
😪😓😔
Saya sebagai penulis novel Sang pangeran kampus, memohon maaf sebesar-besarnya kepada para pendukung novel Sang Pangeran kampus ini.
Akhir-akhir ini saya tidak dapat update episode terbaru dari novel tercinta kita ini karena berhubung dalam beberapa hari ini kurang enak badan.
Untuk itu saya meminta doanya agar saya bisa segera pulih secepatnya agar dapat melanjutkan dan membuat episode terbaru dari novel Sang pangeran Kampus.
Dibawah ini ada sedikit kelanjutan episode terbaru yang bisa saya buat.
Tak lupa saya ucapkan
"Selamat Natal Dan Tahun Baru 2022"
Saya mohon beri terus dukungan agar novel ini bisa tetap bertahan bahkan bisa menjadi salah satu yang terbaik.
🙏🙏🙏
__ADS_1
Mereka pun akhirnya keluar dari kamar mandi lalu kembali melanjutkannya di atas ranjang, pertarungan ronde demi ronde terjadi lagi hingga tanpa terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.
Karena keletihan akibat terlalu lama menguras tenaga, akhirnya mereka tertidur pulas hingga fajar menyingsing.
Boy, Kombes Lestari serta Kapten Saras telah mengemasi pakaian serta barang-barang mereka ke dalam koper dan sedang berada di lobi hotel menunggu jemputan untuk mengantar mereka menuju ke bandara internasional halim perdana kusuma jakarta.
Tiba-tiba Viona melintas di hadapan mereka sambil mendorong troli makanan menuju arah pintu liff kemudian tersenyum manis ketika tatapan matanya beradu dengan mata Boy.
Boy segera berjalan menghampiri Viona sebelum masuk ke dalam liff lalu berpamitan dan meminta agar Viona selalu berhati-hati dan menjaga diri dengan baik.
Viona pun hanya bisa mengangnguk serta tidak lupa berterima kasih atas semua bantuan yang telah di berikan Boy padanya.
Sementara Boy merasakan sesuatu getaran yang hebat ketika Viona memeluknya. Getaran ini belum pernah dirasakan sebelumnya dengan para wanita-wanita cantik yang pernah dekat denganya.
Boy pun bertanya-tanya, apakah ini yang di katakan getaran cinta ataukah hanya perasaan iba dan kasihan yang mendalam setelah mengetahui kondisi keluarga Viona saat ini? pikir boy dalam hati.
Sementara itu Kombes Lestari dan Kapten Saras yang melihat kejadian tersebut saling pandang kemudian mereka terlihat membahas sesuatu sambil memperhatikan Boy dan Viona yang masih saling berpelukan.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu tiga buah mobil mewah berwarna hitam baru saja berhenti tepat di depan pintu utama hotel.
Tiga orang perwira polisi pria berpangkat brigadir jenderal turun dari mobil kemudian melangkah masuk ke dalam hotel.
Ketiga perwira polisi kali ini bukanlah perwira polisi yang menjemput mereka saat pertama kali datang di jakarta.
Mereka di tugaskan untuk mengawal Boy, Kapten Saras serta Kombes Lestari menuju bandar udara internasional halim perdana kusuma untuk selanjutnya di terbangkan kembali ke makassar.
Kapten Saras dan Kombes Lestari segera berdiri lalu memberi hormat setelah ketiga perwira tersebut telah berada di hadapan mereka.
Sementara itu Boy tampak terlihat berbicara dengan seorang pria tua yang memakai setelan jas berwarna hitam.
Dan ternyata pria tua itu merupakan pemilik hotel tersebut, Boy kemudian mengunakan kesempatan tersebut untuk meminta kepada pria tua yang merupakan pemilik hotel bintang lima tersebut agar memperlakukan Viona dengan baik.
Setelah itu dia terlebih dahulu pamit kepada Viona lalu kemudian ikut bergabung bersama kapten Saras dan Kombes Lestari untuk segera berangkat
ke bandar udara internasional halim perdana kusuma.
__ADS_1
Setelah kepergian Boy bersama para polisi tersebut, pemilik hotel terlihat memanggil Viona kemudian menyuruhnya untuk pergi ke ruang kerjanya setelah selesai mengantar makanan para tamu untuk membicarakan sesuatu perihal pekerjaannya.