
Sebelum pulang ke rumah kost, Boy terlebih dahulu mengarahkan motornya ke kediaman
Anggi.
Setelah mendengar dari Beby dan Cinta bahwa Anggi sudah beberapa hari tidak masuk kampus dan setelah di hubungi lewat ponselnya tetapi tetap tidak bisa dihubungi.
Meskipun hubungan Boy dan Anggi cuma sebagai teman kampus saja, tetapi mengapa
saat ini Boy merasakan ada sebuah tanggung jawab yang harus dilakukan olehnya kepada Anggi setelah Anggi mengutarakan masalah yang sedang dihadapinya dan saat itu Boy berjanji untuk membantunya agar bisa keluar dari permasalahan tersebut.
Namun setelah beberapa hari Boy menunggu telepon dari Anggi , akan tetapi hingga sekarang Anggi tidak menghubunginya.
Hal inilah yang membuat Boy merasakan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi kepada Anggi.
Setelah tiba di sekitar rumah Anggi ,Dengan agak cemas , Boy berhenti dan memarkirkan motornya di daerah yang tidak terjangkau oleh
cctv rumah Anggi.
Dari jauh Boy memperhatikan setiap sudut rumah Anggi, tampak terlihat seorang petugas
keamanan rumah berjalan untuk melihat situasi di sekeliling rumah besar yang megah itu.
sambil sesekali melihat ke sebuah jendela yang terletak di lantai dua yang merupakan kamar pribadi Anggi.
Sementara seorang lagi berada didalam pos keamanan yang terlihat sedang sibuk memainkan ponselnya.
Boy cuma memutuskan untuk mengamati keadaan pengamanan rumah Anggi agar bisa
menemukan cara agar bisa masuk ke dalam.
Melihat kondisi jendela kamar Anggi yang tertutup, Boy mencoba menghubungi lewat ponselnya namun tetap tidak bisa di hubungi.
Boy memutuskan untuk pulang ke rumah kost
untuk beristirahat sejenak serta memikirkan strategi yang tepat agar bisa lolos dari petugas
keamanan di rumah tersebut.
Di teras rumah kost, tampak Dylan ,Dedy, Toni dan Adi sedang duduk santai sambil bercakap-cakap.
Melihat kedatangan Boy , mereka langsung menyapa
" Hay Boy , Dari mana ? Dari tadi kita pulang hampir barengan tapi kok baru sampai ? tanya
__ADS_1
Dedi .
Boy tersenyum lalu berkata dengan datar
"Tadi dari rumah Anggi , mau tahu kabarnya.
Cie...cie..cie..., Sahut Dedy , Dylan, Toni serta Adi berbarengan mengolok-olok Boy, sambil tertawa cekikikan.
" Kayaknya ada yang spesial nih, tumben jadi perhatian gitu ? lanjut Toni terkekeh-kekeh.
Boy pun segera menjelaskan semua keadaan tentang kondisi Anggi sejak dia sudah tidak muncul dalam beberapa hari ini di kampus.
Namun dia belum memberi tahu bahwa sebelumnya Anggi memintanya untuk menjadi pacar bohongannya agar bisa terlepas dari perjodohan yang di buat oleh Ayahnya dengan seorang pria tua yang merupakan rekan bisnisnya.
Setelah mendengar penjelasan Boy , merekapun akhirnya meminta maaf . Bahkan mereka bersedia memberikan bantuan kapan saja jika diperlukan .
" Baiklah kalau begitu , sepertinya malam nanti saya memang membutuhkan bantuan kalian semua . Sementara saya mau istirahat dahulu , nanti pukul 20.00 saya tunggu kalian di kamar untuk membuat suatu strategi " ujar Boy .
Kamipun juga akan beristirahat agar nanti malam bisa menjalankan strategi dengan baik.
Mereka pun segera bergegas masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Tepat pukul 20.00 Mereka semua sudah berkumpul di dalam kamar Boy. mereka segera
membicarakan strategi seperti apa yang akan mereka lakukan nanti .
Pada pukul 20.40 Mereka berlima segera berangkat meninggalkan rumah kost menuju rumah Anggi yang berada di kawasan perumahan elite yang berada di sebelah timur kota Makassar, waktu yang diperlukan untuk tiba di lokasi sekitar setengah jam dari rumah kost mereka.
Mereka menggunakan sepeda motor, Dedy dan Dylan berboncengan, Tony dan Adi juga berboncengan sedangkan Boy mengendarai motor seorang diri .
Setelah tiba di lokasi , Mereka terlebih dahulu melihat situasi di sekitar rumah tersebut.
Terlihat dari kejauhan dua orang penjaga keamanan rumah berada di dalam pos jaga mereka yang terletak di sebelah kiri pagar
rumah yang agak terbuka sedikit .
Sedangkan di dalam halaman rumah yang luas terdapat beberapa mobil mewah yang sedang terparkir .
" Sepertinya sedang ada tamu , kita tidak bisa
menjalankan misi kali ini " ujar Tony. sedikit
kecewa .
__ADS_1
" Sabar sedikit , ini masih pukul 21.40 . kita harus menunggu sebentar , agar mereka pulang dulu, lalu kita bergerak sesuai dengan rencana ". pinta Boy seraya berbisik.
Tak disangka dugaan Boy terbukti , Setelah beberapa menit setelah Boy berkata , pintu
utama rumah Anggi yang megah dan besar
terbuka .
Terlihat dua orang pria dewasa dan seorang
wanita cantik keluar dari rumah menuju ke halaman rumah megah itu .
Boy sepertinya mengenal gerak-gerik salah satu pria dewasa itu namun dia tidak bisa memastikan siapa orangnya karena jarak yang terlampau jauh sehingga wajah orang tersebut
tidak jelas kelihatan.
Seorang pria tegap bertubuh besar berdiri di samping mobil BMW seri terbaru edisi terbatas yang memiliki harga berkisar belasan hingga puluhan milyar rupiah.
Setelah bersalaman, pria tersebut masuk ke dalam mobil dan meluncur keluar menuju ke pintu keluar, Nampak mobil mewah lain yang juga tepat berada di belakang mobil BMW tersebut menyalakan lampu dan berangkat menyusul mobil BMW yang berada di depan.
Mereka tak lain adalah pengawal pria
yang berada di mobil BMW edisi terbatas.
Jika dilihat dari situasinya, Jelas menerangkan bahwa pria ini adalah seseorang yang sangat kaya dan memiliki kekuasaan yang besar. Dan mungkin adalah pria yang akan dinikahkan dengan Anggi.
Sementara Pria dan wanita yang bersama pria tadi sudah kembali ke dalam rumah. Setelah ke dua mobil mewah tersebut telah meninggalkan lokasi, Pintu pagar terlihat menutup kembali secara otomatis.
Namun sebelum tertutup rapat , terlihat dua orang pemuda sedang berkejar-kejaran di depan pintu pagar rumah yang akan tertutup.
Mereka tak lain adalah Tony dan Adi , Kedua petugas keamanan yang berada di dalam pos terlihat terkejut melihat peristiwa tersebut, mereka menekan tombol pintu pagar agar berhenti dan segera berlari keluar untuk melihatnya.
Tampak Tony terus menyerang Adi yang terlihat
hanya terus menghindar dari serangan lawan. Adi mencoba mengalihkan pandangan kedua petugas keamanan tersebut dengan berpura-pura kesakitan sambil meminta tolong
" To..to.. tolongggggg..., tolong pak..." pinta Adi , Sembari terus bergerak menjauhi pintu pagar yang terbuka.
Sementara Tony terus mendesak Adi dengan jurus-jurusnya sambil membelakangi kedua petugas keamanan tersebut. Adi sengaja tidak
menghindari tendangan Tony hingga membuatnya terlempar kebelakang beberapa meter .
Karena kedua petugas keamanan ini khawatir
__ADS_1
akan kondisi Adi yang terkena tendangan, mereka berdua langsung memegang Tony tanpa memperhatikan sekelilingnya.
Boy yang sedari tadi bersembunyi dibalik batang pohon di dekat pintu pagar . Begitu melihat peluang ini , Boy langsung secepat kilat bergerak masuk ke halaman rumah tanpa terlihat.