamar hotel. Boy terkejut sekaligus bertanya-tanya ada apa gerangan kombes Lestari datang ke kamarnya tanpa menghubunginya terlebih dahulu lewat ponselnya.


Boy selanjutnya membuka pintu kamarnya dan lansung bertanya sambil tersenyum


"Maaf, ada yang bisa saya bantu kombes Lestari?".


"Maaf Boy, apakah kamu tidak keberatan jika saya numpang tidur disini? Soalnya saya khawatir jangan sampai ada lagi kamera tersembunyi di kamar saya seperti kejadian yang kemarin malam, sebab kita habis meninggalkan hotel tadi siang". Jelas kombes lestari.


Sebenarnya Boy tahu kalau ini hanya alasan dari kombes lestari saja agar dia bisa lebih dekat dengannya namun Boy takut menolak karena jangan sampai kombes Lestari tersinggung


Maka dengan terpaksa Boy mempersilahkan kombes Lestari untuk segera masuk ke kamar karena dia sudah cukup mengantuk.

__ADS_1


Setelah itu dia mempersilahkan kombes Lestari untuk memakai ranjangnya, sedangkan dirinya langsung menuju ke sofa yang terletak disudut ruangan dan kemudian segera merebahkan tubuhnya sambil memejamkan matanya.


Sementara itu kombes lestari yang hanya memakai baju piyama, terlihat sangat


menggoda karena memperlihatkan sebagian besar kecantikan lekukan gunung kembarnya yang berukuran cukup besar, kenyal, dan putih mulus serta halus bagaikan kapas sehingga sangat menantang bagi mata para lelaki yang melihatya.


Rupanya hal ini sengaja dilakukan oleh kombes Lestari untuk memikat hati si Boy, namun rupanya Boy tidak memperdulikan penampilan dirinya sehingga membuat kombes Lestari terlihat sangat kecewa.


Namun hal ini tidak membuat kombes Lestari patah semangat, dia kemudian mencari cara yang lain agar bisa menaklukkan si Boy.


Dia terlihat melangkah masuk ke kamar mandi, dan tidak lama kemudian terdengar suara teriakan kombes Lestari dari dalam kamar mandi tersebut.


Boy yang baru saja tertidur beberapa menit yang lalu tersentak kaget mendengar teriakan tersebut kemudian Boy segera berlari masuk ke kamar mandi tersebut untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan kombes Lestari.


Selanjutnya di dalam kamar mandi tersebut, terlihat kombes Lestari berada di sudut bak mandi dengan posisi berjongkok karena sedang menghindari sesuatu yang membuatnya sangat ketakutan.


Tampaknya taktik kombes Lestari kali ini akan berjalan dengan sukses, rasa kantuk Boy tiba-tiba menghilang dengan sendirinya ketika melihat pemandangan indah tersebut.


Meskipun Boy sudah merasakan nikmatnya sensasi liang surgawi kombes Lestari kemarin malam tetapi dia masih ingin mencicipinya lagi untuk kedua kalinya seperti yang telah dilakukannya kepada kapten Saras.


Begitupun halnya dengan kombes Lestari, dia sepertinya ketagihan setelah kemarin malam telah beberapa kali mencapai ******* akibat hujaman serta hantaman dari benda pribadi milik Boy yang sangat perkasa meskipun harus meladeni dua buah liang surgawi sekaligus.


Bahkan benda pribadi milik Boy berhasil membuat kedua liang surgawi wanita cantik milik kombes Lestari dan kapten Saras muntah-muntah dibuatnya hingga beberapa kali.


"Apa yang terjadi komisaris? kenapa " berteriak?". tanya Boy.


"Di sebelah situ Boy, tadi ada seekor kecoa,

__ADS_1


dan saya sangat takut karena saya trauma dengan kecoa". kata kombes Lestari me cari alasan.


Boy pun dengan segera mencari-cari seekor kecoa tersebut walau pun dia sudah tahu kalau itu hanya akal-akalan kombes Lestari saja.


Dan setelah beberapa detik kemudian Boy berkata


"Sepertinya kecoanya sudah tidak ada lagi komisaris, sebaiknya anda segera turun dari bak mandi itu sekarang". Kata Boy sambil mengulurkan tangannya untuk melihat bagaimana reaksi kombes Lestari selanjutnya.


Sambil berpura-pura malu-malu, kombes Lestari menyembunyikan liang surgawinya dengan mengunakan kedua pahanya sedangkan sepasang gunung kembarnya yang kenyal dilindunginya dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya berusaha meraih tangan Boy.


Namun sebelum tangan mereka bertemu, tiba-tiba kaki kombes Lestari terpeleset sehingga tubuhnya terjerembab ke depan hingga menimpa tubuh Boy yang tepat berada di depannya.


Kini tubuh mereka terjatuh hingga berbaring di lantai kamar mandi yang dingin dengan posisi sepasang gunung kembar kombes Lestari tepat menimpa muka Boy yang berada di bagian bawahnya.


Meski hal ini membuat Boy sesak karena tidak bisa bernapas, namun di luar dugaan dia kemudian meraih sepasang gunung kembar tersebut dengan kedua tangannya dan langsung meremas-remasnya sambil lidahnya mempermainkansepasang benda kecil kenyal yang berwarna coklat yang seukuran biji jagung dan tepat berada di puncak gunung kembar tersebut secara silih berganti.


Hal ini membuat bola mata kombes Lestari seakan-akan ingin meloncat keluar sambil dibarengi oleh suara ******* manja kombes Lestari yang membuat Boy semakin bersemangat melancarkan aksinya.


Kini keduanya kembali terlibat oleh pertempuran yang sangat seru. Mereka terus silih berganti melakukan penyerangan yang di sertai oleh suara ******* dan erangan dari keduanya.


Berbagai gaya dan posisi telah mereka lakukan, mulai dari posisi berdiri hingga berbaring.


Baik di saat sebelum membasahi tubuh mereka hingga di saat dalam keadaan mandi bersama di dalam bak mandi besar yang tersedia.


Kombes Lestari sangat puas akan keperkasaan si Boy, sudah beberapa kali dia mengerang ketika mencapai puncak ******* yang menimbulkan rasa nikmat yang tiada taranya sedangkan Boy sepertinya belum juga mencapai puncak klimaksnya sekali pun.


Namun setelah beberapa menit kemudian kombes Lestari merasakan sebuah semburan lahar panas bak air bah yang tumpah, lalu membasahi dinding liang surgawinya di sertai kondisi tubuh Boy yang mengejang sambil mengerang kenikmatan.

__ADS_1


__ADS_2